Selasa, 31 Oktober 2017

Partai Nasdem Siap Usung Pasangan  Dewi-Fabrizal

Partai Nasdem Siap Usung Pasangan Dewi-Fabrizal

Dewi Fitri Deswita Ketua DPD Nasdem Kota Pariaman
Pariaman (Reportase Sumbar)---Peta perpolitikan di Kota Pariaman pada tahun ini agaknya bakal diwarnai sejumlah  kejutan. Salah satunya terlihat dari munculnya sejumlah nama baru yang digadang-gadang bakal ikut meramaikan pesta demokrasi di kota pesisir pantai berjuluk Kota Tabuik ini.

Sebut misalnya tampilnya nama Pabrizal Asril, yang belakangan disebut-sebut bakal maju sebagai  calon wakil walikota Pariaman. Menariknya, Fabrizal Asril yang dikenal sebagai ahli robotik yang membidangi tekhnologi informasi ini bakal diusung Partai Nasdem Kota Pariaman, berpasangan dengan Dewi Fitri Deswita selaku Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, sebagai calon walikota. 

Kenyataan itu diakui Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Syafinal Akhbar yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman.


Diakuinya, keputusan pihaknya mengusung pasangan Dewi Fitri Deswita (Ketua DPD Partai Nasdem Pariaman,red) dan Fabrizal Asril, sebelumnya memang telah melalui pertimbangan yang cukup matang. "Khusus untuk sosok figur Fabrizal Asril sendiri, dia  mengaku siap maju dalam pilkada Pariaman demi untuk membangun dan mengabdi ke kampung halamannya. Tak peduli apakah dia dicalonkan sebagai calon wakil walikota sekalipun. Makanya itulah salah satu pertimbangan kita mengapungkan nama beliau, di samping karena kapasistas dan kemampuan yang dimilikinya," terang Syafinal lagi.

Syafinal Akbar, yang juga dikenal sebagai pengusaha properti ini juga menyebutkan, sebagai seorang ahli tekhnologi komunikasi, sosok Fabrizal Asril memang sangat dibutuhkan untuk bisa mendorong kemajuan pembangunan di sekitar Kota Pariaman. Khususnya dalam bidang pengembangan pembangunan berbasis terkhnologi.

"Karena seperti kita ketahui bersama, Kota Pariaman saat inikan sedang getol-getolnya membangun sektor kepariwisataannya, makanya kehadiran sosok  Fabrizal Asril nantinya jelas sangat dibutuhkan untuk bisa memajukan potensi wisata, tentunya didukung peranan media  tekhnologi yang dikuasainya," imbuhnya. 

Syafinal juga menyebutkan, untuk bisa mengusung calon walikota dan wakil walikota Pariaman pihaknya nantinya bakal menggandeng satu partai lainnya, dalam hal ini Partai PDI Perjuangan. Hal itu untuk melengkapi kuota kursi yang ditetapkan Undang-Undang. Pasalnya, Partai Nasdem sendiri saat ini memiliki tiga buah kursi di DPRD.

"Jadi yang jelas target kita dari Partai Nasdem tentunya bagaimana bisa memenangkan perhelatan pilkada tahun 2018 mendatang. Dan kita tentunya sangat optimis untuk itu," terangnya.

Ditegaskannya, sikap optimisme pihaknya mememangkan pilkada Pariaman mendatang bukannya tanpa alasan yang jelas. Salah satunya dengan didukung kuota tiga kursi di DPRD Pariaman, yang membuat Partai Nasdem bisa menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Pariaman, salah satu alasan kuat untuk itu.

"Itu semua jelas menunjukkan bahwa keberadaan Partai Nasdem ternyata sangat mendapat dukungan luas dari masyarakat, terutama saat pemilu yang lalu. Dan tentunya ini semua jelas merupakan modal yang sangat berharga sekali bagi kita di Partai Nasdem dalam menghadapi pesta demokrasi pilkada Pariaman mendatang," tegasnya mengakhiri.

Hal itu pulalah lanjutnya yang menjadi alasan bagi Fabrizal Asril memilih Partai Nasdem sebagai kendaraan politiknya pada pilkada Kota Pariaman mendatang. Pasalnya dia menilai keberadaan Partai Nasdem di Kota Pariaman selama ini memiliki basis pemilih yang kuat, di samping didukung militansi kadernya yang juga terbilang sangat solid.
Untuk itu lanjutnya, jika tidak ada aral melintang, kedua pasangan tersebut bakal segera dideklarasikan dalam waktu dekat ini. Pasalnya, pihaknya dari Partai Nasdem ingin membuktikan kepada masyarakat, bahwa  Nasdem benar-benar siap dalam menghadapi pilkada kali ini.



YURISMAN MALALAK
Guru Jangan Ketinggalan Informasi

Guru Jangan Ketinggalan Informasi

Pariaman (Reportase Sumbar)--Kepala Dinas Pendidikan, Kanderi juga tak luput mengingat para guru di sekitar Kota Pariaman agar juga membudayakan gemar membaca. Hal itu lanjutnya diperlukan agar para guru selaku tenaga pendidik tidak mau ketinggalan. oleh perkembangan zaman.

"Karena sekarang pemerintah telah mencanangkan Program Literasi, dimana anak didik di seluruh sekolah  diwajibkan agar membudayakan gemar membaca. Makanya, jangan sampai para guru nantinya justru ketinggalan oleh para siswanya sendiri. Karena itu guru tentunya juga harus lebih banyak membaca," ujar Kadis Pendidikan Kota Pariaman, Kanderi, saat dihubungi kemarin.

Ditegaskannya, di tengah perkembangan era informasi dan komunikasi dewasa ini, tentunya banyak media yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana penambah pengetahuan. Baik itu yang bersumber dari media cetak atau elektronik. Demikian pula media telekomunikasi atau gadged dan sejenisnya.

Prinsipnya, asal kita mau sekarang ini tidak ada yang sulit sebenarnya. Yang terpenting guru hendaknya juga harus lebih rajin lagi menambah pengetahuan mereka masing-masing. Caranya, ya itu dengan banyak membaca," terangnya.

Termasuk diantaranya sebagai pendidik, guru juga perlu menguasai metode membaca cepat, untuk kemudian bisa diajarkan kepada murid-muridnya di sekolah.

Kanderi mengakui, dalam beberapa kasus yang ditemukannya, justru ada guru yang ditunjukkan oleh muridnya sendiri, karena faktor ketidaktahuan si guru dalam menjawab soal tertentu. Jika itu sampai terjadi, maka yang malu tentu adalah si guru itu sendiri.

Jajaran Dinas Pendidikan Kota Pariaman dewasa ini makin mengintensifkan program literasi di masing-masing sekolah yang ada di Kota Tabuik Pariaman.

Seperti diakui Kadis Pendidikan Kota Pariaman, Kanderi, saat dihubungi di ruang kerjanya, kemarin. Kanderi menyebutkan, program literasi yang dikembangkan di tiap-tiap sekolah di sekitar Kota Pariaman terutama dimaksudkan untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya membaca di kalangan para siswa di Kota Pariaman. Bahkan Kanderi mengakui khusus untuk program literasi, Kota Pariaman lanjutnya bahkan telah melebihi  program literasi yang dicanangkan secara nasional. "Karena seperti diketahui, di Pariaman ini program membaca tidak hanya sebatas di sekolah saja, tetapi juga berlanjut hingga malam harinya. Salah satu bktinya, yaitu dengan diprogramkannya Maghrib Mengaji, atau program membaca Alquran, yang berlangsung di tiap-tiap masjid di sekitar Kota Pariaman," terangnya.


Begitu pula selama di sekolah, anak-anak atau pelajar lanjut mantan Kepsek SMKN I Kota Pariaman ini, juga mengikuti program literasi yang ditetapkan secara nasional. Diantaranya, untuk lima belas menit sebelum memulai pelajaran pertama, anak-anak biasanya diwajibkan membaca buku apa saja, tentunya yang ada kaitannya dengan pengetahuan umum yang bisa menunjang pengembangan wawasan mereka selaku anak didik.

"Prinsipnya kita di Kota Pariaman ini sangat serius menyelenggarakan program literasi, seperti yang dicanangkan secara nasional itu. Temasuk diantaranya kita juga terus melengkapi berbagai fasilitas penunjang perpustakaan yang ada, baik itu dengan melengkapi buku-buku penunjang atau sarana pendukung lainnya," klaimnya menambahkan. Prinsipnya, sesuai dengan program literasi yang ada, maka istilahnya, tiada waktu yang terbuang, atau tiada hari tanpa membaca.

Senada dengan itu diakui Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Pariaman, Yurnal. Menurutnya, program literasi di sekolah terutama ditujukan agar anak-anak mampu membaca sendiri, sekaligus bisa memahami apa yang dibacanya, "Selain itu dalam program literasi sekolah anak-anak juga diarahkan agar gemar membaca materi yang berkaitan dengan muatan lokal, di samping materi pengetahuan lainnya," terangnya,

Selain itu, masing-masing sekolah juga diarahkan agar memberikan ruang dan kesempatan yang luas untuk para siswa dalam mengembangkan kreatifitas mereka, terutama dengan terus mendorong anak didiknya masing-masing untuk lebih gemar membaca. Demikian pula sekolah juga dianjurkan agar menyediakan ruang atau tempat khusus, seperti pojok baca di sekolah dan yang lainnya. (*)

Kamis, 26 Oktober 2017

Mahasiswa Akper Pemda Padangpariaman Terampil Tangani Kasus Kegawatdaruratan dan Bencana

Mahasiswa Akper Pemda Padangpariaman Terampil Tangani Kasus Kegawatdaruratan dan Bencana

Ilustrasi Fhoto Perawat ( Sumber Fhoto : Internet )
Pariaman (Reportase Sumbar )---Akper Pemda Padangpariaman, yang kini tengah menunggu proses alih fungsi di bawah naungan  Universitas Negeri Padang (UNP), kini terus berkomitmen membekali mahasisnya dengan beragam skill keterampilan. Salah satunya keterampilan  kegawatdaruratan dan kebecanaan.

Seperti diakui Direktur Akper Pemda Padangpariaman, Nilma Sari saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin. "Makanya mulai hari ini, hingga 5 hari ke depan, para mahasiswa tingkat akhir di Akper Pemda ini akan mengikuti program Basic Trauma dan Cardiac Life Support, atau pelatihan kegawatdaruratan dan kebencanaan, hasil kerjasama dengan Pusat Pengembangan Perawat Indonesia dan Himpunan Perawat Gawat Darurat Indonesia," terangnya.

Nilmasari mengakui, dengan mengikuti program pelatihan tersebut, para mahasiswa yang akan segera mengakhiri pendidikannya di Akper Pemda Padangpariaman diharapkan bisa memiliki skill atau kemampuan khusus dalam hal penanganan kegawatdaruratan maupun kasus-kasus yang berhubungan dengan penanganan kebencanaan.

Untuk itulah dengan mengikuti program pelatihan dimaksud, mereka nantinya diharapkan bisa lebih cekatan menangani pasien penderita gangguan jantung atau paru misalnya, demikian pula menangani pasien kecelakaan, atau ahli dalam menangani pasien yang butuh pertolongan segera, akibat terkena bencana dan sejuumlah keterampilan lain nya.

Program pelatihan tersebut jelas Nilmasari memang sangat dibutuhkan, terutama sebagai skill atau keterampilan tambahan bagi para tamatan Akper Pemda Padangpariaman. Sekaligus dengan keterampilan tersebut para tamatan Akper Pemda Padangpariaman diharapkan bisa memiliki bekal atau nilai plus tersendiri, sekaligus sebagai salah satu standar lulusan bagi para tamatan Akper Pemda Padangpariaman.

"Karena bagi setiap mahasiswa yang akan mengikuti wisuda, mereka sebelumnya diwajibkan harus mengantongi sertifikat kegawatdaruratan dan kebencaan, seperti halnya pelatihan yang diikuti para mahasiswa Akper Pemda Padangpariaman saat ini," imbuhnya.

Pelatihan tersebut jelas Nilmasari diikuti 80 peserta, terdiri dari mahasiswa tingkat akhir yang ada di Akper Pemda Padangpariaman.

Dijelaskannya, program pelatihan tersebut juga juga tentunya sangat sejalan dengan visi Akper Pemda Padangpariaman, yaitu bagaimana menghasilkan tamatan yang profesional, berakhlak mulia dan religius serta mampu bersaing di dunia kerja.

Menurut Nilmasari, dengan adanya bekal keterampilan tentang penanganan kegawatdaruratan dan kebencanaan, juga nantinya bisa memberikan kesempatan lebih luas lagi bagi para tamatan Akper Pemda untuk bisa bersaing atau ditempatkan di berbagai bidang keahlian kerja yang tersedia. Diantaranya, bisa bekerja di Badan Penanggulangan Bencana atau BPBD, bisa ditempatkan di Palang Merah Indonesia (PMI), termasuk di bagian gawat darurat di rumah sakit  yang ada.

Diakuinya, seiring semakin ketatnya persaingan dan kompetisi di lingkungan dunia kerja dewasa ini, maka mau tak mau pihaknya dari Akper Pemda Padangpariaman terus berkomitmen untuk bisa menyiapkan para tamatan yang berkualitas dan handal di bidangnya, sekaligus bisa memiliki kemampuan lebih, sehingga pada saatnya nantinya hal itu bisa mereka terapkan setelah mereka diterima bekerja di berbagai lapangan dunia kerja yang tersedia.

YURISMAN MALALAK
SMAN I Patamuan Butuh Penambahan Fasilitas Ruang Belajar

SMAN I Patamuan Butuh Penambahan Fasilitas Ruang Belajar

Zulherman : Pembukaan Kawasan Tarok Ikut Picu Perkembangan Sekolah



Patamuan (Reportase Sumbar)---Sebagai sekolah baru, SMAN I Patamuan, Kabupaten Padangpariaman saat ini sangat membutuhkan penambahan ruangan belajar baru. Pasalnya, dari lima ruang belajar yang dibutuhkan sekolah ini, saat ini yang tersedia baru tiga unit ruang belajar saja. "Makanya untuk menutupi kekurangan tersebut, sebanyak dua kelas siswa sementara ini terpaksa harus belajar di dua dua ruangan labor," terang Kepala SMAN I Patamuan, Zulherman, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin.

Lebih jauh Zulherman menambahkan, meski SMAN I Patamuan terbilang sebagai sekolah baru, namun secara umum animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini  cukup tinggi. Hal itu setidaknya ditandai jumlah siswa yang mendaftar ke SMAN I Patamuan baru-baru ini.

"Karena itulah kita berharap kiranya ke depannya fasilitas pendukung di sekolah ini hendaknya bisa terus dilengkapi, terutama sekali tambahan dua unit ruangan belajar lagi, sehingga dengan begitu ruang labor yang ada nantinya bisa dioptimalkan untuk keperluan praktik bagi anak didik di sekolah tersebut," harapnya.

Diakuinya, meski terbilang sebagai sekolah baru, namun seiring perjalanan waktu, berbagai fasilitas pendukung di sekolah yang dipimpinnya itu terus saja dilengkapi. Salahs satunya fasilitas jalan masuk menuju gedung SMAN I Patamuan, yang terletak di sekitar pinggiran ruas jalan Tandikek-Malalak itu.

Dengan kondisi itu pula, pihaknya mengaku optimis ke depannya sekolah yang dipimpinnya itu bakal bisa lebih berkembang lagi seperti diharapkan. Karena dengan terus dilengkapinya fasilitas pendukung di sekolah itu, tentunya juga akan berdampak positif terhadap kemajuan sekolah itu sendiri. Termasuk diantaranya meningkatnya kualitas pembelajaran di sekolah. "Karena Jika saja fasilitas sekolah telah bisa dilengkapi sedemikian rupa, maka tentunya dampaknya akan berimbas pada peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. Dan muaranya tentu juga akan berdampak terhadap peningkatan kualitas tamatan yang dihasilkan sekolah ini," terangnya.

Zulherman juga mengaku sangat optimis jika ke depannya sekolah yang dipimpinnya itu sangat berpotensi berkembang menjadi salah satu sekolah terdepan di Kabupaten Padangpariaman. Hal itu lanjutnya tidak terlepas dari program pengembangan kawasan Tarok, seperti yang tengah dilakukan pihak pemerintah daerah saat ini.

Menurutnya, jika saja kawasan Tarok itu nantinya telah berkembang sedemikian rupa, maka tentunya akan banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Baik itu sebagai tenaga buruh harian hingga pegawai lepas lainnya. Demikian pula tenaga kerja dari kalangan terdidik lainnya. "Hal itu tentunya memang sangat beralasan, terlebih  seperti diketahui lokasi SMAN I Patamuan ini kan terbilang cukup  dekat dengan kawasan Tarok yang dibuka tersebut, maka tentunya sekolah ini ke depannya juga bakal ikut berkembang pula dengan sendirinya. Demikian pula halnya fasilitas yang ada di dalamnya. Tidak kalah pentingnya, tentunya anak-anak dari sini, termasuk para tamatan SMAN I Patamuan nantinya juga sangat berpeluang untuk ikut mengambil peran nantinya," terangnya.

Di pihak lain sebagai kepala sekolah, Zulherman mengaku sangat mengapresiasi dukungan dan support yang diberikan berbagai pihak, untuk kemajuan dan perkembangan sekolah baru yang fipimpinnya itu. Baik itu dukungan dan support dari jajaran Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, jajaran Dinas Pendidikan Sumbar dan Kabupaten Padangpariaman, demikian pula dukungan dari anggota DPRD asal Kecamatan Patamuan, serta dukungan pihak kecamatan, komite dan tokoh masyarakat Patamuan lainnya.

Di pihak lain, Basyir, salah seorang anggota DPRD Padangpariaman asal Kecamatan Patamuan juga mengaku kesiapannya mensupport dan mendukung penuh program pengembangan sekolah yang belakangan telah menjadi ikon baru pendidikan bagi masyarakat Patamuan dan sekitarnya itu.

"Sebagai wakil rakyat dari wilayah Patamuan ini, kita tentunya sangat mendukung sekali agar ke depannya berbagai fasilitas yang ada di sekolah ini bisa terus  dilengkapi. Untuk itu tentunya, berbagai persyaratan adiministrasi yang dibutuhkan juga perlu dilengkapi sedemikian rupa oleh pihak terkait, sehingga nantinya sekolah ini  juga bisa mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah pusat. Demikian pula bantuan dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi Sumbar lainnya," tegasnya.

YURISMAN MALALAK

Selasa, 24 Oktober 2017

Alumni SMKN I Pariaman Bantu Almamater

Alumni SMKN I Pariaman Bantu Almamater

SMKN 1 Pariaman, Alumninya Telah Tersebar Diseluruh Indonesia, Bentuk Kepedulian Alumni Para Alumni Jabodetabek Menyerahkan Bantuan Kepada Sekolah Yang Telah Mendidiknya
 Pariaman, (Reportase Sumbar)---Kiprah dan kepedulian para alumni SMKN I Pariaman dalam membantu sekolah yang  telah membesarkan mereka selama ini terus berlanjut.  Seperti terlihat Senin kemarin, dimana alumni SMKN I Kota Pariaman kembali menyerahkan bantuan tiga unit kipas angin, yang diterima langsung oleh Kepala SMKN I Kota Pariaman, Erizal.

"Bantuan ini berasal dari para alumni SMKN I Pariaman yang ada di Jabodetabek, semoga saja bantuan ini bisa bermanfaat bagi sekolah, sekaligus sebagai wujud kepedulian dari alumni terhadap almamaternya," ujar Hendri Tanjung, selaku Ketua DPW Alumni SMKN I Pariaman, dan  Indra Jaya, salah seorang pengurus alumni SMKN I Pariaman saat dihubungi usai penyerahan bantuan Senin kemarin.

Diakuinya, bantuan tiga unit kipas angin yang diserahkan Senin kemarin, merupakan tindaklanjut dari bantuan yang telah diserahkan para alumni sebelumnya, yaitu berupa mesin pemotong rumput dan bantuan tikar lainnya.

Sebagai alumni pihaknya mengaku merasa terpanggil untuk membantu berbagai kekurangan yang terdapat di SMKN I Kota Pariaman, termasuk diantaranya bagaimana memberikan berbagai kontribusi berupa informasi penempatan kerja bagi para tamatan SMKN I Pariaman, sehingga dengan begitu para tamatan SMKN I Pariaman nantinya diharapkan  bisa lebih eksis diterima di dunia kerja, tentunya sesuai bidang keahlian mereka masing-masing.  "Kalau memang dibutuhkan  almamater, kami sebagai alumni tentunya akan selalu siap untuk membantu, termasuk diantaranya terkait peluang penempatan kerja bagi para tamatan SMKN I Pariaman ini. Prinsipnya, sebagai alumni kami siap bahu membahu dengan pihak sekolah dan orangtua murid untuk mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah ini," terangnya.

Untuk itulah pihaknya tak luput mengimbau para alumni lainnya, agar bisa berkontribusi nyata dalam membantu sekolah yang telah membesarkan mereka selama ini. "Sepeti diketahui alumni SMKN I inikan banyak tersebar di berbagai lapangan kerja, bahkan ada yang lahir menjadi kepala daerah, aparatur negara, pengusaha dan lain sebagainya. Makanya, kinilah saatnya bagi kita untuk berkiprah dalam memajukan sekolah ini," imbuhnya.

Senada dengan itu diakui Indra Jaya, pengurus alumni SMKN I Pariaman. Sebagai alumni pihaknya mengaku siap untuk membantu menjembatani berbagai kebutuhan almamaternya dalam rangka memajukan sekolah yang telah membesarkan mereka selama ini. "Namun demikian harapan kita ke depannya, bagaimana agar alumni SMKN I Pariaman ini ke hendaknya bisa terinventarisir sedemikian rupa, sehingga nantinya keberadaan alumni memiliki ruang dan peran yang lebih jelas lagi, untuk bisa memberikan kemanfaatan tertentu terhadap almamater yang telah membesarkan mereka selama ini.  Untuk itulah lanjutnya, mungkin ke depan, sistem jaringan informasi antar alumni ke depannya perlu lebih dioptimalkan lagi.

Pihaknya juga berharap agar adik-adiknya yang masih menuntut ilmu di SMKN I Pariaman bisa terus meningkatkan kompetensi dirinya masing-masing, sehingga dengan begitu mereka bisa lebih siap dalam menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja akhir-akhir ini.

Senada dengan itu, Kepala SMKN I Pariaman, Erizal didampingi Waka Kurikulum Nasrul Jalaluddin, mengaku sangat mengapresiasi kepedulian para alumni SMKN I Pariaman dalam membantu almamater mereka selama ini.  Menurutnya, keberadaan alumni bagi sebuah sekolah, seperti SMKN I Pariaman yang dipimpinnya saat ini jelas sangat strategis sekali.

"Karena seperti diketahui, salah satu tujuan sekolah SMK itukan  untuk menciptakan tamatan yang siap kerja, karena itulah keberadaan dan peran alumni jelas sangat penting sekali. Apalagi seperti diketahui, alumni SMKN I Kota Pariaman ini juga telah banyak yang sukses di berbagai jenis lapangan pekerjaan. Apakah itu sebagai pengusaha, birokrat dan lain sebagainya. Makanya tentu keberadaan mereka sangat diharapkan untuk bisa berkontribusi nyata terhadap almamater mereka. Salah satunya, bagaimana memberikan informasi dan peluang penempatan kerja bagi para tamatan SMKN I Pariaman ini," terangnya. Demikian pula halnya untuk program pemagangan lainnya.

Apalagi jelas Erizal, dari data yang ada, jumlah alumni SMKN I Pariaman juga terbilang sangat besar, yaitu diperkirakan mencapai 10 ribuan orang lebih. "Makanya jika saja potensi alumni ini bisa dimanfaatkan secara optimal tentunya akan sangat bermanfaat dalam membantu memajukan sekolah,  terutama sekali untuk membuka akses yang lebih  luas bagi penempatan tamatan SMKN I di dunia kerja," terangnya.

YURISMAN MALALAK

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bhabinkantibmas Sintuak Lakukan Penghijauan 100 Bibit  di Kawasan Masjid Raya Sintuak

Bhabinkantibmas Sintuak Lakukan Penghijauan 100 Bibit di Kawasan Masjid Raya Sintuak


Sintuak,(Reportase Sumbar)--Bhabinkantibmas Sintuak Toboh Baru Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Kabupaten Padang Pariaman lakukan penghijauan di kawasan Masjid Raya Nagari Sintuak dengan menanam 100 bibit pohon. Penanaman disaksikan dan dilakukan bersama Kapolsek Lubuk Alung AKP Eri, SH, alim ulama, ninik mamak, tokoh masyarakat dan perangkat Nagari Sintuk, usai shalat Jumat (20/10/2017).

Menurut Bhabinkantibmas Sintuak Toboh Baru Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Aipda Roy Martin, SH, penanaman bibit pohon di sekitar Masjid Raya Nagari Sintuak bertujuan untuk memperbanyak pohon pelindung agar tidak gersang di seputar kawasan masjid. “Bibit yang ditanam adalah glodokan tiang, palam ekor tupai dan pucuk merah. Sebelum penanaman ini, ada tiga kali saya berbincang-bincang di warung di depan masjid ini,” kata Roy Martin.

“Penanaman ini juga salah satu bentuk meningkatkan silaturrahmi dengan masyarakat. Sebagai Bhabinkantibmas, kami menjalankan door to door system (DDS) dan tiada hari tanpa silaturrahmi (THTS). Selain itu, juga melakukan berbagai himbuan kepada masyarakat. Himbauan tersebut dipajang di warung, masjid, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya. Himbauan tersebut bekerjasama dengan pihak sekolah dan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM).  Alhamdulillah, mampu mengurangi kriminalitas di tengah masyarakat,” kata Roy Martin.

Kapolsek Lubuk Alung AKP Eri mengakui, penanaman bibit oleh Bhabinkantibmas ini merupakan yang pertama di Polsek Lubuk Alung. Ini patut diberikan apresiasi karena mampu meningkatkan silaturrahmi dengan masyarakat. “Terbukti, beberapa minggu lalu kasus pencurian berhasil diungkap pelakunya dalam waktu singkat. Karena masyarakat merasa sudah terjalin baik silaturrahminya dengan Bhabinkantibmas, sehingga cepat memberikan informasi,” kata Eri.

Sebelum shalat Jumat, Eri menyampaikan kepada jamaah, partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit masyarakat. Seperti kecanduan narkoba yang bisa melakukan tindakan kejahatan berikutnya,  yakni pencurian. Mereka yang sudah kecanduan narkoba, apa pun dijual, termasuk anaknya pun dijual. Kalau tidak ada uang lagi, mencuri adalah jalan yang dilakukan untuk mendapatkan uang membeli narkoba. “Untuk itu, masyarakat Sintuak harus menjauhkan diri dari narkoba,” kata Eri yang dilantik menjabat Kapolsek Lubuk Alung sebulan lalu.

Ketua Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Sintuak Zeki Aliwardana menyebutkan, selama ini Bhabinkantibmas Sintuak terlihat sangat dekat dengan masyarakat. Tidak saja pada jam dinas di lapangan bersama masyarakat, bahkan di luar jam dinas pun Bhabinkantibmas Sintuak Roy Martin terlihat berdiskusi masalah hukum dan kemasyarakatan di Sintuak.

“Apalagi dengan penanaman bibit pohon pelindung di kawasan masjid Raya Sintuak ini, akan sangat berarti bagi jamaah yang datang ke masjid tersebut nantinya. Masyarakat Sintuak berharap kehadiran Bhabinkantibmas di Sintuak dapat menekan angka kriminalitas serendah-rendahnya. Jika ada permasalahan terkait dengan hukum dan persengketaan tanah, dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat yang dipandu oleh Bhabinkantibmas. Jangan sampai permasalahan dan persengketaan tersebut langsung ke pengadilan atau ke Polsek/Polres,” kata Zeki Aliwardana yang juga Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman ini.

Selama Bhabinkantibmas Roy Martin bertugas di Sintuak, sudah banyak masalah kemasyarakatan yang diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan, kata Zeki menambahkan.(RS.001)
Wagub Sumbar Nasrul Abid : Nelayan Membom Ikan Akan Kita Tindak Tegas

Wagub Sumbar Nasrul Abid : Nelayan Membom Ikan Akan Kita Tindak Tegas

Ilustrasi Pembom Ikan Ikan Di Lautan ( Sumber Fhoto Antara-Internet)
Pariaman (Reportase Sumbar))---Jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agaknya tidak akan mentolerir setiap upaya pengrusakan terhadap lingkungan perairan laut di daerah ini, termasuk pengrusakan lingkungan biota laut di sekitar perairan laut Kota Pariaman. "Karena itu kalau sekiranya ada kapal asing, seperti kapal Sibolga misalnya yang melakukan aktivitas penangkapan ikan yang bisa membahayakan lingkungan, silakan hubungi langsung petugas kita. Nanti mereka yang akan menindak secara langsung," demikian ditegaskan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abid, di sela-sela penyerahan bantuan long tile bagi nmelayan di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman, Jumat kemarin.

Lebih jauh ditegaskan Nasrul Abid, pihaknya dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, jelas tidak akan mentolerir setiap tindakan yang bisa berdampak pada kerusakan lingkungan di sekitar perairan laut di Sumatera Barat ini. Karena itu, para nelayan juga diharapkan agar ikut terlibat aktif dalam memantau dan mengawasi setiap upaya atau tindakan yang dianggap bisa merusak sumber daya hayati yang ada di sekitar perairan laut Pariaman.

"Kalau hanya sekedar melempar jaring atau menangkap ikan, itu tidak terlalu masalah. Tapi jangan sampai menggunakan alat yang bisa membahayakan keselamatan sumber daya hayati yang ada di dalamnya," terangnya lagi.

Di pihak lain, Nasrul Abid juga mengakui besarnya potensi maritim yang ada di sekitar perairan laut di Sumatera Barat, termasuk halnya di perairan laut Kota Pariaman. Karena itulah lanjutnya, hal itu mestinya bisa terus dijaga dan dipelihara, serta dirawat dengan baik, sehingga pada akhirnya bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan yang ada di sekitarnya.

Besarnya potensi maritim di sekitar perairan laut di Sumatera Barat antara lain terlihat dari berbagai potensi sumber daya hayati yang ada di dalamnya. "Sebagai contoh kecil saja, kita di Sumbar inikan merupakan salah satu daerah pengeksport tuna ke luar negeri, makanya potensi ini hendaknya mesti bisa terus dikembangkan dan dipelihara, demikian pula halnya terumbu karang yang ada di dalamnya," tegas mantan Bupati Pesisisr Selatan ini.

Demikian pula lanjutnya, para nelayan juga mestinya harus lebih kreatif lagi dalam mencari berbagai sumber pemasukan lain untuk menambah income atau pendapatan mereka. Artinya, selain mengandalkan hidup dari melaut juga seyogyanya juga harus ada usaha sampingan lainnya. Sehingga pada waktunya nantinya, hasilnya bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menopang ekonomi keluarga.

YURISMAN MALALAK
Konjen Amerika Bakal Berkunjung ke Pariaman

Konjen Amerika Bakal Berkunjung ke Pariaman

Untuk Melihat dari Dekat Konsep Pengembangan Konservasi Penyu Pariaman


Fhoto-Fhoto Wakil Walikota Pariaman Ketika Berkunjung ke Amerika Serikat Beberapa Waktu Lalu
Pariaman (REPORTASE SUMBAR)---Banyak hal positif yang diperoleh dari kunjungan Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, ke negara Amerika Serikat, yang berlangsung baru-baru ini. Salah satunya, kuatnya konsep penanganan bencana yang dilakukan di negara itu. "Secara umum konsep pemberdayaan masyarakat yang berbasiskan pemerintahan lokal di negara Amerika Serikat memang sangat kuat sekali, terutama dalam hal ketahanan terhadap bencana," ungkap Genius Umar, saat membeberkan pengalamannya, selama mengikuti kunjungan ke  negara itu selama lebih kurang lima belas hari.

Yang menggembirakan, sebagai tindak lanjut dari kunjungan ke Amerika Serikat dimaksud, direncanakan Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konjen As dalam waktu dekat ini bakal berkunjung ke Kota Pariaman. "Mereka sangat tertarik dengan program kita dalam mengembangkan konservasi penyu.Karena itulah mereka ingin mengetahui dari dekat, bagaimana kerjasama yang dilakukan pihak Pemerintah Pariaman bersama NGO di daerah ini, dalam mengembangkan kontijensi konservasi penyu di Kota Tabuik ini," terang Genius Umar, yang dihubungi Jumat kemarin di sela-sela penyerahan bantuan long tile bagi nelayan di Pariaman, yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abid, di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman.

Seperti diketahui, kunjungan yang diikuti 5 orang utusan delegasi RI yang dimotori jajaran kemenlu RI ini, berlangsung  dalam rangka International Visitor Leadership Program atau Program Kunjungan Kepemimpinan Internasional, IVLP. Satu dari lima delegasi RI yang terpilih mengikuti program tersebut tahun ini adalah wakil  Walikota Pariaman, Genius Umar.

Di pihak lain sebut Genius Umar, semangat para relawan dalam penanganan bencana di  negara Paman Sam itu juga demikian tinggi, terbukti setiap kali ada bencana, baik di negara mereka atau di negara lainnya, biasanya banyak relawan yang siap memberikan sumbangsihnya untuk diterjunkan menangani bencana. Menariknya, semua itu dilakukan secara gratis alias bersifat sukarela.

"Selain itu, di masing-masing pemerintah federal dibentuk pula pusat pengendalian bencana. Alhasil, penanganan bencana di negara itu dominannya berbasiskan pemerintahan lokal atau State yang ada di negara bagian. Dan itu semua terbukti sangat efektif dalam mengatasi setiap bencana yang terjadi. Karena  mereka kan lebih dekat dengan lokasi bencana," terang Genius Umar.

Dalam artian lain sebut Genius Umar, penanganan bencana di Amerika Serikat biasanya lebih dominan dilakukan oleh state atau country atau semacam pemerintah daerah yang ada di masing-masing negara bagian di negara itu.

"Amerika memang sangat serius dalam melakukan penanganan bencana. Karena seperti diketahui, Negara Amerika Serikat selama ini memang merupakan salah satu negara yang  rawan terhadap bencana. Sebut misalnya, bencana angin topan, kebakaran hutan dan lain sebagainya. Karena itulah masing-masing negara bagian atau state, selalu diarahkan agar fokus dalam menangani bencana tersebut," ulasnya.

Jadi, berbeda dengan di Indonesia, yang merupakan negara otonom, di Amerika Serikat sendiri, peran   masing-masing negara bagian biasanya lebih dominan dalam melakukan penanganan bencana.

Meski demikian lanjutnya, satu hal yang juga sangat menarik, meski lebih dominan ditangani  negara bagian, namun penanganan bencana di negara itu, sifatnya sangat terkoordinasi dengan baik dan bersifat terpadu, melibatkan berbagai pihak. Artinya, saat terjadi bencana, semua bergerak dalam satu komando dan bahasa atau frekwensi yang sama. Dengan begitu, penanganan bencana biasanya akan berlangsung lebih cepat dan efektif.

Diakuinya, selama berada di Amerika Serikat, pihaknya bersama rombongan juga sempat berkunjung ke Gedung Putih, mengunjungi Washington City, Indiana Polis, California, Capital Hall dan sejumlah tempat lainnya. Demikian pula kunjungan ke beberapa university yang ada di Amerika Serikat, seperti Cambridge University dan sejumlah universitas terkemuka lainnya. 

Menurutnya, berbeda dengan asumsi sebagian kalangan, yang cenderung berasumsi negatif terhadap warga Amerika, berkunjung ke Amerika ternyata memberi kesan tersendiri, bagi pihaknya. "Warga Amerika ternyata sangat sopan, jauh dari anggapan kita selama ini. Buktinya, setiap kali mereka bertemu dengan para wisatawan misalnya, biasanya mereka dengan ramah akan menyapa sembari mengucapkan welcome to america," terangnya.

Hal lain yang juga sangat menarik dari kunjungan ke Amerika Serikat tersebut lanjut Genius Umar, pelayanan publik di negara yang memerdekakan diri pada tahun 1976 itu, dimana pelayanan publik di negara itu, benar-benar berlangsung secara optimal, tentunya didukung standar operasional yang jelas pula.

Demikian pula, meski Amerika Serikat dikenal dengan kebebasannya, namun khusus untuk peredaran minuman keras, tetap diatur secara ketat. Artinya, minuman keras bisa diperjualbelikan, namun tetap saja ada aturan yang ketat yang mengaturnya. "Jadi, warung atau tempat yang boleh menjual minuman keras itu haruslah berizin. Demikian pula, dalam hal penggunaan rokok. Khusus untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun jangan diharapkan bisa bebas merokok,  karena di sana ada ketentuan, bahwa anak di bawah usia 18 tahun dilarang mengkonsumsi rokok," imbuhnya.

Karena itulah lanjutnya, dari berbagai pengalaman menarik tersebut, tentunya ada hal- hal yang bisa dijadikan sebagai  perbandingan, sehingga ke depannya mungkin akan ada yang bisa diterapkan di Kota Pariaman.  "salah satunya seperti penataan pantai Venise yang ada di negara bagian Amerika Serikat, di mana kawasan pantai di kawasan itu, terlihat tertata dengan sangat baik, sekaligus juga dilengkapi dengan ruang yang jelas atau Open Space yang biasa leluasa dimanfaatkan oleh pengunjung," terangnya.

YURISMAN MALALAK

Rabu, 18 Oktober 2017

Tantangan Panwascam Hadapi Pemilu Serentak Tahun 2019

Tantangan Panwascam Hadapi Pemilu Serentak Tahun 2019

Oleh : Darwisman

 

Pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah republik ini akan digelar pada tahun 2019 mendatang. Berbagai persiapan pun telah dilakukan penyelenggara pemilu baik itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Agar pemilihan umum yang menghabiskan banyak anggaran negara itu bisa terlaksana secara berkwalitas.

Setiap kali pemilu di republik ini ternyata selalu menyisakan permasalahan yang muncul setelah dilaksanakannya pemilihan umum tersebut. Diantaranya Pemilu curang, money politik serta mencuatnya permasalahan sengketa hasil pemilu. Kemudian penyelenggara pemilu baik itu  PPK, PPS dan KPPS yang tidak profesional dalam melaksanakan tugas-tugasnya dilapangan. Serta kurangnya efektifnya pengawasan pemilu yang dilakukan di tingkat bawah baik itu dilakukan oleh Pengawas Pemilu Kecamatan, Pengawas Pemilu Desa serta Pengawas Pemilu TPS.

Mantan Ketua Bawaslu Republik Indonesia Dr.Muhammad mengatakan, pengawas pemilu di setiap tingkatkan harus memahami dan mengatahui apa yang akan diawasinya. Karena anggota Pengawas pemilu yang cukup terbatas maka peran aktif masyarakat dalam mengawasi pemilu sangat-sangat diperlukan. Untuk itu pengawas pemilu perlu menjalin kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat di tingkat bawah.

Sementara itu Vifner, SH, MH Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten  Padang Pariaman yang kini menjadi Komisioner Bawaslu Propinsi Sumatera Barat mengatakan, dalam melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan semestinya Pengawas Pemilu harus mengetahui apa yang akan diawasinya. " Jadi kalau tidak tahu apa yang diawasi tentunya tugas-tugas Pengawas Pemilu  tidak akan berjalan dengan efektif di lapangan, " ungkapnya, ketika menjadi nara sumber pada Bimtek Pengawas Pemilu Kecamatan se Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015 lalu, di Bukitinggi.

Apa yang diungkapkan Vifner tersebut memang patut dicermati dan dipahami oleh Pengawas Pemilu. Karena percuma kita mengemban tanggungjawab sebagai Pengawas Pemilu, kalau tidak tahu apa yang akan dikerjakan. Untuk itulah  Pengawas Pemilu dituntut memahami undang-undang, PKPU, Perbawaslu serta peraturan perundang-undangan lainnya.

Kini Badan Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota se Propinsi Sumatera Barat tengah merekrut anggota Pengawas Pemilu Kecamatan. Pengumuman pun telah sampai ke tingkat desa/kelurahan dan nagari. Bawaslu memberikan kesempatan seluas-seluasnya kepada seluruh masyarakat yang memenuhi syarat untuk bergabung menjadi anggota Pengawas Pemilu Kecamatan.

Mengingat tugas-tugas yang akan diemban Pengawas Pemilu Kecamatan sangat berat maka Bawaslu akan melakukan seleksi secara ketat agar terpilihnya Pengawas Pemilu Kecamatan yang benar-benar berkwalitas yang akan bisa bertugas mengawasi jalannya proses pemilu. Karena Pemilu Presiden dan Legislatif akan dilakukan secara bersamaan,  sehingga dibutuhkan pengawas pemilu yang benar-benar mau dan bisa bekerja keras untuk mengawasi jalannya pemilu tersebut.

Selama ini, seringnya Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota yang sekarang berubah menjadi Bawaslu Kabupaten/Kota kocar-kacirnya membuat laporan ke Bawaslu Propinsi. Karena tugas pengawasan dan laporan dari kecamatan tidak kunjung sampai ke Kabupaten/Kota sesuai dengan batas waktu yang diberikan.
Ini bisa terjadi disebabkan beberapa alasan pertama. tidak pahamnya anggota Panwaslu Kecamatan terhadap tugas yang dilaksanakannya di lapangan. kedua Panwaslu Kecamatan tidak singkron dengan Pengawas Pemilu Lapangan dan terakhir  mungkin saja.Panwaslu Kecamatan menganggap tugas itu tidak penting, sehingga dilaporkan tidak tepat waktu.

Agar kasus ini tidak terulang, penulis optimis dalam rekrutmen anggota Pengawas Pemilu Kecamatan se Sumatera Barat untuk menghadapi Pemilu Serentak Tahun 2019 mendatang, akan dilakukan Bawaslu dengan seleksi ketat dan transparan. Tentunya dengan harapan akan terpilih Pengawas Pemilu yang benar-benar berkwalitas yang akan dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya secara bertanggungjawab.



Penulis : Darwisman/ Mantan Ketua Panwascam Kec.Patamuan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Ketika SDN 02 Percontohan Bukittinggi Siap Jadi Sekolah Rujukan

Ketika SDN 02 Percontohan Bukittinggi Siap Jadi Sekolah Rujukan

Sekolah Dasar Negeri 02 Percontohan Bukitinggi, Siap Menjadi Sekolah Rujukan ( Fhoto : Yurisman Malalak )

Oleh : Yurisman Malalak

Bel tanda berakhirnya jam sekolah baru saja berbunyi,  saat bersamaan sekumpulan siswa terlihat tengah duduk dengan asyiknya di bangku ruang tunggu yang tersedia di SDN 02 Percontohan Kota Bukittinggi. Tempatnya di samping bangunan utama kantor Kepala Sekolah SDN 02 Percontohan Bukittinggi.

Menariknya, kebanyakan dari siswa tersebut justru terlihat serius membaca beragam jenis buku. Pemandangan itu bahkan berlanjut hingga orangtua atau pihak keluarga datang menjemput mereka.  Begitulah setidaknya pemandangan yang sering terlihat di SDN 02 Percontohan  Bukittinggi, saat penulis menyambangi sekolah itu Rabu (12/10) lalu.

Hasil pengamatan penulis, ruang tunggu yang tersedia di sekolah tersebut terlihat didesain sedemikian rupa, sehingga menimbulkan kesan nyaman dan asri. Karena di samping dihiasi dengan aneka pajangan hasil prakarya siswa, juga ada aneka ragam gambar dan bunga yang diselaraskan dengan paduan warna yang menyejukkan mata.

Begitu pula sejumlah slogan lingkungan hidup lainnya, yang dipasang dengan rapi di berbagai sudut ruangan.  Pemandangan yang tidak jauh berbeda juga terlihat di lorong-lorong kelas yang ada  di lingkungan SDN 02 Percontohan. Demikian pula halnya dengan ruang  pustakanya, sehingga mampu menimbulkan rasa betah bagi siapa saja yang memasukinya. 

“Pada hari-hari biasa, di lorong-lorong kelas di sekolah ini juga sering dimanfaatkan anak-anak untuk membaca beragam jenis buku. Hal itu memang merupakan salah satu program sekolah untuk menimbulkan kegemaran membaca di kalangan anak-anak di sekolah ini,” ungkap Wakil Kepala Bidang Kurikulum SDN 02 Percontohan, Ipmaiyaldi, ketika ditemui di ruang Kepala SDN 02 Percontohan Rabu kemarin.

Berkunjung ke SDN 02 Percontohan Kota Bukittinggi, kita akan disuguhkan pemandangan lingkungannya yang asri. Kondisi itu terlihat selaras dengan  kontruksi bangunannya yang berdiri megah.

Selain ditemukan beragam jenis bunga, seperti bunga anthurium yang berjejer rapi di ruang utama pintu masuk SDN 02 Percontohan juga banyak pula aneka jenis tanaman hias maupun tanaman obat lainnya.

Tidak ketinggalan pula, hampir di setiap sudut dinding dan ruang kelasnya juga banyak ditemui aneka jenis bunga dan gambar serta hasil prakarya anak lainnya. Semua terlihat tersusun dengan rapi, sehingga mampuj menimbulkan kesan tersendiri bagi setiap orang yang memandangnya.

Seperti diakui Kepala SDN 02 Percontohan, Sri Ramayenti,SPd, bahwa sekolah yang dipimpinnya itu memang sangat berkomitmen mengimplementasikan program literasi yang diselaraskan dengan program kepedulian lingkungan di sekolah tersebut.

Karena itulah, pihaknya tidak hanya berupaya menyediakan berbagai kebutuhan bahan bacaan bagi para anak didiknya, namun juga berupaya mewujudkan lingkungan sekolah yang asri yang sarat dengan nuansa harmonisasi alam di dalamnya. “Karena kita menginginkan agar lingkungan sekolah ini bisa menjadi lingkungan yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga diharapkan mampu mendorong lahirnya kreatifitas di kalangan anak didik. Begitu pula bagaimana hal itu bisa mendorong pengembangan bakat dan talenta yang dimiliki oleh masing-masing anak,” terangnya.

Menurutnya, sejumlah program literasi lainnya yang diterapkan di SDN 02 Percontohan, yaitu ditetapkannya jam wajib baca bagi anak-anak. Biasanya kegiatan itu berlangsung setiap pagi, setiap harinya. Waktunya 15 menit sebelum jam pelajaran wajib di kelas dimulai.

Dalam rentang waktu tersebut, masing-masing anak selanjutnya dibebaskan membaca buku bacaan, sesuai minat dan keinginan mereka masing-masing. Buku yang dibaca umumnya terdiri dari buku sejarah, buku cerita atau sejenisnya. Tapi sebelum kegiatan membaca dilakukan, sesuai Program Wajib Mengaji yang dicanangkan oleh pihak Pemko Bukittinggi, anak-anak tersebut terlebih dahulu juga diharuskan membaca ayat-ayat pendek. Barulah setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan membaca.

Sebagai penutup, anak-anak diarahkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan, sebagai  upaya menanamkan kecintaan terhadap tanah air.  “Setelah semua siswa selesai  membaca, kemudian  disuruh maju ke depan, menceritakan apa yang mereka baca  sebelumnya. Dengan begitu guru bisa mengetahui, sejauh mana daya tangkap para  siswa terhadap buku yang baru saja mereka baca,” terangnya.

Menurutnya, dipilihnya jenis buku cerita untuk bahan bacaan anak dengan tujuan, agar anak juga mampu menguasai dan memahami cara berbahasa yang indah sehingga mudah untuk dipahami.  “Ke depan harapan kita, anak-anak tidak hanya gemar atau pintar membaca, namun mereka juga diharapkan mampu menuangkan isi fikirannya dalam bentuk tulisan. Program itulah yang saat ini tengah kita siapkan, sebagai bentuk implementasi lain dari program literasi yang dijalankan di sekolah ini,” terangnya.

Menariknya lagi, program literasi di sekolah ini juga terus berlanjut setelah anak-anak pulang ke rumah masing-masing.  Untuk memonitornya, pihak sekolah sengaja  menyediakan buku paduan berisi tabel yang harus diisi dan tandatangani si anak di rumah. Dengan begitu para guru di sekolah bisa mengetahui, berapa lama waktu yang digunakan anak  untuk membaca di rumah. Diakuinya, program literasi yang diprogramkan di sekolah itu selama ini memang terbukti sangat efektif untuk menumbuhkan kegemaran dan kecintaan anak terhadap budaya membaca.

Keseriusan pihak SDN 02 dalam mengimplementasikan program literasi juga terlihat dari ribuan koleksi buku yang terdapat di pustaka sekolah tersebut, beikut ribuan jenis bahan ajar dalam bentuk digital lainnya. “Karena sekolah ini telah ditetapkan sebagai sekolah berbasis digital, maka ke depan kita tentunya juga berharap agar sekolah ini bisa memiliki pustaka berbasis digitalisasi sendiri. Begitu pula dengan materi kurikulum yang akan diajarkan, ke depanya hendaknya  juga bisa disediakan secara khusus layaknya buku digital,” ujar Waka Kurikulum Ipmaiyaldi menimpali.

Sementara itu, di samping diwajibkan mengikuti proses pembelajaran tatap muka di ruangan kelas, layaknya sekolah dasar pada umumnya,   siswa SDN 02 Percontohan Bukittinggi selama ini juga aktif diarahkan mengikuti program di luar kelas atau program Sekolah Alam.

Dimana, setiap anak di SDN 02 Percontohan sesuai dengan tingkatan kelasnya masing-masing, selanjutnya di bawa ke ruang  terbuka, (biasanya lokasi yang dipilih adalah kawasan objek wisata,pen), untuk  kemudian mengikuti proses belajar dan mengajar di ruang terbuka. Seperti diakui Sri Ramayeni, melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan bisa  lebih menyadari arti  penting keberadaan alam sebagai bagian yang tidak  terpisahkan dari kegiatan proses belajar mereka.

“Melalui program sekolah alam ini, anak anak juga diarahkan untuk bisa menceritakan pengalamannya masing-masing. Baik itu secara lisan maupun tulisan, sehingga dengan begitu diharapkan imajinasi mereka bisa lebih berkembang, sesuai dengan pengalaman baru yang mereka dapatkan selama berinteraksi dengan lingkungan alam,” terangnya.

Dalam rangka penanaman karakter, murid SDN 02 Percontohan juga aktif diarahkan mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, termasuk ikut berpartisipasi aktif dalam memelihara taman dan tanaman yang ada di lingkungan sekolah mereka.

Demikian pula, kegiatan shalat berjamaah, berderma atau berinfak dan lain sebagainya.  Menurutnya, khusus untuk program Sekolah Alam sendiri, biasanya waktu dan  meterinya disesuaikan dengan tuntutan kurikulum yang ada di sekolah. Seperti diketahui, SDN 02 Percontohan Bukittinggi selama ini merupakan salah satu sekolah favorit yang ada di Kota Wisata Bukittinggi.

Karena itulah prestasi dan  pencapaian yang diraih SDN 02 Percontohan Kota Bukittinggi yang beralamat di Jalan A. Rivai No. 09, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota  Bukittinggi, dengan luas lahan   3005 m2 dan luas bangunan 1600 m2 agaknya tidak perlu diragukan lagi.

Sebut misalnya beberapa prestasi penting yang pernah diraih SDN 02 Percontohan, seperti juara I Nasional Lomba Budaya Mutu, penghargaan sebagai Inisiator Sekolah Ramah Anak, yang diberikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA beberapa waktu lalu. Prestasi lain, yaitu penghargaan Piagam Adiwiyata tingkat Provinsi Sumatera Barat, sehingga SDN 02 Percontohan berhak melaju ke tingkat nasional.

Demikian pula halnya prestasi bidang akademik yang diraih sekolah ini juga terbilang sangat menggembirakan. Seperti terlihat baru-baru ini, dimana sebanyak 75 orang siswa di sekolah yang ditunjuk Pemerintah Kota Bukittinggi sebagai pelaksana Class Digital ini juga berhasil meraih peringkat III terbaik untuk tingkat SD se-Kota Bukittinggi,  dan 2 orang siswa lainnya meraih peringkat 2 tingkat Propinsi Sumatera Barat saat Ujian Sekolah US kelas VI baru-baru ini.

Begitu pula, sejumlah prestasi bergengsi lainnya yang ditorehkan SDN 02 Percontohan, baik itu tingkat Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat atau tingkat nasional lainnya.   Makanya dengan berbagai alasan itu pula, jelas sangat beralasan jika hal itu  akhirnya  menjadi salah satu alasan kuat bagi banyak pihak untuk melakukan  kunjungan kerja atau study banding ke sekolah ini. 

Salah satunya, terlihat dari kunjungan 32 orang rombongan Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) Larut Matang Negeri Perlak, Malaysia pada tanggal 16 Februari 2017 yang lalu. Bahkan sebagai tindaklanjutnya juga direalisasikan dalam bentuk MoU atau kerjasama yang dinamakan Perkongsian Pintar antara kedua belah pihak. Yaitu,  berupa program pertukaran guru, khususnya guru pengajar musik tradisional, dan guru tata boga.

Demikian pula kunjungan 11 orang rombongan Majelis Guru Besar Sepang Malaysia, di samping sejumlah kunjungan lainnya.  Seperti diakui Kepala SDN 02 Percontohan, Sri Ramayenti, berbagai keberhasilan  dan pencapaian yang diraih SDN 02 Percontohan selama ini, juga tidak terlepas  dari dukungan dan support dari berbagai pihak, terutama dukungan dari pihak  Komite Sekolah dan orangtua murid yang tergabung dalam Paguyuan Kelas,  maupun dukungan dari jajaran Pemko dan Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi.  Dengan alasan itu pula, pihaknya mengaku optimis bila ke depan SD 02  Percontohan yang membawahi lima sekolah dasar sebagai sekolah imbasnya ini, nantinya bakal bisa lebih maju dan berkembang, hingga nantinya bisa menjadi Sekolah Rujukan.

“Sebagaimana diketahui, saat ini sekolah kita inikan telah  ditetapkan sebagai Sekolah Model, makanya saat ini kita terus berupaya mencapai  8 kriteria Standar Nasional Pendidikan atau SNP, seperti yang yang telah  ditetapkan pemerintah. Barulah setelah itu tercapai, kita berharap sekolah ini  nantinya bisa berkembang menjadi sekolah rujukan,” imbuhnya.

Karena itulah lanjutnya, pihaknya dari kepala sekolah terus berupaya memperkuat serta mengimplentasikan berbagai program positif yang telah berjalan di sekolah tersebut selama ini, termasuk diantaranya sejumlah program yang pernah dirintis sejumlah kepala sekolah sebelumnya.

“Yang jelas ke depannya kita menginginkan sekolah ini nantinya bisa berkembang menjadi Sekolah Rujukan. Untuk itulah, kita dari sekolah tentunya akan terus melanjutkan sejumlah program yang telah berjalan dengan baik di sekolah ini. Baik itu, dalam hal Pendidikan Karakter, Pendidikan Keluarga, maupun program Managemen Berbasis Sekolah dan lain sebagainya,” terangnya.

Sebagai contoh sebutnya, sebagai perwujudan dari Managemen Berbasis Sekolah (MBS), selama ini pihaknya  selalu aktif merangkul keterlibatan pihak Komite Sekolah dan orangtua murid yang ada di SDN 02 Percontohan tersebut. “Berbeda dengan sekolah lain pada umumnya, para orangtua murid di sekolah ini juga memiliki wadah tersendiri, yang dinamakan dengan Paguyuban Kelas. Merekalah selama yang aktif bersama Komite Sekolah, menyiapkan sejumlah program nyata, guna mendukung kemajuan sekolah,” terangnya.

Sri Ramayenti mengakui, jika pihak Komite Sekolah dan orangtua murid yang tergabung dalam Paguyuban Sekolah selama ini memang sangat aktif dalam mendukung dan mendorong berbagai kemajuan yang ada di sekolah tersebut.  Hal itu antara lain terlihat dari peran aktif yang ditunjukkan pihak Komite Sekolah bersama Paguyuban Kelas, mulai dari menggelar beragam iven atau acara di sekolah,   pengadaan pot-pot bunga berikut dengan tanamannya, hingga membantu pengecatan ruangan sekolah, memperbaiki mobiler yang rusak dan lain sebagainya.

“Sebagai  Komite dan orangtua murid yang tergabung dalam Paguyuban Kelas, kami jelas sangat mendukung setiap program untuk kemajuan sekolah. Makanya, kalau ada yang dianggap masih kurang misalnya, maka kami dari pihak Komite dan orangtua yang tergabung dalam Paguyuban Kelas, akan selalu siap membantu. Tentunya semata-mata atas dasar kerelaan, demi  untuk membantu kemajuan pendidika,” tegas Ketua Komite Sekolah SDN 02 Percontohan, Yunelfi, SH, saat dihubungi secara terpisah Rabu kemarin. (*)

Selasa, 10 Oktober 2017

Kota Pariaman Siap Jadi Penyangga Utama Poros Maritim Nasional

Kota Pariaman Siap Jadi Penyangga Utama Poros Maritim Nasional

Kawasan Maritim Pariaman ( Fhoto : Internet)
Pariaman (Reportase Sumbar)---Komitmen Pemko Pariaman untuk mengembangkan potensi maritim atau potensi bahari yang ada di Kota Pariaman agaknya tidak hanya diwujudkan melalui sejumlah program nyata di lapangan, namun lebih dari itu juga lahir dari adanya keberpihakan anggaran yang jelas untuk itu. Baik itu melalui dana APBD, Provinsi, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan Pemerintah Pusat. Pun demikian halnya realisasi dari anggaran Dana Dekosentrasi dan lain sebagainya.

Seperti diakui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril, saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin. Dimana jajaran Pemko Pariaman sebutnya, memang sangat komit untuk mengembangkan potensi kelautan yang ada di Kota Pariaman. Hal itu antara lain terlihat dari dicadangkannya potensi laut yang ada di sekitar Kota Pariaman sebagai kawasan Konservasi Laut Daerah. "Hal itu tidak hanya berlangsung saat ini saja, namun telah berlangsung sejak lama, tepatnya sejak tahun 2008 yang lalu," terang Dasril.

Secara umum program kelautan dan perikanan di Kota Pariaman, sepenuhnya diarahkan untuk mengembangkan berbagai potensi sumber daya yang ada di sekitar perairan laut Pariaman. Demikian pula upaya perlindungan terhadap biota laut dan sumber daya hayati yang ada di dalamnya, seperti halnya terumbu karang, potensi perikanan hingga program pelestarian penyu, yang diwujudkan dalam bentuk program konservasi penyu di Desa Apar, Kecamatan Pariaman utara.

Konkritnya, sesuai aturan yang ada, program pemberdayaan sumber daya kelautan dan perikanan yang ada di Kota Pariaman secara khusus juga diarahkan untuk melindungi kawasan potensi perairan laut termasuk beragam kekayaan sumber daya hayati yang ada di dalamnya.

"Sebagai contoh, kawasan penangkapan ikan atau kawasan terumbu karang misalnya, itu terus dirawat dan dipelihara dengan baik, termasuk dilindungi agar terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh perilaku manusia, seperti praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan," terangnya.

Selain itu, upaya pelestarian potensi kelautan yang ada di Kota Pariaman juga diwujudkan dalam bentuk konsep zonasi pulau-pulau kecil yang ada di Kota Pariaman. "Sebagai contoh, pulau Kasiak misalnya, yang ditetapkan sebagai kawasan zona inti, di kawasan itu hanya boleh dimanfaatkan untuk keperluan tertentu saja. Seperti untuk keperluan penelitian, diving snouckling, dan aktivitas lain sebagainya. Karena itu pengawasan terhadap setiap aktivitas di kawasan itu dilakukan secara ketat. Sebagai zona inti, di kawasan itu juga tidak dibenarkan melakukan aktivitas lego jangkar di kawasan itu," tegasnya.

Pada tahun ini, memanfaatkan dana dekosentrasi dari pusat, Pemko Pariaman juga berencana bakal membangun dermaga di sekitar kawasan Pulau Tangah. Hal itu sekaligus juga semakin melengkapi kehadiran sejumlah dermaga yang pernah di bangun di Kota Pariaman.

Sementara itu, selain zona inti, juga ada zona pemanfaatan, termasuk diantaranya bisa dimanfaatkan untuk keperluan wisata, seperti halnya pulau Anso Duo. Demikian pula halnya pulau Ujuang dan Pulau Tangah. Selain itu, Pulau Ujuang dan Pulau Tangah misalnya juga ditetapkan pula sebagai zona perikanan berkelanjutan. Dimana di kawasan itu, para nelayan dibolehkan menangkap ikan, namun tentunya harus menggunakan alat tangkap yang sifatnya ramah lingkungan.

Jajaran Pemko Pariaman yang dipimpin duet Wali Kota Pariaman, H Mukhlis Rahman dan Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar aghaknya menyadari betul, jika potensi bahari yang dimiliki Kota Pariaman saat ini tak ubahnya bak "harta karun" yang masih terpendam, yang mesti dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal. Karena itulah keberadaannya perlu terus dirawat, dipelihara dan dilindungi dari berbagai kemungkinan kerusakan lingkungan.

"Oleh sebab itulah, meski Pulau Anso Duo misalnya telah ditetapkan sebagai kawasan pemanfaatan, namun tetap saja harus diawasi sedemikian rupa, sehingga kedatangan  pengunjung yang berwisata ke sana, tidak malah menimbulkan potensi kerusakan lingkungan," terang Dasril, yang didampingi Kabid Perikanan Budi Daya DKP Kota Pariaman, Feriyaldi dan Kabid Perikanan Tangkap DKP Kota Pariaman, Zainal.

Makanya, dengan alasan itu pula, kepada setiap pengunjung selalu diingatkan melalui berbagai himbauan atau pamflet yang dipasang secara khusus di kawasan pulau tersebut, agar mereka tetap bisa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan yang ada di kawasan itu. "Makanya setiap pengunjung yang berwisata ke Pulau Anso Dua misalnya, semua dibekali dengan kantong plastik, sehingga nantinya mereka tidak membuang sampah sembarangan," terangnya.

Di pihak lain, untuk mendukung program pengembangan wisata, di sekitar Pulau Anso Duo juga telah dibangun sejumlah fasilitas, seperti fasilitas jalan setapak, dermaga pendaratan kapal wisata, atau gabuo, tempat peristirahatan pengunjung dan lain sebagainya.

Sementara itu, untuk pengawasannya, para petugas juga telah ditempatkan  di kawasan itu, untuk memantau setiap aktivitas pengunjung yang ada. Menariknya, semua itu bahkan telah dirumuskan dalam bentuk Standar Operasional atau SOP, sehingga masing-masing pihak bisa mengetahui apa yang harusnya menjadi tugas dan kewenangannya masing-masing."Untuk SOP nya, semua diserahkan kepada pihak Dinas Pariwisata, sebagai pihak pengelolanya," imbuh Dasril menjelaskan.

Tidak kalah pentingnya, kepedulian Pemko Pariaman dalam memelihara, menjaga serta mengoptimalkan berbagai potensi kelautan dan sumber daya hayati yang ada di kawasan perairan laut Kota Pariaman juga terlihat melalui program Konservasi Penyu. Dimana dari data yang dihimpun melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman, program konservasi penyu di Kota Pariaman telah menghasilkan lebih dari 72 ribuan bibit penyu, yang selanjutnya sebagian besarnya telah dilepas ke laut lepas.

Sebagaimana diketahui, perairan laut Kota Pariaman sendiri dikenal memiliki  tiga spesies penyu yang terbilang langka di dunia. Masing-masing, penyu Sisiak, penyu Lekang dan penyu Hijau.

"Intinya, selain dimaksudkan untuk melindungi potensi sumber daya kelautan, program konservasi penyu tersebut juga dimaksudkan sebagai daya tarik tersendiri, sehingga para pengunjung mau datang ke Kota Pariaman," terangnya.

Demikian pula program pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan yang biasa mencari nafkah menangkap ikan di perairan lautlepas, juga tidak luput dari perhatian Pemko Pariaman. Hal itu setidaknya terlihat dengan diprogramkannya program PEM dan PUM. Seperti diakui Dasril, program pemberdayaan masyarakat pesisir itu sendiri, bahkan telah berlangsung sejak tahun 2011 yang lalu.

Di pihak lain, seperti ditegaskan Kabid Perikanan Tangkap Dinas DKP Kota Pariaman, Zainal, bahwa pihaknya dari DKP memang sangat konsen dalam memelihara dan melindungi sumberdaya kelautan yang ada di Pariaman, termasuk di dalamnya terumbu karang yang ada di Kota Pariaman. Pasalnya, dari hasil penelitian yang ada, jika potensi sumber daya terumbu karang bisa diperlihara dengan baik, maka hasilnya bisa sangat luar biasa. Yaitu, hasilnya bisa  4 X lipat dari kondisi sebelumnya," terangnya.

Senada dengan itu diakui Kabid Perikanan Budi Daya DKP Kota Pariaman, Feriyaldi, bahwa program pemberdayaan potensi perairan laut dan perikanan di Kota Pariaman, termasuk program konservasi yang ada, secara umum dilakukan secara berkelanjutan dan bersifat saling terintegrasi antara satu dengan yang lainnya. Artinya, tidak hanya melibatkan pihak DKP saja, namun juga ikut melibatkan sejumlah stake holder dan sejumlah instansi dan pemangku kepentingan lainnya.

Agaknya dengan alasan itu pula, sangat beralasan kiranya, bila akhirnya program pemberdayaan potensi perairan laut dan perikanan, termasuk program konservasi yang dikembangkan Pemko Pariaman  dari tahun ke tahun, akhirnya mendapat apresiasi khusus dari pihak Kementrian kelautan dan Perikanan RI. Hal itu setidaknya terlihat dari kunjungan  Direktur Jenderal Konservasi dari Kementrian DKP RI, Andre Rosadi beberapa waktu lalu.

Tidak kalah membangggakan, Kepala Dinas DKP Kota Pariaman bahkan diundung secara khusus oleh pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan sebagai keynote speaker pada tanggal 9-11 Mei 2017 yang lalu. Dan dengan berbagai pencapaian itu pula, Wali Kota Pariaman H Mukhlis Rahman juga sebagai salah satu nominasi penerima penghargaan  Satya Lencana Wirakarya. Selain itu, dengan berbagai pertimbangan itu pula, belakangan Kota Pariaman juga diusulkan sebagai kawasan Pariaman Sale, seperti halnya Bunaken Sale yang ada di Manado dan sejumlah sale daerah lainnya di Indonesia.

Tidak kalah pentingnya seperti diakui Kadis DKP Kota Pariaman, bahwa Kota Pariaman melalui berbagai program pemberdayaan sumber daya kelautan yang telah dilakukan jajaran Pemko Pariaman selama ini, tentunya tidak terlepas sebagai bagian penting dari kesiapan untuk menjadikan Pariaman sebagai penyangga utama Poros Maritim Nasional.

Tentunya dengan berbagai pencapaian yang diraih oleh Kota Pariaman dalam memberdayakan potensi kelautan di daerah ini, maka dengan beralihnya kewenangan pengelolaan kawasan pesisir ke pihak provinsi, maka kini harapan itu pun jelas tertumpang kepada para pemangku kebijakan di tingkat provinsi. Tentunya dengan harapan, semua program yang telah dilakukan selama ini, tetap bisa berlanjut dan makin berdaya guna pada masa-masa mendatang. Semoga.

YURISMAN MALALAK
Andalkan Potensi Bahari dan Maritim, Wisata Pariaman Makin Berkembang

Andalkan Potensi Bahari dan Maritim, Wisata Pariaman Makin Berkembang

Efendi Jamal :  Pemko Ikut Support Anggaran


Pariaman, (Reportase Sumbar)---Potensi wisata Kota Pariaman dewasa ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Hal itu tentunya tidak terlepas dari berbagai potensi serta daya tarik wisata yang dimilikinya. Terutama tentunya potensi pesisir dan perairan laut Pariaman yang memang dikenal dengan daya tariknya, berupa pesona pantai dan potensi pesona baharinya yang begitu indah, dengan diitari beberapa pulau-pulau kecil, sehingga mampu menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk datang berkunjung ke kota yang terletak di kawasan pesisir Barat Pulau Sumatera ini.

Dengan alasan itulah, tak heran bila Pemko Pariaman saat ini sangat serius membenahi berbagai sarana dan parasarana wisata di daerah ini. Hal itu setidaknya terlihat dari berbagai program pembangunan yang digagas jajaran Pemko Pariaman di sepanjang  perairan pantai Pariaman. Demikian pula halnya dengan melengkapinya dengan berbagai sarana dan fasilitas pendukung lainnya. Seperti halnya pengadaan fasilitas kapal untuk mengangkut penumpang ke pulau Angso Duo dan lain sebagainya.

Demikian pula fasilitas pendukung di sekitar pulau-pulau kecil lainnya yang ada di sekitar perairan laut Kota Pariaman, sebur saja misalnya di sekitar kawasan pulau Anso Duo, yang saat ini telah dilengkapi dengan fasilitas dermaga pendaratan kapal wisata, yang biasa mengangkut pengunjung wisata ke lokasi yang dikenal dengan kuburan panjangnya itu.

Pun demikian halnya fasilitas pendukung yang ada di sekitar vpulau Anso Duo, seperti fasilitas Gabuo, yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat, fasilitas jalan setapak dan sejenisnya juga siap memanjakan para pengunjung yang ingin mengisi hari libur mereka di pulau berpasir putih tersebut.

Singkatnya, melaui berbagai program yang dilakukan tersebut, jajaran Pemko Pariaman, agaknya benar-benar ingin mengoptimalkan beragam potensi bahari yang dimiliki oleh kota yang terdiri dari empat kecamatan ini. Juga tidak kalah pentingnya, hal itu tentunya juga dilesaraskan dengan program pemerintah pusat, yaitu bagaimana menjadikan negara Indonesia, sebagai poros maritim utama dunia. Dalam hal ini Kota Pariaman tentunya menjadi bagian penting dari upaya tersebut, khususnya sebagai penyangga poros maritim nasional.


Kenyataan itu tidak ditampik Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman, Efendi Jamal, saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin. Menurutnya, keseriusan Pemko Pariaman dalam mengembangkan potensi bahari yang dimilikinya antara lain terlihat dari beragam program yang telah disiapkan jajaran Pemko Pariaman, sejak jauh-jauh hari sebelumnya.

"Jadi program pengembangan wisata, atau upaya pengoptimalan potensi bahari yang ada di Kota Pariaman ini tidak hanya berlangsung saat ini saja, namun sifatnya berkelanjutan, yang berlangsung dari tahun ke tahun, hingga pada saat ini," terangnya.

Efendi Jamal menyebutkan, selain membenahi dan merevitalisasi sejumlah objek wisata yang ada di Kota Pariaman, untuk menambah daya tarik wisata ke Kota Pariaman, Pemko Pariaman juga aktif menggelar sejumlah iven penting. Mulai dari iven tingkat Sumbar, hingga tingkat nasional.

"Beberapa iven internasional yang digelar di Kota Pariaman ini sejak beberapa tahun terakhir, seperti Triatlon, parade busana, demikian pula  Festival Budaya Tabuik yang rutin digelar setiap tahunnya, di samping sejumlah ivent penting lainnya," terangnya.

Selain itu juga ada festival tradisional lainnya, seperti Festival Pesona Pantai Gandoriah, yang dimeriahkan dengan sejumlah aneka lomba, seperti lomba maelo pukek, lomba masak tradisional kapalo ikan, di samping ada pula iven pesta pantai yang biasa digelar setiap tahunnya, saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.

"Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan tersebut umumnya dipusatkan di sekitar kawasan Pantai Pariaman, yang selama ini merupakan ikon utama destinasi wisata yang ada di Kota Pariaman," bebernya.

Diakuinya, berdasarkan pengalaman yang ada, belakangan terbukti berbagai iven yang digelar di sejumlah objek wisata di Kota Pariaman itu mampu menarik perhatian luas dari berbagai pihak, khususnya bagi pengunjung wisata. Hal itu setidaknya terlihat dari peningkatan jumlah wisatawan setiap tahunnya. "Bahkan tidak hanya wisatawan domestik, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Pariaman juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Seperti terlihat baru-baru ini, saat penyelenggaraan iven Pesta Budaya Tabuik, yang juga cukup banyak dihadiri wisatawan mancanegara," imbuhnya.

Menariknya, selain aktif membenahi sejumlah objek wisata, untuk menambah daya tarik kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman, namun tidak berarti pelestarian terhadap kawasan pesisir menjadi terabaikan begitu saja. Pasalnya, pihak Pemko Pariaman menyadari betul akan arti penting dari potensi bahari yang dimilikinya. "Karena kita sadar sepenuhnya, bahwa potensi yang dimiliki Kota Pariaman ini tidaklah banyak yang bisa diandalkan. Salah satunya, ya potensi bahari ini. Makanya kita juga merasa berkewajiban untuk memelihara, menjaga dan melestarikannya," terangnya.

Disebutkan, diantara program pelestarian terhadap sumber daya bahari yang ada di Kota Pariaman antara lain terlihat dengan hadirnya kelompok pecinta lingkungan yang tergabung dalam Klub Pengelola Terumbu Karang, yang saban waktu selalu aktif melakukan pengawasan, memelihara dan menjaga kelestarian terumbu karang yang ada di sekitar perairan pantai Pariaman.

Begitu pula, bagi para pengunjung  yang ingin berpelesiran ke Pulau Anso, juga dibekali dengan kresek, (kantong plastik,red), sehingga nantinya kebersihan lingkungan di kawasan itu tetap bisa terjaga.

Prinsipnya lanjut Efendi Jamal, program pemberdayaan bahari di Kota Pariaman tidak hanya sebatas dalam bentuk pemanfaatan wisata saja, namun juga ikut melibatkan sejumlah pihak, di samping juga diwujudkan dalam bentuk keberpihakan anggaran lainnya. Baik itu, berupa dana APBD, Dana Alokasi Khusus dan lain sebagainya.

YURISMAN MALALAK

Sabtu, 07 Oktober 2017

Dampak Pembangunan Tarok, Nagari Tandikek Utara Berpotensi Jadi Kawasan Wisata Terpadu

Dampak Pembangunan Tarok, Nagari Tandikek Utara Berpotensi Jadi Kawasan Wisata Terpadu

Wali Nagari Tandikek Utara Sabar Bersama Sekretaris Nagari Indra Dunianda, Ketika Melihat Pembangunan di nagarinya dengan menggunakan dana desa ( Fhoto : Istimewa )
Tandikek Utara (Reportase Sumbar)---Masyarakat Nagari Tandikek Utara, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman saat ini sangat mendambakan kehadiran jembatan Batang Sani-Rimbo Tarantang, yang ada di nagari tersebut. Pasalnya kehadiran jembatan tersebut sangat fital artinya dalam menunjang akses transfortasi masyarakat di Nagari Tandikek menuju kawasan Tarok di Nagari Kapalo Hilalang.

Seperti diakui Walinagari Tandikek Utara, Sabar, saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin, bahwa pihaknya jelas sangat mendukung pembukaan kawasan Tarok di Nagari Kapalo Hilalang, karena itulah akses penghubung antar kedua daerah bertetangga itu jelas sangat mendesak untuk direalisasikan.

"Salah satu wujud masyarakat Tandikek Utara dalam merespon kehadiran dan pembukaan kawasan Tarok City, yaitu ditandai dilakukannya pembukaan ruas jalan baru, yang menghubungkan kawasan Rimbo Tarantang-Batang Sani, yang menghubungkan Nagari Tandikek Utara menuju kawasan Tarok City yang terdapat di Nagari Kapalo Hilalang Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam. Adapun panjang ruas jalan itu lebih kurang 1 KM lebih.

"Namun untuk bisa melewatinya, saat ini kita masih terkendala akibat belum adanya fasilitas jembatan penghubung antar kedua wilayah. Karena kebetulan, ruas jalan itu melintasi aliran Batang Sani, yang lebarnya mencapai 15 meter lebih," terangnya. Karena itulah pihaknya berharap, kiranya pembangunan jembatan di kawasan itu nantinya bisa segera direalisasikan, sehingga akses transportasi antara Nagari Tandikek Utara dan kawasan Tarok City bisa berjalan lebih lancar.

Lagi pula lanjut Sabar, bila saja ruas jalan di kawasan itu sudah diaspal dan dilengkapi pula dengan jembatan penghubung, maka dampaknya juga sangat efektif dalam memperpendek jarak tempuh warga kedua daerah. Karena akibat belum  difungsikannya ruas jalan tersebut, selama ini warga yang hendak menuju ke Kapalo Hilalang atau sebaliknya, terpaksa harus melewati ruas jalan melingkar, dengan jarak tempuh yang relatif lebih jauh. "Sebagai contoh kecil saja misalnya, untuk menuju kawasan peternakan ayam di Choran Phopan, saat ini jaraknya bisa mencapai  12 KM, tapi kalau melewati jalan baru yang kita buka jaraknya hanya sekitar 1 Km lebih, makanya kita sangat berharap kiranya pembangunan jembatan itu bisa terealisasi seperti diharapkan," terangnya.

Di pihak lain Sabar juga mengakui, bila kehadiran kawasan Tarok City nantinya akan sangat positif dalam memacu pertumbuhan dan kemajuan daerah. Bahkan tidak hanya berdampak positif terhadap daerah Tarok sendiri, melainkan melahirkan dampak multiplayer effect terhadap pengembangan daerah di sekitarnya, khususnya daerah atau kawasan yang berdekatan dengan kawasan Tarok City.

Diakuinya, pembangunan kawasan Tarok tentunya juga akan berdampak positif terhadap pengembangan dan pengotimalan lahan yang ada di Nagari Tandikek Utara pada khususnya dan Kecamatan Patamuan maupun Padangpariaman pada umumnya.

Seperti diketahui lanjut Sabar, di kawasan Rimbo Tarantang Nagari Tandikek Utara selama ini banyak terdapat hamparan luas yang didukung dengan potensi wisatanya yang sangat indah.

Demikian pula didukung potensi objek wisata lain, seperti objek pemandian Batu Palimauan yang ada di Nagari Tandikek Utara, yang jaraknya tidak begitu jauh dari kawasan Tarok City. Demikian pula halnya potensi aliran batang sani yang mengalir di sekitar daerah itu, juga ke depannya sangat berpotensi dikembangkan sebagai objek pemandian, termasuk misalnya bisa dikembangkan sebagai kolam-kolam pemandian atau wahana bermain air, seperti halnya water boom dan sebagainya.

"Begitu pula di kawasan itu nantinya juga bisa dibangun embung yang sekaligus nantinya bisa dikembangkan sebagai kawasan destinasi wisata  baru, sehingga keberadaannya nantinya bisa menjadi kawasan wisata terpadu, sebagai destinasi alternatif bagi masyarakat, guna menunjang daya tarik kunjungan wisata ke daerah itu," terang Sabar.

Dengan berbagai alasan itulah lanjut Sabar, dengan dibukanya kawasan terpadu di Tarok City, hendaknya bisa disejalankan pula dengan pengembangan kawasan wisata terpadu yang ada di Nagari Tandikek Utara, maupun Kecamatan Patamuan pada umumnya.

Hal itu menurutnya, jelas sangat beralasan sekali, terutama mengingat lokasinya juga tidak begitu jauh dengan lokasi objek wisata pemandian Kapalo Hilalang, atau kawasan wisata pemandian Anai Resort lainnya.  "Untuk itulah hendaknya ke depan bisa dirumuskan konsep atau master plannya, sehingga pengembangan kawasan Tarok City nantinya juga bisa berdampak terhadap pengembangan potensi wisata yang ada di sekitarnya, termasuk halnya yang ada di Nagari Tandikek Utara," bebernya.

Menurutnya, untuk bisa mewujudkan hal tersebut,tentunya sangat diperlukan dukungan akses jalan yang memadai, yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai jalur penghubung antara kawasan Tarok dan daerah-daerah sekitarnya.

YURISMAN MALALAK
Pilkada Pariaman Dinilai Alami "Lesu Darah"

Pilkada Pariaman Dinilai Alami "Lesu Darah"

Mulyadi : Akibat Aturan ASN Jadi Calon Harus Berhenti 


Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Pariaman Mulyadi
Pariaman (Reportase Sumbar)--Meski pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Pariaman telah berada di ambang pintu, namun tetap saja suasana suasana potitik jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Pariaman kali ini dinilai masih  kurang bergairah alias lesu darah. Terbukti, meski pelaksanaan Pilkada telah berada diambang pintu, namun sejauh ini calon yang akan diusung oleh masing-masing parpol belum kunjung mengerucut.

Seperti diakui Ketua DPC PPP Kota Pariaman, Mulyadi, saat dihubungi di gedung DPRD Kota Pariaman kemarin. Menurutnya, kurang bergairahnya suasana jelang Pilkada Pariaman kali ini tidak terlepas dari terbatasnya jumlah bakal calon yang muncul ke permukaan.

"Karena seperti diketahui, calon yang banyak muncul ke permukaan, relatif orang-orangnya masih itu ke itu saja. Lagi pula bagi PNS juga ada aturan yang mengikat mereka, yaitu harus mundur sebagai PNS jika maju dalam Pilkada," terang Mulyadi.

Faktor itu lanjutnya secara tidak langsung juga ikut berdampak minimnya animo PNS untuk maju sebagai calon calon kepala daerah atau wakil kepala daerah Kota Pariaman. Karena kalau pun ada calon yang berminat dari kalangan PNS, itu kebanyakan mereka yang telah menjalani masa pensiun.

Di pihak lain, ditanya sosok calon yang bakal diusung PPP pada Pilkada Kota Pariaman mendatang, dengan tegas Mulyadi menyebutkan, bahwa bagaimanapun sebagai partai politik pihaknya jelas menginginkan agar bisa mengusung calon dari kader sendiri.

"Kalau keinginan kita tentu kita ingin mengusung calon kader terbaik dari partai kita sendiri. Sebagai contoh kita di PPP ini misalnya, sebelumnya telah berkomitmen untuk mengusung kader PPP sendiri, dalam hal ini Saudara Zalman Zaunit sebagai calon Wakil Walikota Pariaman," ungkap Ketua DPC PPP Kota Pariaman, Mulyadi, dihubungi di ruang kerjanya kemarin.

Hanya saja lanjut Mulyadi, salah satu problem yang masih dihadapi pihaknya saat ini, karena terbatasnya jumlah kursi di DPRD Kota Pariaman, sehingga untuk bisa mengusung calon sendiri terlebih dahulu harus berkoalisi dengan partai lainnya. "Jadi itulah salah satu problemnya, karena bisa saja kader yang kita usung belum diterima oleh mitra koalisi kita. Begitu pula kader yang mereka usung juga belum tentu bisa kita dukung," terangnya.

Makanya terkait hal itu, saat ini pihaknya jelas Mulayadi terus mengintensifkan pendekatan komunikasi dengan sejumlah partai lainnya. Sehingga nantinya Partai PPP nantinya bisa mengusung calon pada Pilkada mendatang. "Tentang target PPP sendiri, yang jelas kita tentu manargetkan bagaimana bisa menang pilkada,namun kita tentu menyadari bahwa semua terpulang pada perkembangan politik pada Pilkada mendatang," sebutnya.

Ditanya kemungkinan partai yang akan digandeng PPP dalam Pilkada Kota Pariaman mendatang, Mulyadi menyebutkan, segala kemungkinan untuk itu bisa saja terjadi. Ia mencontohkan, misalnya bisa saja nantinya berkoalisi dengan Partai PKS, atau partai lainnya," terangnya.

Di pihak lain, ketika ditanya kriteria atau sosok figur calon walikota yang ingin diusung DPC PPP Pariaman nantinya, Mulyadi menyebutkan, secara umum kriteria balon yang ingin diusung pihaknya, haruslah figur yang mengerti dan memahami kondisi Kota Pariaman hari ini, sehingga nantinya begitu terpilih dia bisa membawa Kota Pariaman menuju arah kemajuan pembangunan di segala bidang. (YURISMAN MALALAK)

Selasa, 03 Oktober 2017

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Makin Memprihatinkan

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Makin Memprihatinkan

Arman Adek : Orang Tua Jangan Lagi Acuh Tak Acuh
Fhoto Ilustrasi ( Fhoto Via Internet )
Padangpariaman (Reportase Sumbar)---Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak sejauh ini kerap menjadi sorotan serius berbagai pihak. Hal itu seiring banyaknya ditemukan kasus kekerasan seksual terhadap anak tanpa memandang latar belakang pelakunya. Demikian pula halnya kasus KDRT lainya.

Terkait hal itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Padangpariaman nampak terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, tidak terkecuali kepada anak-anak sekolah yang notabenenya sedang berada dalam proses pancaroba atau masa peralihan.

Sepeti diakui Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Padangpariaman, dr Arman Adek, untuk meminalisir kasus kekerasan dalam rumah tangga, maupun kekerasan seksual terhadap anak pihaknya terus menggiatkan sosialisasi kepada sejumlah pihak terkait, termasuk diantaranya kepada para anak didik yang masih duduk di bangku sekolah.

"Berdasarkan pengalaman kita di lapangan, dari beberapa kegiatan sosialisasi  yang kita lakukan, efeknya ternyata cukup efektif dan dapat diterima secara luas oleh peserta. terlebih bagi kalangan anak-anak yang masih duduk di bangku pendidikan. Karena dalam setiap sosialisasi tidak jarang kita mengingatkan anak-anak agar jangan salah dalam menjalani pergaulan berlainan jenis," ungkap Arman Adek, saat dihubungi di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Arman Adek mengakui, sejauh ini kasus KDRT ataupun kasus kekerasan terhadap anak atau kasus kekerasan seksual,  termasuk di Padangpariaman memang terbilang cukup memprihatinkan. Hal itu setidaknya terlihat dengan banyaknya ditemukan kasus-kasus serupa di tengah masyarakat.

"Makanya selain aktif melakukan sosialiasi, petugas kita dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak juga aktif  turun ke bawah, termasuk aktif mendatangi lokasi kejadian, dimana kasus KDRT ataupun kasus kekerasan terhadap anak lainnya terjadi. Selain itu, kita juga aktif memediasi kedua belah pihak, sehingga bisa kembali hidup dengan rukun. Tentunya dengan catatan kasus atau kekerasan yang dialaminya tidak terbilang berbahaya yang bisa berujung ke ranah pidana," imbuhnya.

Khusus untuk kasus kekerasan terhadap anak sendiri lanjut Arman Adek, yang cukup memprihatinkan ternyata pelakunya tidak lagi pandang bulu. Buktinya banyak diantaranya pelakunya merupakan orang yang terdekat, atau keluarga dekat dengan korban.

"Di samping itu dari beberapa temuan kita di lapangan, kebanyakan dari kasus kekerasan seksual terhadap anak, pelakunya rata-rata orang yang menganggur, yang biasanya hanya sering bermalas-malasan di rumah," imbuhnya.

Dengan alasann itulah pihaknya mengingatkan para orang tua agar jangan lagi bersikap acuh tak acuh terhadap anak-anak mereka. Terutama bagi para orang tua yang memiliki anak-anak perempuan atau gadis remaja. "Karena sebagai orang tua kita seharusnya mesti memonitor setiap aktifitas anak-anak kita di luar rumah atau dimanapun mereka berada. Apalagi kalau sekiranya mereka terlambat pulang ke rumah. Itu juga mesti diketahui oleh orang tua. Apa yang menyebabkan mereka berbuat demikian," ingatnya.

Di pihak lain, agar kasus KDRT atau pun kekerasan terhadap anak bisa ditangani secepatnya, pihaknya dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak Pemkab Padangpariaman juga siap membuka diri untuk menerima laporan atau pengaduan dari masyarakat, 2 X 24 jam. Untuk itu pihaknya mengimbau setiap pemangku kebijakan di tingkat nagari, kecamatan atau pun korong lainnya, untuk aktif memantau dan memonitor serta melaporkan setiap kejadian KDRT dan sejenisnya di wilayah kerja mereka masing-masing.

"Jadi kalau misanya ditemukan adanya kasus seperti itu cepat segera laporkan ke kami, termasuk masyarakat juga harus terlibat aktif untuk itu. Kalau ada laporan yang masuk, Petugas kita akan segera kita turunkan secepatnya untuk menanganinya," terangnya. (RS/001)
Mobiller di SMPN I Patamuan Banyak yang "Lanjut Usia"

Mobiller di SMPN I Patamuan Banyak yang "Lanjut Usia"

Alizar : Kita Berharap Adanya Bantuan Pihak Pemerintah

Gambar Ilustrasi Mobiler Sekolah Rusak ( Fhoto Via Internet )

Patamuan (Reportase Sumbar)---SMPN I Patamuan, Padangpariaman dewasa ini sangat membutuhkan tambahan mobiller. Terutama berupa meja dan kursi belajar. Pasalnya,  sejauh ini, sebagian besar mobiller yang ada di sekolah tersebut telah berusia lanjut, atau telah dimakan usia (lansia). Karena rata-rata mobiller  di sekolah itu telah berumur lebih dari tiga puluh tahunan.

Seperti diakui Kepala SMPN I Patamuan, Alizar, saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin, khusus untuk labor IPA, yang ada di sekolah tersebut, sampai sama sekali belum memiliki mobiller sebagaimana harusnya.

"Makanya sementara ini kita hanya memakai mobiller usang yang kondisinya sudah bayak yang reot, dimana sebagian besar kondisinya sangat memprihatinkan, padahal kita menyadari bahwa labor ini sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan praktik bagi siswa," terang Alizar.

Selain belum dilengkapi mobiller, labor IPA yang ada di sekolah itu juga belum dilengkapi sarana pendukung yang memadai, termasuk belum adanya lemari besi untuk menyimpan alat-alat labor, khususnya untuk menyimpan bahan-bahan kimia untuk keperluan penelitian.

Dengan alasan itulah Alizar berharap kiranya sarana dan fasilitas pendukung labor yang ada di sekolah yang dipimpinnya itu ke depanya bisa segera dilengkapi, sehingga anak-anak bisa mengikuti kegiatan praktik dengan nyaman dan aman.

"Karena dengan kondisi seperti sekarang, kondisinya kan jelas sagat tidak aman bagi keselamatan anak-anak. Karena di labor itu juga disimpan sejumlah zat kimia. Sementara lemari untuk penyimpanannya saja belum ada," imbuhnya.

Labor IPA yang di sekolah itu yang dibangun pada tahun 2012 lalu, sebelumnya sempat terbengkalai disebabkan terbatasnya anggaran yang tersedia waktu itu. Makanya, pada tahun ini pihaknya sebagai kepala sekolah langsung berinisiatif melanjutkan pembangunannya,  yaitu menggunakan dana bantuan pusat atau DAK. Hal itu lajutnya juga sejalan dengan sejumlah pembenahan lainnya yang dilakukan pihaknya di sekolah tersebut. Seperti merehab ruangan kantor kepala sekolah dan ruangan guru.

"Jadi khusus untuk kelanjutan pembangunan labor IPA sendiri, dananya juga sangat terbatas sehigga tidak memadai untuk membeli peralatan pedukung seperti mobiller, maka itulah sebagai solusinya kita terpaksa menggunakan mobiller lama yang telah usang," terangnya.

Di sisi lain, di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi SMPN I Patamuan yang dipimpinnya saat ini, pihaknya dari jajaran kepala sekolah dan majelis guru dan  terus berupaya memperkuat pembinaan karakter bagi siswa yang menimba pengetahuan di sekolah tersebut.

Dimana pembinaan karakter nilai karakter tersebut lanjut Alizar antara lain diarahkan pada penanaman nilai moral dan keagamaan.

"Salah satunya yaitu melalui program hafiz quran. Target kita setamat dari SMP ini mereka nantinya bisa melanjutkan pendidikannya ke sejumlah sekolah pavorit, termasuk diantaranya MAN Insan Cendikia yang ada di Sintuak Padangpariaman," bebernya.

Penanaman nilai karakter lainnya yaitu melalui penanaman sikap disiplin dalam menjalankan ibadah, seperti mengikuti shalat zuhur berjamaah. Di samping kegiatan pembinaan keagamaan lainnya, seperti muhadarah, latihan pidato atau kultum dan lain sebagainya.

Selain itu, khusus untuk program hafiz sendiri, setiap hari anak-anak juga diwajibkan untuk menyetor ayat kepada guru pembimbing mereka masing-masing.

Hanya saja lanjutnya, khusus untuk pelaksanaan shalat zuhur berjamaah sendiri, berhubung masih terbatasnya ruangan mushalla yang tersedia di sekolah tersebut, maka kegiatan shalat berjamaah juga terpaksa harus dilakukan secara bergantian, yaitu tiga shift. "Ya mau bagaimana lagi, jumlah siswa kita lebih dari 300 orang, sementara daya tampung mushalla yang ada hanya berkisar sepetiganya. Makanya ke depan kita berharap hendaknya ada solusi terbaik, sehingga kita di sekolah ini nantinya bisa membangun mushalla yang lebih memadai," imbuhnya.

Alizar menyebutkan, salah satu opsi  yang mungkin dilakukan untuk membangun mushalla yang refresentatif adalah dengan jalan menghimpun dana dari komite. Namun persoalannya, sekolah sendiri sejauh ini tidak lagi dibenarkan memungut dana apapun dari orang tua murid. Karena itulah pihaknya berharap kiranya ke depan ada soslusi terbaik untuk itu, termasuk kemungkinan dibolehkannya pihak sekolah untuk menghimpun dana infaq atau partisipasi lainnya dari pihak komite atau wali murid. "Karena kalaupun misalnya hal itu mungkin bisa dilakukan dengan cara mencari donatur, namun itu tentunya tidaklah semudah yang dibayangkan," tutupnya.  (RS/001)
Kader Muda NU: Pemberontakan G 30 S/PKI, Jangan Dilihat Satu Sisi, Tapi Harus Utuh

Kader Muda NU: Pemberontakan G 30 S/PKI, Jangan Dilihat Satu Sisi, Tapi Harus Utuh

Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumbar, Arianto (ketiga dari kanan), kader muda NU, Aidil Aulya (kanan) dan Ketua IPNU Sumbar, Hasbullah Alqomar (kedua dari kiri).
Padang,(Reportase Sumbar)---Kader muda Nahdatul Ulama (NU) Sumatera Barat, melaksanakan nonton bersama (nobar) film G30S/PKI dan Diskusi Kebangsaan di aula PWNU Sumbar, Sabtu (30/9) malam.

Anak muda NU yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar ‌nobar ini, dimaksudkan untuk mengingat peristiwa hitam yang memilukan dalam sejarah Republik Indonesia.

 Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumbar, Arianto menyatakan, meskipun dari sisi content film ini masih bisa diperdebatkan, namun dari sisi substansi, film ini adalah catatan sejarah yang harus dijadikan pelajaran bagi generasi muda, terutama kader-kader NU.

"Banyak pelajaran penting yang bisa kita ambil dari perjalanan sejarah bangsa ini. Sebagai generasi muda kita harus menjadi garda terdepan dalam membela keutuhan NKRI ini," ujar Arianto.

Dalam pidatonya Arianto juga menegaskan komitmen dan kesetiaan Ansor serta   kader-kader NU lainnya, untuk tetap berkomitmen mengamalkan nilai-nilai Pancasila,  menjaga ideologi Pancasila dari berbagai serangan ideologi yang diimpor dari luar.

Usai nobar film ini,  dilanjutkan dengan sesi diskusi yang disampaikan  kader muda NU, Aidil Aulya. Dalam penyampaiannya, Aidil menegaskan bahwa, tuduhan-tuduhan dan stigma negatif terhadap NU ketika terjadi penumpasan PKI adalah upaya penggiringan opini dan bentuk distorsi sejarah.

 Pemberontakan PKI jangan dilihat dari satu sudut saja. Harus dibaca utuh, dimulai dari pemberontakan komunis di Indonesia pada tahun 1928, 1948, dan puncaknya  1965," kata Aidil yang saat ini sedang menyelesaikan program doktor di UIN Ciputat, Jakarta.

Menurutnya, G30S/PKI merupakan pemancing kemarahan NU dan masyarakat Indonesia khususnya, melihat kekejaman serta kebiadaban PKI di Indonesia sehingga terjadi aksi balasan.

"Kalau pembacaan sejarah, dibaca secara utuh, maka tidak ada lagi kesalahpahaman di generasi muda NU bahwa PKI hanya sebatas korban. Rekonsiliasi dibutuhkan dan dendam tidak perlu diwariskan, tapi sejarah hitam gerakan PKI di Indonesia harus tetap diingat dan diantisipasi kebangkitannya," tegas Aidil mantan Sekretaris PC PMII Kota Padang ini.

Ketua IPNU Sumbar, Hasbullah Alqomar menutup nobar  dan diskusi ini seraya ikut mendoakan generasi muda Indonesia dan NU tetap memegang teguh konsensus bernegara, yaitu Pancasila dan UUD 1945. (RS/001)

Minggu, 01 Oktober 2017

PMII STIE SUMBAR GELAR SEMINAR :  Mahasiswa Harus Siapkan Diri Jadi Pemimpin dan Pengusaha

PMII STIE SUMBAR GELAR SEMINAR : Mahasiswa Harus Siapkan Diri Jadi Pemimpin dan Pengusaha

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana memberikan penghargaan kepada Ketua PK PMII STIE Zulkifli, disaksikan Ketua DPW BKPRMI Sumatera Barat Syamsul Bahri,  dan  Wakil Ketua II STIE Sumbar Satria Effendi Tuanku Kuning ( Fhoto : Armaidi Tanjung )
Pariaman, (Reportase Sumbar)---Mahasiswa harus menyiapkan dirinya menjadi pemimpin dan wirausahawan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Karenanya selagi mahasiswa harus fokus belajar baik di dalam kampus, maupun di luar kampus.

Demikian terungkap dalam seminar nasional yang digelar Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sumbar, Sabtu (30/9/2017) di hall Saiyo Sakato, Pariaman. Seminar menampilkan narasumber Ketua DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumatera Barat Syamsul Bahri  dan Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana dengan moderator Wakil Ketua II STIE Sumbar Satria Effendi Tuanku Kuning. Seminar dibuka Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin.

Mardison menyampaikan, saat ini kondisi generasi muda terbelah. Di satu sisi banyak yang melakukan tindakan negatif yang merugikan diri sendiri dan masyarakat dilingkungannya. Di sisi lain, banyak pula generasi muda  bertindak positif dengan berbagai kegiatan yang bermanfaatkan. “Bagaimana kita bersama merangkul generasi muda yang bertindak negatif tersebut berubah menjadi bertindak positif dalam hidupnya,” kata Mardison.

Menurut Mardison, generasi muda yang diharapkan adalah generasi yang sehat, islami, mampu berkarya, inovatif, kreatif. Generasi muda semacam inilah yang lebih siap jadi pemimpin dan pengusaha sebagaimana tema dari seminar ini. PMII sebagai wadah organisasi mahasiswa tentu diharapkan mampu menyiapkan generasi muda yang mandiri.

Zeki Aliwardana dalam paparannya menyebutkan, pemimpin harus menjadi tauladan bagi orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik menggunakan kewenangannya secara cerdas dan peka sehingga menjadi sangat berwenang tanpa sewenang-wenang. “Menjadi pemimpin bukan berarti mendapatkan hak untuk memerintah. Tetapi justru kewajiban memberi teladan,  sehingga orang lain bisa menerima perintahnya tanpa merasa direndahkan,” kata Zeki Aliwardana yang mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Zeki juga menambahkan, karakteristik pribadi pemimpin yang harus memiliki kecerdasan cukup tinggi, kecakapan berkomunikasi, kecakapan mendidik, emosi terkendali, memiliki motivasi berprestasi, kepercayaan diri dan ambisi. Pemimpin yang tidak memiliki karakteristik tersebut, tidak akan pernah menjadi pemimpin sukses.

Sedangkan Syamsul Bahri menyebutkan, wirausahawan dan kepemimpinan saling terkait. Pemimpin yang mandiri, yang mampu mengayomi orang-orang yang dipimpinnya. Wirausahawan bagaimana pun harus bermanfaat bagi lingkungannya. Begitu pula pemimpin, harus bermanfaat bagi orang dilingkungannya.

Penerima Mandat/Pendiri PMII Kota Pariaman  Armaidi Tanjung dalam sesi Mapaba menegaskan, mahasiswa sebagai generasi intelektual dan agen perubahan,  haruslah menjadi pelopor di masyarakat. Mahasiswa jadi pelopor membangun masyarakat sesuai dengan disiplin ilmu dan keahlian yang dimilikinya.

“Karena itu, mahasiswa  dituntut kreatif, inovatif, kerja keras, rajin, tekun, disiplin dan pantang menyerah. Tanpa sikap tersebut, jangan harap mahasiswa mampu menjadi pelopor di masyarakat,” kata Armaidi Tanjung menambahkan.

Ketua PK PMII STIE Sumbar Zulkifli mengatakan, seminar nasional dan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) ke-X yang diikuti 100 peserta bertemakan, “Melahirkan pemimpin dan pengusaha yang kreatif, inovatif menuju Indonesia mandiri. “Ini Mapaba pertama di Kota Pariaman yang paling banyak pesertanya. Sehingga Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana memberikan penghargaan kepada PK PMII STIE Sumbar yang diserahkan usai seminar menjelang sesi Mapaba dimulai,” kata Zulkifli. (RS/001)