Selasa, 31 Juli 2018

Irwan Prayitno : “ Keluarga Miliki Peran Sangat Penting”

Irwan Prayitno : “ Keluarga Miliki Peran Sangat Penting”

PADANG PARIAMAN,(Reportase Sumbar) ---Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan keluarga sangat berperan penting dalam membentuk karakter anak, karena itu orang tua perlu menciptakan suasana nyaman, dan contoh untuk membentuk pribadi yang baik.

"Jadi keluarga merupakan tempat yang paling efektif dalam membentuk karakter anak," kata Gubenur Irwan Prayitno saat membuka peringatan Hari Keluarga Nasional ke-25 di VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman, kemarin.

Ditegaskannya, sekolah hanyalah sebagai pembantu dalam proses pembentukan karakter anak, dan lingkungan sebagai pendukungnya. Keluarga menjadi penting karena waktu anak paling banyak berada di tengah keluarganya, dan rumah sebagai sarananya.

Pada saat keluarga berkumpul, orang tua harus memberikan contoh atau menjadi teladan yang baik, karena apa pun aktivitas orang tua akan ditiru oleh anak.

"Apabila orang tua suka mengaji maka anak-anaknya juga akan gemar mengaji, namun sebaliknya apabila orang tua suka marah-marah maka anak akan suka berkata kasar," katanya.

Agar pembangunan karakter anak tersebut dapat tercapai, maka kenyamanan dalam rumah harus diciptakan agar anak-anak betah di rumah. (ris)

Senin, 30 Juli 2018

Padang Pariaman Segera Miliki Masjid Megah

Padang Pariaman Segera Miliki Masjid Megah

PADANG PARIAMAN,(Reportase Sumbar)---Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan tidak lama lagi daerah Padangpariaman segera memiliki Masjid Raya Padangpariaman. Masjid tersebut dibangun dalam kawasan Ibukota Kabupaten Padangpariaman di Korong Pasa Dama Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkung.

"Sekarang saya meninjau lokasi pembangunan Masjid Raya Padangpariaman ini, dimana terlihat proses pengerjaan masjid tersebut ditaksir  telah mencapai hampir 70 persen lebih," kata Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni, Senin (30/7/2018)

Saat ini proses pengerjaannya juga tampak terus dikebut. Hal itu agaknya memang sangat beralasan, pasalnya Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni  sendiri tampak begitu terobsesi dan antusias agar masjid megah berukuran 60 m x 60 m persegi yang  menempati areal seluas 2,5 hektare itu bisa dirampungkan secepatnya.

"Harapan kita paling tidak pada bulan Desember tahun ini, masjid ini sudah bisa ditempati. Artinya, pada tahun baru 2019 mendatang, masjid ini telah efektif sepenuhnya untuk dimanfaatkan guna menunjang kegiatan ibadah dan pengembangan kegiatan keagamaan umat Islam di daerah ini," ungkap Ali Mukhni, saat meninjau masjid tersebut kemarin. (ris)
=
Armaidi Resmi Mundur Dari Bacaleg  PKB  Dapil 2 Kota Pariaman

Armaidi Resmi Mundur Dari Bacaleg PKB Dapil 2 Kota Pariaman

Armaidi menyerahkan surat pengunduran dirinya ke Sekretaris DPC PKB Kota Pariaman, Akiardi di kantornya, Senin 30 Juli 2018
Padang Pariaman, (Reportase Sumbar)---Bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Armaidi Tanjung resmi  mengundurkan diri sebagai Bacaleg PKB  di  Dapil 2 Kota Pariaman  (Pariaman Utara) diurutan 2. Surat pertanyaan mundur langsung diserahkan Armaidi ke DPC PKB Kota Pariaman yang diterima sekretaris DPC PKB Kota Pariaman Akiardi dan tembusannya ke KPU Kota Pariaman yang diterima Kasubag Teknis Akhirulsyah, Senin (30/7).

Menurut Armaidi, surat pengunduran bermaterai ini langsung diberikan kepada DPC PKB dan KPU Kota Pariaman untuk memastikan  tidak maju pada Pemilu 2019 mendatang. “Saya mengetahui didaftarkan ke Kota Pariaman setelah mendapat informasi dari Sekretaris DPC PKB Kota Pariaman Akiardi dalam masa perbaikan berkas caleg. Selain itu, juga dari rilis laporan pendaftaran caleg di group WA PKB Kota Pariaman nama saya ditempatkan di Pariaman Utara nomor urut 2,” tutur Armaidi.

Berkas pencalegan yang sudah diserahkan ke DPW PKB Sumbar langsung dikirimkan ke DPC Kota Pariaman diakhir pendaftaran bacaleg ke KPU. Kemudian didaftarkan sebagai Bacaleg PKB di Dapil Pariaman 2 (Pariaman Utara). “Surat pernyataan mundur ini  sebagai bentuk ketegasan dari penolakan yang sudah dilakukan Ketua dan Sekretaris DPW PKB Sumbar, saya  sampaikan surat pernyataan pengunduran diri ini,” kata Armaidi.

Meski mundur dari proses pencalegan, kata Armaidi, aktifitas kemasyarakatan yang sudah dan akan dilakukan tetap berjalan seperti biasa. “Aktif di berbagai kegiatan kemasyarakatan bukan menjadi tujuan utama untuk jadi caleg. Tanpa mencaleg pun, aktifitas keseharian tetap berjalan normal,” kata Armaidi.

Armaidi mengaku, adanya  pemberitaan dirinya ditolak di PKB Sumbar, sudah ada dua partai politik yang meminta berkas caleg untuk didaftarkan sebagai caleg di partainya. “Pertama di partai yang memiliki kursi di DPRD Sumbar untuk mencaleg di Propinsi Sumbar. Kedua, di partai baru untuk Dapil Padang Pariaman 2 (Kecamatan Sintuak, Lubuk Alung dan Batang Anai). Keduanya saya sampaikan tidak berminat maju di partai tersebut. Tentu tidak etis saya sebutkan partainya. Cukup saya dan orang yang meminta berkas tersebut mengetahuinya,” tutur Armaidi menambahkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, “Selasa (3/7) lalu Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt. Bangso  di ruangannya disaksikan Sekretaris PKB Sumbar Firdaus, Febby menulis langsung dengan tangannya sendiri nama saya di nomor urutan 7. Ternyata dalam proses lanjutannya, tidak didaftarkan walaupun berkas yang dibutuhkan sudah disiapkan dan diserahkan,” kata Armaidi.

“Selasa (17/7) malam menjelang pendaftaran ke KPU, bersama Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Sumbar Azwandi Rahman, Febby dan Firdaus sebagai ketua dan sekretaris DPW PKB Sumbar yang ditemui di ruang kerjanya tidak dapat meloloskan. Sekalipun Azwandi sudah memberikan garansi agar bisa diloloskan,” kata Armaidi.

Dikatakan Armaidi, pada Pemilu 2014 lalu meraih suara terbanyak diantara 7 caleg PKB dapil Sumbar 2, yakni 2.777. Dari tujuh caleg pada Pemilu 2014, hanya dirinya yang kembali mendaftar. Selain itu, untuk memenuhi kuota perempuan, dua orang caleg perempuan diantarkan ke DPW PKB. Yakni Hartini Zahar  diterima Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu Iswandi Mukhtar dan Eva Wardani diterima Sekretaris DPW PKB Firdaus.

Armaidi mulai aktif di PKB sejak tahun 2001. Meski pernah ditawari beberapa partai lain, dirinya tetap konsisten di PKB. Pernah menjabat Sekretaris dan Wakil Ketua DPW PKB Sumbar, serta Wakil Sekretaris PW NU Sumbar. Kini Wakil Ketua  DPC PKB Padang Pariaman. (ris/arta)


Minggu, 29 Juli 2018

Pemkab Dijatah Bantuan Rp280 Juta

Pemkab Dijatah Bantuan Rp280 Juta

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Pemerintah Kabupaten Padangpariaman berhasil memperoleh bantuan Rp280 juta melalui Dana Alokasi Khusus dari Pemerintah Pusat untuk keperluan pengembangan objek wisata Pantai Arga Permai di Kecamatan Batang Gasan di daerah setempat.

"Dana ini nantinya akan digunakan sepenuhnya untuk keperluan pembangunan pergola dan toilet," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Padangpariaman, Jon Kenedi, Minggu (29/07/2018)

Ia merinci dana ini masing-masingnya, untuk pembangunan toilet sebesar Rp110 juta, sedangkan pergola Rp170 juta.

Pembangunan pergola dan toilet t merupakan langkah awal pengembangan kawasan Pantai Arga dari rencana yang telah dibuat.

Sesuai rencana pengembangan pantai tersebut, nantinya akan dilengkapi wahana wisata olah raga, karena didukung oleh potensi ombak untuk selancar atau "surfing" bagi pemula.

Selain itu, pantai ini juga dijadikan wisata olah raga keluarga karena juga akan dibangun pedestrian untuk pesepeda.

“Dengan adanya pergola tersebut maka dapat menjadi tempat bersantai bagi wisatawan, baik untuk melepas penat maupun menunggu anggota keluarganya berolahraga,” terangnya.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disparpora Padangpariaman, Wiwiek Herawati menyebutkan, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp25 miliar untuk pengembanganPantai Arga Permai.

"Karena membutuhkan dana besar maka pembangunannya bertahap," katanya.

Ia mendorong wali nagari di daerah itu untuk menganggarkan dana desa untuk pengembangan objek wisata Pantai Arga dimaksud.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Arga Permai, Epo Yuliadi (28) mengatakan untuk mengembangkan potensi Pantai Arga pihaknya telah membentuk kelompok sejak beberapa waktu lalu.

"Kami menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan ketika berkunjung ke Pantai Arga Permai," ujar dia.

Keunggulan pantai tersebut yaitu ombaknya dapat dimanfaatkan untuk berlatih selancar bagi pemula, dan padang rumput yang lokasinya bersisian dengan danau limpahan muara Sungai Batang Gasan dapat dijadikan lokasi rekreasi keluarga.(ris)

Sabtu, 28 Juli 2018

ASN Diminta Terus Tingkatkan Disiplin

ASN Diminta Terus Tingkatkan Disiplin


PADANG PARIAMAN,(Reportase Sumbar)---Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur meminta kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Padangpariaman untuk terus meningkatkan disiplin dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

"ASN adalah pelayan masyarakat, jadi keberadaan  mereka bukanlah untuk dilayani," kata Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur saat melakukan monitoring apel pagi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padangpariaman Sabtu (28/7/2018)

Katanya lagi, kepada semua jajaran Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Padangpariaman untuk terus meningkatkan disiplin serta kinerja masing-masing, sehingga berpengaruh terhadap SAKIP dan LAKIP.

Dikatakan, dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman berupaya menyelenggarakan pemerintahan dengan berprinsip tata  kelola kepemerintahan yang baik dan berorientasi kepada hasil (result oriented  government) sesuai dengan kewenangannya.

Manajemen pemerintahan memiliki aspek penting yang perlu diimplementasikan yaitu akuntabilitas kinerja.

Akuntabilitas kinerja setidaknya harus memuat visi, misi, tujuan dan sasaran yang memiliki arah dan tolok ukur yang jelas atas rumusan perencanaan strategis organisasi sehingga gambaran  hasil yang ingin dicapai dalam bentuk sasaran dapat terukur, dapat diuji dan diandalkan.

"Secara umum pencapaian sasaran melalui indikator-indikator sasaran menunjukkan keberhasilan untuk mewujudkan misi dan tujuan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Padangpariaman. Berdasarkan RPJMD tersebut telah dirumuskan Visi Pemerintah Kabupaten Padangpariaman menjadi Kabupaten Padangpariaman baru unggul dalam mewujudkan masyarakat  yang religius, cerdas dan sejahtera," ujarnya.

Untuk mencapai Visi tersebut ditetapkan 5 (lima) misi pembangunan daerah sebagai berikut  mewujudkan kehidupan beragama dan berbudaya  yang berkualitas berdasarkan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi mutu  berbasiskan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat, mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berkeperibadian  wirausaha, mewujudkan pembangunan ekonomi yang tangguh dan berdaya saing berbasiskan sistem agribisnis dan agroindustri, mewujudkan Pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan  (ris)
 

Tk.Ahmad Damanhuri Wartawan Singgalang, Terpilih Jadi Ketua PWI Padang Pariaman & Kota Pariaman

Tk.Ahmad Damanhuri Wartawan Singgalang, Terpilih Jadi Ketua PWI Padang Pariaman & Kota Pariaman



Pariaman (Reportase Sumbar) - Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Padang Pariaman dan Kota Pariaman, Sabtu (28/7) berjalan sukses. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor PWI Padang Pariaman dan Kota Pariaman, di Kampuang Balacan, Kelurahan Pondok Duo, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Wartawan Singgalang, A Damanhuri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman periode 2018-2021.
Ketua panitia pelaksana, Bustanul Arifin menyebutkan, terpilihnya A. Damanhuri sekarang adalah secara aklamasi.

“Sebelumnya, tidak ada seorang pun yang menyatakan siap untuk menjadi ketua, dan akhirnya diusulkan empat orang yang lengkap persyaratan untuk menjadi ketua, yaitu Armaidi Tanjung, Darmansyah, Agus Suryadi dan Tuanku A. Damanhuri, ketiga kandidat itu tidak bersedia untuk menjadi ketua yang akhirnya terpilih A. Damanhuri melalui aklamasi, “kata Bustanul Arifin.

Katanya, dengan terpilihnya A. Damanhuri sebagai ketua, tentu dia langsung menggantikan posisi Ketua PWI sebelumnya Ikhlas Bakri yang telah memimpin organisasi itu selama dua periode. Setelah ketua terpilih menyanggupi tanggungjawab sebagai Ketua PWI Padang Pariaman dan Kota Pariaman selama tiga tahun ke depan, maka dirinya langsung membentuk formatur untuk membentuk kepengurusan.

Berdasarkan keputusan tim formatur tersebut, maka langsung dibentuk kepengurusan PWI Padang Pariaman dan Kota Pariaman periode 2018-2021, untuk Dewan Kehormatan yaitu Ikhlas Bakri sebagai ketua, dengan anggota Dedi Salim, Indra Sakti, Nasrun Jon, dan Suardi Aminsyah.

Sedangkan Ketua, A. Damanhuri, Wakil Ketua Bidang Advokasi Darmansyah, Wakil Ketua Bidang Organisasi Mudawar, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Agus Suryadi, Sekretaris Darwisman, dan Bendahara Armaidi Tanjung.

Kepengurusan juga dilengkapi dengan sejumlah seksi, yaitu bidang Kewartawanan Elektronika Rudi Yudistira, Keolahragaan Zulfikar, Pendidikan dan Kebudayaan Binjai Chaniago, Pariwisata Tomi Syamsuar, Politik dan Pemerintahan Bustanul Arifin, serta Hukum Warman. Ketua terpilih A. Damanhuri menyatakan akan melaksanakan beberapa langkah mulai dari konsolidasi organisasi dan peningkatan kompetensi wartawan.

Katanya, dia akan meningkatkan kerjasama dengan pemerintah bidang pembangunan di daerah itu. “Namun, jika ada gesekan antara pemerintah atau pemangku kepentingan atas pemberitaan, maka kami akan meningkatkan seksi pembelaan wartawan dan meningkatkan kompetensi wartawan yang bersangsangkutan,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus mengatakan dirinya menemukan keunikan pada pemilihan pimpinan PWI Padang Pariaman dan Kota Pariaman. “Ada dua keunikan yang saya lihat pada konferensi PWI Padang Pariaman dan Kota Pariaman,” katanya. Ia menyebutkan hal unik pertama yaitu calon ketua yang diusulkan pada konferensi tersebut banyak yang mengundurkan diri sehingga salah satu calon terpojok.

“Di daerah lain bahkan semangat untuk menjadi ketua. Hal unik kedua yaitu ketua terpilih membentuk formatur dan langsung menyusun kepengurusan. Menurut saya hal ini merupakan penyusunan kepengurusan tercepat, belum ada duanya,” tambahnya. (rel/ris)

Rabu, 25 Juli 2018

Bupati Ali Mukhni Tak Kenal Lelah Tinjau Kawasan Terpadu Tarok

Bupati Ali Mukhni Tak Kenal Lelah Tinjau Kawasan Terpadu Tarok


 PADANG PARIAMAN,(Reportase Sumbar)---Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni hampir setiap hari meninjau lokasi pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) di Korong Tarok, di Kanagarian Kepala Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam.

"Baik dalam kondisi cuaca hujan maupun panas saya selalu melihat pengerjaan pembangunan di Kawasan Pendidikan Terpadu ini," kata Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, Rabu (25/7/2018)

Apalagi katanya, saat ini sedang berlangsung pembukaan jalan dari lokasi Tarok menuju Tandikek Patamuan. "Semoga Pengerjaan nya dapat berjalan lancar," ujarnya

Ali Mukhni mengatakan pada tahun ini telah dianggarkan dana Rp 20 milyar untuk peningkatan jalan di sekitar kawasan Tarok City.

Pembangunan jalan tersebut sebagai bentuk komitmen daerah dalam percepatan infrastruktur pendidikan terpadu.

“Tarok City sudah menjadi isu nasional. Sudah banyak dikunjungi oleh Menteri maupun pejabat pusat. Bahkan kami telah melaporkan kepada Bapak Presiden ketika kunjungan kerja beberapa waktu lalu,” katanya.

Katanya lagi, adanya pengerasan jalan, akan menambah daya tarik bagi investor atau masyarakat yang ingin berinvestasi di Tarok City.

Saat ini saja harga tanah yang semula hanya Rp 35 ribu meter saat ini sudah ada mencapai Rp 150 sampai Rp 250 meter ribu permeter.

“Sekarang saja trend harga tanah sudah naik. Apalagi kalau sudah diaspal tentu bisa-bisa (harga tanah) melambung tinggi,” kata Pria yang digadang-gadang menjadi Gubernur Sumbar mendatang.

Segi ekonomi, tambahnya, akan terjadi perputaran uang yang sangat besar di kawasan kayu tanam dan sekitarnya. Tumbuh juga ekonomi kreatif yang baik sektor jasa, home industri maupun perumahan.

“Diperkirakan uang beredar bisa milyaran per hari apabila kampus-kampus sudah berdiri. Takkan ada lagi lahan tidur disini, semuanya sudah menjadi ladang bisnis,” katanya.

Ditambah lagi katanya, masyarakat menyambut antusias dimulainya pembangunan akses jalan masuk kawasan Tarok City. Jalan selebar 75 meter dengan panjang sekitar tiga kilometer itu juga dilengkapi dengan saluran drainase kiri dan kanan. Daerah yang dulunya hutan belantara nantinya akan menjadi kota metropolitan.

Asrilzal Dt Pangulu salah seorang ninik mamak setempat menyatakan, sungguh besar jasa Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni di nagarinya. "Tarok menjadi harapan baru ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, adanya pembangunan Tarok City, akan menjadikan Nagari Kapalo Hilalang semakin ramai. Banyak perantau yang mendukung dan mengajak masyarakat turut serta mendukung program nasional itu.

Seperti diketahui kawasan pendidikan terpadu akan dibangun kampus, rumah sakit dan Diklat. Diantaranya UNP, Politeknik UNAND, ISI, IAIN, RumahbSakit Vertikal serta Badan Diklat LAN. Kawasan seluas 697 hektar berada dijalan Padang-Bukittinggi yang hanya berjarak 30 menit dari Bandara Internasional Minangkabau.(ris)


Program Rp1 Miliar Satu Desa Diapresiasi

Program Rp1 Miliar Satu Desa Diapresiasi

Ketua Forum Walinagari Kabupaten Padangpariaman, Zulhendrayani
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)-Ketua Forum Walinagari Kabupaten Padangpariaman, Zulhendrayani mengaku sangat mengapreasiasi program pemerintah dengan menggelontorkan Dana Desa (DD), yang hasilnya dirasakan sangat positif dalam memacu perkembangan dan geliat pembangunan hingga ke kawasan kawasan pelosok nagari dan pedesaan.

Untuk itu pihaknya juga berharap kiranya tekad Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam memprogramkan Rp 1 miliar untuk satu desa hendaknya bisa segera terealisasi seperti diharapkan.

“Seperti diketahui, hal itu sesuai dengan visi missi pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mudah-mudahan saja untuk ke depannya harapan dan keinginan tersebut bias segera terwujud, paling tidak hingga berakhirnya masa jabatan Pak Joko Widodo sebagai Presiden,” tegasnya kemarin.

Terlebih lagi lanjutnya bagi nagari-nagari yang daerahnya sempat mengalami pemekaran nagari, seperti yang ada di Kabupaten Padangpariaman, maka tentunya juga berimbas pada berkurangnya dana DD yang diterima oleh masing-masing nagari-nagari. “Makanya jika program 1 miliar DD untuk satu desa itu bias terealisasi, maka tentunya kita dari nagari akan sangat terbantu sekali,” terangnya.

Diakuinya, keberadaan Dana Desa selama ini memang sangat membantu pihak pemerintahan nagari, khususnya dalam memacu pembangunan di segala bidang di nagari masing-masing. Ia mencontohkan di Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago yang dipimpinnya saat ini,  dimana berbekal Dana Desa yang ada, pihaknya telah berhasil membangun dan mengembangkan sejumlah ruas jalan baru, berupa jalan rabat beton yang bias dimanfaatkan sebagai penghubung antar Korong.

“Sehingga dampaknya sangat positif sekali dirasakan masyarakat. Buktinya saat ini akses perhubungan atau transfortasi antar Korong di sekitar Nagari Koto Baru sudah semakin lancer. Begitu pula juga sangat membantu untuk proses pengangkutan hasil pertanian masyarakat,” terangnya.

Ditambahkannya, khusus untuk Nagari Koto Baru sendiri, pada tahun 2018 ini pihaknya kembali memprogramkan peningkatan sejumlah ruas jalan penghubung antar Korong yang ada di Nagari Koto Baru. Seperti halnya peingkatan atau program rabat beton ruas jalan penghubung antar Korong yang ada di Nagari Koto Baru.

“Karena kita menyadari sampai saat ini memang masih ada sejumlah Korong di Nagari Koto Baru yang belum terjamah akses transfortasi jalan yang memadai. Makanya kita dari pemerintahan nagari tetap berkomitmen untuk bisA melanjutkan program peningkatan ruas jalan pada tahun anggaran 2018 ini,” terangnya.

Dijelaskannya, dengan dilanjutkannya kembali program peningkatan ruas jalan penghubung antar Korong di sekitar Nagari Koto Baru, maka praktis hampir sebagian besar Korong yang ada di nagari yang dikenal sebagai sentra penghasil buah kelapa ini telah terbebas dari keterisoliran. Kalau pun masih ada yang belum terjamah akses jalan yang memadai mungkin yang tinggal hanya berkisar 30 persen saja.

“Karena itulah pada tahun ini kita dari pemerintahan nagari sengaja memprioritaskan kelanjutan pembangunan infrastruktur jalan, di samping tentunya juga ada pula program pemberdayaan masyarakat lainnya, dengan memanfaatkan Alokasi Dana Nagari,” terangnya.

Selain adanya DD yang digelontorkan pemerintah pusat, pihak pemerintah nagari sebut Zulhendrayani juga tentunya sangat terbantu dengan adanya Alokasi Dana Nagari atau ADN, sehingga bias dikalkulasikan secara keseluruhan maka jumlah keseluruhan dana yang dikelola oleh nagari bisa mencapai Rp 1 miliar lebih.

“Namun demikian kita tentunya tetap berharap kiranya keinginan pemerintah pusat untuk menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar untuk satu desa daru Dana Desa hendaknya bias terwujud seperti diharapkan, sehingga dampaknya tentu akan semakin positif dalam memacu pembangunan infrastruktur di nagari-nagari,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur meminta kepada smeua pihak nagari agar selalu berpedoman dengan semua aturan perundang-undangan dalam mengelola dana nagari atau desa.

"Kalau semua pihak nagari telah menyesuaikan dengan semua aturan perundang-undangan tentu terbebas dari persoalan hukum. Saya mengatakan demikian, karena setiap tahun selalu rutin  dilakukan pemeriksaan," tambahnya mengakhiri (ris)


Selasa, 24 Juli 2018

Nagari KKS Jaring Masukan dari Warga

Nagari KKS Jaring Masukan dari Warga



PADANG PARIAMAN,(Reportase Sumbar)----Nagari Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian (KKS), Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman  di bawah kepemimpinan walinagarinya Khairunas kini tengah fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat di nagari hasil pemekaran ini.

Seperti diakui Walinagari KKS, Khairunas, sesuai visi misi pihaknya selaku walinagari, pihaknya telah berkomitmen untuk bisa mewujudkan masyarakat KKS yang mandiri, baik secara sosial ekonomi maupun aspek budaya.
“Secara sederhana konsep masyarakat mandiri yang ingin kita wujudkan itu, yaitu masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, termasuk diantaranya mereka juga mampu mengakses berbagai hal yang berhubungan dengan pemberdayaan ekonomi,” katanya, Selasa (24/7/2018)

Terkait hal itu pihaknya dari pemerintahan nagari akan fokus mengembangkan dan membuka sejumlah akses perhubungan yang ada di Nagari KKS, sehingga dengan begitu masyarakat diharapkan bisa lebih mudah untuk memasarkan berbagai hasil produk unggulan yang ada di nagari KKS. Baik itu produk pertanian, perikanan dan lain sebagainya. Termasuk diantaranya produk kerajinan rakyat lainnya.

“Makanya untuk tahap awal, saat ini kita tengah mengimput menghimpun dan menjaring berbagai masukan dan aspirasi dari masyarakat untuk nantinya akan dituangkan dalam RPJM Nagari,” tegasnya.
Pihaknya menyadari yang diharapkan itu tentunya, suksesnya sebuah program nagari tentunya bukan hanya sukses seorang walinagari atau pun sukses pemerintahan nagari, melainkan juga adalah suksesnya seluruh masyarakat.

Juga tidak kalah pentingnya, sesuai visi misi Nagari KKS yang dipimpinnya, ke depan pihaknya akan berupaya mengoptimalkan berbagai potensi unggulan yang ada di nagari KKS, khususnya sektor pertanian yang banyak digeluti masyarakat di daerah ini.

Seperti yang umum ditemui di daerah Kabupaten Padangpariaman, produk pertanian yang banyak dihasilkan masyarakat di Nagari KKS antara lain hasil pertanian padi dan jagung.

“Makanya ke depan inilah yang ingin kita berdayakan ke depannya. Termasuk diantaranya buah pisang yang banyak ditemui di daerah ini. Karena selama ini hasilnya lebih banyak diangkut ke daerah lain. Makanya ke depan kita akan menetapkan terlebih dahulu jenis produk unggulan yang menjadi brand atau ikon bagi nagari KKS ini. Apakah itu berupa produk olahan serba pisang misalnya, atau pun produk lainnya,” bebernya lagi.

Selain itu, pada setiap korong yang ada di Nagari KKS yang berjumlah enam korong nantinya juga akan diberdayakan sesuai dengan potensi unggulannya masing-masing.

Artinya ke depannya diharapkan masing-masing korong yang ada di Nagari KKS nantinya akan dijadikan sebagai sentra tertentu sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Begitu pula untuk nagari KKS sendiri nantinya juga akan dikembangkan pula produk atau ikon tertentu, sehingga nantinya orang bisa lebih mengenal keunggulan yang dimiliki nagari KKS, sesuai dengan potensi unggulan yang dimilikinya.
 Pendeknya sebagai nagari baru hasil pemekaran Nagari Sungai Durian, pihaknya berkomitmen untuk memberdayakan nagari KKS agar nantinya bisa lebih maju dan berkembang seperti nagari lainnya yang ada di Sumatera Barat. 

Di pihak lain Bupati Ali Mukhni yantg dihubungi terpisah beberapa waktu lalu juga mengaku optimis jika ruas jalan Simpang Empat Koto Mambang tersebut nantinya bakal berkembang sedemikian rupa.

Terlebih lanjutnya seperti diketahui, akses ruas jalan di kawasan itu nantinya juga akan terhubung langsung dengan kawasan Ibukota Kabupaten Padangpariaman di Nagari Parit Malintang dan Kawasan Terpadu Tarok.

 "Makanya pada tahun 2018 ini kita dari Pemkab Padangpariaman telah bertekad untuk kembali melanjutkan program pembangunan ruas jalan di kawasan itu, sehingga nantinya hasilnya bisa berdampak luas terhadap pemberdayaan daerah-daerah yang ada du sekitarnya," terang Bupati Ali Mukhni, (ris)
Pembangunan Jembatan Lubuak Tano Segera Bisa Dilewati Kendaraan Bermotor

Pembangunan Jembatan Lubuak Tano Segera Bisa Dilewati Kendaraan Bermotor

Bupati Ali Mukhni, Ketika Meninjau Pembangunan Jembatan Lubuak Tano, Beberapa Waktu Lalu ( Fhoto Humas Padang Pariaman )
PADANG PARIAMAN,(Reportase Sumbar)--Bupati Padang Pariaman H Ali Mukhni mentargetkan jembatan Lubuak Tano, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak telah bisa dilewati kendaraan roda dua mulai minggu depan. Pasalnya, keberadaan jembatan itu sangat berguna untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, saat ini jembatan Lubuak Tano sudah dicor, jadi minggu depan mungkin sudah bisa dilewati sepeda motor,” kata Bupati Padangpariaman Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Andri Satria Masri, di Buluh Kasok, Kecamatan VII Koto, kemarin.

Bupati menegaskan dirinya bahkan hampir setiap hari meninjau proses pembangunan jembatan ini. "Saya setiap hari memeriksa konstruksi jembatan dan pengecoran badan jembatan yang telah selesai dilaksanakan sekarang ini," ungkapnya.

Katanya, jembatan Lubuak Tano sepanjang lebih kurang 100 meter lebar 8 meter itu menghubungkan dua kecamatan yaitu Padang Sago dan VII Koto.

Peletakan batu pertama jembatan tersebut, kata Ali Mukhni, dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur pada tanggal 28 April 2017 yang lalu.

“Jembatan ini adalah kebanggaan Padang Pariaman. Mimpi yang menjadi kenyataan, salah satu jembatan yang terindah di Sumatera Barat” kata Bupati yang diminta masyarakat menjadi Gubernur Sumatra Barat mendatang.

Jembatan Lubuak Tano ini katanya, menghubungkan dua Kecamatan yaitu Kecamatan Padang Sago dan Kecamatan VII Koto. Adanya jembatan ini akan memperpendek jarak sekitar 20 kilometer.

Karena sebelumnya, masyarakat VII Koto mesti menuju Kota Pariaman jika ingin ke Padang Sago atau sebaliknya. Pembangunan jembatan sudah direncanakan sejak Ali Mukhni menjabat sebagai Wakil Bupati 2005-2010.

"Namun keterbatasan dana, baru bisa diwujudkan tahun anggaran 2017. Karena itu saya sangat mengharapan dukungan semua pihak sehingga penyelesaian pembangunan jembatan ini tepat waktu," ujarnya.

Sementara Kabid Bina Marga Rahim Thamrin mengatakan Pembangunan Jembatan Lubuk Tano terdiri dua tahap penganggaran.  Unutk Tahap I dialokasikan dana sebesar Rp. 6.170.129.000 pada tahun 2017. Sementara pada tahun 2018 ditambah anggaran sebesar Rp. 12 Milyar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

“Bapak Bupati Padangpariaman sangat gigih memperjuangkan anggaran untuk jembatan lubuk tano. Insya Allah, September nanti sudah bisa dinikmati masyarakat,” tambahnya.

Masyarakat VII Koto sangat bersyukur adanya pembangunan jembatan lubuk tano karena kepedulian Bupati Ali Mukhni. Bahkan sudah banyak dilihat langsung oleh perantau saat lebaran beberapa waktu lalu.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Ali Mukhni. Perjuangannya untuk pembangunan di Kec VII koto sangat luar biasa," tambah Edi (25) salah seorang pemuda setempat saat  Bupati Padangpariaman melakukan peninjauan, kemarin.(ris)

Senin, 23 Juli 2018

Siswa TK/SD Model Terpadu Raih Hadiah Umrah

Siswa TK/SD Model Terpadu Raih Hadiah Umrah

PADANGPARIAMAN, (Reportase Sumbar) ---Salah seorang siswa TK/SD Model Limpato, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak  berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Hal itu setelah M Kamil, begitu  nama siswa tersebut berhasil mendapat hadiah umrah ke Tanah Suci, setelah keluar sebagai juara I pada lomba MTQ yang berlangsung di Kecamatan V Koto Kampuang Dalam baru-baru ini.

"Prestasi yang diraih M Kamil ini jelas sangat membanggakan kita, sekaligus membanggakan sekolah ini," ujar Senin (23/7/2018) Kepala TK/SD Model Limpato, Annahdi di ruang kerjanya.

Menurut Annahdi, TK/SD Model yang dipimpinnya selama ini memang terbilang sarat prestasi. Sebut misalnya, baru-baru ini, salah seorang siswa sekolah ini berhasil mewakili Padangpariaman ke tingkat provinsi dan berhasil keluar sebagai juara II lomba tahfiz tingkat Provinsi Sumatera Barat, setelah sebelumnya berhasil menjadi pemuncak pada lomba hafiz tingkat Kabupaten Padangpariaman.

Bahkan tidak hanya dalam bidang lomba keagamaan, dalam bidang olah raga beberapa siswa TK/SD Model Terpadu Limpato yang tergabung dalam klub bulu tangkis juga kerap mengukir prestasi menggembirakan, termasuk diantaranya berhasil keluar saebagai juara di tingkat Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

Diakuinya, melihat potensi input yang ada, siswa SD TK/SD Model Limpato juga terbilang menggembirakan, khususnya dalam bidang olah raga, maupun pengembangan bakat minat lainnya.

