Selasa, 28 November 2017

Panwaslu Padang Pariaman Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif

Panwaslu Padang Pariaman Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif

Komisioner Bawaslu Propinsi Sumatera Barat Vifner Didampingi Komisioner Panwaslu Padang Pariaman Zainal Abidin, Anton Ishaq dan Syaiful Al Islamy, Ketika Memberikan Arahan Dihadapan Peserta Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Senin 27 November 2017, di aula Al Madina Hotel Pariaman ( Fhoto : Istimewa)
Pariaman (Reportase Sumbar)---Untuk menggalang keikut sertaan seluruh komponen masyarakat dalam mengawasi pemilihan umum serentak untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD dan Pemilihan Presiden dan Wakil akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 19 April 2019 mendatang. Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Padang Pariaman, Senin (27/8) mengelar sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif.

Kegiatan pengawasan pemilu partisipatif tersebut dihadiri tokoh-tokoh masyarakat, ormas/okp se Kabupaten Padang Pariaman. Dengan nara sumber komisioner Bawaslu Propinsi Sumatera Barat Vifner, SH, MH, serta Akademisi yang berasal dari Universitas Negeri Padang Dr. Eka Vidya Putra dan komisioner Panwaslu Kabupaten Pariaman.

Ketua Panwaslu Kabupaten Padang Pariaman Zainal Abidin, SH mengatakan, pengawasan pemilu partisipatif ini penting digelar mengingat dengan terbatasnya jumlah sdm pengawas dalam mengawasi pemilu. Untuk itu peran serta seluruh komponen masyarakat sangat diperlukan. Karena keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif ditegaskan aturan perundang-undangan tentang peran KPU melakukan strategi pengembangan pengawasan partisipatif pemilu.

Komisioner Bawaslu Propinsi Sumatera Barat Vifner menyebutkan,sosialisasi pengawasan partisipatif dilakukan agar masyarakat bisa terlibat langsung dalam mengawasi pemilihan umum. Karena dengan optimalnya pengawasan pemilu dilakukan diharapkan pemilu tahun 2019 mendatang akan berjalan transparan, akuntabel dan minimnya pelanggaran.

Vifner menegaskan, Pemilu tahun 2019 yang akan memilih anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden tentunya haruslah didukung dengan pengawasan yang optimal untuk mewujudkan keadilan pemilu di Indonesia. Makanya, keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pemilu menandakan kedaulatan masyarakat atas terciptanya pemilihan umum yang transparan dan berintegritas.

Mantan Ketua KNPI Padang Pariaman dan Ketua KPU Padang Pariaman itu menambahan, dilakukannya pengawasan partisipatif diharapkan akan dapat  menutupi kekurangan pelaksanaan pengawasan pemilu yang dikarenakan terbatasnya jumlah pengawas pemilu di setiap tingkatan.

" Jadi masyarakat jangan takut melakukan pengawasan pemilu, karena keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif ditegaskan didalam peraturan perundang-undangan tentang peran panwaslu kabupaten dalam melakukan strategi  pengawasan partisipatif pemilu," ulasnya.

Sementara itu Akademisi Eka Vidya Putra memaparkan, untuk mewujudkan pemilu yang transparan maka upaya yang dilakukan Panwaslu Kabupaten Padang Pariaman melibatkan masyarakat dalam pengawasan pemilu sudah sangat tepat.

" Karena dengan sangat terbatasnya jumlah pengawas pemilu, maka keterlibatan masyarakat di semua level untuk ikut andil dalam pengawasan pemilu sangatlah diperlukan. Sehingga pemilu yang jujur,adil, akuntabel akan dapat diwujudkan, " tukasnya.

Pada kesempatan itu juga, Ketua Panwaslu Kabupaten Padang Pariaman Zainal Abidin yang didampingi Pimpinan Panwaslu Padang Pariaman Syaiful Al Islamy, Anton Ishaq dan Kepala Sekretariat Nazwir menyebutkan, pengawasan pemilu partisipatif ini merupakan domain penting yang harus dilakukan secara simultan dan comprehensif.
Untuk itu peran serta seluruh komponen masyarakat sangat diperlukan.
Peran Panwaslu dengan melakukan  strategi pengawasan partisipatif ini akan berdampak positif terhadap kualitas dan prosedural dalam semua tahapan pemilu.

Panwaslu Padang Pariaman saat ini telah memetakan tahapan-tahapan yang rawan terhadap pelanggaran pemilu. Untuk itulah Panwaslu Kabupaten Padang Pariaman akan merapatkan barisan untuk melakukan pencegahan pada setiap tingkatan.

" Jika berkaca pada pemilu-pemilu sebelumnnya tahapan yang paling rawan pelanggaran itu adalah pada tahapan kampanye dan pungut-hitung suara, hampir sama dengan persoalan yang dihadapi secara nasional. Untuk mengantisipasi hal tersebut kita bersama jajaran telah mempersiapkan strategi pencegahannya. Namun, demikian keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pemilu tentu sangat-sangat diperlukan," ulasnya

(rilis)

Kamis, 23 November 2017

Jembatan Lubuak Tano Harapan Baru Bagi Masyarakat Koto Baru

Jembatan Lubuak Tano Harapan Baru Bagi Masyarakat Koto Baru


VII Koto (Reportase Sumbar)---Kehadiran jembatan Lubuak Tano, yang menghubungkan Kecamatan Padang Sago dan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariamantak ubahnya bak harapan baru bagi masyarakat Koto Baru dan sekitarnya. Pasalnya dengan kehadiran jembatan sepanjang lebih kurang 120 meter itu, tentunya bakal menjadikan akses transfortasi masyarakat Koto Baru menuju Sungai Sariak bisa lebih lancar lagi. Begitu pula sebaliknya.

Seperti diakui Walinagari Koto Baru, Zulhendrayani. Menurutnya, hal itu memang sangat beralasan sekali, karena selama ini untuk menuju ke Pasar Sungai Sariak misalnya, warga yang datang dari arah Pasar Padang Sago terpaksa harus menempuh perjalanan sepanjang 19 kilometer jika melewati Simpang Puungguang Ladiang Kota Pariaman. Sementara, jika menempuh jalur lain, yaitu melalui ruas jalan SMAN I Padang Sago jaraknya bisa mencapai 14 kilometer, sebelum sampai ke Pasar Sungai Sariak. "Jadi bagaimana tidak senang warga disini menyambut kehadiran jembatan tersebut, karena dengan kehadiran jembatan itu jarak tempuh dari Padang Sago ke Pasar Sungai Sariak, hingga sampai ke jalan provinsi Pariaman-Sicincin hanya sekitar 4 kilometer saja," terang Zulhendrayani.

Makanaya dengan alasan itu pula, sebagai syukur masyarakat Koto Baru dalam menyambut kehadiran jembatan Lubuak Tano dimaksud, pihaknya dari pemerintahan nagari Koto Baru bahkan telah bernazar atau memasang niat, jika saja pengerjaan jembatan itu nantinya telah bisa dirampungkan, maka pihaknya bakal menggelar hajatan menyembleih hewan kerbau untuk menggelar acara do'a bersama.

Selaku walinagari, atas nama seluruh masyarakat Koto Baru, Zulhendrayani mengaku pihaknya jelas sangat mengapresiasi komitmen Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni untuk bisa menuntaskan pembangunan jembatan tersebut. "Karena Pak Bupati Ali Mukhni sendiri bahkan menginginkan agar jembatan itu sediaya sudah bisa dirampungkan secepatnya, sehingga diharapkan sudah bisa diresmikan sekitar Desember 2018 mendatang," terangnya.

Karena itulah, sesuai rencana yang ditegaskan sendiri oleh Bupati Ali Mukhni kepada dirinya selaku walinagari, bahwa anggaran pembang
unan jembatan Lubuak Tano dimaksud kembali akan dianggarkan Pemkab Padangpariaman melalui APBD untuk tahun 2018 mendatang, sehingga dengan begitu pengerjaannya diharapkan sudah bisa rampung pada akhir tahun 2018.

"Tapi khusus untuk program pelebaran jalan menuju ke jembatan Lubuak Tano tersebut, rencananya baru akan dilanjutkan setelah pembangunan jembatan Lubuak Tano selesai dirampungkan," terangnya.

Seperti diketahui menurut Zulhendrayani, program pembangunan jembatan Lubuak Tano dimaksud nantinya akan diikuti pula dengan program pelebaran jalan, antara Simpang Tiga Pasar Padang Sago hingga kawasan Tungka Kampuang Panyalai, yang terletak di tepi sungai Batang Mangau yang melintas di atas jembatan Lubuak Tano.

"Yang jelas kehadiran jembatan Lubuak Tano ini merupakan salah satu proyek monumental sekaligus program emas yang pernah digagas oleh Bupati Ali Mukhni. Karena, selain jembatan ini merupakan salah satu jembatan terpanjang di Kabupaten Padangpariaman, nantinya jembatan itu juga berpotensi menjadi jembatan termegah di Kabupaten Padangpariaman. Sebab, seperti harapan Pak Bupati, meliau menginginkan kawasan di sekitar jembatan  tersebut nantinya juga bisa berkembang menjadi kawasan wisata baru di Kabupaten Padangpariaman," terangnya.

Demikian pula program pelebaran jalan menuju jembatan Lubuak Tano dimaksud, juga tentunya manfaatnya sangat besar bagi masyarakat Koto Baru dan sekitarnya, karena dengan begitu mereka bisa lebih mudah lagi mengangkut hasil pertanian mereka ke luar daerah. Demikian pula halnya dengan akses transportasi masyarakat juga tentunya akan semakin lancar pula.

"Betapa tidak, karena setiap harinya tidak kurang dari seribuan pengendara yang memanfaatkan jembatan itu selama ini, meski bentuknya baru berupa rajang. Jadi bisa dibayangkan bila jembatan Lubuak tano itu nantinya telah rampung sepenuhnya, tentu akan semakin banyak lagi kendaraan yang akan melewatinya. Termasuk diantaranya kendaraan roda empat," imbuhnya.

Di pihak lain Zulhendrayani juga berharap, agar ke depannya pembangunan jembatan Lubuak Tano dan pelebaran jalan menuju kawasan itu nantinya juga bisa diikuti dengan pelebaran jalan Padang Sago-Pungguang Ladiang hingga nantinya pelebarannya bisa diteruskan hingga terhubung ke ruas jalan Koto Mambang. "Karena jika ruas jalan itu telah diperlebar, maka tentunya nanti akan bisa berkembang menjadi jalan alternatif utama, sebagai jalan penghubung antara Kecamatan Padang Sago-Kota Pariaman dan Kecamatan Patamuan," terangnya.

Di pihak lain, seperti ditegaskan Bupati Ali Mukhni beberapa waktu lalu, bahwa keinginan untuk membangun jembatan Lubuak Tano memang telah cukup lama diidamkan pihaknya. Bahkan, keinginan itu sebut Bupati telah muncul saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati Padangpariaman, yang saat itu berpasangan dengan Bupati Padangpariaman, almarhum H Muslim Kasim. Makanya sangat beralasan, jika Bupati Ali Mukhni akhirnya terlihat begitu serius untuk bisa mewujudkan kehadiran jembatan Lubuak Tano dimaksud. Terbukti, dalam beberapa kesempatan orang nomor satu di Kabupaten Padangpariaman itu, sering terlihat langsung turun tangan memonitor pengerjaan jembatan di kawasan itu. (yurisman malalak)
Masyarakat Sambut Baik Pembukaan dan Pengembangan Jalan Sungai Asam-Koto Mambang

Masyarakat Sambut Baik Pembukaan dan Pengembangan Jalan Sungai Asam-Koto Mambang

Camat 2 x 11 Enam Lingkung Azwarman Bersama Wali Nagari Sungai Asam Ketika Menijau Pengerjaan Jalan Sungai Asam Koto Mambang Beberapa Waktu Lalu ( Fhoto : Istimewa )
2 x11 Enam Lingkung (Reportase Sumbar)---Masyarakat Sungai Asam Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung dan sekitarnya agaknya sangat menyabut baik pembukaan dan pengembangan ruas jalan Simpang Koto Tigo Mambang , Kecamatan Patamuan menuju Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman.

Pasalnya, pembukaan ruas jalan di kawasan itu nantinya diyakini akan sangat berdampak positif terhadap pengembangan daerah sekitar. Termasuk diantaranya hadirnya daya tarik wisata baru, seperti terlihat di kawasan Bukit Mandiangin, yang letaknya tidak begitu jauh dari Simpang Koto Mambang.

Sebagaimana hasil pantauan saat media ini mengunjungi kawasan itu bersaama Camat 2 X 11 Enam Lingkung, Azwarman dan Walinagari Sungai Asam, Yuliasman kemarin, dimana terlihat view atau pemandangan di sepanjang ruas jalan Simpang Koto  Mambang yang melintasi sejumlah korong di Nagari Sungai Asam terlihat begitu asri, karena melintasi kawasan perkebunan warga, didukung kontur tanahnya yang berbukit-bukit.

Terlebih lagi di sekitar kawasan Bukit Mandiangin yang letaknya tidak begitu jauh dari Simpang Koto Mambang arah Nagari Sungai Asam, dengan viewnya yang demikian memikat. Karena di samping lokasinya berada di ketinggian, sehingga kita bebas memandang ke daerah sekitar, juga ada pemandangan lain yang tak kalah menariknya, yaitu pemandangan Gunung Tandikek dan Singgalang yang juga bisa terlihat sangat jelas dari kawasan itu.

Dengan alasan itu pula, saat berkunjung ke kawasan itu kemarin, baik Camat Enam Lingkung Azwarman maupun Walinagari Sungai Asam tak ingin melewatkan momen spesial tersebut, dengan mengabadikannya melalui kamera handphone.

"Saya tidak menyangka sama sekali, jika pemandangan di sini ternyata sangat indah dan begitu menakjubkan," demikian ditegaskan Camat Enam Lingkung Azwarman, saat mengunjungi Bukit Mandiangin kemarin, atas ajakan Walinagari Sungai Asam, Yuliasman.

Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, saat itu sejumlah pekerja tampak tengah sibuk mengkebut pekerjaan, berupa pengerasan jalan dalam rangka persiapan pengaspalan ruas jalan di kawasan itu.

Bahkan tidak hanya itu sebut Azwarman, didukung pemandangannya yang demikian asri, tidak tertutup kemungkinan kawasan di sepanjang ruas jalan Koto Mambang Sungai Asam itu nantinya bakal bisa mengundang daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Diakuinya, dengan adanya pembukaan ruas jalan Simpang Koto Mambang-Sungai Asam, yang terhubung langsung dengan ruas jalan menuju Bukittinggi, via Tandikek dan Malalak itu, ke depannya juga bakal berdampak positif terhadap pengembangan daerah-daerah di sepanjang ruas jalan tersebut.

Di samping tentunya bisa lebih mempermudah akses transportasi serta jalur perhubungan antar nagari maupun antar kecamatan. "Selain itu tentunya, dengan dibukanya ruas jalan ini, berbagai peluang usaha baru juga akan terbuka dengan sendirinya, demikian pula halnya kehadiran sejumlah pemukiman baru lainnya," ujar Azwarman, yang diamini Walinagari Sungai Asam.

Senada dengan itu, Walinagari Sungai Asam, Yuliasman mengakui jika warga Sungai Asam sendiri sangat antusias menyambut kehadiran ruas jalan tersebut. Pasalnya, dengan terbukanya ruas jalan di kawasan itu, maka masyarakat Sungai Asam nantinya bisa lebih mudah mengangkut hasil bumi ke luar daerah. Terlebih lagi di sepanjang ruas jalan tersebut banyak ditemukan lahan perkebunan masyarakat.

"Makanya dengan telah dibukanya ruas jalan ini, maka tentunya lahan yang terdapat di sepanjang ruas jalan Koto Mambang Sungai Asam ini nantinya tentu akan bisa lebih berkembang lagi. Demikian pula masyarakat Sungai Asam nantinya juga akan lebih leluasa lagi untuk bisa menggarap lahan perkebunan milik mereka yang banyak terdapat di sepanjang ruas jalan ini," ungkapnya.

Dengan alasan itu pula, Yuliasman mengakui jika masyarakat Sungai Asam jelas sangat mendukung pembukaan dan pengembangan ruas jalan tersebut. Terlebih sebelumnya, warga telah cukup lama menantikan agar ruas jalan itu bisa terealisasi seperti diharapkan. "Seperti kita saksikan sendiri, bahwa masyarakat Sungai Asam ternyata sangat antusias sekali menyambut kehadiran ruas jalan ini. Betapa tidak, dengan kehadiran ruas jalan ini, maka lahan perkebunan masyarakat akan bisa diproduktifkan lagi. Begitu pula kampung mereka juga akan bertambah rancak dibuatnya," imbuhnya.  

Diakuinya, sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pembukaan ruas jalan tersebut, terlihat dari  kesediaan warga menyerahkan lahan mereka, meski hanya dalam bentuk ganti rugi bangunan atau tanaman.

Seperti diketahui lanjut Yuliasman, selama ini lahan perkebunan di sepanjang ruas jalan tersebut kebanyakan ditanami karet, sawit di samping sejumlah komoditi perkebunan lainnya. Makanya, dengan adanya pembukaan ruas jalan tersebut, ke depannya lahan di kawasan itu diharapkan bisa lebih dioptimalkan lagi, termasuk diantaranya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan berbagai jenis usaha baru.

Sebagaimana diketahui, ruas jalan Koto Mambang Sungai Asam sendiri  nantinya akan terhubung langsung menuju kawasan Tugu Coklat di Nagari Parit Malintang. Itu artinya, ruas jalan ini nantinya bakal memperpedek jarak tempuh dari Koto Mambang atau Sungai Asam menuju Kantor Bupati Padangpariaman di Nagari Parit Malintang.

Juga tidak kalah pentingnya, ruas jalan ini juga bisa terakses langsung menuju Kawasan Terpadu  di kawasan Tarok di Nagari Kapalo Hilalang. "Karena itulah selaku pemerintahan nagari kita  tentu sangat berharap agar kiranya pembangunan ruas jalan ini bisa cepat rampungnya, sehingga nantinya dampaknya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat," harap Yuliasman.

Di pihak lain, seperti diakui Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni,  beberapa waktu lalu, pembukaan ruas jalan Koto Mambang - Sungai Asam bakal berdampak positif terhadap pengembangan daerah di sepanjang ruas jalan tersebut. Tidak kalah pentingnya lanjut Bupati, pengembangan ruas jalan di kawasan itu juga tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk mengembangkan sejumlah jaringan ruas jalan baru menuju kawasan pusat ibukota kabupaten, maupun menuju kawasan terpadu yang terdapat di Nagari Kapalo Hilalang, yang saat ini pembukaannya masih tengah berlangsung.  (yurisman malalak)
Ruas Jalan Palak Tabu, Harapan Baru Masyarakat Sungai Geringging

Ruas Jalan Palak Tabu, Harapan Baru Masyarakat Sungai Geringging


Sungai Geringging ( Reportase Sumbar)--Keberadaan ruas jalan Sungai Geringging yang terhubung dengan Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, via kawasan Palak Tabu, agaknya mampu memberikan harapan baru bagi masyarakat Sungai Geringging dan  sekitarnya.

Pasalnya, kehadiran dan keberadaan ruas jalan tersebut tidak hanya bakal semakin memudahkan akses transfortasi perhubungan antar kedua daerah, namun ke depannya  juga diyakini bakal berpeluang bisa berkembang menjadi jalan alternatif, sekaligus sebagai primadona baru bagi pengendara lalu lintas yang datang dari  arah Sungai Geringging atau Lubuk Basuang untuk menuju Kota Bukittinggi.

"Karena alasan itulah, masyarakat Sungai Geringging dan sekitarnya jelas sangat antusias sekali dalam mendukung  program pelebaran jalan yang menghubungkan beberapa kecamatan di Padangpariaman dan Kabupaten Agam tersebut," terang Camat Sungai Geringging, Rustam, saat dikonfirmasi kemarin.

Seperti diketahui, selain terhubung langsung dengan Kecamatan V Koto Timur di Kabupaten Padangpariaman, akses jalan Palak Tabu dimaksud juga bisa terakses langsung dengan jalan negara, atau ruas jalan Koto Mambang, Tandikek, Malalak terus ke Bukittinggi.

Seperti diakui Camat Sungai Geringging, Rustam, yang tak lain adalah mantan Kadis Koperindag Kabupaten Padangpariaman ini.

Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu, ruas  jalan yang ada di kawasan itu, telah mulai dilakukan pelebarannya, khususnya di sekitar Kecamatan V Koto Timur.  "Bahkan pada tahun 2018 ini, sesuai dengan program Pak Bupati Ali Mukhni, rencananya juga kembali akan melanjutkan program pengembangan dan pelebaran ruas  jalan yang menghubungkan antara Kecamatan V Koto Timur dan Kecamatan Sungai Geringging tersebut. Dan itu tentunya jelas sangat menggembirakan bagi masyarakat di sekitar ruas jalan tersebut.

Pasalnya, ke depannya akses transportasi melewati ruas jalan tersebut akan lebih lebar dan lancar.

"Selain itu, untuk jangka panjang, jika nantinya ruas jalan itu telah berhasil dirampungkan, maka bisa saja pengendara dari arah Lubuk Basung yang ingin ke Bukittinggi misalnya, juga akan lebih memilih jalur alternatif ini. Karena dengan melewati jalur ruas jalan ini, mereka bisa terhindar  melewati Kelok 44 yang medannya terbilang cukup berat itu," terang Rustam menambahkan.

Karena itulah Rustam  tidak menampik jika masyarakat Sungai Geringging sendiri jelas sangat antusias menyambut program pemerintah untuk mengembangkan ruas jalan Sungai Geringging-V Koto Timur via Palak Tabu tersebut,  karena dengan begitu daerah-daerah di sepanjang ruas jalan tersebut nantinya akan semakin terbuka dan berkembang dengan pesat.

Demikian pula, para petani yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut juga nantinya akan merasa sangat terbantu , sebab  mereka  bisa lebih mudah dan leluasa untuk mengangkut hasil pertaniannya.

"Selain itu ke depannya juga tidak tertutup kemungkinan nantinya akan banyak pula permunculan layanan angkutan  transfortasi baru yang melayani rute Sungai Geringging-Bukittinggi via PalakTabu misalnya, atau sebaliknya," terangnya.

Rustam juga menegaskan, terkait kelanjutan pelebaran ruas jalan tersebut, sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Termasuk diantaranya tidak adanya kendala  terkait pembebasan lahan untuk keperluan pengembangan atau pelebaran ruas jalan tersebut.

Di pihak lain hasil pantauan koran ini kemarin, terlihat  sebagian ruas jalan di yang menghubungkan antara Kecamatan V Koto Timur dan Kecamatan Sungai Geringging via Palak Tabu tersebut,  telah mulai diperlebar.  Pelebaran jalan itu khususnya terlihati dimulai dari arah Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur. Sementara itu, di beberapa titik ruas jalan yang belum diperlebar di sekitar Kecamatan Sungai Geringging, medannya  terlihat masih cukup berat, dsebabkan banyaknya aspal jalan yang telah mengalami kerusakan serius, akibat belum diaspal ulang.

Seperti diketahui, Bupati Ali Mukhni sendiri juga berharap dengan dibukanya akses jalan  Sungai Geringging Padang Alai, Tandikek terus ke Bukitinggi ini nantinya bakal membuat hadirnya sejumlah pusat pertumbuhan ekonomi baru, di sepanjang ruas jalan tersebut. Karena itulah, Pemkab Padangpariaman sendiri telah berkomitmen untuk terus menganggarkan dana untuk keperluan pengembangan ruas jalan di kawasan itu. (yurisman malalak)

Selasa, 21 November 2017

Karirpad, Job Portal Karya Anak Bangsa yang Mengurangi Angka Pengangguran di Indonesia

Karirpad, Job Portal Karya Anak Bangsa yang Mengurangi Angka Pengangguran di Indonesia


Tua di jalan. Bagiparapekerja di kota-kotabesar di Indonesia, menghabiskanwaktu berjam-jam di jalan setiap  sudah menjadi hal yang biasa. Istilah “tua di jalan” sudah bukan hanya milik para pekerja di Jakarta yang memang saat ini menempati peringkat ke-7 sebagai kota termacet di dunia berdasarkan riset terbaru Numbeo.

Jika dalam sehari, seorang pekerja menghabiskan waktu rata-rata 3 jam untuk perjalanan berangkat dan pulang kerja, maka jika dalam sebulan ada 22 hari kerja, setiap bulannya pekerja tersebut menghabiskan waktu 66 jam di jalan, atau setara dengan 19 hari dalam setahun. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian Karirpad dalam mengembangkan versi terbaru yang baru saja dirilis.

Menuju 1 jutapencari kerja terdaftar. Memasuki usia yang ketiga, saat ini sudah hampir 1 juta pencari kerja yang bergabung dengan Karirpad dalam menemukan pekerjaan terbaik. Untuk semakin berperan dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia, Karirpad menargetkan 12 juta pencari kerja terdaftar pada tahun depan, dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan sebagai job portal karya anak bangsa, dan konsisten dengan slogan Cari Kerja JauhLebih Mudah.

Terdekat. Salah satufitur yang baru saja diluncurkan adalah fitur Lowongan Terdekat, dimana pencari kerja dapat menemukan info lowongan yang terdekat dengan lokasi mereka. “Karirpad memberikan solusipraktis yang memungkinkan para pengguna menemukan pekerjaan yang dekat dengan tempat tinggal mereka”, jelas RachmadFauzi, CEO Karirpad.

Di samping itu, Karirpad juga memiliki fitur-fitur lain yang takkalah menarik bagi para pencari kerja, seperti real-time notification dan fitur mengubah profil otomatis menjadi resume.Di versiterbaruini, Karirpad juga menjadi lebih mobile-friendly.Saatini lebih dari 70% pengguna mengakses situs Karirpad.com dari smartphone.

Fituruntuk Perusahaan.Fitur-fitur baru yang dirilis tidak hanya bagi pencari kerja. Karirpad juga melayani perusahaan di berbagai industri melalui Applicant Tracking System (ATS) dan Recruitment Management System (RMS). Karirpad menjadipelopor dengan meluncurkan fitur chatting pada ATS Karirpad, di mana tim recruiter perusahaan dapat langsung berkomunikasi dengan kandidat yang ingin diproses lebih lanjut.

“ATS merupakanproduk yang dirancang khusus untuk perusahaan dengan kebutuhan rekrutmen tinggi agar mereka dapat membangun job portal-nyasendiri, sedangkan RMS ini dirancang untuk perusahaan kecil hingga menengah yang ingin mencari kandidat terbaik dengan lowongankerja yang ada”, tambah Chandra Ming, CEO Mingholdings yang menaungi Karirpad dan beberapa perusahaan lain dalam sebua hekosistem HR Tech Company.

Minggu, 05 November 2017

Simpang Tiga Koto Mambang Akan Makin Berkembang. Bupati : Tidak Lama Lagi Bakal Berubah jadi Simpang Empat

Simpang Tiga Koto Mambang Akan Makin Berkembang. Bupati : Tidak Lama Lagi Bakal Berubah jadi Simpang Empat


Patamuan, (Reportase Sumbar)---Pembukaan kawasan Tarok diprediksi bakal berdampak positif terhadap pengembangan daerah atau wilayah di sekitarnya. Sebut misalnya bakal berdampak terhadap semakin berkembangnya kawasan Simpang Koto Mambang, dari yang ada saat ini.

Seperti diakui Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni, baru-baru ini. Pasalnya, pembukaan kawasan Tarok nantinya juga akan berdampak terhadap pertumbuhan sejumlah ruas jalan yang ada. "Sebut saja salah satunya ruas jalan Simpang Tiga Koto Mambang, yang saat ini tengah menuju pengaspalan, sehingga ruas jalan itu akan menjadi Simpang Empat. Bahkan ke depannya juga tidak tertutup kemungkinan nantinya akan berkembang menjadi kawasan setaraf perkotaan," terang Ali Mukhni.

Hal itu lanjut putra V Koto Kampuang Dalam ini agaknya jelas sangat beralasan sekali, pasalnya akses jalan Koto Mambang tersebut nantinya bakal terkoneksi langsung dengan ruas jalan Tarok City.

Juga tidak kalah pentingnya, untuk menunjang pengembangan daerah-daerah yang ada di sekitar kawasan Tarok, maka Pemerintah Kabupaten Padangpariaman juga telah mengembangkan sejumlah ruas jalan lainnya, yang nantinya akan bisa terkoneksi langsung ke kawasan Tarok City. "Sebagai contoh misalnya, pengembangan ruas jalan Sungai Geringging yang aksesnya bisa terhubung ke Kecamatan V Koto Kampuang Dalam dan Kecamatan V Koto Timur. Dimana ruas jalan itu nantinya juga diharapkan akan bisa terkoneksi secara langsung menuju kawasan Tarok," terangnya.

Demikian pula pengembangan sejumlah akses ruas jalan lainnya, sehingga dengan begitu diharapkan daerah-daerah di sekitar kawasan Tarok juga ikut berkembang dengan sendirinya, seiring dilakukannya pembukaan kawasan Tarok City," imbuhnya.

Seperti diketahui lanjut Ali Mukhni, sesuai perencanaan yang ada, di kawasan Tarok sendiri nantinya akan berdiri lima kampus di samping fasilitas rumah sakit lainnya. Dengan kondisi seperti itu lanjutnya, imbasnya ke depan jelas sangat sangat luar biasa sekali terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Tidak hanya bagi masyarakat Tarok namun juga bagi daerah-daerah sekitarnya.

"Bahkan jangankan nanti, sekarang saja, harga tanah di sepanjang ruas jalan menuju kawasan Tarok praktis telah demikian meningkat harganya. Bahkan untuk mencari tanah dengan harga di bawah Rp600 ribu permeter saja, saat ini sudah sangat sulit. Padahal sebelumnya harga tanah di kawasan itu sama sekali tidaklah setinggi itu," terangnya.


Makanya dengan alasan itu pula, pihaknya tentunya akan tetap berkomitmen kuat untuk bisa melanjutkan pembangunan kawasan Tarok City. Sekalipun lanjut mantan pemain sepakbola ini, ditemukan adanya ganjalan di sana-sini. Namun tetap saja pihaknya bakal tidak bergeming."Karena kita menilai ini adalah amanah yang harus tetap dijalankan. Makanya sekalipun misalnya ada ditemukan beberapa penolakan oleh sebagian warga, namun itu tak lebih dari dinamika. Prinsipnya kita dari pemerintah akan jalan terus. Walau apapun yang terjadi. Sebab, ini jelas akan sangat besar nilai kemaslahatannya terhadap masyarakat dan daerah Padangpariaman secara umum," bebernya.

Di pihak lain, mantan Walinagari Koto Mambang, Nusyirwan Nazar dan H Syahrial, salah seorang tokoh masyarakat Koto Mambang mengaku sangat mendukung program pemerintah dalam mengembangkan kawasan Simpang Tiga Koto Mambang. Sehingga ke depannya kawasan yang terletak di Korong Simpang Tiga itu, bisa dikembangkan menjadi Simpang Empat.

"Sebagai masyarakat kita jelas sangat mendukung sekali program pengembangan jalan Simpang Tiga ini. Karena dengan begitu, tentunya nantinya akan bisa terbuka berbagai peluang usaha baru bagi masyarakat di sini. Begitu pula halnya kawasan Simpang Empat ini nantinya juga akan semakin ramai dilewati kendaraan," terangnya.

Untuk lebih mengoptimalkan keberadaan ruas jalan di kawasan Simpang Koto Mambang tersebut, H Syahrial juga tak luput berharap agar program pengembangan ruas jalan di kawasan itu juga bisa diikuti dengan penuntasan pembangunan ruas jalan Koto Mambang menuju arah Malalak. "Karena seperti diketahui, ruas jalan Koto Mambang menuju Malalak selama inikan belum rampung sepenuhnya. Makanya ke depan harapan kita pemerintah daerah hendaknya juga bisa melanjutkannya. Sehingga jalan tersebut ke depannya tidak hanya ramai dilewati kendaraan saat tertentu saja," imbunhnya.

H Syahrial menambahkan, seiring belum rampungnya sepenuhnya pembangunan ruas jalan Koto Mambang Malalak dimaksud, maka selama ini ruas jalan itu hanya ramai dilewati kendaraan saat  lebaran, atau karena adanya kemacetan atau longsor di sekitar ruas jalan Bukittinggi-Padang vias Silaiang.

Senada dengan itu, Nusyirwan Nazar, mantan Walinagari Koto Mambang juga berharap, kiranya pengembangan ruas jalan Simpang Tiga di Koto Mambang tersebut juga bisa diikuti dengan pembenahan fasilitas pasar tradisional yang aada di sekitar kawasan Simpang Tiga Koto Mambang saat ini. "Karena seperti diketahui, pembenahan atau renovasi pasar Koto Mambang tersebut umumnya lebih dominan memanfaatkan dana nagari. Makanya ke depan, kita berharap pembenahan Pasar Koto Mambang ini nantinya juga bisa mendapatkan perhatian atau bantuan dari dinas terkait," imbuhnya.

Demikian pula halnya penguatan permodalan terhadap kalangan pengusaha kecil yang ada di kawasan tersebut, menurut Nusyirwan ke depannya juga perlu mendapat perhatian khusus oleh dinas terkait. Karena seperti diketahui, keterbatasan modal merupakan salah satu kendala klasik yang sering dialami kalangan pedagang kecil dalam mengembangkan usaha mereka.

Sama halnya, Sam salah seorang pedagang di sekitar los Pasar Koto Mambang, juga menyatakan harapannya, agar ke depannya pemerintah Kabupaten Padangpariaman melalui dinas terkait bisa memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan fasilitas los para pedagang yang berjualan di sekitar pasar Koto Mambang. "Kalau bisa harapan kita hendaknya kawasan pasar Koto Mambang ini bisa dikembangkan menjadi kawasan los lambuang, seperti yang ada di Pasar Pauah Kamba misalnya. Untuk itu semua bofet pedagang misalnya, perlu diseragamkan, sehingga bisa mendatangkan daya tarik lebih bagi pengunjung," terangnya.

Tidak kalah pentingnya, sebagai pedagang harian, pihaknya jelas sangat berharap agar pemerintah juga bisa menuntaskan pembangunan ruas jalan Koto Mambang-Bukittinggi via Malalak, yang masih terbengkalai beberapa titiknya. "Karena selama ini jalan ini hanya ramai dilewati saat lebaran atau kalau ada macet atau longsor di Silaiang dan Padangpanjang. Tapi kalau hari biasa, nyaris tidak begitu ramai dilewati pengendara," terangnya.

YURISMAN MALALAK
Menyigi Fasilitas SMPN 2 Kota Pariaman Tak Ada Aula, Saat Acara Wali murid Terpaksa Berdiri

Menyigi Fasilitas SMPN 2 Kota Pariaman Tak Ada Aula, Saat Acara Wali murid Terpaksa Berdiri

Pariaman ( Reportase Sumbar),---SMPN 2 Kota Pariaman saat ini sangat membutuhkan kehadiran Aula atau ruang pertemuan. Pasalnya, akibat  belum adanya ruang pertemuan atau aula yang refresentatif di sekolah ini, tak jarang membuat para wali murid yang menghadiri acara di sekolah itu terpaksa harus berdiri berdesak-desakan. Kondisi itu jelas terasa tak nyaman bagi warga sekolah.

Kenyataan itu tidak ditampik Kepala SMPN 2 Kota Pariaman, wismardi, saat dihubungi di ruang kerjanya  kemarin. Menurut Miswardi, akibat belum adanya aula atau ruang pertemuan yang refresentatif, maka acara pun kerap digelar di ruangan belajar dengan daya tampung yang sangat terbatas. "Makanya saat ada kegiatan atau pertemuan misalnya, tidak jarang orang tua murid yang hadir terpaksa harus berdiri. Ya mau bagaimana lagi, memang kondisinya yang mengharuskan seperti itu," ungkap Wismardi  menggambarkan.

Lebih jauh ditegaskannya, dengan jumlah murid mencapai 300-an  lebih, SMPN 2 Pariaman lanjutnya memang sudah selayaknya memiliki ruang pertemuan yang refresentatif. Sehingga diharapkan ke depannya, berbagai acara yang diadakan sekolah bisa digelar di lokasi itu.

"Khusus untuk ketersediaan lahan  pada dasarnya tidak masalah. Karena ruang pertemuan itu nantinya bisa saja dibangun di sekitar kompleks sekoah ini secara bertingkat. Yaitu dengan cara memugar sejumlah bangunan lama yang ada di sekolah ini," imbuhnya.

Untuk bisa membangun aula atau ruangan pertemuan yang refresentatif menurut Wismardi, mungkin saja dananya bisa berasal dari dana aspirasi anggota DPRD atau sumber dana lainnya. "Yang terpenting harapan kita ke depannya, bagaimana sekolah ini nantinya bisa memiliki ruangan pertemuan sendiri. Sehingga saat ada acara, orangtua murid tidak lagi harus berdiri seperti sebelumnya," harapnya.

Data yang dihimpun koran ini melalui Kepala SMPN 2 Pariaman diketahui, SMPN 2 Pariaman selama ini terbilang sebagai salah satu SMPN berprestasi di tingkat Kota Pariaman. Lagi pula sekolah ini juga merupakan wakil Sumbar dalam lomba Adiwiyata tingkat Nasional beberapa waktu lalu.

Makanya, sebagai sekolah Adiwiyata, pihaknya saat ini fokus melakukan pembinaan terhadap sejumlah sekolah yang berada dalam binaan SMPN 2 Kota Pariaman.

YURISMAN MALALAK