Jumat, 09 Maret 2018

Kisah Teladan Nabi Muhammad (1) Tiap Pagi Suapi Pengemis Buta di Sudut Pasar Madinah

Fhoto Ilustrasi/Sumber Fhoto Internet
----Alkisah ada seorang pengemis buta dari kalangan Yahudi yang berdiam di sudut pasar Madinah. Karena rasa bencinya terhadap Nabi Muhammad, SAW, maka saban hari dia selalu mengajak orang sekitarnya agar tidak mendekati Nabi Muhammad.  “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya,” ujarnya.

Ucapan serupa selalu diucapkannya setiap kali ada orang yang mendekatinya. Bahkan dia seolah tak pernah jera untuk berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Namun begitu, tanpa sepengetahuannya Rasulullah SAW sendiri justru selalu rutin mendatanginya setiap pagi. Bukannya untuk membalas segala hal buruk yang telah dilakukannya, melainkn untuk membawakannya makanan. Rasulullah SAW juga selalu menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu tanpa pernah berkata barang sepatah  pun. Kebiasaan Rasul ini berlangsung hingga menjelang Beliau SAW wafat. Hingga setelah Rasulullah wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan secararutin setiap paginya kepadanya.

Hingga, suatu hari rumah Aisyah (isteri Nabi) dikunjungi oleh ayahnya Abu Bakar yang kemudian bertanya kepadanya. “Hai Anakku, adakah sunnah kekasihku (Nabi Muhammad SAW) yang belum aku kerjakan?” Aisyah pun menjawab,

“Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah. Hampir tidak ada lagi sunnah Nabi yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja.” Abu Bakar  pun kemudian bertanya kembali “Apakah Itu?”, Aisyah pun menjelaskan bahwa setiap pagi Rasulullah SAW selalu rutin pergi ke ujung pasar membawakan makanan untuk kemudian memberikannya kepada seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana.”

Setelah itu, Abu Bakar r.a pun langsung pergi ke pasar  mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan pada keesokan harinya. Namun, Ketika Abu Bakar menyuapinya, pengemis itu marah dan berteriak, “Siapakah kamu?” Abu Bakar pun menjawab, “Aku orang yang biasa,” pengemis buta itu kembali berteriak mengatakan “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri.”

Seketika, air mata Abu Bakar tidak dapat terbendung dan kemudian menangis seraya mengatakan “aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.” Pengemis itu pun sontak ikut menangis setelah mendengar cerita Abu Bakar r.a dan mengatakan “Benarkah demikian?. Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.” Dan dihadapan Abu Bakar r.a, pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya langsung mengucapkan dua kalimah syahadat.

disarikan dari islampos.com



SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: