Senin, 26 Maret 2018

Panitia Pemilihan Walinagari Kayu Tanam Bertekad Sukseskan Pilwana

PADANGPARIAMAN (Reportase Sumbar)--Panitia Pemilihan Walinagari Kayu Tanam, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam bertekad untuk menyukseskan jalannya pemilihan walinagari sertentak yang akan berlangsung di nagari tersebut pada tanggal 4 April 2018 mendatang. Seperti diakui Ketua Panitia Pemilihan Walinagari Kayu Tanam, Romi, sejauh ini pihaknya dari panitia masih terus mematangkan persiapan pemilihan walinagari di daerah itu. "Untuk waktu dekat ini prioritas utama kita adalah melengkapi berbagai berkas yang dibutuhkan saat pemilihan nantinya. Baik itu berupa formulir C1 dan kelengkapan lainnya," demikian diterangkan Romi, saat dihubungi di Kantor Walinagari Kayu Tanam kemarin.

Khusus untuk kebutuhan kotak suara sendiri,  saat ini pihaknya dari panitia juga tengah menunggu  kotak suara dari KPU Padangpariaman. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, proses pemilihan walinagari nantinya bakal menggunakan kotak suara yang ada di KPU. "Makanya harapan kita semoga semuanya bisa berlangsung dengan aman dan lancar. Demikian pula halnya kotak suara sendiri, seperti disebutkan pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, bahwa kotak tersebut bakal segera dijemput ke KPU, tepatnya pada tanggal 27 atau 28 Maret mendatang. Semoga saja semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar," sebutnya.

Kaur Pembangunan Pemerintahan Nagari Kayu Tanam ini juga menambahkan, secara umum proses persiapan pemilihan walinagari di Nagari Kayu Tanam, tetap mengacu pada tahapan dan ketentuan yang ada. Demikian pula halnya berbagai persiapan yang dibutuhkan, termasuk diantaranya untuk kebutuhan dana juga telah disesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan yang ada.


"Namun khusus untuk debat calon, kita sengaja meniadakannya. Hal itu sebelumnya sudah menjadi kesepakatan bersama, guna menghindari dan meminimalisir terjadinya konflik di tengah masyarakat," terangnya.

Di pihak lain, pihaknya dari panitia juga kerap mewanti-wanti para petugas, khususnya petugas KPPS, agar senantiasa menjunjung tinggi integritasnya sebagai penyelenggara pemilihan walinagari. Sekaligus selaku penyelenggara mereka juga diingatkan agar selalu menjaga sikap netralitasnya sebagai penyelenggara pilwana.

"Karena seperti diketahui, jika seandainya penyelenggara  diketahui tidak netral dalam menjalankan tugasnya, maka kita bisa saja di PTUN-kan. Makanya dalam berbagai kesempatan kita selalu mengingatkan pihak panitia maupun petugas KPPS agar jangan sampai bermain. Karena itu bisa mengganggu tatanan dan proses pemilihan yang sedang berlangsung. Bahkan akibatnya juga bisa lebih buruk lagi, yaitu bisa memicu timbulnya konflik di tengah masyarakat," terangnya.

Jadi artinya, dalam bekerja, seluruh penyelenggara tetap diharuskan mengacu pada aturan dan ketentuan yang berlaku. Khususnya dengan mempedomani Perbun yang berhubungan dengan hal itu.

Di pihak lain, khusus untuk kebutuhan biaya pemilihan walinagari sendiri, pihaknya dari panitia sebut Romi memang merasa sedikit kesulitan. Pasalnya dana yang dibutuhkan untuk itu masih belum diturunkan seperti diharapkan. "Namun demikian dengan berbagai daya dan upaya kita tetap berusaya maksimal agar tahapan demi tahapan preses pemilihan walinagari tetap bisa berjalan seperti diharapkan. Dan alhamdulillah sejauh ini semuanya masih bisa berjalan dengan baik dan lancar," terangnya.

Meski demikian pihaknya tetap berharap kiranya anggaran pemilihan walinagari tersebut bisa sesegeranya dicairkan, sehingga dengan begitu pihak panitia bisa lebih maksimal lagi dalam bekerja.

Di pihak lain, Kepala DPMD Pemkab Padangpariaman sebelumnya sempat menjanjikan, bahwa jika tidak aral melintang, anggaran pemilihan walinagari tersebut sudah  bisa segera diturunkan paling lambat pada akhir Maret bulan ini. (YURISMAN)

SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: