Penyakit TBC Ancam Kesehatan Masyarakat, Hindari Dengan Kontak Langsung Dengan Penderita TBC - REPORTASE SUMBAR

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 28 Juli 2017

Penyakit TBC Ancam Kesehatan Masyarakat, Hindari Dengan Kontak Langsung Dengan Penderita TBC

Paritmalintang (Reportase Sumbar)---Salah seorang mahasiswi Stikes Fort De Kok Bukitinggi Diana Febriati menyatakan kesehatan masyarakat mulai terancam dengan penyakit Tuberkulosis (TBC atau TB). TB merajalela Tuberkulosis (TBC   atau   TB)  adalah   penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri.

"Bakteri ini merupakan bakteri basil yang yangat kuat, sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia," kata Diana Febrianti kepada wartawan, ketika mengunjungi Humas Pemkab Padangpariaman, kemarin.

Katanya, Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitanakibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.

Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 pendudukterancam meninggal  seperti   yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Laporan tersebut kataya, juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat8,46 persen dari 744 penderita TBC di 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun,kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angkakeberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.

Dikatakan, mengenal gejala penyakit TBC penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam.

"Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertaidengan darah), sesak nafas dan rasa nyeri pada dada perasaan tidak enak (malaise), dan lemah," ujarnya.

Paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat padamalam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosiskarena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda.

Jika Anda lemas, batuk tak berhenti, nyeripada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa," tambah dr Arifin NawasSp(P), salah seorang tenaga ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan di tempat sama.

Menurutnya,   untuk  memastikan   seseorang   terkena  TB   atau   tidak,  tim   medis   melakukandiagnosis   dengan   mengadakan   pemeriksaan   dahak   secara   mikroskopis   langsung   (BTA)   dangambaran radio logis (foto rontgen).

Penyebab Infeksi TBC Penyakit   ini   diakibatkan   infeksi   kuman   mikobakterium   tuberkulosis   yang   dapatmenyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal,kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satupenyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

Kali ini yang dibahas adalah TBC paru. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan disaluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin & dihirup oleh orang-orang di sekitarnya.Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggidan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun,padamereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerusmenghirup   udara  yang  mengandung  kuman  TBC  akibat   lingkungan  yang   buruk,   akan  lebihmudah terinfeksi TBC (menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang"tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa punyang  khas,  misalnya  hanya  batuk-batuk  ringan  sehingga  sering   diabaikan   dan  tidak  diobati.Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dankuman TBC  terus  merusak  jaringan paru  sampai   menimbulkan  gejala-gejala   yang khas  saatpenyakitnya telah cukup parah.

Pengobatan Penyakit TBC Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerahparu/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratoriumuntuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD).

Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat.Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum obat dankontrol ke dokter agar dapat sembuh total.

Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat,gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol kedokter. Jika pengobatan TBC tidak tuntas, maka ini dapat menjadi berbahaya karena sering kaliobat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mempan pada kuman TBC (resisten).

Akibatnya, harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan  "keras". Hal ini harusdihindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.Pengobatan jangka panjang untuk TBC dengan banyak obat tentunya akan menimbulkandampak efek samping bagi pasien.

Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBCadalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi,muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulitkuning.

Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada doktersetiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan TBC pun sebaiknya harusdiatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit TBC dapat dicegah dengan cara: Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.

"Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, danberolahraga. Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita. Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembaliterkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya." tandasnya mengakhiri.(ris)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad