Ketika SDN 02 Percontohan Bukittinggi Siap Jadi Sekolah Rujukan - REPORTASE SUMBAR

Breaking

Sabtu, 14 Oktober 2017

Ketika SDN 02 Percontohan Bukittinggi Siap Jadi Sekolah Rujukan

Sekolah Dasar Negeri 02 Percontohan Bukitinggi, Siap Menjadi Sekolah Rujukan ( Fhoto : Yurisman Malalak )

Oleh : Yurisman Malalak

Bel tanda berakhirnya jam sekolah baru saja berbunyi,  saat bersamaan sekumpulan siswa terlihat tengah duduk dengan asyiknya di bangku ruang tunggu yang tersedia di SDN 02 Percontohan Kota Bukittinggi. Tempatnya di samping bangunan utama kantor Kepala Sekolah SDN 02 Percontohan Bukittinggi.

Menariknya, kebanyakan dari siswa tersebut justru terlihat serius membaca beragam jenis buku. Pemandangan itu bahkan berlanjut hingga orangtua atau pihak keluarga datang menjemput mereka.  Begitulah setidaknya pemandangan yang sering terlihat di SDN 02 Percontohan  Bukittinggi, saat penulis menyambangi sekolah itu Rabu (12/10) lalu.

Hasil pengamatan penulis, ruang tunggu yang tersedia di sekolah tersebut terlihat didesain sedemikian rupa, sehingga menimbulkan kesan nyaman dan asri. Karena di samping dihiasi dengan aneka pajangan hasil prakarya siswa, juga ada aneka ragam gambar dan bunga yang diselaraskan dengan paduan warna yang menyejukkan mata.

Begitu pula sejumlah slogan lingkungan hidup lainnya, yang dipasang dengan rapi di berbagai sudut ruangan.  Pemandangan yang tidak jauh berbeda juga terlihat di lorong-lorong kelas yang ada  di lingkungan SDN 02 Percontohan. Demikian pula halnya dengan ruang  pustakanya, sehingga mampu menimbulkan rasa betah bagi siapa saja yang memasukinya. 

“Pada hari-hari biasa, di lorong-lorong kelas di sekolah ini juga sering dimanfaatkan anak-anak untuk membaca beragam jenis buku. Hal itu memang merupakan salah satu program sekolah untuk menimbulkan kegemaran membaca di kalangan anak-anak di sekolah ini,” ungkap Wakil Kepala Bidang Kurikulum SDN 02 Percontohan, Ipmaiyaldi, ketika ditemui di ruang Kepala SDN 02 Percontohan Rabu kemarin.

Berkunjung ke SDN 02 Percontohan Kota Bukittinggi, kita akan disuguhkan pemandangan lingkungannya yang asri. Kondisi itu terlihat selaras dengan  kontruksi bangunannya yang berdiri megah.

Selain ditemukan beragam jenis bunga, seperti bunga anthurium yang berjejer rapi di ruang utama pintu masuk SDN 02 Percontohan juga banyak pula aneka jenis tanaman hias maupun tanaman obat lainnya.

Tidak ketinggalan pula, hampir di setiap sudut dinding dan ruang kelasnya juga banyak ditemui aneka jenis bunga dan gambar serta hasil prakarya anak lainnya. Semua terlihat tersusun dengan rapi, sehingga mampuj menimbulkan kesan tersendiri bagi setiap orang yang memandangnya.

Seperti diakui Kepala SDN 02 Percontohan, Sri Ramayenti,SPd, bahwa sekolah yang dipimpinnya itu memang sangat berkomitmen mengimplementasikan program literasi yang diselaraskan dengan program kepedulian lingkungan di sekolah tersebut.

Karena itulah, pihaknya tidak hanya berupaya menyediakan berbagai kebutuhan bahan bacaan bagi para anak didiknya, namun juga berupaya mewujudkan lingkungan sekolah yang asri yang sarat dengan nuansa harmonisasi alam di dalamnya. “Karena kita menginginkan agar lingkungan sekolah ini bisa menjadi lingkungan yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga diharapkan mampu mendorong lahirnya kreatifitas di kalangan anak didik. Begitu pula bagaimana hal itu bisa mendorong pengembangan bakat dan talenta yang dimiliki oleh masing-masing anak,” terangnya.

Menurutnya, sejumlah program literasi lainnya yang diterapkan di SDN 02 Percontohan, yaitu ditetapkannya jam wajib baca bagi anak-anak. Biasanya kegiatan itu berlangsung setiap pagi, setiap harinya. Waktunya 15 menit sebelum jam pelajaran wajib di kelas dimulai.

Dalam rentang waktu tersebut, masing-masing anak selanjutnya dibebaskan membaca buku bacaan, sesuai minat dan keinginan mereka masing-masing. Buku yang dibaca umumnya terdiri dari buku sejarah, buku cerita atau sejenisnya. Tapi sebelum kegiatan membaca dilakukan, sesuai Program Wajib Mengaji yang dicanangkan oleh pihak Pemko Bukittinggi, anak-anak tersebut terlebih dahulu juga diharuskan membaca ayat-ayat pendek. Barulah setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan membaca.

Sebagai penutup, anak-anak diarahkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan, sebagai  upaya menanamkan kecintaan terhadap tanah air.  “Setelah semua siswa selesai  membaca, kemudian  disuruh maju ke depan, menceritakan apa yang mereka baca  sebelumnya. Dengan begitu guru bisa mengetahui, sejauh mana daya tangkap para  siswa terhadap buku yang baru saja mereka baca,” terangnya.

Menurutnya, dipilihnya jenis buku cerita untuk bahan bacaan anak dengan tujuan, agar anak juga mampu menguasai dan memahami cara berbahasa yang indah sehingga mudah untuk dipahami.  “Ke depan harapan kita, anak-anak tidak hanya gemar atau pintar membaca, namun mereka juga diharapkan mampu menuangkan isi fikirannya dalam bentuk tulisan. Program itulah yang saat ini tengah kita siapkan, sebagai bentuk implementasi lain dari program literasi yang dijalankan di sekolah ini,” terangnya.

Menariknya lagi, program literasi di sekolah ini juga terus berlanjut setelah anak-anak pulang ke rumah masing-masing.  Untuk memonitornya, pihak sekolah sengaja  menyediakan buku paduan berisi tabel yang harus diisi dan tandatangani si anak di rumah. Dengan begitu para guru di sekolah bisa mengetahui, berapa lama waktu yang digunakan anak  untuk membaca di rumah. Diakuinya, program literasi yang diprogramkan di sekolah itu selama ini memang terbukti sangat efektif untuk menumbuhkan kegemaran dan kecintaan anak terhadap budaya membaca.

Keseriusan pihak SDN 02 dalam mengimplementasikan program literasi juga terlihat dari ribuan koleksi buku yang terdapat di pustaka sekolah tersebut, beikut ribuan jenis bahan ajar dalam bentuk digital lainnya. “Karena sekolah ini telah ditetapkan sebagai sekolah berbasis digital, maka ke depan kita tentunya juga berharap agar sekolah ini bisa memiliki pustaka berbasis digitalisasi sendiri. Begitu pula dengan materi kurikulum yang akan diajarkan, ke depanya hendaknya  juga bisa disediakan secara khusus layaknya buku digital,” ujar Waka Kurikulum Ipmaiyaldi menimpali.

Sementara itu, di samping diwajibkan mengikuti proses pembelajaran tatap muka di ruangan kelas, layaknya sekolah dasar pada umumnya,   siswa SDN 02 Percontohan Bukittinggi selama ini juga aktif diarahkan mengikuti program di luar kelas atau program Sekolah Alam.