"Makanya ke depan potensi besar inilah yang ingin kita optimalkan lagi ke depannya, semoga saja ke depannya bisa lebih banyak lagi anak-anak kita yang mengukir prestasi membanggakan di ajang yang diikutinya," terangnya. (ris)
Siap saingi Pantai Kuta Bali, Pantai Kata Pariaman Makin Dilirik Pengunjung

Siap saingi Pantai Kuta Bali, Pantai Kata Pariaman Makin Dilirik Pengunjung

Pantai Kata Pariaman ( Fhoto Dok.Promo Jitu.Com)
PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Pulau Bali boleh saja terkenal dengan keindahan objek wisata Pantai Kutanya, namun tidak jauh berbeda dengan Kota Pariaman. Kota berjuluk Kota Tabuik ini juga ternyata memiliki objek wisata pavorit yang juga tidak kalah indahnya dengan Pantai Kuta yang ada di Pulau Bali.

Adalah Pantai Kata, yang terletak Desa Taluak Pariaman Selatan, Kota Pariaman, yang belakangan semakin ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Terlebih saat libur lebaran yang berlangsung baru-baru ini, dimana sejumlah objek wisata pantai yang ada di sekitar Kota Pariaman tampak begitu membeludak dipadati pengunjung, Tidak terkecuali diantaranya Pantai Kata Pariaman.

Seperti terlihat Minggu kemarin, dimana objek wisata Pantai Kata Pariaman terlihat sangat ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Zulhadi, salah seorang pengunjung yang dikonfirmasi Minggu kemarin mengaku sangat terkesan dengan pemandangan keindahan pesona alam yang terdapat di sekitar kawasan Pantai Kata Pariaman.

"Selain itu suasana taman di sini juga sangat nyaman apalagi karena dilengkapi pula dengan sarana bermain bagi anak-anak, seperti yang terlihat di salah satu sudut di taman ini," ujarnya sembari menunjuk ke lokasi tempat bermain anak-anak yang ada di kawasan Pantai Kata.

Lebih jauh Zulhadi menambahkan, agar kawasan objek wisata Pantai Kata bisa lebih nyaman bagi anak-anak, pihaknya ikut menyarankan agar fasilitas bermain anak-anak yang ada di kawasan itu bisa dilengkapi dengan fasilitas pelindung atau atap, sehingga anak-anak bisa menikmati berbagai fasilitas bermain di kawasan itu, tak peduli meski cuaca sedang terik atau pun hujan.

"Karena dengan kondisi yang ada sekarang, tentu suasanya kurang nyaman bagi anak-anak, terutama saat cuaca sedang panas-panasnya. Lain halnya jika dilengkapi  dengan atap pelindung, seperti yang terlihat di Kota Padang, tentu anak-anak bisa lebih leluasa dan nyaman untuk bermain," imbuhnya.

Terpisah, Mak Uniang, begitu panggilan akrabnya , salah seorang penjaga mushalla Al Mughni yang terdapat di kawasan Objek Wisata Pantai Kata ketika dikonfirmasi terpisah mengakui jika akhir-akhir ini jumlah pengunjung objek wisata Pantai Kata Pariaman cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

"Apalagi saat ini kondisi taman bermain di sekitar objek wisata ini juga terbilang sudah sangat bagus dan tertata dengan baik, sehingga pengunjung pun bisa merasa lebih nyaman untuk beriwsata ke sini," terangnya.

Diakuinya, jumlah pengunjung ke Pantai Kata biasanya cenderung sangat ramai pada saat hari libur atau hari Minggu. Selain itu alasan lain pengunjung merasa tertarik datang ke objek wisata Pantai Kata Pariaman, karena suasananya terbilang aman dari berbagai gangguan kamtibmas.

"Kalau di Pantai Kata ini sejak dulunya pengunjung memang terbilang sangat aman dari berbagai gangguan. Karena selama ini para pemuda di sini juga aktif  menjaga keamanan pantai di daerah mereka," terangnya.

Sebagai penjaga mushalla yang ada di kawasan Pantai Kata dimaksud, Mak Uniang tak luput berharap kiranya ke depan berbagai fasilitas pendukung di sekitar kawasan Pantai Kata bisa terus dilengkapi. Termasuk diantaranya perlunya pengaturan rambu-rambu  lalu lintas terkait pengaturan kecepatan lalu lintas  kendaraan saat melintasi kawasan objek wisata kebanggaan rang Piaman ini. Demikian pula halnya kelengkapan marka jalan lainnya.

"Karena seperti diketahui, ruas jalan di sekitar objek wisata Pantai Kata ini kan terbilang cukup lebar, sehingga para pengendara pun terkadang sering terpacu andrenalinenya untuk memacu kendaraan mereka. Padahal ruas jalan ini juga ramai dimanfaatkan pengunjung, termasuk anak-anak, sehingga tentunya perlu pengaturan khusus untuk itu," terangnya.


Tidak jauh berbeda, Reni salah seorang pengunjung Pantai Kata Pariaman juga menyebutkan, perlunya fasilitas pendukung berupa rambu-rambu lalu lintas atau marka jalan guna mengatur laju kecepatan kendaraan yang tengah melintas di sekitar kawasan objek wisata tersebut. "Karena kan seperti diketahui, pengunjung yang datang ke sini, kebanyakan juga datang bersama anak dan keluarga mereka, sehingga jika tidak ada pengaturan kecepatan kendaraan dikhawatirkan kondisinya bisa membahayakan keselamatan mereka sebagai pengunjung," bebernya.

Seperti terlihat di sekitar kawasan objek wisata Pantai Kata Pariaman, selain telah dilengkapi dengan fasilitas bermain untuk anak-anak, kawasan itu juga telah dilengkapi pula dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seperti fasilitas mushalla untuk mendukung kegiatan ibadah pengunjung, demikian pula fasilitas tempat duduk atau fasilitas pendukung untuk tempat bermain keluarga lainnya.

Tidak kalah pentingnya, didukung ombaknya yang tenang, tak heran jika kawasan objek wisata pantai di sekitar Pantai Kata Pariaman juga banyak dimanfaatkan untuk kepentingan mandi-mandi bagi pengunjung. Bahkan tidak hanya orang dewasa saja, namun juga tidak sedikit diantaranya juga dimanfaatkan anak-anak balita.

"Kalau setahu saya, di Pantai Kata ini terbilang memang sangat aman untuk mandi-mandi. Pasalnya, di kawasan ini boleh dikatakan nyaris belum pernah pengunjung yang mengalami nasib naas akibat terseret ombak. Mungkin karena pantainya yang landai dan dangkal," sebutnya. (ris)

Minggu, 22 Juli 2018

Jadikan Regulasi Sebagai Acuan

Jadikan Regulasi Sebagai Acuan

PADANGPARIAMAN,(ReportaseSumbar) ---Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengatakan,setiap aturan sudah ada regulasi yang mengatur tentang kepegawaian ini. Untuk itu regulasi dan aturan tersebut dapat dijadikan acuan dan dipatuhi," kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat acara, kemarin.

Katanya, Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman telah mengikuti regulasi-regulasi yang ada dari pusat. "Karena itu kita sebagai ASN di lingkungan Pemkab Padangpariaman harus mematuhi aturan tersebut," ungkapnya.

Katanya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) diminta untuk terus sosialisasi beberapa peraturan bupati guna meningkatkan pemahaman seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman.

Dikatakan, BKPSDM sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang menaungi masalah kepegawaian memiliki tanggungjawab penuh terhadap manajemen kepegawaian dan sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemkab Padangpariaman. Artinya, kehadiran BKPSDM memiliki andil besar terhadap kemajuan ASN dan Pemkab ke depannya.

"Karena salah satu indikator keberhasilan dalam pencapaian visi misi dan program kerja diawali dari kepemilikan terhadap SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Jadi, sosialisasi peraturan bupati ini dalam rangka menjawab arus globalisasi yang sangat tinggi serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan dalam mengelola tata pemerintahan diawali dengan disiplin dari seluruh aparatur sipil negara sehingganya dapat memicu peningkatkan kinerja dan produktivitas dalam melaksanakan pekerjaan," ujarnya.

Jadi katanya, rakor kali ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap ASN dalam menaati hari dan jam kerja, meningkatkan disiplin ASN, meningkatkan tertib administrasi kepegawaian, serta berupaya meningkatkan kinerja dan produktivitas ASN pada masing-masing organisasi perangkat daerah lingkup Kabupaten Padangpariaman.  (ris)
 

Rabu, 18 Juli 2018

Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak Kaya Nilai Kearifan Lokal

Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak Kaya Nilai Kearifan Lokal

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Setelah resmi dilantik sebagai walinagari defenitif pada akhir Mei 2018 mendatang, Walinagari Ambuang Kapua Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman, Kardimon tampak terus melakukan berbagai langkah pembenahan dan konsolidasi lainnya.

Seperti diakui Kardimon Rabu kemarin, saat dihubungi di ruang kerjanya di Nagari Ambuang kapua Sungai Sariak, sebagai nagari hasil pemekaran dari nagari induk Kanagrian Sungai Sariak, tentunya banyak hal yang perlu mendapatkan perhatian agar bisa dibenahi ke depannya. "Satu hal utama, di Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak  ini bisa dikatakan sangat susah menemukan warga dengan status pendidikannya setingkat SLTA atau SMA. Sebab kebanyakan diantara mereka lebih cenderung mencari penghidupan ke luar daerah atau pergi merantau. Makanya ke depan kita tentu berharap agar nantinya akan ada beberapa peluang usaha yang bisa dimanfaatkan oleh para generasi muda di daerah ini, sebagai sumber ekonomi bagi mereka," sebut Kardimon.

Menurutnya, bila mengacu pada beragam potensi yang dimiliki oleh nagari Ampuang Kapua Sungai Sariak, sebenarnya cukup banyak potensi unggulan daerah ini yang bisa dikelola dan dikembangkan sebagai sumber pendapatan ekonomi baru bagi masyarakat di daerah ini. Salah satunya potensi bahan baku pohon kelapa yang terbilang jumlahnya cukup melimpah. 


Dengan alasan itu pihaknya berharap kiranya berbagai potensi unggulan yang dimiliki daerah ini, termasuk diantaranya potensi hasil pertanian dan perkebunan lainnya bisa dikembangkan sedemikian rupa, sehingga nantinya bisa menjadi sumber andalan ekonomi bagi masyarakat, termasuk bagi generasi muda yang ada di daerah ini.

"Jadi harapan kita ke depannya, hendaknya generasi muda yang ada di nagari ini hendaknya tidak hanya pergi merantau untuk mencari penghidupan namun juga diharapkan bisa mendapatkan sumber pendapatan ekonomi di kampung halaman sendiri," imbuhnya.

Lebih jauh Kardimon menambahkan, Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak sendiri sebenarnya cukup banyak memiliki potensi terpendam lainnya. Baik itu dalam bidang ekonomi, sejarah budaya maupun potensi kearifan lokal lainnya. "Salah satunya tradisi yang pernah hidup secara turun temurun di nagari ini adalah tradisi Ratik Tulak Bala, dengan cara melantunkan kalimah  tahlil keliling kampung. Namun sayangnya sejak dua puluh tahun belakangan tradisi itu nyaris tidak lagi ditemukan, makanya sebagai walinagari kita tentu sangat berkeinginan agar nilai kearifan lokal ini nantinya bisa dihidupkan atau dibangkitkan kembali," imbuhnya.

Kardimon mengakui, jika saja tradisi Ratik Tulak Bala tersebut bisa dikemas atau dibangkitkan sedemikian rupa, maka tidak tertutup kemungkinan tradisi itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga luar untuk ikut menyaksikannya, sekaligus nantinya bisa berkembang menjadi iven wisata religius yang ada di daerah ini.

Dengan alasan itulah lanjutnya pihaknya menargetkan agar tahun ini juga tradisi Ratik Tulak Bala tersebut bisa kembali diaktifkan. "Biasanya menurut tradisi yang telah berkembang di daerah Ambuang kapuar ini sebelumnya, kegiatan tradisi Tulak Bala tersebut biasa digelar menjelang masuknya bulan Ramadhan. Jadi tradisi inilah yang saat ini tengah kita upayakan membangkitkannya," bebernya.

Di sisi lain, Kardimon menambahkan, menurut cerita yang diterima pihaknya secara turun temurun, tradisi Ratik Tulak Bala dimaksud biasanya berfungsi sebagai media atau bentuk permohonan kepada sang Khaliq, Allah SWT, agar daerah dan masyarakat di daerah ini bisa terhindar dari segala bentuk musibah atau bala bencana lainnya.

Selain itu lanjutnya, melalui tradisi yang biasa berlangsung secara massal tersebut  tentunya juga sangat baik dalam rangka membumikan syiar dakwah Islam di tengah kehidupan masyarakat. Karena jika masyarakat telah  bersama-sama mengumandangkan kalimah tayyibah seperti tahlil, tentunya akan bisa mengundang datangnya rahmat dan keberkahan dan Allah SWT. "jadi mudah-mudahan saja, harapan mulia kita ini nantinya akan diridhai oleh Allah SWT, sehingga nantinya kegiatan tersebut bisa berjalan seperti yang diharapkan," terangnya.

Di samping potensi kearifan lokal, seperti Ratik Tulak Bala, di Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak sendiri juga ditemukan banyak peninggalan bersejarah. Diantaranya makam seorang ulama atau Syech yang terbilang keramat, yang terletak di Lagundi Nan Baselo. 


Hanya saja menurut Kardimon, sejauh ini siapa sosok atau figur ulama dimaksud masih terbilang misterius, atau belum dikenal secara pasti. "Jadi ke depan inilah salah satu PR kita ke depannya, termasuk tentunya para pemerhati sejarah lainnya. yaitu , bagaimana menelusuri sosok ulama yang merupakan salah seorang pengembang ajaran agama Islam tersebut," terangnya.

Masih menurut Kardimon, salah satu potensi tradisi budaya keislaman lainnya yaitu meriam peninggalan Belanda, yang biasanya kerap dibunyikan sebagai penanda dimulainya bulan Ramadhan. 


Saat ini lanjutnya, keberadaan meriam berukuran sedang itu,  masih disimpan di rumah salah seorang rumah penduduk. "Harapan kita ke depannya meriam ini bisa disimpan di tempat khusus, sehingga bisa ditetapkan sebagai peninggalan cagar budaya," imbuhnya mengakhiri. (yurisman malalak)

Selasa, 17 Juli 2018

Masjid Raya Padang Pariaman berpotensi Jadi Harapan Baru  Pusat Pengembangan Peradaban Islam

Masjid Raya Padang Pariaman berpotensi Jadi Harapan Baru Pusat Pengembangan Peradaban Islam

Maket Mesjid Raya Padang Pariaman Yang Terletak di Komplek Kantor Bupati Padang Pariaman di Nagari Paritmalintang Kecamatan Enam Lingkung ( Fhoto : Dok Humas Padang Pariaman )
Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---Tidak lama lagi, Kabupaten Padang Pariaman agaknya segera bakal memiliki fasilitas ibadah yang nantinya juga bakal berfungsi sebagai harapan baru bagi pengembangan peradaban Islam di daerah ini.

Hal itu setidaknya terlihat dari kehadiran Masjid Raya Padangpariaman yang berlokasi  di sekitar kawasan Ibukota Kabupaten di Nagari Paritmalintang ini.

Seperti terlihat Selasa kemarin, saat Bupati Ali Mukhni meninjau lokasi pembangunan Masjid Raya Padangpariaman dimaksud, dimana terlihat proses pengerjaan masjid tersebut ditaksir  telah mencapai hampir 70 persen lebih.

Saat ini proses pengerjaannya juga tampak terus dikebut. Hal itu agaknya memang sangat brealasan, pasalnya Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni  sendiri tampak begitu terobsesi dan antusias agar masjid megah berukuran 60 m x 60 m persegi yang  menempati areal seluas 2,5 hektare itu bisa dirampungkan secepatnya. 


"Harapan kita paling tidak pada bulan Desember tahun ini juga, masjid ini segera sudah bisa segera ditempati. Artinya, pada tahun baru 2019 mendatang, masjid ini telah efektif sepenuhnya untuk dimanfaatkan guna menunjang kegiatan ibadah dan pengembangan kegiatan keagamaan umat Islam di daerah ini," terang Bupati Ali Mukhni, saat meninjau masjid tersebut Selasa kemarin.

Seperti terungkap baru-baru ini, bentuk keseriusan Pemkab Padangpariaman dalam mengkebut pengerjaan bangunan Masjid Raya Padang Pariaman itu juga terlihat dari banyaknya pekerja yang dilibatkan dalam pengerjaannya. Jumlahnya tidak kurang sekitar 100 orang pekerja saban hari ikut berjibaku  merampungkan pembangunannya.

Seperti diakui Bupati Ali Mukhni, secara umum letak lokasi pembangunan Masjid Raya Padangpariaman itu terbilang sangat strategis sekali.

Karena selain lokasinya berada di kawasan ketinggian perbukitan di sekitar kawasan IKK, juga keberadaannya ikut diapit dua jalan negara, sekaligus nantinya akses jalannya bakal terhubung langsung dengan akses jalan tol Padangpariaman-Pekan Baru.

"Makanya kita sangat optimis ke depannya keberadaan masjid ini nantinya akan bisa berkembang sedemikian rupa, termasuk nantinya bisa difungsikan sebagai pusat pengembangan dan pengkajian keagamaan, di samping menunjang kegiatan ibadah umat Islam lainnya," terang bupati dua periode ini.

Tidak kalah menariknya, tampilan Masjid Raya Padangpariaman itu nantinya juga bakal terlihat semakin anggun, terutama dengan kehadiran menara raksasa setinggi 50 meter lebih.

Dimana  dari ketinggian menara tersebut para jamaah atau pengunjung nantinya bisa menikmati keindahan panorama alam yang ada di sekitarnya. Termasuk diantaranya bisa pula menyaksikan keindahan panorama pantai di sekitar perairan laut Padangpariaman. 


Termasuk diantaranya pemandangan Bandara Internasional Minangkabau di Katapiang juga bisa terlihat jelas jika dilihat dari puncak ketinggian menara masjid ini.

Selain itu, tampilan masjid ini nantinya bakal terlihat lebih anggun dengan dilengkapi kubah berwarna emas, layaknya masjid yang ada di sejumlah negara Islam lainnya.

Selain itu, sebagai pusat kegiatan ibadah dan keagamaan bagi umat Islam, masih menurut Ali Mukhni, masjid ini nantinya juga bakal dilengkapi pula dengan sejumlah fasilitas perkantoran lainnya.

Seperti halnya kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padangpariaman, Kantor Basnaz dan beberapa kantor lembaga  keislaman lainnya. "Jadi bisa dikatakan konsep masjid ini ke depannya layak disebut sebagai Islamic Centrenya Kabupaten Padangpariaman," terang Bupati Ali Mukhni.

Hal itu sebutnya memang cukup beralasan, terutama setelah melihat  konsep atau master plan dari pembangunan Masjid Raya Padangpariaman dimaksud.

"Insya Allah harapan kita tentunya nantinya masjid ini bisa berfungsi sebagai harapan baru bagi pusat pengembangan peradaban Islam di Kabupaten Padangpariaman dan Sumbar pada umumnya," imbuh Ali Mukhni.

Diakuinya, secara umum konsep pembangunan Masjid Raya Padangpariaman sendiri, mengadopsi konsep pembangunan Masjid Jabal Nur yang ada di Pulau Batam.

Pihaknya sebut Ali Mukhni memang begitu terobsesi setelah sempat mengunjungi masjid megah yang digagas oleh Asman Abnur yang saat ini menjabat sebagai Menpan RI itu. Seperti diketahui sebut mantan Wakil Bupati yang dikenal penghobi olah raga sepakbola ini, pembangunan Masjid Jabal Nur Batam sendiri melibatkan konsultan dari empat negara, termasuk diantaranya konsultan dari negara Arab Saudi.

"Bayangkan saja konsep pembangunannya, dari sekitar menaranya kita bisa langsung melihat Negara Singapura. Bisa kita bayangkan, betapa megahnya bangunan menara dan masjid Jabal Nur tersebut. Makanya kita juga berharap Masjid Raya Padangpariaman ini nantinya juga bisa pula dilengkapi dengan menara yang cukup megah, sehingga dari atasnya paling tidak pengunjung bisa memandang ke arah kejauhan, seperti bisa memandang ke kawasan bandara Internasional Minangkabau di Katapiang," imbuhnya.

Di pihak lain, didukung luas lahan yang sangat  memadai di areal seluas lebih kurang  2,5 hektare persegi, di sekitar lokasi pembangunan Masjid Raya Padangpariaman itu nantinya juga bakal dilengkapi pula dengan rest area, yang nantinya posisinya akan bisa langsung terakses ke jalan negara yang terletak di sekitar kawasan Ibukota Kabupaten Padangpariaman. (ris)