![]() |
| Bupati Padangpariaman Saat Terima Kunjungan |
PADANGPARIAMAN--- Bupati PadangPariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan keprihatinannya terhadap belum optimalnya pemanfaatan Asrama Haji Sumatera Barat yang berlokasi di Kecamatan Batang Anai.
hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi awal Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Muhammad Rifki, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Padangpariaman.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati John Kenedy Azis mengungkapkan bahwa Asrama Haji Sumbar merupakan aset strategis bernilai miliaran rupiah yang dibangun melalui perjuangan panjang, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal sesuai peruntukannya.
“Begitu besar perjuangan almarhum Ali Mukhni saat menjabat Bupati Padangpariaman. Beliau berupaya keras memperjuangkan dukungan dana pusat agar Asrama Haji ini bisa terwujud,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dirinya mengetahui secara langsung proses tersebut karena pada saat itu menjabat sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Agama.
Dana pusat akhirnya berhasil dikucurkan dan bangunan berdiri megah, namun pengelolaan dan kejelasan pemanfaatannya belum berjalan sebagaimana diharapkan.
Bupati menyayangkan minimnya pembahasan serius terkait kelanjutan Asrama Haji Sumbar, meskipun aset tersebut berada di wilayah Kabupaten Padangpariaman.
“Sejak saya menjabat sebagai Bupati, belum pernah ada pembahasan yang komprehensif dan detail mengenai pengelolaan Asrama Haji Sumbar ini. Padahal letaknya sangat strategis dan berada di Padangpariaman,” tegasnya.
Bupati John Kenedy Azis menyambut baik terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah serta hadirnya Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar yang baru.
Menurutnya, hal tersebut menjadi harapan baru untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini belum tertuntaskan, termasuk optimalisasi Asrama Haji Sumbar.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten I Setdakab Padangpariaman, Rudi Rahmat, serta Kepala DLHPKPP Padangpariaman, Andri Satria Masri.
Selain membahas Asrama Haji, pertemuan juga membicarakan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan pelayanan haji dan umrah yang aman, tertib, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.
“Kami siap bersilaturahmi dan berkoordinasi penuh dengan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam pelayanan ibadah haji dan umrah, sekaligus membenahi dan mengoptimalkan Asrama Haji Sumbar yang berada di Padangpariaman,” ujar Kakanwil Kemenhaj Sumbar, Dr. H. Muhammad Rifki.
Bagi Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik setelah sekian lama Asrama Haji Sumbar belum menunjukkan progres signifikan.
Dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Asrama Haji Sumbar diharapkan dapat kembali difungsikan sebagai pusat layanan haji yang representatif, bermartabat, dan sepadan dengan perjuangan besar yang melahirkannya. (eri)