Dimana, setiap anak di SDN 02 Percontohan sesuai dengan tingkatan kelasnya masing-masing, selanjutnya di bawa ke ruang  terbuka, (biasanya lokasi yang dipilih adalah kawasan objek wisata,pen), untuk  kemudian mengikuti proses belajar dan mengajar di ruang terbuka. Seperti diakui Sri Ramayeni, melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan bisa  lebih menyadari arti  penting keberadaan alam sebagai bagian yang tidak  terpisahkan dari kegiatan proses belajar mereka.

“Melalui program sekolah alam ini, anak anak juga diarahkan untuk bisa menceritakan pengalamannya masing-masing. Baik itu secara lisan maupun tulisan, sehingga dengan begitu diharapkan imajinasi mereka bisa lebih berkembang, sesuai dengan pengalaman baru yang mereka dapatkan selama berinteraksi dengan lingkungan alam,” terangnya.

Dalam rangka penanaman karakter, murid SDN 02 Percontohan juga aktif diarahkan mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, termasuk ikut berpartisipasi aktif dalam memelihara taman dan tanaman yang ada di lingkungan sekolah mereka.

Demikian pula, kegiatan shalat berjamaah, berderma atau berinfak dan lain sebagainya.  Menurutnya, khusus untuk program Sekolah Alam sendiri, biasanya waktu dan  meterinya disesuaikan dengan tuntutan kurikulum yang ada di sekolah. Seperti diketahui, SDN 02 Percontohan Bukittinggi selama ini merupakan salah satu sekolah favorit yang ada di Kota Wisata Bukittinggi.

Karena itulah prestasi dan  pencapaian yang diraih SDN 02 Percontohan Kota Bukittinggi yang beralamat di Jalan A. Rivai No. 09, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota  Bukittinggi, dengan luas lahan   3005 m2 dan luas bangunan 1600 m2 agaknya tidak perlu diragukan lagi.

Sebut misalnya beberapa prestasi penting yang pernah diraih SDN 02 Percontohan, seperti juara I Nasional Lomba Budaya Mutu, penghargaan sebagai Inisiator Sekolah Ramah Anak, yang diberikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA beberapa waktu lalu. Prestasi lain, yaitu penghargaan Piagam Adiwiyata tingkat Provinsi Sumatera Barat, sehingga SDN 02 Percontohan berhak melaju ke tingkat nasional.

Demikian pula halnya prestasi bidang akademik yang diraih sekolah ini juga terbilang sangat menggembirakan. Seperti terlihat baru-baru ini, dimana sebanyak 75 orang siswa di sekolah yang ditunjuk Pemerintah Kota Bukittinggi sebagai pelaksana Class Digital ini juga berhasil meraih peringkat III terbaik untuk tingkat SD se-Kota Bukittinggi,  dan 2 orang siswa lainnya meraih peringkat 2 tingkat Propinsi Sumatera Barat saat Ujian Sekolah US kelas VI baru-baru ini.

Begitu pula, sejumlah prestasi bergengsi lainnya yang ditorehkan SDN 02 Percontohan, baik itu tingkat Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat atau tingkat nasional lainnya.   Makanya dengan berbagai alasan itu pula, jelas sangat beralasan jika hal itu  akhirnya  menjadi salah satu alasan kuat bagi banyak pihak untuk melakukan  kunjungan kerja atau study banding ke sekolah ini. 

Salah satunya, terlihat dari kunjungan 32 orang rombongan Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) Larut Matang Negeri Perlak, Malaysia pada tanggal 16 Februari 2017 yang lalu. Bahkan sebagai tindaklanjutnya juga direalisasikan dalam bentuk MoU atau kerjasama yang dinamakan Perkongsian Pintar antara kedua belah pihak. Yaitu,  berupa program pertukaran guru, khususnya guru pengajar musik tradisional, dan guru tata boga.

Demikian pula kunjungan 11 orang rombongan Majelis Guru Besar Sepang Malaysia, di samping sejumlah kunjungan lainnya.  Seperti diakui Kepala SDN 02 Percontohan, Sri Ramayenti, berbagai keberhasilan  dan pencapaian yang diraih SDN 02 Percontohan selama ini, juga tidak terlepas  dari dukungan dan support dari berbagai pihak, terutama dukungan dari pihak  Komite Sekolah dan orangtua murid yang tergabung dalam Paguyuan Kelas,  maupun dukungan dari jajaran Pemko dan Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi.  Dengan alasan itu pula, pihaknya mengaku optimis bila ke depan SD 02  Percontohan yang membawahi lima sekolah dasar sebagai sekolah imbasnya ini, nantinya bakal bisa lebih maju dan berkembang, hingga nantinya bisa menjadi Sekolah Rujukan.

“Sebagaimana diketahui, saat ini sekolah kita inikan telah  ditetapkan sebagai Sekolah Model, makanya saat ini kita terus berupaya mencapai  8 kriteria Standar Nasional Pendidikan atau SNP, seperti yang yang telah  ditetapkan pemerintah. Barulah setelah itu tercapai, kita berharap sekolah ini  nantinya bisa berkembang menjadi sekolah rujukan,” imbuhnya.

Karena itulah lanjutnya, pihaknya dari kepala sekolah terus berupaya memperkuat serta mengimplentasikan berbagai program positif yang telah berjalan di sekolah tersebut selama ini, termasuk diantaranya sejumlah program yang pernah dirintis sejumlah kepala sekolah sebelumnya.

“Yang jelas ke depannya kita menginginkan sekolah ini nantinya bisa berkembang menjadi Sekolah Rujukan. Untuk itulah, kita dari sekolah tentunya akan terus melanjutkan sejumlah program yang telah berjalan dengan baik di sekolah ini. Baik itu, dalam hal Pendidikan Karakter, Pendidikan Keluarga, maupun program Managemen Berbasis Sekolah dan lain sebagainya,” terangnya.

Sebagai contoh sebutnya, sebagai perwujudan dari Managemen Berbasis Sekolah (MBS), selama ini pihaknya  selalu aktif merangkul keterlibatan pihak Komite Sekolah dan orangtua murid yang ada di SDN 02 Percontohan tersebut. “Berbeda dengan sekolah lain pada umumnya, para orangtua murid di sekolah ini juga memiliki wadah tersendiri, yang dinamakan dengan Paguyuban Kelas. Merekalah selama yang aktif bersama Komite Sekolah, menyiapkan sejumlah program nyata, guna mendukung kemajuan sekolah,” terangnya.

Sri Ramayenti mengakui, jika pihak Komite Sekolah dan orangtua murid yang tergabung dalam Paguyuban Sekolah selama ini memang sangat aktif dalam mendukung dan mendorong berbagai kemajuan yang ada di sekolah tersebut.  Hal itu antara lain terlihat dari peran aktif yang ditunjukkan pihak Komite Sekolah bersama Paguyuban Kelas, mulai dari menggelar beragam iven atau acara di sekolah,   pengadaan pot-pot bunga berikut dengan tanamannya, hingga membantu pengecatan ruangan sekolah, memperbaiki mobiler yang rusak dan lain sebagainya.

“Sebagai  Komite dan orangtua murid yang tergabung dalam Paguyuban Kelas, kami jelas sangat mendukung setiap program untuk kemajuan sekolah. Makanya, kalau ada yang dianggap masih kurang misalnya, maka kami dari pihak Komite dan orangtua yang tergabung dalam Paguyuban Kelas, akan selalu siap membantu. Tentunya semata-mata atas dasar kerelaan, demi  untuk membantu kemajuan pendidika,” tegas Ketua Komite Sekolah SDN 02 Percontohan, Yunelfi, SH, saat dihubungi secara terpisah Rabu kemarin. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar