Kader Muda NU: Pemberontakan G 30 S/PKI, Jangan Dilihat Satu Sisi, Tapi Harus Utuh

Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumbar, Arianto (ketiga dari kanan), kader muda NU, Aidil Aulya (kanan) dan Ketua IPNU Sumbar, Hasbullah Alqomar (kedua dari kiri).
Padang,(Reportase Sumbar)---Kader muda Nahdatul Ulama (NU) Sumatera Barat, melaksanakan nonton bersama (nobar) film G30S/PKI dan Diskusi Kebangsaan di aula PWNU Sumbar, Sabtu (30/9) malam.

Anak muda NU yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar ‌nobar ini, dimaksudkan untuk mengingat peristiwa hitam yang memilukan dalam sejarah Republik Indonesia.

 Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumbar, Arianto menyatakan, meskipun dari sisi content film ini masih bisa diperdebatkan, namun dari sisi substansi, film ini adalah catatan sejarah yang harus dijadikan pelajaran bagi generasi muda, terutama kader-kader NU.

"Banyak pelajaran penting yang bisa kita ambil dari perjalanan sejarah bangsa ini. Sebagai generasi muda kita harus menjadi garda terdepan dalam membela keutuhan NKRI ini," ujar Arianto.

Dalam pidatonya Arianto juga menegaskan komitmen dan kesetiaan Ansor serta   kader-kader NU lainnya, untuk tetap berkomitmen mengamalkan nilai-nilai Pancasila,  menjaga ideologi Pancasila dari berbagai serangan ideologi yang diimpor dari luar.

Usai nobar film ini,  dilanjutkan dengan sesi diskusi yang disampaikan  kader muda NU, Aidil Aulya. Dalam penyampaiannya, Aidil menegaskan bahwa, tuduhan-tuduhan dan stigma negatif terhadap NU ketika terjadi penumpasan PKI adalah upaya penggiringan opini dan bentuk distorsi sejarah.

 Pemberontakan PKI jangan dilihat dari satu sudut saja. Harus dibaca utuh, dimulai dari pemberontakan komunis di Indonesia pada tahun 1928, 1948, dan puncaknya  1965," kata Aidil yang saat ini sedang menyelesaikan program doktor di UIN Ciputat, Jakarta.

Menurutnya, G30S/PKI merupakan pemancing kemarahan NU dan masyarakat Indonesia khususnya, melihat kekejaman serta kebiadaban PKI di Indonesia sehingga terjadi aksi balasan.

"Kalau pembacaan sejarah, dibaca secara utuh, maka tidak ada lagi kesalahpahaman di generasi muda NU bahwa PKI hanya sebatas korban. Rekonsiliasi dibutuhkan dan dendam tidak perlu diwariskan, tapi sejarah hitam gerakan PKI di Indonesia harus tetap diingat dan diantisipasi kebangkitannya," tegas Aidil mantan Sekretaris PC PMII Kota Padang ini.

Ketua IPNU Sumbar, Hasbullah Alqomar menutup nobar  dan diskusi ini seraya ikut mendoakan generasi muda Indonesia dan NU tetap memegang teguh konsensus bernegara, yaitu Pancasila dan UUD 1945. (RS/001)

Posting Komentar

0 Komentar