Selasa, 20 Maret 2018

Tiga Tahun Terakhir Ditenggarai 37 Ribuan Kontraktor Swasta Alami Bangkrut?

Pekerjaan Bangunan Sedang Mecor Lantai Jembatan (Fhoto Kontan.Co.Id)
JAKARTA (Reportase Sumbar)---- Ditenggarai sejak tiga tahun terakhir  sedikitnya ada sekitar 37 ribuan kontraktor swasta di tanah air yang terancam bangkrut  Seperti dirilis okezone.com, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mencatat adanya sebanyak 37.000 perusahaan kontraktor swasta mengalami kebangkrutan dalam tiga tahun terakhir.

Seperti diakui Wakil Ketua Umum III Gapensi, Bambang Rahmadi , data tersebut dilihat dari penurunan jumlah anggota Gapensi dari sekitar 80.000 saat ini tinggal 43.000 anggota.

"Itu berarti turun terus. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, karena enggak ada kerjaan, atau ada kerjaan lama-lama enggak dibayar akhirnya bangkrut juga. Itu fakta," ujarnya.

Disebutkan, meski perusahaan kontraktor swasta telah mengantongi porsi 45% dari total proyek infrastruktur yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah. Mereka menilai, porsi tersebut masih kecil dibandingkan porsi yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang menggenggam 55% proyek infrastruktur.

Untuk itu Bambang meminta pihak pemerintah meningkatkan porsi swasta. Sebab, jatah 45% terdistribusi kepada 140.000 kontraktor.

"BUMN kemudian itu hanya dibagi 8 kontraktor sementara ada 140.000 kontraktor kebagian kuenya hanya kurang lebih 45% kan ini timpang," kata dia.

Sekadar informasi, kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2015-2019 sebesar Rp4.769 triliun. Adapun APBN dan APBD hanya mampu membiayai sebesar Rp1.951,3 triliun atau setara dengan 41,3%.
Sisanya, sebanyak Rp2.817,7 triliun atau setara 22,2% akan dialokasikan untuk BUMN dan sebesar Rp1.751,5 triliun atau setara 36,5% diharapkan berasal dari partisipasi pihak swasta, seperti dirilis okezone.com.. (*i)

SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: