Kamis, 25 Januari 2018

Kawasan Terpadu Tarok Bisa Setara Putrajaya Malaysia

Ilustrasi Kawasan Tarok City Nagari Kepala Hilalang Kecamatan 2 x 11 Kayutanam ( Fhoto : Internet)
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Kehadiran kawasan Terpadu Tarok di Nagari Kapalo Hilalang, Kabupaten Padangpariaman disebutkan merupakan program brilian dari seorang Bupati Ali Mukhni yang saat ini berpasangan dengan Wakil Bupati Suhatri Bur. Pasalnya,  mengingat begitu luasnya potensi lahan yang ada di sekitar  kawasan Terpadu Tarok, maka tidak tertutup kemungkinan nantinya di kawasan itu juga bisa dibangun komplek perkantoran baru, melengkapi rencana pembangunan sejumlah perguruan tinggi yang ada saat ini.

"Jika hal itu memang bisa benar-benar terwujud, maka bisa saja kawasan Tarok bakal lebih berkembang lagi. Mungkin bisa saja setara dengan pusat perkantoran Putrajaya  yang ada di Malaysia," demikian ditegaskan Walinagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Zulhendrayani, saat menjawab koran ini kemarin di ruang kerjanya.

Betapa tidak lanjutnya, hal itu bisa saja terjadi jika suatu saat misalnya Pemrov Sumbar berencana untuk memindahkan Kantor Gubernur yang ada di Kota Padang saat ini. Maka sebagai jawabannya mungkin kawasan Terpadu Tarok bisa saja menjadi alternatif yang sangat tepat untuk itu. Karena bukankah lokasinya sangat strategis serta terbilang aman dari kerawanan bencana, seperti ancaman sunami dan sebagainya.

Dengan alasan itulah lanjutnya, pihaknya mengaku optimis bila pengembangan kawasan Tarok tentunya akan sangat berdampak positif terhadap pengembangan daerah-daerah  di sekitarnya. Tidak terkecuali bagi daerah Kecamatan Padang Sago, atau Nagari Koto Baru sendiri. Sebab kehadiran kawasan Terpadu Tarok tentunya juga akan diikuti pula dengan pembangunan sejumlah jaringan jalan lainnya di Kabupaten Padangpariaman.

"Seperti diketahui, di sekitar Nagari Koto Baru sendiri saat ini kan juga sedang dibangun jembatan permanen yang menghubungkan antara dua kecamatan, yaitu Kecamatan VII Koto Sungai Sariak dan Kecamatan Padang Sago. Tentunya dengan semakin ramainya orang datang ke Padangpariaman sejlan dengan hadirnya kawasan Terpadu Tarok,
hal itu tentunya juga akan berimbas pula terhadap kunjungan ke Nagari Koto Baru dan sekitarnya," terangnya.

Karena itulah sebagai walinagari pihaknya mengaku sangat mendukung ide brilian yang digagas oleh Bupati Ali Mukhni tersebut. Terlebih sejak diwacanakannya pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan di kawasan Terpadu Tarok, kini mata sebagian besar masyarakat semakin tertuju ke Kabupaten Padangpariaman.

"Makanya dengan alasan itu pula, kita tentu sangat berharap agar OPD terkait  di lingkungan Pemkab Padangpariaman juga bisa menundaklanjuti dan menterjemahkan keinginan  dan kebijakan  yang telah dirintis bupati selama ini. Jadi dalam hal ini, OPD terkait hendaknya juga harus bisa  bergerak lebih cekatan lagi untuk bisa mewujudkan cita-cita dan gagasan bupati dimaksud," terangnya.

Diakuinya, guna mendukung program pengembangan kawasan Terpadu Tarok dimaksud, maka OPD terkait idealnya juga perlu  harus sesegeranya menyiapkan berkas kerja secara  jelas, termasuk diantaranya bagaimana menyiapkan konsep tata ruang yang tegas terkait peruntukan lahan yang ada di kawasan Terpadu Tarok

Karena seperti diketahui, lahan yang tersedia di kawasan Tarok itu sendiri juga terbilang cukup luas untuk bisa lebih dikembangkan lagi ke depannya.  Makanya untuk itu tentu dibutuhkan adanya konsep yang jelas terkait penataan kawasan Tarok nantinya. Dengan begitu lanjutnya ke depannya diharapkan bisa lebih jelas lagi, mana saja lahan yang akan diperuntukkan sebagai lokasi pembangunan kampus misalnya, atau lokasi pembangunan rumah sakit maupun lokasi pembangunan komplek perkantoran lainnya.

"Termasuk diantaranya mungkin nantinya ada pula kawasan di sekitar itu yang ditetapkan sebagai Kawasan Terbuka Hijau, sehingga konsep keasrian kawasan di sekitar Tarok seperti yang ada saat ini bisa tetap terpelihara secara baik," imbuhnya.

Untuk itulah lanjutnya, guna lebih mendukung program pembangunan di sekitar kawasan Terpadu Tarok, bisa saja nantinya dibentuk tim khusus atau tim terpadu, yang melibatkan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemkab Padangpariaman. "Jadi dengan begitu ke depannya diharapkan bupati tidak lagi terkesan dibiarkan jalan sendirian seperti yang terlihat selama ini. Namun masing-masing OPD terkait hendaknya juga harus bisa bergerak lebih cepat lagi untuk membec up atau menterjemahkan keinginan bupati selaku kepala daerah," terangnya.

YURISMAN MALALAK

SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: