Ampang-ampang Tak Ada, Rel Kereta Api di Pauah Sicincin Undang Maut - REPORTASE SUMBAR

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 19 Juli 2017

Ampang-ampang Tak Ada, Rel Kereta Api di Pauah Sicincin Undang Maut


Sicincin ( Reportase Sumbar)---Beroperasinya jalur kereta api perintis, Kayu Tanam-Lubuk Alung, agaknya masih menyisakan sejumlah PR di lapangan. Salah satunya belum adanya ampang-ampang rel kereta api di sejumlah titik dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan pengendara jalan. Salah satunya seperti yang terlihat di kawasan Pauah Sicincin, Kecamatan 2 X 11 Sicincin,
Kabupaten Padangpariaman.

Kenyataan itu diakui salah seorang warga bernama Jamaluddin (90), salah seorang warga, ditemui di kawasan Pauah Sicincin Rabu kemarin. Jamaluddin mengakui, belum adanya ampang-ampang di sekitar rel kereta api Pauah Sicincin, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan. Terlebih ruas jalan Pauah Sicincin sendiri termasuk jalur padat lalu lintas.

"Padahal dulu tahun 1940-an, atau pada zaman penjajahan Belanda, di sini dulunya pernah dipasang ampang-ampang oleh penguasa ketika itu. Tapi justru saat negeri sudah semakin maju seperti sekarang, ampang-ampang tersebut malah tidak ada lagi," ungkap Jamaluddin, yang ditemui di sekitar rel kereta api Pauah Rabu kemarin.

Jamaluddin menambahkan, ampang-ampang rel kereta api di kawasan itu dulunya bersifat otomatis. Artinya, begitu ada kereta api yang melintas, maka ampang-ampang itu secara otomatis langsung berfungsi. "Makanya saat itu waktu itu, ampang-ampang itu sama sekali tidak dijaga oleh petugas. Tapi justru berfungsi secara otomatis, tanpa ada petugas yang mengoperasikannya," terangnya.

Dengan alasan itulah, demi keselamatan pengendara lalu lintas lainnya, pihaknya berharap agar pihak terkait bisa melakukan langkah-langkah yang diperlukan, termasuk bagaimana mendirikan ampang-ampang kereta api di kawasan itu. "Karena kalau dibiarkan seperti ini saja, dikhawatirkan nantinya akan jatuh korban jiwa. Apalagi jalur jalan ini selama ini sangat ramai dilewati pengendara. Termasuk sering digunakan sebagai jalan pintas oleh pengendara yang akan berziarah ke Makam Syech Burhanuddin," imbuhnya.

Jamaluddin juga menambahkan, jika pemerintah Belanda saja bisa membangun ampang-ampang kereta api di kawasan itu, lalu kenapa pemerintah saat ini tidak bisa melakukan hal yang sama. "Karena sekarang kan katanya zaman sudah canggih, jadi sebenarnya tidak ada lagi hambatan yang berarti bagi pemerintah saat ini untuk mendirikan ampang-ampang di kawasan ini. Masak kita mau kalah dengan penjajah Belanda," ulasnya memberikan gambaran. (ris)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad