Selasa, 05 September 2017

Kerja Keras Pemko Pariaman Bidang Kesehatan, Akhirnya Pasar Kuraitaji Raih Predikat Akreditasi Utama

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Ketika Meninjau Pasar, Untuk Memantau Kondisi Harga
Pariaman ( Reportase Sumbar)Keberhasilan Puskesmas Kurai Taji Kota pariaman dalam meraih predikat akreditasi utama, agaknya tidak terlepas dari  komitmen yang kuat dari jajaran Pemko Pariaman untuk meningkatkan pembangunan bidang kesehatan di kota ini.

Seperti diakui Kadis Kesehatan kota Pariaman, Bachtiar,SKM, saat dihubungi di ruang kerjanya Senin kemarin,

"Karena itulah, prestasi yang diraih Puskesmas Kurai Taji tersebut jelas merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Pariaman, Seperti diketahui bersama, baru-baru ini dua Puskesmas di Kota Pariaman di Pariaman berhasil  meraih akreditasi dasar yang diwakili Puskesmas Air Santok dan Aklreditasi Utama, yang diraih Puskesmas Kurai Taji," ulasnya


"Ke depan secara bertahap kita berharap semua puskesmas yang ada di Kota Pariaman ini sudah terakreditasi seperti diharapkan. target kita tahun 2019 mendatang, seluruh puskesmas di Kota Pariaman ini sudah harus terakreditasi seperti diharapkan," imbuhnya.

Hal itu lanjut Bahtiar tidak terlepas dari upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di sekitar Kota Pariaman, karena dengan telah terakreditasinya seluruh puskesmas yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Pariaman maka tentunya imbasnya tentu akan ikut berdampak positif pula terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat itu sendiri.

Bachtiar mengakui, sesuai posisi strategis Kota Pariaman, yang terletak di kawasan perlintasan sekaligus menghubungkan beberapa daerah di Sumbar, kondisi itu jelas juga bakal berimbas positif pula terhadap pengembangan dan pembangunan dunia kesehatan di kota ini.


Terlebih lagi Kota Pariaman juga telah ditetapkan sebagai salah satu kota tujuan wisata yang banyak dikunjungi warga dari berbagai daerah di Sumbar. "Karena itulah petugas kesehatan kita di Kota Pariaman ini harus didukung skill yang memadai, sehingga mereka diharapkan bisa lebih siap menghadapi tantangan era kompetisi global utamanya dalam bidang layanan kesehatan," terangnya.

Dengan alasan itulah lanjut Bachtiar, pihaknya dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman juga akan terus meningkatkan mutu dan kualitas dan kemampuan tenaga kesehatan yang ada di Kota Pariaman, termasuk diantaranya yang berhubungan dengan kualifikasi pendidikan yang ada.


"Khusus di Kota Pariaman ini kita telah menetapkan tenaga keperawatannya minimal harus setingkat D3. Hal itu tidak terlepas dari komitmen kita untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat atau pasien, termasuk diantaranya warga luar daerah yang memanfaatkan jasa layanan kesehatan di Kota Pariaman ini," terangnya.

Diakuinya, sesuai dengan tuntutan zaman, maka mau tak mau ,petugas kesehatan di Kota Pariaman tentu harus siap pula bersaing dengan tenaga kesehatan lainnya, termasuk nantinya jika di Pariaman hadir pula berbagai rumah sakit swasta, yang menawarkan beragam fasilitas dan layanan yang berkualitas. "Prinsipnya, mau tidak mau kita harus siap. Termasuk nantinya kita harus membuka diri jika nantinya ada pihak-pihak yang ingin berinvetasi dalam bidang kesehatan di Kota Pariaman ini. Terutama tentunya dari kalangan pihak swasta," tegasnya.

Disebutkan, pihak Pemko Pariaman sendiri sejauh ini juga sangat memberikan perhatian yang besar terhadap pembangunan dunia kesehatan yang ada di daerah ini. Bahkan untuk mewujudkan hal tersebut, Wali Kota Pariaman H Mukhlis Rahman, tak hentinya mendorong dan mensupport jajaran Dinas Kesehatan Kota Pariaman akan terus bekerja secara maksimal. Bahkan tidak jarang pula, selaku kepala daerah, H Mukhlis Rahman juga kerap turun ke tengah masyarakat untuk memotivasi dan melihat dari dekat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di daerahnya.

Bentuk komitmen lain dari Pemko Pariaman dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di daerah ini, yaitu terlihat dengan dianggarkannya program Jaminan Kesehatan  Sabiduak Sadayuang atau disingkat JKSS, yang  anggarannya selalu meningkat dari tahun ke tahunnya.

"Khusus untuk JKSS sendiri, bisa dikatakan hanya kita di Pariaman yang berani mengangarkannya melalui dana APBD. Jadi berbeda dengan daerah lain, di Kota Pariaman ini, selain ada program BPJS jamkesda dan jamkesmas, juga ada program Jaminan Kesehatan Sabiduak Sadayuang. Semua itu tidak terlepas dari wujud komitmen dan perhatian Pemko Pariaman dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di daerah ini," imbuhnya. (RS/001)

SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: