Sabtu, 30 September 2017

Anak Perlu Diberikan Pengalaman Kegiatan Keislaman

Anak Perlu Diberikan Pengalaman Kegiatan Keislaman

Penyerahan hadiah oleh Ketua  Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al-Hikmah,  M. Taher Datuak Rajo Mudo, Jumat (29/9/2017) malam pada penyerahan hadiah berbagai lomba dalam rangka memeriahkan tahun baru 1439  Hijriah,  di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al-Hikmah, Korong Sungai Bais Kampung Jambak Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman. (Fhoto : Armaidi Tanjung )
VII Koto Sungai Sariak (Reportase Sumbar)---Anak-anak perlu sejak dini diberikan  pemahaman, pengalaman dan penghargaan dalam berbagai kegiatan keislaman. Anak yang memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan keislaman, Insya Allah bakal lebih baik akhlak dan moralnya di kemudian hari.

Demikian diungkapkan Ketua  Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al-Hikmah,  M. Taher Datuak Rajo Mudo, Jumat (29/9/2017) malam pada penyerahan hadiah berbagai lomba dalam rangka memeriahkan tahun baru 1439  Hijriah,  di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al-Hikmah, Korong Sungai Bais Kampung Jambak Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Usai penyerahan hadiah, dilanjutkan  dengan menampilkan salawat dulang Topan Singggalang dari Padang Panjang.

Menurut  M. Taher, berbagai lomba yang diselenggarakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan silaturrahmi masyarakat di Sungai Bais. Selain itu, bagaimana melakukan kegiatan positif dalam suasana penyambutan tahun baru Islam tersebut. “Dengan lomba tersebut, diharapkan anak-anak lebih termotivasi melakukan kegiatan keagamaan. Mereka terbiasa dengan kegiatan keagamaan Islam,” kata Zaher menambahkan.

Dikatakan Zaher, pada era informasi dan globalisasi ini, anak-anak harus diberikan apresiasi dan penghargaan dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Salah satu bentuknya melalui perlombaan  dimana yang terbaik diberikan uang berupa tropi, sertifikat dan tabanas.

“Lomba dilaksanakan di lingkungan TPA Sungai Bais yang berlangsung pada 20-23 September 2017. Tahun depan diharapkan dapat ditingkatkan seluruh TPA di Sungai Sarik,” kata Zaher.

Pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Al-Hikmah Aswir Tuanku Sidi, M.Pd menyebutkan, kegiatan lomba yang meliputi lomba shalat jenazah, azan, tahfidz 1 jus, fahmil Al-Qur’an, asmaul husna dan bulutangkis. Lomba diikuti 80 peserta dari kalangan pelajar tingkat sekolah dasar.

Lomba asmaul husna  juara I diraih Anisa Putri Cania, juara II Nadif Agrimitra, juara III M. Fauzan. Lomba bulutangkis juara I diraih Rama Sebastian, juara II Wedi Ardiansyah dan juara III M. Gibran Al Ajis. Lomba Hafiz Al-Qu’an, juara I Ariel Kasandra, juara II Anisa Putri.

Lomba cerdas cermat, juara I diraih Nike  Triana Putri, M. Yusran Ghani, Amelia  Ramadani.  Juara II diraih Nike Triana Putri, M. Yusran Ghani, Amelia Ramadani. Juara III diraih Saisa Bila Ningcahya Ningsih, Sukri Fauzan, Bugam.

Lomba azan juara I diraih Widi Ardiansyah, juara II M. Fais dan juara III M.Khairul Adly. Praktek shalat jenazah juara I diraih M.Rio Putra, juara II Fanisa Amelia Putri, juara III ALif Fernandes, kata pengasuh Pesantren Nurul Yaqin Al-Hikmah Ramli Tuanku Malin Timbalan menambahkan. (RS/001)



Ansor Padangpariaman Nobar G 30 S/PKI Bersama Santri Nurul Yaqin Ambung Kapur

Ansor Padangpariaman Nobar G 30 S/PKI Bersama Santri Nurul Yaqin Ambung Kapur


VII Koto (Reportase Sumbar)--- Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padangpariaman nonton bareng (nobar) bersama santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (29/9/2017) malam. Nobar menyaksikan tayangan film peristiwa G 30 S/PKI.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana, menjelang pemutaran film menyebutkan, pemutaran film ini diharapkan memberikan pemahaman kepada santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur tentang sejarah terjadinya Gerakan 30 September 1965 yang dikenal dengan pemberontakan G 30 S/PKI. Nobar dihadiri Kepala Kemenag Kota Pariaman Muhammad Nur, Ketua Yayasan Pembangunan Pendidikan Anuaril Ilmi (YP2I) Azrul Azwat, Pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur Ali Basar Tk. Sinaro,  Sekretaris PCNU Nahdlatul Ulama Padang Pariaman Andri Susanto, pengurus dan kader Ansor Padang Pariaman.

Pemutaran film ini diawali dengan paparan dari narasumber Dandim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah, S.IP dan mantan Sekretaris PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Armaidi Tanjung. “Pemaparan tersebut sebagai pengantar agar santri bisa lebih memahami bagaimana menarik pelajaran dari tayangan film G 30 S/PKI tersebut,” kata Zeki Aliwardana, yang juga mantan Sekretaris PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman.

Hermawansyah menyebutkan, paham komunis yang dikembangkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) bertentangan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Pancasila. Komunis juga bertentangan dengan Islam sehingga harus dilawan dan dilarang di Indonesia.

“Keinginan masyarakat Padang Pariaman untuk menyaksikan kembali film G 30 S/PKI tersebut sangat tinggi. Banyak permintaan dari berbagai kalangan seperti pondok pesantren, sekolah, kelompok masyarakat yang ingin melaksanakan nobar ini,” kata Hermawansyah dihadapan 500-an santri Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur.

Menurut Armaidi Tanjung, bagi santri menonton film ini penting agar bisa mengetahui bagaimana perlakuan  orang-orang PKI terhadap santri, ulama dan tuanku menjelang meletusnya peristiwa G 30 S/PKI tersebut. Orang-orang PKI selalu mengintimidasi, mengancam, bahkan membuat list nama para ulama yang akan dihabisi atau dibunuh. Karena ulama yang selalu menentang setiap gerakan PKI di tengah masyarakat.

“Saya secara pribadi beberapa kali mewawancarai ulama NU di Padang Pariaman yang berhadapan dengan kekuatan PKI. Beliau menyampaikan bagaimana kuatnya tekanan yang dilakukan orang-orang PKI terhadap dirinya dan ulama lainnya,” kata Armaidi.

Secara nasional, PKI antara tahun 2000 – 2014 menuduh Nahdlatul Ulama (NU) dan TNI sebagai penjagal dan menuntut meminta maaf, serta mengajukan ke Pengadilan Internasional. Padahal sebelum terjadi aksi balasan pasca meletusnya peristiwa G 30 S/PKI yang sudah menewaskan para ulama dan melecehkan simbol-simbol agama Islam tidak pernah diungkit.

Menyikapi tuduhan tersebut, PBNU mengeluarkan buku putih yang berjudul, Benturan NU – PKI 1948-1965 yang ditulis H.Abdul Mun’im DZ. Dari buku putih tersebut terlihat jelas apa yang sudah dilakukan PKI terhadap ulama NU dan kudeta berdarah  yang berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan Komunis. Sejumlah jenderal pun dibunuh, kata Armaidi Tanjung.

Untuk itu, santri dan generasi muda memang harus mewaspadai kembali bangkitnya kekuatan PKI di Indonesia. Orang-orangnya bisa masuk di berbagai lini di tengah masyarakat. Berbagai isu dan wacana diapungkan agar ada pihak-pihak tertentu yang terpancing, kemudian menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat, kata Armaidi menambahkan.  (RS/001) 

Jumat, 29 September 2017

Ketika Semangat Toleransi dan Kerukunan di Tanjuang Basuang Terus Lestari

Ketika Semangat Toleransi dan Kerukunan di Tanjuang Basuang Terus Lestari

Oleh : Yurisman Malalak/Wartawan Reportase Sumbar

Kabupaten Padangpariaman Provinsi Sumatera Barat selama ini  memang telah dikenal luas sebagai daerah utama bagi pengembangan ajaran Islam di Sumatera Barat atau bumi Minangkabau yang dibawa dan dikembangkan oleh ulama besar  bernama Syech Burhanuddin Ulakan.

Namun siapa nyana, bila ternyata di jantung daerah berjuluk seribu surau ini, terhampar pemandangan lain, yaitu terkait hadirnya suasana harmonisasi hidup masyarakatnya yang dibingkai semangat kerukunan dan toleransi, seperti yang ditemukan di Nagari Tanjuang Basuang Barat, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman.

Seperti diketahui, bagi masyarakat Tanjuang Basuang Barat dan sekitarnya, keberagamanan suku dan agama seolah sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di daerah ini. Menariknya, kondisi itu bahkan telah berlangsung dan terbina dengan baik sejak berabad-abad lamanya.

Makanya tak heran, bila kondisi itu akhirnya banyak menimbulkan sikap penasaran dari sebagian kalangan, baik itu dari kalangan perguruan tinggi, para akademisi maupun kalangan masyarakat lainnya. Hal itu misalnya terlihat dari dari kunjungan berbagai pihak dengan tujuan untuk melakukan studi banding ataupun penelitian ke daerah itu. Seperti terlihat dari kunjungan rombongan masyarakat Papua ke daerah itu beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, selain dihuni mayoritas masyarakat Minang yang umumnya mayoritas beragama Islam, di Nagari Tanjuang Basung Barat  juga ditemukan etnis minoritas, dalam hal ini suku Nias.

Hanya saja, meski terbilang sebagai minoritas, keberadaan suku Nias di daerah ini seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Minang yang ada di daerah itu.

 Tidak kalah pentingnya, sikap keharmonisan yang telah terbina dengan baik antara kedua belah pihak selama ini bahkan juga lahir dalam bentuk pembauran budaya, tentunya dengan tetap mengedepankan semangat saling menghargai antara satu sama lain.

Hal itu misalnya bisa dilihat saat kegiatan pesta perkawinan, dimana pasangan pengantin suku Nias biasanya selalu menggunakan pakaian pengantin adat Minang, seperti yang berlaku di sejumlah daerah lain  di Sumatera Barat. Demikian pula sikap toleransi dalam hal kebebasan beragama atau keyakinan agama, yang dibuktikan dengan kehadiran dua buah gereja di daerah itu. Masing-masing Gereja Katolik dan Gereja Protestan.

Begitu pula dalam bidang kemasyarakatan lainnya. Sebut saja misalnya, gelar penghulu atau datuk yang biasa berlaku di lingkungan suku Minang, juga berlaku pula di lingkungan masyarakat Nias. Itu terbukti dengan adanya gelar penghulu atau datuk di kalangan masyarakat Nias, di samping adanya gelar kepala suku yang berlaku di lingkungan masyarakat adat Nias sendiri, yaitu Tuhenori,  yang saat ini dijabat oleh Usni Zebua.

"Ya bisa dikatakan Nagari Tanjuang Basuang Barat layak disebut sebagai "Nusantara Mini". Karena selain dihuni mayoritas Islam dari kalangan suku Minangkabau, juga didiami oleh suku Nias. Diantaranya ada yang beragama Katolik atau Protestan," ungkap Sekretaris Nagari Tanjuang Basuang Barat, Syahrial saat dihubungi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Diakuinya, keberadaan suku Nias di Nagari Tanjuang Basuang Barat, memang seolah sudah tak terpisahkan dari bagian kehidupan masyarakat suku Minang yang ada di daerah itu. Makanya dengan alasan itu pula pihaknya berharap agar suasana keharmonisan yang telah terbina dengan baik selama ini bisa terus dijaga dan dipertahankan.

Syahrial menyebutkan, diantara bentuk kerukunan bermasyarakat yang terbangun di Nagari Sungai Buluah Barat selama ini, antara lain terlihat dengan ikut ditempatkannya orang-orang dari kalangan suku Nias, sebagai pengurus di lembaga nagari. "Seperti  Saudari Ventius Zebua ini, dia itu asalnya dari suku Nias, namun sebagai bentuk kebersamaan, dia tetap didudukkan sebagai perangkat nagari," sebut Syahrial, sembari menunjuk seorang perangkat nagari yang duduk tidak jauh dari tempatnya. Begitu pula dalam sejumlah jabatan di lembaga nagari lainnya, seperti Badan  Musyawarah Nagari atau Bamus nagari atau jabatan lainnya.

Pemerintah Nagari Tanjuang Basuang Barat menurutnya juga turut menganggarkan dana operasional keagamaan bagi pemeluk non muslim di nagari tersebut.

Terkait sikap toleransi dan kerukunan dalam beragama, kedua belah pihak menurut Syahrial, baik kalangan masyarakat muslim dari suku Minang, maupun  kalangan masyarakat Kristen dari suku Nias, selama ini bisa hidup berdampingan secara harmonis. "Bahkan biasanya saat acara natalan kami juga selalu diundang untuk hadir, namun tentunya semua sebatas sikap saling menghargai," terangnya.

Diakuinya, dari keterangan sejumlah orang tua-tua di Nagari Tanjuang Basuang Barat yang sempat diketahuinya, kerukunan dan kebersamaan yang terbangun antara masyarakat suku Minang dan kalangan suku Nias di daerah itu pada dasarnya telah berlangsung sejak beberapa abad yang lalu, yang ditandai lahirnya perjanjian tokoh adat ketika itu, tepatnya sekitar tahun 1927 yang lalu. Dimana salah satu isi dari perjanjian tersebut yaitu, suku Nias diizinkan mendirikan dua rumah ibadah (gereja) di daerah itu. Seperti yang ditemukan pada hari ini.

Selain itu bagi kalangan pemuka masyarakat suku Nias juga diperkenankan memakai gelar datuk atau penghulu, layaknya yang berlaku di lingkungan masyarakat adat Minang. "Dan sampai saat ini sama sekali tidak pernah terjadi perselisihan apalagi saling cekcok antara  kedua pihak, atau pertentangan dalam bentuk lainnya. Bahkan kondisi harmonis itu telah berlangsung secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya, hingga pada generasi hari ini," imbuhnya.


Karena itulah pihaknya berharap, agar semangat yang terkandung dalam perjanjian yang pernah disepakati oleh kalangan Ninik Mamak sebelumnya hendaknya tetap bisa menjadi semangat bagi masyarakat Tanjuang Basuang Barat hari ini, demi tetap terjaganya keharmonisan dan kebersamaan masyarakat di daerah itu.

Di pihak lain, kepala suku Nias, Tuhenori Usni Zebua, yang dihubungi di kediamannya Jumat (29/9/2017) , mengakui, suasana kerukunan dan keharmonisan hidup yang terbangun di lingkungan masyarakat Tanjuang Basuang hingga hari ini, bukanlah lahir dari proses yang instan, melainkan telah melalui perjalanan atau proses  yang cukup panjang.

"Sebenarnya untuk mencapai kerukunan seperti yang terbangun hari ini saja, atau tidak lahir saat ini saja, melainkan sudah berlangsung sejak jauh-jauh hari sebelumnya," ungkap Tuhenori Usni Zebua, dengan logat minangnya yang fasih.

Saat ditemui di kediamannya Jumat kemarin, dari mulut lelaki tua ini kerap terlontar ungkapan- bijak, yang mencerminkan kewibawaannya sebagai pemimpin suku bagi kalangan masyarakat suku Nias di daerah itu.

Menariknya, selain  fasih berbahasa Minang, sejumlah petatah petitih Minang pun bisa dilantunkannya dengan baik. “Seperti diketahui, saya inikan lahir di sini juga, jadi saya inikan jelas merupakan bagian dari masyarakat Minang sini, bahkan saudara saya juga ada yang beragama Islam, tapi kami tetap bisa saling menghargai satu sama lain,” sebutnya.

Sebagai pemimpin suku Nias di daerah itu, Tuhenori Usni  Zebua mengakui, beragam perlakuan yang dialami suku Nias di daerah itu selama ini, layaknya telah menjadikan daerah Tanjuang Basuang sebagai daerah istimewa saja. "Ya inikan namanya terbilang istimewa. Coba saja kita perhatikan, di dusun ini saja, bisa berdiri dua buah gereja. Lagi pula jangankan berselisih paham, bertengkar saja selama ini kami tidak pernah," terangnya.

Artinya, setahunya menurut Tuhenori Usni Zebua, selama ini tidak pernah terjadi gesekan apalagi pertentangan antara masyarakat suku Nias dan masyarakat suku Minang yang ada di daerah itu.

Disebutkan, semangat kerukunan dan toleransi yang terbangun di daerah itu selama ini juga tidak terlepas dari adanya kesadaran untuk menjungjung nilai-nilai adat dan budaya yang ada di  daerah itu, sebagaimana yang tercermin dalam ajaran adat Minangkabau, yaitu adanya tungku tiga sajarangan, atau tali tiga sapilin.

"Artinya, kalau ketiga unsur itu telah tersusun dengan baik, yaitu kalangan tokoh agama, kalangan adat dan pemerintah, maka tentu semua akan bisa berjalan dengan baik. Lagi pula seperti istilah adat Minang juga, kami dari kalangan suku Nias juga telah mengisi adat, sehingga limbago pun dituang seperti yang terlihat hari ini," terangnya mengibaratkan.

