Minggu, 28 Januari 2018

Warga Gempar, KH Umar Basri Dianiaya OTK

Kondisi KH Umar Basri (60) Ketika Berada di Rumah Sakit ( Fhoto : liputan6.com)
Kabupaten Bandung, (Reportase Sumbar) – Masyarakat Cicalengka digemparkan aksi penganiayaan yang dialami salah seorang kyai kharismatik di wilayah itu. Dalam hal ini KH Umar Basri (60), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Cicalengka, 

Seperti dikutip dari detik.com, gerak-gerik orang tidak dikenal atau terduga pelaku penganiayaan KH Umar Basri (60), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sempat disaksikan oleh sejumlah santri. "Menurut santri yang menyaksikan, pelaku datang seusai Salat Subuh, pelaku sempat salat satu rakaat," ujar salah satu santri dan kolega Pesantren Al Hidayah Iwan Ismail (35) kepada wartawan di Pesantren Al-Hidayah Kampung Santiong 03/03, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1/2018).

Iwan mengungkapkan usai menunaikan salat subuh seluruh santri sungkem kepada pak kyai. Ba'da wiridan sama pak kyai, santri-santri keluar dan menuju ke madrasah untuk melakukan pengajian bada subuh. "Setelah itu tinggal satu orang santri yang terakhir menunggu karena ada satu orang yang tak dikenal (diduga pelaku), santri itu mengira apakah orang itu mau ketemu pak kyai atau tidak, tetapi orang asing ini tidak sungkem-sungkem ke pak kyai," ungkap Iwan.

Kemudian KH Umar memerintahkan santri itu untuk mematikan lampu masjid. Usai lampu dimatikan, santri itu meninggalkan kyai dengan pelaku. Saat santri ini meninggalkan masjid, peristiwa penganiayaan ini terjadi, dan pelaku melarikan diri tanpa ada saksi yang melihatnya. "Di situlah tidak ada saksi terjadinya penganiayaan dan pemukulan itu," tutur Iwan.

Ditemukan banyak bercak darah di tembok masjid. Kemudian kyai Umar dibawa ke madrasah, sebelum dilarikan ke rumah sakit.Dari informasi yang dihimpun detikcom, luka akibat penganiayaan itu berada di bagian pipi, bibir, hidung dan lebam di wajah.

"Untuk terduga pelaku ciri-ciri sudah kami berikan kepada polisi, sekarang sedang di BAP, ini tidak bisa disebutkan masih dalam tahap penyelidikan. Motifnya belum diketahui, apakah orang ini waras atau tidak waras, atau ada motif tertentu. Karena pak kyai di sini orang kesepuhan dan di sepuhkan," jelas Iwan.  (*)

SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: