Kamis, 26 April 2018

Ternyata 40 Persen Warga Padang Pariaman Belum Miliki Jamban Sehat

Ternyata 40 Persen Warga Padang Pariaman Belum Miliki Jamban Sehat



Padang Pariaman (Reportase Sumbar)----Saat ini sekitar 20 ribuan kepala keluarga di Padangpariaman atau sekitar 40 persen dari masyarakat Padangpariaman ditenggarai belum didukung kehadiran jamban sehat.

Seperti terungkap saat Workshop Sanitasi Berbasis Masyarakat, (STBM), yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Pemkab Padangpariaman kemarin.

Dalam workshop yang digelar Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) tersebut tampak dihadiri sejumlah pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Padangpariaman, seperti dari jajaran Dinas Kesehatan Pemkab Padangpariaman, Balitbangda Pemkab Padangpariaman, jajaran Dandim 0308 Pariaman, utusan pemerintahan nagari serta stake holder terkait lainnya.

Di pihak lain, jalannya workshop Kamis kemarin tampak berlangsung dalam suasana hangat, di mana para peserta tampak begitu bersemangat menyampaikan berbagai gagasan penting, terkait pentingnya kepedulian untuk mewujudkan keberadaan jamban sehat di lingkungan masyarakat Kabupaten Padangpariaman.

Sebagai kesimpulannya yaitu perlunya program aksi untuk ke depannya, yang nantinya diikuti pula dengan monitoring serta perlunya keterlibatan kolektif dari seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah ini.

Seperti diakui Koordinator Bidang Advokasi LP2M Zainal Abadi Kamis kemarin, masih banyaknya jumlah warga Padangpariaman yang belum memiliki jamban sehat sekaligus menunjukkan perlunya gerakan perubahan perilaku secara massif terhadap masyarakat di Kabupaten Padangpariaman, khususnya guna mewujudkan kehadiran jamban sehat di lingkunganmasyarakat.

“karena seperti diketahui, pada tahun 2019 mendatang, pemerintah pusat telah menargetkan 100 sanitasi air bersih yang diawali terpenuhinya 100 persen jamban sehat. Makanya berbagai masukan yang lahir dari kegiatan workshop ini ke depannya perlu ditindaklanjuti melalui program aksi, khususnya melalui kegiatan STBM yang dilakukan secara massif di lingkungan masyarakat,” terangnya.

Diakuinya, pemerintah Kabupaten Padangpariaman yang dipimpin Bupati Ali Mukhni sejauh ini sangat serius untuk mewujudkan target 100 persen jamban sehat tahun 2019 di daerah Kabupaten
Padangpariaman.

Hal itu setidaknya terlihat dari adanya intruksi dari Bupati kepada seluruh camat di daerah ini, agar secara konsisten bisa mewujudkan tercapainya 100 persen jamban sehat di wilayah kerjanya masing-masing.

“Namun demikian tentu disadari intruksi tersebut hendaknya juga perlu diikuti dengan program aksi nyata di lapangan, termasuk bagaimana merangkul dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah ini. Terutam seperti yang mengemuka dalam forum workshop kali ini, yaitu pentingnya keterlibatan aktif dari para camat dalam menyukseskan program tersebut,” ungkapnya.

Di pihak lain, seperti terungkap dalam kegiatan workshop Kamis kemarin, sejumlah kecamatan di Kabupaten Padangpariaman terlihat telah mulai melakukan berbagai upaya untuk bisa menuju tercapainya target 100 persen jamban sehat pada tahun 2019 mendatang.

Salah satunya, seperti terlihat di Kecamatan Nan Sabaris, dimana tingkat pencapaian jamban sehat di daerah ini telah mencapai 60 persen. Untuk bisa mewujudkan target 100 persen jamban sehat, pihak puskesmas setempat bekerjasama dengan jajaran pemerintahan nagari maupun pemerintahan kecamatan setempat, terus berupaya merangkul peran serta dan keterlibatan langsung berbagai pihak yang berwenang.

Seperti halnya menggalang kerjasama dengan pihak Badan Amil Zakat Kabupaten Padangpariaman, kerjasama dengan jajaran Danramil setempat, di samping juga merangkul keterlibatan dana pokir dari anggota DPRD asal Kecamatan Nan Sabaris, di samping sejumlah program lainnya. Diantaranya dengan menjalin MoU dengan sejumlah pihak terkait lainnya.

Demikian pula halnya di Kecamatan Sungai Geringging, melalui motonya Suger Sajaga atau Sungai Geringging Sehat dan sejahtera. Dimana untuk mewujudkan realisasi 100 persen jamban sehat di daerah ini, dilakukan melalui penganggaran dana nadari atau dana desa, demikian pula halnya melibatkan peran serta masyarakat di kampung dan rantau yang dilakukan melalui program  badoncek dan lain sebagainya.

Demikian pula halnya dalam melakukan perubahan perilaku masyarakat  yang dilakukan melalui berbagai program penyuluhan kepada masyarakat, termasuk diantaranya sosialisasi atau penyuluhan percepatan ODF di sejumlah sekolah hingga surau atau pun rumah ibadah lainnya.

Di pihak lain, seperti terungkap dalam kegiatan workshop Kamis kemarin, jajaran Pemerintah Kabupaten Padangpariaman juga sangat konsisten untuk mewujudkan target 100 persen jamban sehat tahun 2019. Hal itu diantaranya melalui MoU dengan jajaran Kodim 0308 Pariaman, demikian pula halnya pemicuan perubahan perilaku di tengah masyarakat yang digalang pihak puskesmas.

Demikian pula halnya dukungan pendanaan melalui APBD Padangpariaman atau pun melalui pendanaan lainnya yang berasal dari sejumlah instansi terkait. Pun begitu pula halnya menyiapkan Perda tentang ODF itu sendiri. (ris)
Wabup Suhatri Bur Minta Pemerintah Nagari  Sediakan Tenaga Operator Website Nagari

Wabup Suhatri Bur Minta Pemerintah Nagari Sediakan Tenaga Operator Website Nagari

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Dalam Suatu Acara Beberapa Waktu Lalu (Fhoto : Dok.Humas)
Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---Wakil Bupati Padangpariaman H Suhatri Bur meminta jajaran pemerintah nagari agar menyediakan operator untuk mengoperasikan website milik pemerintahan nagari dengan menggunakan anggaran dana desa.

"Pasalnya, anggaran untuk nagari saat ini banyak. Mulai dari dana nagari yang berasal dari pemerintah kabupaten dan dana desa dari pemerintah pusat," kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur kemarin, seputar tata  cara pengelolaan dana desa.

Apalagi katanya, dana tersebut dapat digunakan untuk peningkatan sumber daya manusia di antaranya yaitu untuk pelatihan operator website nagari.

Menurutnya, dengan adanya pelatihan dan pengadaan operator website nagari maka tidak saja mempermudah promosi potensi daerah dan penyebaran informasi namun juga mendukung smart city atau kabupaten/kota pintar dan diterapkannya e-government di kabupaten itu.

Untuk itu dikatakan, pemerintah nagari harus menganggarkan dana untuk pelatihan dan pengadaan operator website karena perannya penting dalam menciptakan pelayanan yang baik dan promosi. "Manfaatkan dana besar yang dikucurkan," ujarnya.

Ia meyakini pemerintah nagari dapat meanggarkan dana untuk pelatihan dan pengadaan operator tersebut apalagi hal itu dapat menjadi salah satu cara agar serapan anggaran bisa lebih besar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Padangpariaman, Erman mengatakan hingga saat ini belum ada nagari yang menganggarkan dananya untuk operator website. "Namun kita sekarang sedang membahas dengan pemerintah nagari," ujanya.

Ia menjelaskan pembahasan tersebut juga menyangkut biaya yang digunakan untuk pelatihan serta gaji operator website nagari.

Ia menyebutkan saat ini jumlah dana desa yang diperoleh kabupaten itu mencapai Rp81,3 miliar untuk 103 nagari atau Rp700 sampai Rp800 per nagari.

Ia berharap dengan adanya alokasi anggaran untuk operator tersebut maka promosi daerah akan maksimal baik dari untuk pariwisata maupun pengembangan pelaku industri kecil menengah.

"Terpisah, Walinagari Paritmalintang H Syamsuardi menyatakan saat ini nagari terus melakukan pembenahan dengan mempergunakan dana desa. Mulai dari pelaksanaan pembangunan fisik sampai dengan non fisik. Kondisi demikian membuat masyarakat nagari sangat menyadari manfaat dana desa untuk kelancaran program pembangunan dalam nagari.

"Lihat saja, sekarang perkembangan Badan Usaha Milik Nagari ( Bumnag ) Nagari Paritmalintang hingga kini semakin eksis dalam meningkatakan perkeonomian  masyarakat. BUmnag telah melaksanakan program simpan pinjam dan menyediakan sembilan bahan pokok untuk masyarakat Nagari Paritmalintang," ujarnya.

Tidak itu saja katanya, Bumnag juga menyedikan pembayaran tagihan listrik dan pembayaran tagihan air PDAM. "Dengan ada pembayaran tagihan listrik dan air terseut masyarakat sangat terbantu, karena tidak lagi jauh-jauh membayar listrik dan air PDAM. Ke depan kita akan terus tingkatkan perkembangan Bimnag. Apalagi saat ini Bumnag telah setorkan Pendapatan Asli Nagari ke Pemerintahan Nagari sejak diberikan pernyertaan modal," tandasnya mengakhiri.(ris) 

Rabu, 25 April 2018

Tim Asistensi Pusterad Kunjungi Kodim 0308 Pariaman

Tim Asistensi Pusterad Kunjungi Kodim 0308 Pariaman

Pariaman (Reportase Sumbar)---Komando Distrik Militer 0308 Pariaman menerima kunjungan Tim Asistensi Tehnis Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial untuk melihat kegiatan dan program.

"Tim terdiri dari 3 orang yang diketuai Kolonel Inf. Sugiono yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur pembinaan, Pendidikan dan Latihan Pusat Teritorial Angkatan Darat ( DirBinDikLat Pusterad )," kata Komandan Kodim 0308 Pariaman, Letkol Arh Hermawansyah di Pariaman,Rabu (25/4).

Ia mengatakan, Kegiatan Asistensi Tehnis yang dilakukan bertujuan untuk melihat sejauh mana kegiatan Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial yang telah dilakukan oleh Kodim 0308 Pariaman beserta jajaran termasuk aplikasi yang dilakukan di lapangan.

Sementara itu, Ketua Tim Kolonel Inf Sugiono, menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan semua kodim di Indonesia ini di monitor oleh Pusterad termasuk Kodim 0308 Pariaman. 

Menurutnya, hasil dari monitoring yang dilakukan Pusterad termasuk salah satu Kodim yang dinilai positif karena telah melakukan berbagai kegiatan, baik di bidang komunikasi sosial dengan masyarakat, tokoh agama, pemerintahan, organisasi kepemudaan, Bhakti TNI dan Pembinaan Perlawanan wilayah," ujarnya.

"Saya merasa tertarik dan mengapresiasi kegiatan teritorial yang telah dilakukan oleh Personil Kodim 0308 Pariaman dan kegiatan tersebut mendapat pantauan dan nilai plus dari Pusterad," ungkap Kol Inf Sugiono.

Selanjutnya, kata dia, kegiatan-kegiatan yang telah dimonitor oleh Pusterad diantaranya komunikasi sosial bersama komponen masyarakat guna memberantas berita Hoaxs, Wirabraja Fun Off Road Adventure, Trabaz Merdeka, Tinju Pantai.

"Tidak hanya itu, juga melaksanakan latihan bersama masyarakat dan aparat terkait dalam rangka penanggulangan bencana, perbaikan irigasi dan masih banyak lagi. Yang paling menarik dan belum dilaksanakan oleh Kodim lainnya adalah "MASIH PUBER"  yaitu kegiatan keagamaan Manunggal Subuh Indah Penuh Berkah.

Ia meminta seluruh Prajurit Kodim 0308 Pariaman untuk selalu dekat dengan masyarakat dan menjalankan sifat - sifat teritorial, yaitu sifat kebersamaan, Sifat musyawarah, sifat gotong royong dan sifat tegur sapa.

Ia juga menyampaikan berkunjung ke Kodim 0308 Pariaman bersama Inf.M.Asep Apandi S.IP. M.SI ( Kasi ter Rem 032/wbr ), Mayor Arm Samsuri ( Tim Pusterad), Kapten Inf Darmanto ( Tim Pusterad )," tutupnya.(ris)



Minggu, 22 April 2018

Wabup Suhatri Bur Harapkan Sat Pol PP  Terus Tingkatkan Sikap Profesional

Wabup Suhatri Bur Harapkan Sat Pol PP Terus Tingkatkan Sikap Profesional

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)-----Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, menghadiri peringatan hari ulang satuan polisi pamong praja ke-68, satuan perlindungan masyarakat ke 56 dan pemadam kebakaran ke 99 tingkat provinsi Sumatera barat tahun 2018.

Peringatan hari ulang tahun Satuan Polisi Pamong Praja tambak berlangsung semarak. Acara tersebut juga dihadiri wakil Gubernur Nasrul Abit, seluruh kepala daerah Sumatera barat, forkompinda Provinsi Sumbar, forkompinda Kabupaten Tanah Datar.

Seperti ditegaskan Wabup Suhatri Bur, Satuan polisi pamong praja mempunyai tugas menegakkan peraturan daerah dan menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat,menyelenggarakan pencegahan dan pemberantasan maksiat.

“Semakin profesional dalam ABDI masyarakat,ramah dalam bersikap,santun dalam mengayomi, disiplin dalam tugas. Kita Pemkab Padangpariaman berharap agar Pol PP dan Damkar Padangpariaman semakin profesional dalam melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan," tandas Wakil Bupati Padangpariamana Suhatri Bur kepada wartawan, kemarin.(ris)
Dandim 0308 Pariaman Apresiasi Aksekptor KB ke Tingkat Provinsi

Dandim 0308 Pariaman Apresiasi Aksekptor KB ke Tingkat Provinsi

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Tim monitoring KB dari BKKBN Propinsi Sumbar, kemarin, melaksanakan peninjauan kegiatan pertemuan pembinaan kesertaan ber KB Pria sekaligus melakukan penilaian kepada salah satu motivator KB Pria yang ada di Kabupaten Padangpariaman.

Kali ini yang akan diikutsertakan dalam nominasi motivator KB terbaik tingkat Nasional adalah Kamisah, bertempat di Kampung KB Pria Korong Lubuk Aur Nagari Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Padangpariaman.

Hadir pada kegiatan tersebut Tim monitoring KB Propinsi yaitu Kabid KBKR Gusrizal. SE dan Kasubidjalsus Asrul Efendi, Hj. Endarmi anggota DPRD Propinsi Sumbar, Letkol Arh Hermawamansyah Dandim 0308/Prm,  Yutiardi Kadis DPPKB Padangpariaman, Danramil 04/Scc, Babinsa wilayah Koramil 04/Scc, Camat 2x11 Kayu tanam,

Demikian pula Wali nagari Anduring terpilih Syawiruddin, Ninik mamak Nagari Anduring, Wali korong Kampung KB Rimbo kalam dan Lubuk Aur, serta Masyarakat Calon akseptor KB MOP dan MOW lainnya.

"Peninjauan ini dimaksudkan agar ibu Kamsiah bias sukses menjadi yang terbaik tingkat Provinsi Sumatra Barat. Dukungan semua pihak tentu sangat menentukan agar ibu Kamsiah berhasil menjadi terbaik Sumbar. Apalagi sekarang ibu Kamsiah telah menjadi terbaik tingkat Kabupaten Padangpariaman. Kita sekarang turun ke lapangan sekaligus untuk melakukan pembinaan," kata Dandim 0308 Pariaman Letkol Hermawansyah saat acara, kemarin.(ris)
Bertahap. Dana Nagari Mulai Dicarikan

Bertahap. Dana Nagari Mulai Dicarikan

Kepala Dinas DPMD Padang Pariaman Erman ( Fhoto : Yurisman Malalak )
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Setelah melalui proses yang cukup panjang, proses pencairan Dana Desa atau Dana Nagari agaknya bakal segera dicairkan untuk selanjutnya didisribusikan ke masing-masing nagari di Kabupaten Padangpriaman. Seperti diakui Kepala DPMD Pemkab Padang Pariaman Erman, saat ini proses administrasi di lingkungan Dinas DPMD telah berhasil dirampungkan.

"Jadi secara bertahap dana nagari tersebut akan segera disalurkan ke masing-masing nagari. Khususnya bagi nagari yang telah merampungkan semua persyaratan yang dibutuhkan," terangnya.

Herman juga menyebutkan, saat ini proses pencairan dana nagari tinggal menunggu proses pencairan di bagian keuangan. Atinya, bagi yang diangggap telah memenuhi syarat sesegeranya menunggu proses pencairannya.

"Mudah-mudahan jelang akhir bulan ini sebagian dana nagari tersebut telah bisa disalurkan ke masing-masing nagari. Khususnya untuk tahap awal ini direncanakan akan disalurkan ke 80 nagari yang telah memenuhi persyaratan," sebutnya.

Di pihak lain, Walinagari Sunur Kecamatan Nan Sabaris, Basra saat dikonfirmasi kemarin mengaku menyambut baik dilakukannya percepatan proses pencairan dana nagari dimaksud.

Menurutnya, dengan telah cairnya dana nagari dimaksud, diharapkan bisa lebih mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan di nagari.(ris)


Pilwana Serentak  Berakhir  Kotak dan Bilik Suara Mulai Dikembalikan

Pilwana Serentak Berakhir Kotak dan Bilik Suara Mulai Dikembalikan

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Sejumlah kotak suara yang dipinjamkan pihak KPU Padangpariaman  ke sejumlah nagari dalam rangka pelaksanaan pemilihan walinagari serentak di sejumlah nagari di Kabupaten Padangpariaman, secara bertahap mulai dikembalikan lagi kepada pihak KPU.

Seperti diakui Sekretaris KPU Padangpariaman, Darlis, saat dihubungi di ruang kerjanya Rabu kemarin, bahwa secara keseluruhan jumlah kotak suara yang dipinjamkan KPU berjumlah 641 buah berikut bilik suara sebanyak 1262.

“Sesuai dengan perjanjian dan kesepakatan sebelumnya, seluruh kotak suara maupun bilik suara tersebut sudah akan dikembalikan paling lambat akhir April 2018 bulan ini. Dan saat ini secara bertahap baik kotak suara maupun bilik suara tersebut sudah mulai dikembalikan lagi ke KPU,” terangnya.
Darlis mengakui berdasarkan data sementara yang dihimpun pihaknya diketahui, jumlah bilik suara yang telah dikembalikan berkisar 75 persen.

“Selebihnya kita masih menunggu proses pengembaliannya dari masing-masing nagari. Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat ini seluruh kotak maupun bilik suara tersebut sudah bisa dikembalikan ke KPU,” terangnya.

Darlis menyebutkan, sebagaimana diketahui, peminjaman kotak dan bilik suara dimaksud didasarkan pada Perbup yang kemudian ditindaklanjuti dengan naskah kerjasama atau MoU antara Pemkab Padangpariaman dan pihak KPU Padangpariaman.

Selanjutnya, berdasarkan hasil kesepakatan tersebut KPU selanjutnya meminjamkan kotak dan bilik suara, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Sejauh ini dari sejumlah kotak suara yang dikembalikan ke KPU, juga ditemukan dalam keadaan baik dan utuh, tanpa adanya kekurangan atau kerusakan sama sekali. (RIS)
PDAM Padang Jalin Penguatan Komitmen Dengan FT Unand Padang

PDAM Padang Jalin Penguatan Komitmen Dengan FT Unand Padang


 Padang (Reportase Sumbar)--- Pemko Padang mendukung penuh kesepahaman PDAM Kota Padang dengan Fakultas Teknik Universitas Andalas untuk menjaga keseimbangan alam di sekitar intake sumber air baku. Kesepahaman tersebut akan ditingkatkan dengan perjanjian kerjasama dalam berbagai kegiatan seperti penanaman pohon dan pemeliharaannya serta membuat hutan percontohan.

Dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia dan perayaan Hari Bumi yang jatuh, Minggu (22/4/2018) terungkap, kesepahaman antara keduanya menjadi momentum penguatan komitmen. Semua elemen terlibat untuk menjaga keseimbangan di planet bumi dan menjaga air sebagai sumber kehidupan.

"Hal ini sudah menjadi isu mendunia, bukan saja di tingkat lokal. Untuk itu mari kita pertahankan kondisi alam kita yang masih baik dan mencegah kegiatan - kegiatan yang merusak lingkungan," papar Sekretaris Daerah Kota Padang, Ir. Asnel, M.Si saat pencangan peringatan Hari Air dan Perayaan Air Bumi di Intake Palukahan, Balai Gadang Koto Tangah pagi tadi.

Lebih jauh menurut Asnel, PDAM selaku pengguna sumber air baku dan mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan yang berkepentingan dalam studinya menjadi motor pertama dalam menjaga kondisi air. Dengan demikian akan ada aksi nyata dengan penanaman pohon dan memeliharanya serta berinovasi membentuk hutan produksi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat nantinya.

"Perayaan Hari Bumi diharapkan tidak seremonial belaka, tetapi menjadi aksi nyata dalam penyelamatan planet yang kita tinggali ini," tukuk Sekda.

Diamini Direktur Utama PDAM Kota Padang, Edwar terkait adanya Memmorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Universitas Andalas tersebut. Menurutnya, PDAM berencana mengembangkan hutan produksi dan melakukan penanaman pohon di sekitar intake. Dalam hal ini PDAM merangkul mahasiswa jurusan Teknik lIngkungan Fakultas Teknik Unand.

Dia menambahkan, selain konsisten penyelamatan alam di sekitar intake, PDAM juga terus meningkatkan kualitas pelayanan. Sekitar 25 persen masyarakat yang belum terlayani air bersih PDAM diharapkan bisa terlayani sehingga target awal pelayanan 80 persen bisa direalisasikan.

Senada dengan itu disampaikan Dekan Fakultas Teknik Unand, Insanul Kamil, MT. Dekan juga didampingi Ketua Jurusan Teknik Lingkungan serta mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL).

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) V, Sekretaris Kecamatan Koto Tangah, tokoh masyarakat Dewan Pengawas PDAM serta Kepala Bagian Humas Kota Padang Imral Fauzi. (ris)

Sabtu, 21 April 2018

Dari Kejuaraan Volly Nagari Kota Padang, Lubeg Juara Putra Nanggalo Juara Putri

Dari Kejuaraan Volly Nagari Kota Padang, Lubeg Juara Putra Nanggalo Juara Putri

Padang (Reportase Sumbar) – Kejuaraan Bola Voli Nagari Tingkat Kota Padang Tahun 2018 yang berlangsung dari 19-21 April di Lapangan Bola Voli Gor.H. Agus Salim akhirnya ditutup secara resmi oleh Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Padang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Azwin, Sabtu (21/4).

Dalam Kejuaraan yang diikuti 14 tim bola voli kategori putra/putri antar tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Padang ini, untuk kategori putra dijuarai Kecamatan lubuk Begalung (Lubeg) disusul Kecamatan Nanggalo di posisi kedua dan ketiga oleh Kecamatan Kuranji. Sementara untuk kategori putri, juara satu diraih tim Kecamatan Nanggalo, Kecamatan Padang Timur posisi kedua dan Lubeg tempat ketiga.

Kepala Dispora Padang, Azwin menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak pendukung, terutama para pemain masing-masing tim yang berlaga dalam Kejuaraan Bola Voli Nagari Tingkat Kota Padang tahun 2018 tersebut.

“Alhamdulillah, kejuaraan ini telah berjalan dengan baik dan sukses. Selamat bagi tim yang sukses menjadi pemenang dan bagi tim yang belum semoga tahun depan juga bisa meraih juara,” ungkap Azwin.

Katanya lagi, adapun tujuan yang diinginkan yakni, demi menggelorakan semangat penyelenggaraan kejuaraan bola voli yang dimulai dari tingkat RW, kelurahan, kecamatan sampai tingkat Kota Padang khususnya. Lalu sebagai ajang pembibitan dan pengembangan calon-calon atlet cabang olahraga bola voli masa depan bagi Kota Padang.
“Kalau kita lihat sejarah, di era tahun 70-an hingga 90-an cukup banyak para atlet voli asal Kota Padang yang berprestasi dan berbicara banyak mewakili Kota Padang di kancah provinsi bahkan nasional. Hal ini harus terus kita jaga dan kembangkan salah satunya melalui kejuaraan kali ini,” imbuhnya.

Karena itu Azwin menegaskan, Kejuaraan Bola Voli Nagari ini perlu terus ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitas penyelenggaraannya. Sehingga tercapailah tujuan dan harapan yang diinginkan.   (ris)


SMK-SMAK Komit Wujudkan Sekolah Dengan Kurikulum KTSP

SMK-SMAK Komit Wujudkan Sekolah Dengan Kurikulum KTSP

Padang (Reportase Sumbar)- Sekolah Menengah Kejuruan - Sekokah Menengah Analis Kimia (SMK-SMAK) Padang dewasa ini  terus berupaya mewujudkan sekolah yang efektif, produktif dan berprestasi. Hal ini dilakukan melalui strategi pengembangan perangkat pembelajaran dalam  penyusunan  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang aktual setiap tahunnya.

Sabtu (21/4/2018), sebanyak 63 guru semua mata pelajaran di sekolah naungan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kementerian Perindustrian ini kembali mengikuti penyusunan KTSP dan Pengembangan Perangkat Pembelajaran tahun pelajaran 2018/2019. Kegiatan bertempat di ruang kelas SMAK Padang dengan menghadirkan narasumber dari Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat dan Pengawas SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Seperti ditegaskan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK-SMAK Padang, Fitriyeni M.Si perangkat pembelajaran adalah serangkaian media/ sarana yang digunakan dan dipersiapkan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Hal itu yang kembali dipersiapkan untuk tahun pelajaran atau semester berikutnya.

"Setiap satuan pendidikan dan sekolah memiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap perkembangan," kata Fitriyeni.

Ia juga menyebutkan, SMK-SMAK Padang lebih fokus pada lingkup materi peningkatan kompetensi tamatan, sesuai dengan pendidikan fokasi industri yang jadi sasarannya. Standar isi dituangkan dalam kompetensi mata pelajaran, kompetensi bahan kajian dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik di sekolah yang jadi 'role model' pendidikan fokasi itu.

"Peningkatan kompetensi tamatan adalah materi yang menjadi fokus kami di SMAK Padang," sebutnya.

Dengan penyusunan KTSP yang bertujuan untuk pengembangan perangkat pembelajaran tahun pelajaran 2018-2019 tersebut, Wakasek optimis SMAK Padang akan selalu menghasilkan lulusan yang berkompetensi dan berdaya saing. Hal itu dibuktikan dengan terserapnya seluruh lulusannya di dunia industri, semuanya melalui proses rekruitmen berdasarkan kerjasama yang disepakati antara SMAK Padang dengan sejumlah perusahaan besar dalam negeri dan manca negara. (rel)

Jumat, 20 April 2018

Harlah PMII ke-58 Diwarnai Tradisi Kesenian Salawat Dulang

Harlah PMII ke-58 Diwarnai Tradisi Kesenian Salawat Dulang

Penampilan Salawat Dulang  PC PMII Pariaman dalam peringatan Harlah ke-58 dengan menampilkan  Adib Faisal dan Hendri, Jumat (20/4/2018) malam di Pariaman.
Pariaman,(Reportase Sumbar)---Peringatan Harlah yang berlangsung di Sekretariat PCNU Kota Pariaman, Jumat (20/4/2018) malam, dihadiri Mabincab PMII Pariaman Ulil Amri, Sekretaris PKC PMII Sumbar Rodi Indra Saputra, Pendiri PMII Pariaman Armaidi Tanjung, Ketua PC PMII Pariaman Rizka Adilla, mantan Ketua PMII Pariaman antara lain Dr. (C) Satria Effendi Tuanku Kuning, Jupmaidi Ilham, Masrizal,  puluhan kader PMII Pariaman, PK STIE Sumbar dan STIT Syekh Burhanuddin Pariaman.

Dalam sambutannya, Mabincab PMII Pariaman Ulil Amri menyebutkan, kader PMII Kota Pariaman sudah banyak. Ini pertanda bumi Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) di Pariaman masih terbukti. Jika dilihat dari sejarah penyebaran agama Islam di tanah Minang, maka Pariaman merupakan pusatnya. Kehadiran ulama Syekh Burhanuddin sebagai penyebar paham Aswaja yang hingga kini masih menjadi anutan masyarakat di Pariaman.

“Untuk itu, kader PMII yang menyebarkan paham Islam Aswaja, harus pula dibangun karakter Aswaja yang bernuansa tanah Minang. Kader PMII harus sejak dini membangun tradisi keulamaan, terutama yang berasal dari pondok pesantren,” kata Ulil Amri yang juga mantan Ketua PC PMII Kota Padang ini.

Dikatakan Ulil, dengan karakter ulama tersebut, kader PMII Pariaman perlu terus dibangun. Dalam perjalanan sejarah bangsa dan agama, di Pariaman tidak pernah lahir gerakan radikal. Tidak pernah lahir bibit pemberontak di Pariaman. Karena pendekatan yang dilakukan adalah karakter Aswaja yang diperankan oleh tuanku sebagai ulama.

Ulil Amri mencontohkan, bagaimana pun terjadinya konflik dan dinamika dalam setiap suksesi kepemimpinan di PMII Kota Pariaman, selalu berakhir dengan damai dan santun. Artinya, PMII Pariaman berhasil meredam konflik. Ini merupakan karakter keulamaan, meski berbeda pendapat dan pandangan, toh mereka tetap bersilaturrahmi. Berbeda dengan PMII cabang lain, yang konfliknya bisa berkepanjangan sehingga dapat mengganggu proses kaderisasi.

Dalam memperingati Harlah, Ulil Amri mengingatkan dua tugas utama kader PMII dimana pun berada. Pertama mengabdi pada Nahdlatul Ulama (NU), dan kedua pada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apapun yang terjadi, bagi PMII pengabdian kepada keduanya merupakan harga mati.     

Sekretaris PKC PMII Sumbar Rodi Indra Saputra menambahkan, pada momen Harlah ke-58 ini, merupakan momen bagi PMII untuk melakukan refleksi diri. Memang sudah ribuan kader PMII yang mengabdikan dirinya pada Nahdlatul Ulama dan NKRI. “Kader dan alumni PMII yang tersebar di berbagai bidang dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa, sudah menunjukkan pengabdiannya. Mari kita lanjutkan pengabdian tersebut di masa mendatang,” ajak Rodi Indra.

Ketua PC PMII Pariaman Rizka Adilla melaporkan, peringatan Harlah PMII ke-58 sekaligus memperingati peristiwa Israk Mikraj Nabi Muhammad Saw. Selain mendengarkan pengarahan  dari Mabincab, PKC PMII Sumbar dan pendiri, juga menampilkan salawat dulang sebagai bentuk kepedulian PMII Pariaman menjaga dan merawat tradisi yang bernuasa lokal. (rel)

Rabu, 18 April 2018

Ruas Jalan Bukit Mandiangin Koto Mambang Terancam Ambrol

Ruas Jalan Bukit Mandiangin Koto Mambang Terancam Ambrol



Gamabar Ilustrasi ( Dok Internet)
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Kondisi ruas jalan di sekitar kawasan Simpang Ampek Koto Mambang, yang menghubungkan antara Keamatan Patamuan dan Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung, tepatnya di sekitar kawasan Bukit Mandiangin kondisinya terancam ambrol. 

Pasalnya, sebagian penyangga jalan yang baru di bangun sekitar penghujung tahun 2017 itu, terlihat mengalami kerusakan serius akibat tergerus hujan, sehingga bila tidak segera dibenahi dikawatirkan bisa menimbulkan bahanya yang lebih serius lagi. 

Seperti diakui salah seorang tokoh masyarakat di kawasan Simpang Empat Koto Mambang, H Syahrial, saat musim hujan biasanya banyak material pasir yang hanyut tergerus air sehingga sering menggenangi ruas jalan utama yang menghubungkan antara Sicincin dan Kota Pariaman.

“Makanya kalau hujan tiba kami biasanya sudah akan sangat sibuk untuk membersihkan material pasir yang berasal dari ruas jalan tersebut. Pasalnya sebagian diantaranya ada yang hanyut hingga menimbun halaman kedai milik saya ini,” ungkap pemilik toko bangunan yang berlokasi di Simpang Empat Koto Mambang tersebut.

Dengan alasan itu pula, sebagai masyarakat pihaknya berharap agar kondisi kerusakan ruas jalan tersebut bisa secepatnya diperbaiki. Karena kalau dibiarka terlalu lama dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi.

“Iya kalau tidak secepatnya diperbaiki, maka bisa saja jalan yang baru dibangun beberapa bulan yang lalu itu akan ambrol ke bibir jurang. Kalau itu yang terjadi tentunya biaya untuk memperbaikinya akan jauh lebih besar lagi,” terangnya.

H Syahrial juga menyebutkan, untuk bisa memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut, maka tidak ada jalan lain kecuali mesti dibangun beton pengaman di bagian bawahnya. “Karena seperti diketahui kontur tanah yang ada d sekitar ruas jalan tersebut merupakan tanah berpasir, sehingga saat musim penghujang tanah-tanah di sekitar kawasan itu ikut tergerus air, sehingga akibatnya menimbulkan longsor yang cukup serius,” tegasnya.
Tidak kalah pentingnya sebut H Syahrial, bila kerusakan ruas jalan itu tidak segera diperbaiki, maka bisa saja nantinya akan sangat membahayakan bagi pengendara yang melewatinya.

Di pihak lain Kadis PU PR Padangpariaman, Muswendry yang dikonfirmasi melalui ponselnya kemarin, mengakui bila pihaknya belum mengetahui tentang kerusakan ruas jalan tersebut.
“Kalau begitu terima kasih atas informasinya. Nanti saya akan perintahkan Kabid Prasarana Jalan untuk mencek langsung ke sana,” terangnya.

Hasil pantauan di lapangan, terlihat kondisi kerusakan ruas bibir jalan di kawasan itu terlihat begitu mengenaskan. Ironisnya lagi, di sekitar lokasi jalan rusak tersebut sama sekali tidak ditemukan adanya aba-aba atau peringatan agar pegendara bisa lebih berhati-hati.(ris)
Ternyata Banyak Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan di Padang Pariaman

Ternyata Banyak Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan di Padang Pariaman

PADANGPARIAMAN,(Reportase Sumbar)---Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permusiuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ari Widianto menegaskan keyakinannya terkait banyaknya potensi peninggalan sejarah atau benda-benda kepurbakalaan yang ada di daerah Kabupaten Padangpariaman.

“Jika ditelurusi dan diteliti lebih jauh saya yakin jumlah benda cagar budaya yang ada di daerah ini lebih dari 25 buah, seperti yang terdaftar selama ini. Makanya ke depan inilah perlunya penetilian dan pengkajian lebih jauh lagi, sehingga potensi peninggalan sejarah berupa benda atau bukan benda yang ada di daerah ini bisa lebih terangkat kepermukaan,” demikian ditegaskan Ari Widianto saat acara publikasi pelestarian cagar budaya di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, kemarin..

Di pihak lain dikatakan sejauh ini masih cukup banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya melestarikan kebudayaan. Padahal bila dicermati lebih jauh, tentunya sangat banyak nilai dan manfaat yang dapat diambil dari kebudayaan, baik dari cagar budaya maupun kebudayaan tak benda lainnya.

Katanya, nilai-nilai tersebut bisa untuk pendidikan dan memperkenalkan kebudayaan leluhur kepada generasi muda. Dengan memperkenalkan kebudayaan kepada generasi mudamaka dapat meminimalisasi pengaruh budaya barat yang merusak karakter anak akibat globalisasi. Apalagi kebudayaan juga menjadi identitas dan kebanggaan suatu daerah maka harus dilestarikan.

Selain itu, lanjutnya dengan dilestarikannya kebudayaan maka dapat dimanfaatkan untuk pariwisata sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan cagar budaya.

Dengan adanya kegiatan sinergitas publikasi pelestarian cagar budaya yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Permusiuman Sumbar maka dapat meningkatkan kepedulian masyarakat setempat. "Nanti masyarakat dan siswa dapat melihat hasil kebudayaan kita melalui kegiatan tersebut," ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Balai Pelestarian Budaya Sumbar, Nurmatias mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan dari 16 sampai dengan 19 April 2018. "Ada sejumlah kegiatan yang kita laksanakan," ujarnya.

Dikatakan,  rangkaian kegiatan tersebut yaitu pameran cagar budaya, sosialisasi cagar budaya, pemutaran film kebudayaan dan sejumlah lomba.

Kemudian Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur mengatakan daerah itu terdapat banyak cagar budaya dan kebudayaan tidak fisik. "Mulai dari surau yang usianya ratusan tahun sampai padadan ulu ambek," tambahnya.

Namun untuk melestarikan hasil kebudayaan tersebut harus dilakukan secara bersama-sama dan ia berharap masyarakat setempat termotivasi melestarikan kebudayaan di daerah itu.

Untuk lebih mengangkat dan mengembangkan berbagai potensi peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Padangpariaman, maka pihaknya dari Pemkab Padangpariaman akan terus mendorong jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Padangpariaman, khususnya untuk melakukan penelitian dan pengkajian lebih jauh tentang berbagai potensi peninggalan sejarah yang ada di daerah ini. (ris)


Selasa, 17 April 2018

Sukseskan Pilkada Pemko Padang Gelontorkan Dana Rp 47,4 Milyar

Sukseskan Pilkada Pemko Padang Gelontorkan Dana Rp 47,4 Milyar

Padang (Reportase Sumbar)--- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Ir. Asnel, M.Si  menegaskan, bahwa untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota Padang Tahun 2018. Pemko Padang memberikan dukungannya dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 47,4 Milyar lebih kurang.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Ir. Asnel, M.Si saat acara Talkshow yang dihelat stasiun TV swasta iNews.TV jelang Pilkada yang dipandu Presenter Sherry Maureen Natasha, 17 April 2018

" Dana yang cukup besar tersebut telah ditetapkan jumlahnya untuk kesukseskan penyelenggaraan Pilkada Kota Padang. Adapun rinciannya, masing-masing  untuk kebutuhan KPU berjumlah sebesar Rp. 37 Milyar, kebutuhan Panwaslu sebesar Rp8 Milyar dan biaya pengaman pelaksanaan Pilkada sebesar, Rp. 2,372 Milyar," dengan total Rp. 47.372.044.000.- Sebut Asnel.

Disamping itu, Asnel juga menjelaskan seperti diketahui, tolak ukur suksesnya penyelenggaraan Pilkada yaitu terpilih Walikota dan Wakil Walikota, Meningkatnya partisipasi masyarakat dan tidak ada konflik. Karena itu potensi konflik dalam Pilkada di sebabkan Politik identitas, Daftar Pemilih, Kompanye hitam, Berita Hoax, Politik uang, Bencana Alam, dan ketidak netralan ASN harus diantisipasi sedemikian rupa.

Asnel menjelaskan sesuai data-data Pilkada Kota Padang yang di terimanya, menyatakan bahwa jumlah tempat pemungutan suara (TPS ) sebanyak 1.600 TPS. dan jumlah pemilih di DPS  536.054 orang. Mengakhiri dialog di iNews TV  Sekda Asnel mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Padang untuk dapat mensukseskan Pilkada Walikota dan Wakil Wali Kota Padang di laksanakan tanggal 27 Juni 2018.

Saat acara dialog Sekda Kota Padang ikut di dampingi Kabag. Humas Imral Fauzi, Kakan Kesbangpol Mursalim dan Kasubag. Publikasi Tafrizal. (ris)

Kamis, 12 April 2018

Kiprah TP-PKK Layak Diapresiasi Dian Fakhri : Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Kiprah TP-PKK Layak Diapresiasi Dian Fakhri : Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Padang (Reportase Sumbar)- Staf Ahli Walikota Padang Dian Fakri  menegaskan bahwa peran penting PKK dalam pemberdayaan ekonomi keluarga dalam mewujudkan kesejahtera yang selaras dan seimbang antara kemajuan lahir dan batin patut diapresiasi. PKK dengan sepuluh program pokoknya adalah gerakan yang tumbuh dari perempuan.

Hal itu diungkapkan Dian Fakri saat menyampikan sambutan Walikota pada peringatan Hari Kesatuan Gerak ke-46 tingkat Kota Padang di Palanta A. Yani, Kamis (12/4/2018) kemarin.

Lebih jauh menurut Dian, pengupayaan kesejahteraan keluarga melalui 10 Program Pokok PKK adalah hal mendasar, karena keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang mempunyai arti besar dalam pembangunan. 

"Apabila semua keluarga sudah dapat mewujudkan tata kehidupan dan penghidupannya yang sejahtera dan harmonis, tentu berimpilikasi pada terwujudnya masyarakat Kota Padang yang sejahtera," tukuknya.

Di pihak lain, Ketua Tim Penggerak Kota Padang (TP PKK) Kota Padang, Linda Alwis menegaskan, salah satu tantangan utama saat ini adalah bagaimana membudayakan PKK sesuai eksistensinya, khususnya sesuai 10 program pokoknya yaitu, penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan, dan keterampilan, kesehatan, mengembangkan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan yang sehat. "Eksistensi yang sesuai 10 program pokok PKK merupakan kekuatan strategis," ujar istri Pjs Walikota Padang itu. Untuk itu Linda berharap PKK bisa selalu eksis di tengah masyarakat Kota Padang dalam mendukung pembangunan. (ris)


Nagari Batu Kalang Kaya Potensi Sumber Daya Alam

Nagari Batu Kalang Kaya Potensi Sumber Daya Alam

Jamarusti Wali Nagari Batu Kalang

Pariaman, (Reportase Sumbar)---Nagari Batu Kalang selama ini dikenal sangat kaya dengan potensi sumber daya alamnya, terutama halnya potensi buah kelapa. Terbukti, seperti diakui Walinagari Batu Kalang, Jamarusti, setiap harinya tidak kurang puluhan ton produk kelapa mentah yang berasal dari perkebunan rakyat di daerah itu dipasarkan ke luar daerah.


"Hanya saja, salah satu permasalahan yang dihadapi selama ini, tidak kurang setiap harinya ada sekitar setengah ton dari buah kelapa tersebut yang terbuang secara percuma, karena dianggap tidak memenuhi standar, sehingga terpaksa terbuang begitu saja, atau ada yang dikubur begitu saja ke dalam tanah untuk menorong kesuburan lahan perkebunan," demikian disebutkan Walinagari Batu Kalang, H Jamarusti dihubungi di ruang kerjanya kemarin.


Padahal lanjutnya, jika saja hal itu bisa diolah sedemikian rupa, maka tidak tertutup kemungkinan sisa buah kelapa tersebut bisa diolah sedemikian rupa, mungkin diolah menjadi berbagai produk jadi," sebutnya.


Dengan alasan itulah Jamarusti berharap agar ke depannya ada pembinaan yang lebih intensif dari dinas atau instansi terkait, baik itu dinas terkait di tingkat kabupaten atau provinsi. "Sebenarnya kalau saja sisa dari buah kelapa itu bisa diolah sedemikian rupa, maka tentunya hasilnya juga akan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Jadi hasilnya tidak seperti sekarang, karena kebanyakan hanya terbuang secara percuma," imbuhnya.


Untuk itulah Jamarusti mengharapkan ke depannya perlunya pembinaan atau pelatihan dari dinas atau OPD terkait, sehingga dengan begitu, buah kelapa yang dianggap tidak produktif itu bisa dikembangkan menjadi produk layak jual, seperti halnya mengolahnya menjadi produk VCO dan lain sebagainya.


Diakuinya, di Nagari Batu Kalang sendiri, sebagian warga memang ada yang berinisiatif untuk mengolah buah kelapa menjadi produk olahan, seperti halnya mengolahnya menjadi produk kecantikan, VcO dan sebagainya. Hanya saja produk yang mereka hasilkan sifatnya masih sangat terbatas.


"Karena kalau berbicara tentang produk, tentunya juga tidak terlepas dari ketersediaan pasar yang akan menampungnya. Demikian pula produk tersebut juga perlu memenuhi standar kebutuhan pasar, termasuk tentunya perlu dilengkapi dengan kemasan yang lebih memadai.


"Jadi itulah salah satu permasalahan yang dihadapi selama ini, sehingga produk yang dihasilkan belum bisa berjalan maksimal seperti diharapkan. Makanya ke depan kita berharap adanya perhatian dari OPD terkait, sehingga nantinya produk hasil perkebunan rakyat yang ada di nagari Batu Kalang ini ke depannya bisa diolah sedemikian rupa, sehingga hasilnya bisa lebih menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sini," harapnya. YURISMAN MALALAK

Rabu, 11 April 2018

Kadiskes Padang Pariaman: Januari – Maret Ditemukan 10 Kasus HIV

Kadiskes Padang Pariaman: Januari – Maret Ditemukan 10 Kasus HIV



Padang Pariaman, (Reportase Sumbar)---Peningkatan kasus HIV di Kabupaten Padang Pariaman perlu menjadi perhatian semua pihak. Rentang waktu Januari hingga Maret 2018 ini saja, sudah ditemukan lagi 10 kasus yang terinfeksi HIV.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dr. Aspinuddin,  Selasa (10/4/2018) di aula Dinas Kesehatan Padang Pariaman kepada wartawan, disela-sela  pembukaan pertemuan Validasi Data Akses Sanitasi Calon Korong SBS. Menurut Aspinuddin, Kabupaten Padang Pariaman sudah berada pada urutan ketiga tertinggi dalam kasus HIV/AIDS di Propinsi Sumatera Barat.

“Terkait dengan terjadinya kasus sodomi terhadap puluhan anak di Sungai Limau beberapa hari lalu, setelah diperiksa si pelakunya tidak terinfeksi HIV. Sehingga korban dari sodomi tersebut dipastikan tidak terinfeksi HIV. Semula kita mengkuatirkan, jika si pelaku sudah terinfeksi HIV, maka kemungkinan besar si korbannya juga terinfeksi HIV,” kata Aspinuddin.

Semakin banyaknya ditemukan kasus warga yang terkena HIV ini, kata Aspinuddin, dihimbau kepada masyarakat, orangtua dan tokoh masyarakat lainnya agar selalu mewaspadai dan meningkatkan kontrol terhadap anak-anak. “Jika ada perilaku yang mencurigakan terhadap pergaulan anak-anak, baik sesama jenis maupun lawan jenis, patut diselidiki lebih lanjut. Jika terkait dengan kesehatan, maka segera hubungan bidan desa atau petugas Puskesmas terdekat, “ kata Aspinuddin.
Aspinuddin juga menambahkan,  peningkatan kasus HIV di Padang Pariaman juga dipicu  maraknya perilaku lesbian, gay, biseksual  dan transgender yang dikenal dengan istilah LGBT. “Ini perlu menjadi perhatian semua pihak. Tidak cukup hanya dari petugas kesehatan saja,” kata Aspinuddin.

Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Padang Pariaman Armaidi Tanjung menambahkan, perilaku seks penyimpang ini cenderung meningkat. Selain faktor lingkungan yang sunyi, jauh dari control orang lain, pengalaman pernah jadi korban pelecehan seksual, maupun dorongan dari luar seperti tayangan adengan seronoh melalui berbagai media.

“Perilaku seks bebas menjadi faktor utama dalam penyebaran virus HIV/AIDS. Berbagai bentuk perilaku seks bebas yang semuanya merupakan perilaku tidak sehat dalam reproduksi manusia. Hubungan seksual dan reproduksi sehat hanyalah melalui lembaga perkawinan, bukan dengan berganti-ganti pasangan,” kata Armaidi penulis buku Free Seks No, Nikah Yes ini.

“Dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 32,  jangankan melakukannya,  mendekati zina saja sudah dilarang. Karena  zina suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. Perilaku zina merupakan reproduksi tidak sehat,” kata Armaidi Tanjung.

Dikatakan Armaidi, perilaku seks bebas tersebut antara lain, seks pranikah,  selingkuh, kumpul kebo, pelacuran, gigolo, homoseksual, lesbian, sodomi, perkosaan dan LGBT. Sedangkan akibatnya,  setidaknya ada 12. Yakni, berkurangnya rezeki, merendahkan derajat manusia, hilangnya kehormatan wanita, anak lahir tanpa ayah, aborsi, hancurnya rumah tangga, berjangkit penyakit kelamin, terkena HIV-AIDS, munculnya mafia perdagangan wanita, mematikan rasa cinta, terputus wali nikah dan larangan  kawin dengan pezina, kata Armaidi Tanjung menambahkan. (***)


Masyarakat Batu Kalang Dambakan Pengaspalan Jalan Dari SMAN 1 Padang Sago-Pasar Padang Sago

Masyarakat Batu Kalang Dambakan Pengaspalan Jalan Dari SMAN 1 Padang Sago-Pasar Padang Sago

Wali Nagari Batu Kalang Jamarusti
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)-Masyarakat Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padangpariaman saat ini sangat mendambakan dilakukannya pengaspalan ruas jalan di nagari  tersebut. Khususnya ruas jalan yang menghubungkan SMAN I Padang Sago dan kawasan Pasar Padang Sago.

"Untuk saat  ini memang pengaspalasan ruas jalan sepanjang lebih kurang 2 KM lebih itu yang dianggap cukup mendesak, karena di samping kondisinya telah banyak berlubang, juga sehari-harinya ruas jalan tersebut  cukup ramai dilalui pengendara," demikian ditegaskan Walinagari Batu Kalang, H Jamarusti saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin.

Hal itu sebutnya memang sangat beralasan, karena di samping ramai dilewati siswa sekolah atau kalangan masyarakat umum lainnya,  selama ini ruas jalan tersebut sudah menjadi jalan alternatif utama bagi warga yang ingin menuju Kota Pariaman.
"Terutama  warga yang datang dari arah Tandikek dan sekitarnya biasanya banyak yang memilih jalur jalan ini untuk menuju Kota Pariaman. Karena jarak tempuhnya relatif lebih dekat," sebutnya.

Dengan alasan itulah Jamarusti menyebutkan, pada tahun anggaran 2018-2019 pada tahun ini, pihaknya sengaja mengusulkannya agar pengaspalan ruas jalan itu dijadikan prioritas utama pada musrembang tahun ini.

"Karena kalau saja ruas jalan tersebut telah bisa diaspal atau diperbaiki, tentu perhubungan masyarakat juga akan semakin lancar. Begitu pula dampaknya tentu juga akan sangat positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," terangnya.

Di pihak lain,  Jamarusti yang pernah mengenyam pengalaman kerja  di perusahaan Jepang dan Amerika ini juga tak luput mengapresiasi perhatian Bupati Ali Mukhni, khususnya dalam mendorong percepatan pembangunan di sekitar Nagari Batu Kalang.

"Buktinya, alhamdulillah pada tahun ini kita di nagari batu Kalang ini berhasil mendapatkan tiga paket kegiatan penting, seperti pembangunan jembatan rajang di kawasan Batang Mangur, pembangunan ruas jalan Ambacang-Mangur sepanjang 500 meter, serta pembangunan dan perbaikan irigasi Puncuruyuang yang mengairi lebih dari ratusan hektare lahan pertanian masyarakat di kawasan Nagari Batu Kalang dan sejumlah daerah lainnya," sebutnya dengan nada puas.

Disebutkan kehadiran tiga paket kegiatan yang akan dilangsungkan di Nagari Batu Kalang pada tahun ini,  sekaligus menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan sangat dirasakan oleh masyarakat Batu Kalang, terlebih lagi kehadiran sejumlah program pembangunan tersebut juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat di daerah itu.

"Makanya atas nama masyarakat dan pemerintahan nagari, kita tentunya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepedulian Bupati Ali Mukhni yang begitu peduli terhadap pemerataan pembangunan di daerahnya, tidak terkecuali di Nagari Batu Kalang sendiri," bebrnya.

Lebih jauh menurut walinagari yang sempat menerima penghargaan walinagari terbaik tiga tingkat Kabupaten Padangpariaman ini, kehadiran sejumlah proyek pembangunan di Nagari Batu Kalang tersebut jelas sangat berarti bagi masyarakat sekitar. "terlebih lagi jembatan rajang yang ada di Mangur. Betapa tidak meski sudah lima kali pergantian  kepemimpinan walinagari di Batu Kalang ini, baru saja ini mimpi itu bisa terwud. Makanya sangat  beralasan bila masyarakat setempat sangat antusias sekali menyambut kehadiran jembatan rajang tersebut," terangnya.

Ditambahkan,  wujud dari rasa terima kasih dan sikap antusias warga dalam menyambut kehadiran jembatan rajang tersebut, masyarakat setempat bahkan  telah memasang niat untuk mengadakan doa bersama, sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur atas kehadiran jembatan tersebut. "Demikian pula halnya pembangunan jalan di kawasan Ambacang-Mangur serta perbaikan irigasi Puncuryung, semua itu juga sangat mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat," sebutnya. YURISMAN MALALAK

Bupati Tetapkan 16 November 2018 Pembukaan Porprov XV Sumbar

Bupati Tetapkan 16 November 2018 Pembukaan Porprov XV Sumbar

Pariaman Pariaman, (Reportase Sumbar)--  Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni telah menetapkan tanggal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat ke-15, yaitu 16 s/d 25 November 2018.

Ketetapan tanggal pelaksanaan PORPROV ke-15 tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Jonpriadi kepada peserta rapat Persiapan Pelaksanaan PORPROV, Jumat (06/04) di ruang rapat Bupati di Pariaman.

Rapat persiapan pelaksanaan PORPROV ke-15 dihadiri panitia POPRPROV yang juga pejabat di lingkungan Pemkab Padang Pariaman, Ketua dan Sekretaris KONI Kabupaten Padang Pariaman, Wakapolres Padang Pariaman.

Menurut Sekda, tanggal ini dipilih menyesuaikan kalender akademik sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Dipilih dengan tidak menganggu kalender akademik.

"Bapak Bupati tidak ingin menganggu kalender akademik sekolah, untuk itu dipilih tanggal setelah jadwal ujian sekolah berakhir atau bertepatan dengan libur sekolah," jelas Sekda.

Selain tanggal pelaksanaan juga ditetapkan lokasi pembukaan dan penutupan, yaitu GOR Sungai Sariak di Kecamatan VII Koto.

Pemilihan GOR Sungai Sariak sendiri setelah melewati banyak pertimbangan dan melihat kesiapan dari Main Stadium Sikabu Lubuk Alung.

"Setelah melihat kesiapan pembangunan Main Stadium, bapak Bupati menilai Main Stadium milik Pemerintah Provinsi Sumbar itu belum bisa dimanfaatkan untuk acara pembukaan dan penutupan PORPROV ke-15," kata Sekda yang juga Ketua Pelaksana PORPROV ke-15 itu.

Sementara, kesiapan veneu (lokasi/gedung/tempat) pertandingan cabang olahraga berdasarkan laporan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Jon Kenedi sudah mencapai 90%.

"Dari 34 cabang olahraga yang dipertandingkan, tinggal Atletik yang belum dapat dipastikan lokasinya," lapor Jon Kenedi.

Sekda Jonpriadi pun menjelaskan bahwa untuk atletik sedang disiapkan Lapangan Pacuan Kuda Duku Banyak sebagai alternatif pertama veneu etaletik.

"Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sedang mengkaji lapangan Duku Banyak tersebut untuk disiapkan sebagai veneu atletik," tambah Jonpriadi.

Selain veneu atletik, media center dan lokasi bazaar juga belum mendapat kepastian namun beberapa alternatif sudah diapungkan untuk ditinjau untuk memastikan lokasi yang sesuai. Sementara itu Sekretariat PORPROV sendiri berada di Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahrga di Parit Malintang Kecamatan Enam Lingkung.

Data Veneu PORPROV:
1. Angkat Berat, Angkat Besi: Hall SMA Negeri V Koto Kampung Dalam
2. Aero Sport: Bukit Putuih, Kecamatan Batang Anai
3. Balap Sepeda: IKK-Sicincin-Koto Mambang-Padang Sago-Jati-Limau Puruik-V Koto Kampung Dalam-Kota Pariaman-Pauh Kambar-Lubuk Alung-Parit Malintang-IKK (jarak 120 Km).
4. Bola Basket: Lapangan Bola Basket PLN Tapakis Kecamatan Ulakan Tapakis
5. Bola Volly (Indoor dan Pasir): Kompleks Kantor Disparpora, Kecamatan Enam Lingkung.
6. Bridge: Anai Resort, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam
7. Bulu Tangkis: Hall Padang Baru Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung.
8. Balap Motor: IKK Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung.
9. Billiard: Anai Resort Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam.
10. Catur: INS Kayu Tanam, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam.
11. Dayung: Muara Anai, Kecamatan Batang Anai.
12. Gulat: SMA Negeri 2 Batang Anai.
13. Judo: Hall Sarita, Kecamatan Sungai Geringging.
14. Karate: GOR Rajo Bujang Karan Aur, Kota Pariaman.
15. Kricket: Lapangan Bola Padang Sago
16. Kempo: Hall PLN Batang Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis.
17. Menembak: IKK Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung dan MAPOLRES Padang Pariaman, Kecamatan Enam Lingkung.
18. Muathai: Terminal Angkutan Perdesaan Pasar Sungai Limau Kecamatan Sungai Limau.
19. Pencak Silat: Aula SUPM Negeri, Kecamatan V Koto Kampung Dalam.
20. Panahan: Lapangan Bola Kaki Basuang, Kecamatan V Koto Kampung Dalam.
21. Panjat Tabing: Kompleks Kantor Disparpora, Kecamatan Enam Lingkung.
22. Renang: Kolam Renang Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung.
23. Sepak Takraw: SMP Negeri 1 V Koto Timur
24. Senam: Super Hall Tapakis Palak Atok, Kecamatan Lubuk Alung.
25. Sepak Bola: GOR Sungai Sariak Kecamatan VII Koto, Lapangan PERSIS Sungai Sariak Kecamatan VII Koto, Lapangan Manunggal Pauh Kambar Kecamatan Nan Sabaris, Lapangan Pasar Kampung Dalam Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Lapangan Puabu Sicincin Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung.
Futsal: Lapangan Futsal TMC Kota Pariaman.
26. Sepatu Roda: TK Model Limpato Kecamatan VII Koto.
27. Soft Tenis: Lapangan Tenis INS Kayu Tanam Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam.
28. Taekwondo: Hall Kantor Disparpora, Kecamatan Enam Lingkung.
29. Tarung Drajat: GOR Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung.
30. Tenis Lapangan: Lapangan Tenis Karan Aur Kota Pariaman.
31. Tenis Meja: Lapangan Futsal Sikabu Kecamatan Lubuk Alung.
32. Tinju: Pasar Nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung.
33. Wushu: GOR Rajo Bujang Karan Aur, Kota Pariaman.
 
Dian fakhri Lounching Makan Buah Di SD Surau Gadang Nanggalo

Dian fakhri Lounching Makan Buah Di SD Surau Gadang Nanggalo

Padang (Reportase Sumbar)---Dian Fakri mewakili  Pjs Walikota  Padang melunching Gerakan Makan Buah di Sekolah, se Kota Padang bertempat di SD 08 Surau Gadang Kecamatan Nanggalo, Rabu (11/4).

Dalam kesempatan itu, Dian Fakri  menegaskan, bahwa kebiasaan makan buah-buah sangat berfaedah bagi kesehatan di samping dapat memacu kecerdasan berpikir para anak didik

“Untuk itu sekolah lainnya juga diharapkan agar bisa mengikuti gerakan yang dilakukan SD 08 Surau Gadang, Nanggalo ini, di samping perlunya dorongan dan dukungan penuh para orangtua untuk selalu sediakan buah-buah yang mana nanti di makan di sekolah,” tegasnya.

Lebih jauh Dian Fakri memaparkan  bahwa semua kita tahu manfaat besar buah dan sayuran untuk pertumbuhan anak, tetapi  sebaliknya kita kesulitan membekali anak dengan buah, lebih praktis memberi uang jajan, ujarnya. (ris)
Alwis Ajak ASN Pemko Sosialisasikan Arti Penting Pilkada

Alwis Ajak ASN Pemko Sosialisasikan Arti Penting Pilkada

Padang (Reportase Sumbar)-  Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Padang, Drs. Alwis mengimbau seluruh pihak terkait agar betul-betul mampu menyukseskan  pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Padang yang akan dilangsungkan tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan pertemuan terkait sosialisasi pilkada Kota Padang bersama ASN se-Kecamatan Koto Tangah di Aula kantor kecamatan setempat, Rabu (11/4) pagi. Juga hadir Ketua KPU Kota Padang, M. Sawati serta unsur Forkopimka dan semua elemen serta tokoh masyarakat di kecamatan setempat.

Alwis menegaskan, cukup banyak sebetulnya yang perlu dipahami dan disosialisasikan terkait suksesnya pelaksanaan pilkada di Kota Padang. Seperti mulai dari semua tahapan beserta aturan dan terutama meningkatkan tingkat partisipasi pemilih bagi masyarakat pada 27 Juni nanti itu. Di samping itu tentu juga bagaimana mengantisipasi apa saja yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaannya dan hal-hal teknis lainnya.

“Untuk itu kita berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, semua ASN bersama elemen terkait dan tokoh masyarakat setelah ini nantinya bisa menyampaikan pesan-pesan dan informasi di tengah-tengah masyarakat berkaitan akan pentingnya menyukseskan Pikada ini. Sebagaimana sasarannya adalah tidak hanya mencari walikota dan wakil walikota yang amanah dan peduli terhadap pemerintah dan warga Kota Padang saja, namun juga bagaimana meningkatnya partisipasi pemilih,” ujar Alwis. 

“Bagi saya pribadi sebagai Pjs Walikota, memiliki tugas pokok yaitunya bagaimana penyelenggaraan pemerintahan di Kota Padang tetap berjalan baik dan lancar kemudia menciptakan pilkada yang sukses, aman dan tertib,” ucapnya didampingi Kabag Pemerintahan Setdako, Arfian dan Kabag Humas Imral Fauzi pada kesempatan itu.

Kabag Pemerintahan, Arfian menyampaikan, kegiatan sosialisasi pilkada yang dilakukan di Kecamatan Koto Tangah kali ini merupakan kecamatan yang ke enam dari sebelas kecamatan yang ada di Kota Padang.  “Kita sangat perlu mengadakan sosialisasi dalam hal ini ke tingkat kecamatan se-Kota Padang bersama camat, lurah serta ASN dan semua elemen terkait.

 Sehingga dengan itu diharapkan, semuanya mampu menyosialisasikan dan meneruskan semua informasi yang berkaitan dengan pilkada tersebut ke tengah-tengah masyarakat. Kemudian sekaligus meluruskan informasi yang tidak benar atau terkait pelanggaran yang harus dihindari bersama.(ris)

Senin, 09 April 2018

Sukseskan Pilkada Padang , Kesbangpol Kota Padang Sosialisasikan

Sukseskan Pilkada Padang , Kesbangpol Kota Padang Sosialisasikan

Padang (Reportase Sumbar)--- Pemerintah Kota Padang melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) saat ini kian gencar-gencarnya mensosialisasikan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang yang akan dihelat pada 27 Juni 2018 mendatang. Kali ini menyasar 11 kecamatan se-Kota Padang yang dimulai di Kecamatan Padang Barat, Senin (9/4).

Sosialisasi tahapan pilkada tersebut di buka Pjs Walikota Padang diwakili Kepala Kantor Kesbangpol, Mursalim. Ia mengatakan, melalui sosialisasi tersebut pihaknya bertekad menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang itu secara demokratis, aman dan damai.

“Dengan sosialiasasi ini, kita ingin memberikan pemahaman serta meningkatkan koordinasi antara semua pihak dan elemen terkait, sehingga penyelenggaraan ‘Pilkada Badunsanak ini’ berjalan dengan tertib dan lancar,” terang Kepala Kesbang Pol Pemko Padang, Mursalim.

Ia menyebutkan, dalam menciptakan Pilkada dapat berjalan secara baik memang mengharapkan peran aktif semua elemen terkait di samping pemerintah. Seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, para pendidik serta aparat keamanan.

Lebih lanjut dikatakan Mursalim, dibandingkan pelaksanaan pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih di Kota Padang yang menggunakan hak pilihnya memang masih terbilang minim, yaitu masih berkisar 40 persen pemilih wajib tidak menjalankan hak pilihnya. 

“Alasannya macam-macam, ada yang mengatakan tidak terdaftar, ada yang terddaftar tapi tidak menyalurkan hak pilihnya. Maka itu, kepada warga Kota Padang mari kita gunakan hak pilih pada 27 juni nanti. Dan bagi yang belum terdaftar sebagai pemilih, masih ada kesempatan untuk mendaftar sampai 13 April nanti,” ulas mantan Kabag Humas itu. (ris)
ASN Mesti Melek Tentang Pengadaan Tanah

ASN Mesti Melek Tentang Pengadaan Tanah


Padang (Reportase Sumbar)---Pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, pada hakikatnya adalah kegiatan yang bertujuan menyediakan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, bangsa dan negara.


 “Oleh karena itu, pemerintah daerah mestinya harus bisa menjamin selalu tersedianya tanah dan dana untuk kepentingan umum tersebut. Kemudian, semuanya perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan kepentingan masyarakat. Sehingga lahirlah Undang-undang (UU) No.12 Tahun 2012 tentang ,” demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kota Padang, Asnel sewaktu membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang hal terkait di Hotel Daima Padang, Senin (9/4).

“Jadi, pengadaan tanah dalam UU ini diartikan sebagai kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberikan ganti kerugian dengan layak dan adil kepada pihak yang bersangkutan. Istilah yang digunakan tidak lagi ganti rugi tetapi ganti kerugian,” jelasnya lagi. Asnel menambahkan, ketentuan itu juga memberikan perubahan yang sangat mendasar dalam tata cara yang harus diikuti dalam pengadaan tanah dari ketentuan sebelumnya. Dimana dilakukan dengan mekanisme pembentukan panitia atau yang dikenal Panitia Sembilan. Sedangkan pengadaan tanah berdasarkan UU No.2 Tahun 2012 dilakukan secara terencana melalui 4 tahapan. Yaitu tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyerahan hasil.

“Karena tanpa adanya kesamaan persepsi dalam memahami aturan yang berlaku ini tentu bisa menimbulkan permasalahan. Seperti perdebatan yang panjang yang sangat dimungkinkan pelaksanaan pengadaan tanah menjadi terbengkalai dan melampaui batas waktu yang telah ditentukan. Apalagi dampak selanjutnya adalah dana yang telah tersedia untuk pembangunan dan pembebasan tanah tidak dapat terserap secara optimal,” bebernya.

Oleh karena itu, tambahnya lagi, semua OPD Bimtek ini menjadi bukti keseriusan Pemko Padang dalam menerapkan UU No.2 Tahun 2012 dan peraturan pendukung lainnya itu. Yang mana pengadaan tanah akan dilakukan pada masing-masing OPD yang membutuhkan tanah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Padang, Hermen Peri menyebutkan, ada beberapa sasaran dari pelaksanaan Bimtek tersebut diantaranya dimaksudkan agar seluruh OPD di lingkungan Pemko Padang memiliki pemahaman atau persepsi yang sama dalam melaksanakan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Kemudian agar pelaksanaan pengadaan tanah yang diselenggarakan oleh setiap OPD dapat berjalan sesuai yang diamanatkan dalam UU No.2 Tahun 2012 beserta aturan dan pelaksanaannya. 

Ditambahkannya, kegiatan Bimtek tersebut dilandasi UU No.2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Selanjutnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 148 tahun 2015 tentang Perubahan ke empat atas Perpres No.71 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Kemudian juga ada peraturan lainnya.  Adapun sebagai narasumber Bimtek menghadirkan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) , Kemendagri, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), Pengadilan Negeri Padang dan BPN Kota Padang.(rel)

Minggu, 08 April 2018

Josrizal Zein Apresiasi  Bupati Ali Mukhni

Josrizal Zein Apresiasi Bupati Ali Mukhni

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Ketua Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi, (Akopsi) Provinsi Sumatera Barat, Josrizal Zein mengaku sangat mengapresiasi komitmen dan kepedulian Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di daerahnya, khususnya dalam memperhatikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya.

"Lebih khusus lagi misalnya dalam hal  penyediaan fasilitas air minum dan sanitasi. Sebagai contoh, hingga Mei 2018 tahun ini, Pemkab Padangpariaman bahkan sudah memprogramkan pengadaan jamban untuk 100 korong di Kabupaten Padangpariaman.

Selanjutnya, hingga akhir tahun ini juga ditargetkan sudah tidak ada lagi masyarakat di Kabupaten Padangpariaman yang buang air sembarangan,"  demikian ditegaskan Ketua Akopsi Provinsi Sumatera Barat, Josrizal Zein, menjawab pertanyaan wartawan Jumat kemarin, usai menggelar pertemuan dengan jajaran pemerintahan Kabupaten Padangpariaman.

Itu artinya lanjut mantan Ketua DPW Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat ini, Padangpariaman di bawah kepemimpinan Ali Mukhni agaknya ingin bergerak lebih cepat lagi dalam merealiasikan target 100 persen jamban di Kabupaten Padangpariaman. Karena secara nasional sendiri, pemerintah pusat baru menargetkan pencapaian 100 persen jamban sehat baru bisa terealisasi pada tahun 2019 mendatang.

Tingginya perhatian pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam mewujudkan keberadaan sanitasi sehat di Padangpariaman, juga bisa terlihat dari terealiasinya akses jamban sehat di Kabupaten Padangpariaman yang mencapai 63,15 persen.

Lebih jauh menurut mantan Walikota Payakumbuh dua periode ini, target yang dicanangkan Bupati Padangpariaman dimaksud jelas perlu didukung  semua pihak di daerah ini, termasuk diantaranya dukungan dari  masyarakat, serta OPD terkait lainnya.

"Karena untuk bisa mewujudkan itu semua tentu sangat dibutuhkan adanya sinergitas, kolaborasi dan kerjasama melibatkan semua pihak. Termasuk diantaranya dalam mengubah minshet atau perilaku masyarakat dalam memahami arti pentingnya mewujudkan sanitasi yang sehat," bebernya.

Demikian pula halnya dukungan dari pihak terkait lainnya, seperti dukungan dari pihak DPRD, pihak media, serta jajaran stakeholder lainnya.

"Karena seperti diketahui, jika sanitasi sehat telah bisa diwujudkan, maka tentunya juga akan bisa berdampak terhadap taraf kesehatan masyarakat. Dan kalau masyarakatnya sudah sehat, tentu juga dampaknya akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Demikian pula halnya dampaknya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat," tegasnya.

Dalam hal ini, pihaknya dari Akopsi lanjut Josrizal Zein tentunya sangat mendukung program Pemkab Padangpariaman dimaksud, demikian pula halnya dalam mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat yang nantinya juga akan bisa dibantu oleh Lembaga Pengkajian dan pemberdayaan Masyarakat atau (LP2M).

Di pihak lain, dalam pertemuan Jumat kemarin di ruangan pertemuan kantor Bupati Padangpariaman, Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Aspinuddin, yang bertindak mewakili Bupati Padangpariaman menegaskan, bahwa Pemkab Padangpariaman di bawah kepemimpinan Bupati Ali Mukhni memang sangat konsen dalam mewujudkan sanitasi sehat di Kabupaten Padangpariaman.

"Bahkan untuk mewujudkan itu semua, Bupati telah mengultimatum para camat di Kabupaten Padangpariaman, bagi yang tidak mampu merealiasikannya  hingga 2019 mendatang, maka yang bersangkutan bisa saja dipecat dari jabatannya.

Bahkan, keinginan Pak Bupati  kalau bisa hendaknya pada tahun 2018 ini, Kabupaten Padangpariaman juga telah bisa merealiasikan 100 persen jamban seperti yang ditargetkan pemerintah pusat pada tahun 2019 mendatang," sebutnya.

Aspinuddin mengakui, memang ada  beberapa kendala untuk bisa mewujudkan target pendadaan jamban sehat dimaksud,   diantaranya  alasan tidak adanya dana masyarakat untuk membangunnya. "Makanya Pemkab  Padangpariaman akhirnya berupaya mencarikan solusi.

Salah satunya  melalui bantuan Badan Amil Zakat (BAZ) Padangpariaman untuk membangun 100 jamban di Kabupaten Padangpariaman. Selain itu, dukungan pendanaan lainnya juga kita upayakan melalui CSR atau dana sosial dari sejumlah perusahaan lainnya," imbuhnya.

Di pihak lain, Zainal Abadi selaku Koordinator Advokasi Sanitasi dari LSM Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) mengakui kesiapan pihaknya  untuk bahu membahu dan bekerjasama dengan jajaran pihak pemerintah dan masyarakat Kabupaten Padangpariaman, khususnya dalam merealiasikan sanitasi sehat di daerah ini.

Demikian pula halnya untuk merealiasikan target pencapaian 100 persen jamban sehat secara nasional pada tahun 2019 mendatang di Kabupaten Padangpariaman. "Makanya nanti kita akan berupaya melakukan penguatan kelembagaan di samping memberikan advokasi kepada masyarakat, termasuk bagaimana merubah perilaku  masyarakat terkait arti pentingnya mewujudkan sanitasi sehat di tengah masyarakat. Untuk semua tentunya sangat dibutuhkan dukungan dari semua elemen yang ada," terangnya. (ris)