Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Berbuat Saat Bencana, Terlupakan Saat Seremoni: Relawan Muhammadiyah–‘Aisyiyah Pertanyakan Kepedulian Bupati Padang Pariaman

Senin, 12 Januari 2026 | 20:31 WIB Last Updated 2026-01-12T13:31:32Z



Padang Pariaman,12/1/06— Relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap Pemerintah Daerah Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati John Kenedy Aziz, yang dinilai tidak menunjukkan kepedulian dan apresiasi yang layak terhadap kerja-kerja kemanusiaan relawan  Muhammadiyah–‘Aisyiyah selama masa kebencanaan di Padang Pariaman.


Sejak 26 November 2025 hingga Sekarang, Relawan Muhammadiyah–‘Aisyiyah melalui koordinasi Pusat Koordinasi daerah Bencana Muhammadiyah Padang Pariaman (Poskorda) yangtelah berada di garis depan penanganan bencana, melaksanakan berbagai program kemanusiaan secara mandiri, terstruktur, dan berkelanjutan.


Aksi Relawan Muhammadiyah/Asiyiyah Padang Padang Pariaman merupakan Kerja Nyata di Lapangan, Bukan Sekadar Seremoni Dalam masa tanggap darurat, Relawan Muhammadiyah–‘Aisyiyah mendirikan Pos Pelayanan (Posyan) dan Dapur Umum di Nagari Ulakan sejak 26 November hingga 3 Desember 2025, dengan total 1.630 porsi nasi bungkus yang disalurkan langsung kepada warga terdampak di Nagari Ulakan dan wilayah sekitarnya.

Tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan, relawan juga menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Gratis selama 7 hari, hasil kolaborasi LAzizmu, MDMC Padang Pariaman dengan Rumah Sakit ‘Aisyiyah Pariaman, yang menjangkau langsung korban bencana di Kecamatan Ulakan Tapakih, Kecamatan Lubuk Alung, Kecamatan Kayu Tanam Pelayanan kesehatan ini menjadi bukti konkret kehadiran Muhammadiyah–‘Aisyiyah dalam menjamin hak dasar masyarakat terdampak bencana.


Relawan juga melaksanakan kegiatan Trauma Healing di lokasi bencana Kecamatan Kayu Tanam, khususnya di sekitar Sekayan Paku Kayu Tanam, dengan fokus pada pemulihan psikologis anak-anak dan keluarga korban bencana.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian jangka panjang, bukan sekadar respons sesaat.

Selain itu, Relawan Muhammadiyah–‘Aisyiyah menyalurkan bantuan sembako, family kit, dan school kit yang dihimpun dan Kolaborasi dari bebrbagai Pihak Seperti MDMC Sumatera Barat, Bebebrapa LAZISMU Propinsia Lain himpunan Amal Usaha Muhammadiyah serta Sumbangan Masjid-masjid Muhammadiyah Serta Perusahaan serta para donator yang mempunyai Koneksi dengan Muhammadiyah.


Seluruh bantuan disalurkan secara transparan melalui Pimpinan Aisyiyah LAZISMU dan MDMC Padang Pariaman Melalui koordinasi  Poskoda Bencana Muhammadiyah Padang Pariaman yang menyasar langsung warga terdampak bencana.


Ke depan Rencananya, Muhammadiyah–‘Aisyiyah Padang Pariaman  Melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat juga telah menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) pasca bencana, termasuk, Pembangunan masjid/mushalla Beserta dengan perangkatnya, Pemulihan ekonomi masyarakat di kawasan Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh Pemda Padang Pariaman.


Namun ironisnya, seluruh kerja kemanusiaan tersebut seolah tidak dianggap ada oleh Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedi Aziz yang menahkodai Pemerintahan Padang Pariaman. Puncak kekecewaan relawan muncul pada kegiatan penyerahan penghargaan dalam rangka Hari Jadi Padang Pariaman ke-193 Tahun Diaula parit Malintang , yang digelar pada Minggu, 11 Januari 2026.

Dalam agenda resmi tersebut, kontribusi Relawan Muhammadiyah–‘Aisyiyah sama sekali tidak mendapat pengakuan, seolah kerja kemanusiaan yang dilakukan selama lebih dari satu bulan tidak pernah terjadi dan terkesan Pemerintah daerah Menutup Mata dengan Aksi-aksi yang dilakukan Oleh relawan Muhammadiyah/Aisyiyah Padang Pariaman.


Relawan menilai sikap ini mencerminkan ketidak pekaan dan ketidak pedulian Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, terhadap kerja-kerja kerelawanan berbasis kemanusiaan yang telah melayani ribuan warga terdampak.

“Kami sangat menyayangkan sikap Pemerintah Daerah Padang Pariaman yang terkesan menutup mata terhadap kerja-kerja kemanusiaan Relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Bencana bukan panggung seremoni, tetapi ruang kehadiran dan keberpihakan.

Sayangnya, kepemimpinan daerah hari ini justru menunjukkan sikap abai,”

tegas Erik Eksrada, selaku Ketua Pos Koordinasi Bencana Muhammadiyah Padang Pariaman.

Meski menghadapi sikap abai dari pemerintah daerah, kami Relawan Muhammadiyah–‘Aisyiyah menegaskan akan tetap berdiri di barisan kemanusiaan, bekerja untuk Masyarakat, dan hadir bagi korban bencana tanpa pamrih dan tanpa menunggu pengakuan kekuasaan.


Kita Juga mengingatkan bahwa pengabaian terhadap relawan kemanusiaan adalah bentuk kegagalan moral dalam kepemimpinan daerah, dan menjadi catatan serius bagi publik Padang Pariaman, tutup  Erik yang juga menjabat Sekretaris Muhammadiyah Padang Pariaman.

×
Berita Terbaru Update