Dengan alasan itu pula sebut Tuhenori Usni Zebua, secara kehidupan sosial, tatanan kehidupan masyarakat suku Nias yang hidup di Tanjuang Basuang, pada dasarnya juga tidak jauh berbeda dengan yang berlaku di kalangan masyarakat Minang pada umumnya. Hal itu misalnya terlihat dari adanya gelar datuk atau penghulu di kalangan masyarakat Nias, demikian pula gelar kapalo mudo sebagaimana yang berlaku di lingkungan masyarakat Minang di Kabupaten Padangpariaman. Hal itu menurutnya, pada dasarnya telah berlangsung sejak beberapa generasi sebelumnya.

Sebagai contoh, selain sebagai penghulu atau kepala suku, dirinya juga ikut dibantu oleh tiga orang datuk dari kalangan suku Nias sendiri. Yaitu Datuk Rajo Bungsu, Datuk Mudo dan Datuk Rajo Kaciak. "Tapi prinsipnya  ketiganya merupakan pembantu saya sebagai Tuhenori, karena selama ini jabatan Tuhenori  sendiri sejak dulunya merupakan gelar warisan turun temurun dari kakek ataupun orang tua saya sebelumnya. Dan kebetulan saat ini saya merupakan pemangku Tuhenori yang keempat, setelah menggantikan kedudukan kakak saya yang menjabat sebagai Tuhenori sebelumnya," imbuhnya.

Sebagai kepala suku Nias, pihaknya juga tak luput berharap agar kiranya para generasi yang hidup hari ini tetap bisa mewarisi dan meneladani semangat kerukunan dan toleransi yang telah terbangun dengan baik di Tanjuang Basuang selama ini. “Karena perlu diketahui, untuk mencapai kerukunan seperti saat ini tidaklah lahir begitu saja, melainkan telah melalui proes waktu yang cukup panjang,” sebutnya memberikan petua.

Apa yang ditegaskan Tuhenori Usni Zebua itu agaknya memang sangatlah beralasan, karena perbedaan atau keberagaman idealnya tentu bukanlah untuk dipertentangkan, melainkan sejatinya bagaimana menjadikannya sebagai bagian dari harmonisasi yang membuat hidup bisa menjadi lebih indah.  Layaknya ibarat pelangi yang berasal dari perpaduan warna yang berbeda-beda, namun hal itu pula yang membuatnya terlihat menjadi sangat indah.  (*)
 


  

Kamis, 28 September 2017

Camat  Hasan Basri Optimis Patamuan Akan Menjadi Daerah Pertumbuhan Baru

Camat Hasan Basri Optimis Patamuan Akan Menjadi Daerah Pertumbuhan Baru



Patamuan (Reportase Sumbar)---Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman ke depannya diyakini bakal makin berkembang, bahkan berpotensi untuk berkembang menjadi kawasan pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Padangpariaman.

Terlebih seiring dilakukannya pembukaan dan pengembangan kawasan Tarok di Nagari Kapalo Hilalang, Keamatan 2 X 11 Kayu Tanam, seperti saat ini tengah berlangsung. "Melihat potensi yang dimiliki Kecamatan Patamuan saat ini, memang tidak tertutup kemungkinan ke depanya daerah ini bakal bisa bekembang menjadi kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Padangpariaman," demikian ditegaskan Camat Patamuan, Hasan Basri, saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin.

Diakuinya, melihat potensi lahan yang ada di sekitar Kecamatan Patamuan, khususnya daerah yang berdekatan langsung dengan kawasan Tarok, seperti Nagari Tandikek Utara dan Nagari Tandikek, pada dasarnya memang cukup banyak yag bisa dikembangkan di kawasan itu.

Salah satunya, potensi lahan yang cukup luas di sekitar kawasan Tandikek Utara misalnya, ke depannya sangat berpotensi dikembangkan sebagai kawasan pengembangan perumahan atau pengembangan properti.

"Khusus untuk masalah lahan sendiri, secara umum di Kecamatan Patamuan ini  tidak ada ganjalan yang berarti. Karena masyarakat di sini pada prinsipnya sangat welcome dan terbuka untuk menerima kehadiran pengembang atau pun investor yang akan menanamkan investasinya di daerah ini," tegasnya.

Hasan Basri mengakui, selain bisa berkembang sebagai kawasan pertumbuhan baru di Padangpariaman, pengembangan kawasan Tarok di Kapalo Hilalang tentunya juga  bakal berimbas positif terhadap pembukaan dan pengembangan sejumlah ruas  jalan yang ada di sekitar Kecamatan Patamuan. Khususnya sejumlah ruas jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Patamuan dan Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam. Termasuk nantinya ruas jalan kabupaten yang ada saat ini bisa saja ditingkatkan statusnya atau dikembangkan menjadi jalan provinsi. Dengan begitu ke depannya ruas jalan itu bisa berkembang menjadi akses utama yang menghubungkan ruas jalan negara yang ada di sekitar Kecamatan  Patamuan dan ruas jalan Padang-Bukittinggi yang ada di Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam.


"Karena itulah kita jelas sangat optimis bila daerah ini nantinya juga kaan semakin maju dan berkembang, apalagi dengan banyaknya fasilitas yang dibangun di kawasan Tarok nantinya, tentunya juga akan berdampak terhadap kebutuhaan akan perumahan baru. Dan itu nantinya bisa dibangun di sekitar Kecamatan Patamuan ini," terangnya.

Terlebih lagi lanjutnya, dengan kehadiran sejumlah potensi wisata di sekitar Kecamatan Patamuan, yang didukung pemandangannya panorama alamnya yang cukup indah, tentu nantinya akan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor untuk mengembangkan investasi di daerah ini. Khususnya   bisnis properti.

"Karena itulah kita tentu berharap agar kawasan yang ada di sekitar Kecamatan Patamuan ini nantinya juga bisa diplot dan dimasukkan dalam konsep RTRW yang akan disiapkan nantinya, tentunya sebagai bagian penting dari pengembagan kawasan Tarok City. Misalnya, mungkin Kecamatan Patamuan ini nantinya bisa diplot sebagai sentra permukinan, atau mungkin juga sebagai sentra pengembangan ekonomi, atau sebagai kawasan penyangga bagi kawasan Tarok yang tengah dibangun saat ini," terangnya.

YURISMAN MALALAK
Untuk Dukung Kegiatan Praktek, SMKN 3 Pariaman Membutuhkan Simulator Kapal

Untuk Dukung Kegiatan Praktek, SMKN 3 Pariaman Membutuhkan Simulator Kapal

Simulator Kapal ( Fhoto Internet )


Pariaman, (Reportase Sumbar)---SMKN3 Kota Pariaman saat ini sangat membutuhkan kehadiran simulator kapal. Pasalnya kehadiran simulator tersebut sangat penting artinya guna mendukung kegiatan praktek siswa di sekolah itu, khususnnya untuk latihan gerak, layaknya saat berada di atas kapal.

"Dari berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjag proses pembelajaran di sekolah ini, saat ini memang hanya simulator yang belum kita miliki. Karena itulah kita berharap ke depannya sekolah ini bisa dilengkapi dengan simulator," demikian ditegaskan Kepala SMKN3 Pariaman, Drs Rafuddin, saat dihubungi di ruag kerjanya kemarin.

Menurut Rafuddin, mengingat belum adanya simulator di sekolah yang dipimpinnya itu, maka untuk sementara ini pihaknya membina kerjasama dengan Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran Padangpariaman, yang memang telah memiliki simulator sendiri.

Di sisi lain, untuk melahirkan tamatan yang berkarakter serta memiliki kompetensi tinggi di bidangnya,SMKN 3 Kota Pariaman terus memperkuat karakter para anak didiknya. Seperti diakui Kepala SMKN 3 Kota Pariaman, Drs Rafuddin, bahwa penanaman nilai karakter terhadap siswa di SMKN 3 Pariaman, pada dasarnya saling terkait satu sama lain dengan peningkatan kompetensi siswa itu sendiri. "Makanya di SMKN 3 Pariaman ini, keduanya, yaitu penanaman nilai karakter dan peningkatan kompetensi siswa selalu dilakukan secara berbarengan," demikian tegas Rafuddin, saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin.

Lebih jauh ditegaskannya, penanaman nilai karakter terhadap siswa di SMKN 3 Kotya Pariaman, antara lain terlihat dengan adanya aturan tertulis yang lahir dalam korp ketarunaan, dimana hal itu selanjutnya sekaligus dijadikan sebagai kepribadian bagi seluruh taruna yang menimba pendidikan di sekolah tersebut.

"Karena kita sangat menyadari, nilai karakter bagi seorang taruna  tak ubahnya bagaikan roh, yang berfungsi sebagai sumber penggerak, baik dalam bersikap maupun dalam bertindak. Jadi dengan landasan itulah hal itu nantinya diharapkan bisa menjadi inspirasi dalam setiap gerak yang dilahirkan, demikian pula saat berfikir dan bertindak," tegasnya.

Selain itu, proses pembelajaran di SMKN 3 Pariaman, di dalamnya inklut pula penanaman nilai-nilai karakter.

Demikian pula untuk peningkatan kompetensi bagi para tamatan SMKN 3 Pariaman , SMKN 3 Pariaman saat ini juga tengah bersiap membuka lembaga Sertifikasi profesi sendiri, sehingga nantinya SMKN 3 Pariaman juga berhak mengeluarkan sertifikasi profesi sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Pusat. Untuk itulah, pihaknya menargetkan, dalam dua bulan ke depan lisensi LSP-PI sudahj akan segera bisa diajukan ke BNSP pusat.

"Artinya, kalau hal itu sudah bisa kita lengkapi, maka para tamatan SMKN 3 Pariaman nantinya tidak hanya memiliki kompetensi, melainkan juga diakui diakui memiliki legalitas, tentunya sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan oleh dunia kerja maupun lembaga BNSP sendiri," tetasnya.

Meski demikian, sejak empat tahun lalu seluruh tamatan yang dilahirkan SMKN 3 Pariaman juga telah dibekali pula dengan sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi BNSP, yang bisa dipakai di sepuluh negara, plus negara-negara asia pasifik.

Dengan alasan itu, tidak heran bila tamatan SMKN 3 Pariama belakangan sangat diminati dunia kerja. Terbukti, tamatan tahun ajaran 2016-2017 lalu misalnya, sebanyak 28 orang diantaranya berhasil diterima magang di negara jepang. Bahkan, khusus untuk jurusan Nautika dan Tekhnika kapal tangkap, tercatat sekitar 98 persen diantaranya berhasil terserap di berbagai lapangan kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Utamanya di negara Jepang. Belum lagi yang bekerja sebagai PNS dan lain sebbagainya.

Siap Go Internasional
Di pihak lain, setelah ditetapkan sebagai sekolah berprestasi membanggakan dengan meraih juara I sekolah pantai terbaik tingkat nasional tahun 2016 dan juara I nasional bidang nautika, kini SMKN 3 Pariaman pun siap menatap target lebih tiggi lagi. Yaitu membidik prestasi tingkat regional, bahkan internasional.

Seperti diakui Kepala SMKN 3 Pariaman, Rafuddin, salah satu lagkah untuk itu adalah dengan adanya menjalin kerjasama dengan sejumlah ahli dari negeri Belanda yang telah menjalani masa pensiun. Para ahli yang tergabung dalam PUM, yang bergerak dalam bidang consultasy, vocation dan education ini, sejak tahun 2016 lalu bahkan  telah aktif memberikan pelatihan dan pembekalan bagi taruna  di SMKN 3 Pariaman.

Selain itu, dalam waktu dekat, Kepala SMKN 3 Kota Pariaman, bersama 21 kepala SMK se Sumbar juga dijadwalkan akan melakukan ovserver atau observasi ke negara Abu Dhabi, guna menyaksikan dari dekat ajang kejuaraan lomba kompetensi SMK tingkat internasional.

YURISMAN MALALAK

Senin, 25 September 2017

Edison TRD Dukung Pemko Pariaman Kembangkan Kawasan Teluk Belibis Sebagai Kawasan Objek Wisata

Edison TRD Dukung Pemko Pariaman Kembangkan Kawasan Teluk Belibis Sebagai Kawasan Objek Wisata

Edison TRD Tokoh Masyarakat Kota Pariaman
Pariaman (Reportase Sumbar)--Seperti diketahui, Kota Pariaman selama ini dikenal memiliki beragam potensi keindahan alam, terutama pesona keindahan wisata pantainya yang banyak mengundang kunjungan wisatawan ke kota Tabuik ini.

Sebut saja diantaranya, salah satu potensi wisata Kota Pariaman yang sangat layak dikembangkan ke depannya adalah kawasan Teluk Belibis yang terletak di sekitar kawasan Muaro Pasir Baru, di Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

Karena itulah, seperti diakui tokoh masyarakat Pariaman, Edison TRD, pihaknya mengaku sangat mendukung program Pemko Pariaman untuk mengembangkan kawasan tersebut, sehingga kawasan itu nantinya bisa berkembang menjadi kawasan objek wisata yang mampu menyedot kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Sesuai dengan potensinya sebut Ketua DPC Partai Hanura Kota Pariaman ini, kawasan Teluk Belibis sendiri selama sangat berpotensi dikembangkan sebagai objek danau buatan, tentunya sejalan dengan berbagai pembenahan yang dilakukan di sekitar kawasan Muaro Pasir Baru yang dilakukan pihak pemerintah.

"Karena itulah kita berharap agar ke depannya, pengembangan kawasan Teluk Balibis maupun pengembangan kawasan Muaru Pasir Baru hendaknya bisa terus dilanjutkan pada masa-masa mendatang. Sehingga nantinya kawasan itu benar-benar bisa di"sulap" menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik bagi kunjungan wisatawan," terangnya.

Begitu pula kawasan Muaro Pasir Baru yang selama ini sering dimanfaatkan para nelayan sebagai tempat sandar bagi perahu mereka, ke depannya juga sangat berpotensi  untuk lebih dikembangkan lagi sedemikian rupa, termasuk diantaranya juga sangat berpotensi dikembangkan sebagai kawasan pengembangan  mina bahari di Kota Pariaman.

"Demikian pula halnya sepanjang aliran sungai yang berhubungan langsung dengan muaro Pasir Baru tersebut ke depan hendaknya juga perlu lebih dikembangkan lagi, termasuk diantaranya dengan melanjutkan program normalisasi di sepanjang bibir sungai di kawasan itu," terangnya.

Edison TRD mengaku optimis, jika kawasan muaro Pasir Baru dan kawasan Teluk Belibis itu nantinya bisa ditata dengan lebih baik lagi, termasuk diantaranya dengan terus mengembangkan dermaga pendaratan ikan di sekitar kawasan itu, bisa jadi kawasan itu nantinya akan semakin berkembang, bahkan sangat berpotensi menjadi salah satu primadona baru destinasi wisata di Kota Pariaman.

YURISMAN MALALAK
Jelang Alek Pilkada 2018  Ketua DPRD Mardison Mahyuddin Himbau Masyarakat Untuk Menghindari Fitnah dan Saling Menjelekan

Jelang Alek Pilkada 2018 Ketua DPRD Mardison Mahyuddin Himbau Masyarakat Untuk Menghindari Fitnah dan Saling Menjelekan

Ketua DPRD Kota Pariaman Drs.Mardison Mahyuddin
Pariaman (Reportase Sumbar)---Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengimbau semua pihak di Kota Pariaman agar bisa sama-sama menjaga situasi kamtibmas dan suasana keharmoninas yang telah terbina dengan baik selama ini di Kota Pariaman, khususnya jelang dilangsungkannya ajang pemilihan kepala daerah secara langsung di Kota Pariaman yang rencananya akan berlangsung pada tahun 2018 mendatang.

Mardison mengakui, ajang pemilihan kepala daerah Kota Pariaman tahun 2018 mendatang jelas sangat penting dalam menentukan arah dan kelanjutan kemajuan pembangunan Kota Pariaman untuk ke depannya.

Terlebih di usia Kota Pariaman yang telah memasuki usia ke-15 tahun ini, bisa diibaratkan sebagai gadis remaja yang tengah menuju kemandirian dalam menjari jati dirinya. "Jadi itu artinya pemilihan kepala daerah Kota Pariaman kali ini terbilang sangat strategis, terutama untuk lebih mempertegas lagi arah dan kemajuan Kota Pariaman untuk ke depannya," ujarnya.

Untuk itulah pihaknya berharap agar masyarakat nantinya  hendaknya bisa lebih didorong agar bisa mewujudkan pilkada yang badunsanak. Tentunya dengan menghindari diri dari  sikap saling memfitnah atau saling menjelekkan satu sama lain.

Karena bagaimanapun, proses pemilihan kepala daerah pada prinsipnya bertujuan untuk mencari pemimpin terbaik bagi kemajuan Kota Pariaman, tentunya dalam suasana yang aman dan nyaman.

"Sehingga dengan begitu kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Pariaman yang terpilih nantinya juga akan bisa bekerja secara tenang dan nyaman. Karena itulah, hendaknya pilkada  yang akan belangsung di Kota Pariaman nantinya jangan sampai menyisakan dendam diantara pihak-pihak yang ikut dalam pesta demokrasi lima tahun ini," terangnya.

Untuk itulah tegasnya, Pilkada Kota Pariaman mestinya harus bisa dibingkai dengan nilai-nilai budaya luhur yang hidup di tengah masyarakat Kota Pariaman selama ini. Yaitu adanya semangat "saciok bak ayam sadanciang bak basi", "ka lurah samo manurun ka bukik samo mandaki".

Politisi senior yang juga Ketua DPD Partai Golkar  Kota Pariaman ini juga berharap agar masyarakat bisa memilih pemimpin yang cerdas dan terbaik, serta memiliki sikap kepedulian untuk mensejahterakan masyarakat dan  memajukan pembangunan  Kota Pariaman ke depannya.

Sekaligus  pemimpin Pariaman terpilih nantinya diharapkan figur yang memiliki komitmen dan tekad yang kuat untuk  membangun dan memajukan Kota Pariaman ke depannya. Tidak hanya pembangunan fisik material namun juga pembangunan bidang mental dan spritual, atau dalam kata lain, memiliki kemauan dan komitmen yang kuat untuk membangun manusia Pariaman seutuhnya.

YURISMAN MALALAK
SMKN 4 Pariaman Butuh Penambahan Fasilitas Belajar

SMKN 4 Pariaman Butuh Penambahan Fasilitas Belajar

Drs.Taharudin Kepala SMKN 4 Pariaman
Pariaman (Reportase Sumbar)---Sebagai sekolah yang terbilang masih berusia relatif muda  di Kota Pariaman, SMKN 4 Kota Pariaman saat ini agaknya masih sangat membutuhkan penambahan fasilitas belajar di samping sejumlah penambahan peralatan pendukung pembelajaran lainnya.

Karena itulah sepeti diakui Kepala SMKN 4 Kota Pariaman, Drs Taharudin, dengan adanya bantuan peralatan sebanyak 9 unit komputer yang diterima SMKN 4 Kota Pariaman baru-baru ini, yang berasal dari bantuan dana aspirasi anggota DPRD Sumbar, Endarmy, jelas sangat berarti bagi sekolah yang dipimpinnya itu.

Terlebih mengingat fasilitas komputer yang dimiliki SMKN 4 Kota Pariaman terbilang masih jauh dari cukup.

"Karena jika dibandingkan jumlah siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer, maka idealnya sekolah ini harusnya  memiliki  70 sampai 100 unit komputer. Sementara yang ada saat ini baru  39 unit, termasuk bantuan 9 unit komputer yang baru diterima SMKN 4 Kota Pariaman," terang Taharudin, saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin.

Di pihak lain, yang cukup membanggakan bagi pihaknya, ternyata animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SMKN 4 Kota Pariaman, yang terletak di Desa Taluak, Pariaman Selatan iini pada dasarnya cukup besar. Hal itu setidaknya terlihat saat penerimaan siswa baru yang berlangsung baru-baru ini. Dimana secara keseluruhan jumlah pendaftar yang melamar mencapai 700 orang.

"Sementara yang bisa diterima hanya sekitar 240 orang siswa saja. Hal itu tidak terlepas karena masih kurangnya ruangan belajar yang tersedia, untuk bisa menampung seluruh peminat yang ingin melanjutkan pendidikannya ke SMKN 4 Kota Pariaman ini," sebutnya.

Beranjak dari kondisi tersebut Taharuddin berharap, kiranya ke depan bisa lebih banyak lagi jumlah siswa baru yang bisa ditampung di sekolah tersebut. Minimal bisa menampung sekitar 50 persen dari seluruh pelamar yang ada, maka hal itu sudah cukup.

"Makanya ke depan kita tentu berharap, mudah-mudahan saja fasilitas pendukung pembelajaran di sekolah ini, terutama fasilitas ruangan belajarnya bisa terus ditambah dan ditingkatkan,"harapnya.

Selain fasilitas ruangan belajar, hal lain yang sangat dibutuhkan oleh SMKN 4 Pariaman, yaitu perlunya penambahan peralatan praktik, saat ini fasilitas pendukung praktik yang dimiliki SMKN4 Kota Pariaman juga terbilang masih sangat minim.

"Begitu pula untuk tenaga pengajar, mudah-mudahan ke depannya juga bisa terus ditambah secara bertahap, karena secara rill saat ini sekolah ini masih kekurangan tenaga guru sebanyak 20 orang lagi," terangnya.

Di pihak lain, Taharudin mengaku optimis, jika saja kekurangan fasilitas dan kelengkapan pendukung pembelajaran  di SMKN 4 bisa terus dilengkapi, maka ke depannya tentu akan sangat berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu tamatan yang dilahirkan oleh SMKN 4.

Untuk itulah pihaknya jelas sangat berharap dukungan dan bantuan berbagai pihak. Termasuk diantaranya dukungan dari pihak provinsi dan bantuan dari pihak pemerintah daerah, maupun pihak-pihak donatur lainnya.

Meski demikian, dengan berbagai keterbatasan yang ada saat ini, Taharudin mengaku pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan kualitas tamatan yang dilahirkan oleh SMKN 4 yang dipimpinnya itu. Sebagai muaranya, diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi tamatan SMKN 4 Kota Pariaman yang bisa diterima di dunia kerja. "Karena seperti diketahui, salah satu tolak ukur prestasi dan keberhasilan sebuah sekolah SMK itu, yaitu seberapa banyak tamatannya yang bisa  diterima di dunia kerja. Makanya itulah yang menjadi fokus dan prioritas utama bagi kita saat ini," imbuhnya.  

YURISMAN MALALAK

Kamis, 21 September 2017

Sebanyak 8 Desa dan Kelurahan di Kota Pariaman Terima Dana Rp. 8 Milyar Untuk Program BDI "Kotaku"

Sebanyak 8 Desa dan Kelurahan di Kota Pariaman Terima Dana Rp. 8 Milyar Untuk Program BDI "Kotaku"

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Ketika Menerima Bantuan Dana  Investasi Kota Tanpa Kumuh Untuk Dibagikan Kepada Delapan Desa/Kelurahan di Kota Pariaman, Rabu 20 September 2017, di Balairung Rumah Dinas Walikota.
Pariaman, (Reportase Sumbar)--Penerima dana investasi "Kotaku" kali ini, sebagian besar untuk desa dan kelurahan yang berada di Pesisir Pantai. Hal ini sangat sesuai dengan visi Kota Pariaman untuk menjadikannya sebagai kota tujuan wisata.

Demikian dikatakan Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman pada acara penyerahan bantuan dana investasi (BDI) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (20/9/2017).

“Desa dan kelurahan yang ada di kawasan pesisir pantai, yang menjadi destinasi wisata, akan terus kita benahi, sehingga akan terlihat bersih, nyaman dan menarik untuk dilihat, yang akan menjadi daya tarik wisatawan untuk terus berkunjung, dan menjadi desa wisata,” tuturnya.

Dia berharap, masyarakat penerima dana BDI yang ada di desa dan kelurahan, agar pro aktif, sehingga pemberdayaan masyarakat, dapat terlaksana dengan baik.

“Dengan adanya dana bantuan dari pemerintah pusat ini, melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), akan sangat membantu dalam memberdayakan masyarakat Desa dan Kelurahan penerima dana BDI ini, sehingga betul-betul bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Mukhlis juga mengimbau kepada penerima BDI, untuk dapat melaksanakan dana ini dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat dipertanggung jawabkan.

“Kepada para kepala desa dan instansi yang terkait, untuk terus mengawasi dalam pembangunan yang dilakukan, sehingga dapat bermanfaat dan berdaya guna, karena banyak pembangunan yang dilakukan di desa tidak tepat sasaran dan asal-asalan, yang nantinya tidak dapat digunakan,” imbuhnya.

Dari 14 desa dan kelurahan yang diusulkan, tahun 2017 ini ada 8 desa dan kelurahan penerima dana BDI antara lain Desa Balai Naras, Lohong, Taluak, Marunggi, Kelurahan Jalan Kereta Api, Ujung Batung, da Karan Aur. “Untuk 6 desa dan kelurahan yang belum menerima di tahun ini, akan kita usulkan di tahun 2018 mendatang,” tutupnya.

Dalam sambutan Kepala Satuan Kerja (Satker) Kotaku, Zulherman mengatakan agar para pengawas di lapangan yang ditunjuk, dapat mengawal dan mengawasi dana ini dengan baik. “Dengan target Kotaku: 100 0 100, yang berarti 100% untuk pengadaan air bersih, 0% kawasan kumuh dan 100% sanitasi layak, kita harapkan target yang diterapkan oleh pemerintah dapat kita laksanakan,” tukasnya.

Alokasi Dana BDI yang diberikan dari pusat ini sebesar Rp4 miliar yang nantinya akan dibagi kepada 8 desa/kelurahan yang ada di Kota Pariaman, dengan masing-masing desa/kelurahan akan menerima dana Rp500 juta.

Hadir dalam kesempatan ini Kadis Bapppeda Kota Pariaman Fadli dan jajaran, Kadis PU Kota Pariaman Asrizal, Kadis Pemukiman dan Perumahan Rakyat Zamzamil, dan anggota Satker serta Desa dan Kelurahan penerima dana BDI ini. (RS/001)

Rabu, 13 September 2017

Kerap Terjadinya Kecelakaan, Jembatan Mangguang Perlu Perhatian Serius Pihak Terkait.

Kerap Terjadinya Kecelakaan, Jembatan Mangguang Perlu Perhatian Serius Pihak Terkait.

Jembatan Manggung Kerap Terjadinya Kecelakaan, Untuk Itu Perlunya Perhatian Pihak Terkait Sesegera Mungkin
Pariaman ( Reportase Sumbar)---Kondisi jembatan Manggung Kecamatan Pariaman Utara, yang terletak di jalur Bay Pass, Desa Mangguang Pariaman agaknya perlu menjadi perhatian serius oleh pihak terkait. Pasalnya, akibat belum rampungnya pembangunan jembatan di kawasan itu, selama ini kerap terjadinya kecelakan sehingga jatuhnya korban. Seperti adanya beberapa kendaraan yang terperosok ke dalam sungai.

"Masih beruntung kecelakaan tersebut tidak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Tapi yang jelas sudah sering kendaraan roda dua atau empat yang terperosok ke aliran sungai ke kawasan itu. itukan jelas sudah sangat membahayakan. Karena itulah hal itu hendaknya perlu menjadi perhatian serius oleh pihak terkait," demikian ditegaskan Firdaus, salah seorang warga Mangguang Pariaman, saat dihubungi Selasa kemarin di Manggung.

Ditegaskannya, karena pembangunan jembatan itu merupakan kewenangan pihak provinsi, pihaknya mendesak agar pihak terkait di lingkungan Pemko Pariaman juga bisa sesegeranya mendesak pihak provinsi untuk bisa sesegeranya merampungkan pembangunan jembatan Manggung dimaksud.

"Jadi hendaknya jangan sampai ditunggu dulu jatuhnya korban jiwa, baru jembatan itu diperbaiki," harapnya.

Ditambahkannya, berdasarkan pengalaman yang ada, kerapnya kendaraan terperosok ke bawah jembatan tersebut, selain karena belum rampungnya pembangunan jembatan di kawasan itu, seiring  dilakukannya pengembangan jalur bypass di kawasan itut, juga sejauh ini tidak ada aba-aba atau rambu-rambu peringatan dari instansi terkait. Yaitu untuk mengingatkan pengendara agar mengurangi laju kecepatan kendaraannya.

"Seharusnya kan ada aba-aba atau rambu peringatan yang dipasang oleh Dinas Perhubungan di sana, sehingga pengendara bisa tahu dan akhirnya akan lebih berhati-hati saat melewatinya," imbuhnya menambahkan.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota  Pariaman, Syafinal Akbar yang dikonfirmasi terpisah mengakui bila kondisi jembatan Mangguang tersebut selama ini memang cukup rawan bagi lalu lintas kendaraan.
"Makanya seperti rencana, pihak provinsi akan segera membangun jembatan itu. Rencananya jembatan tersebut akan dibangun pada tahun 2018 mendatang," terangnya.

Diakuinya, keberadaan jembatan tersebut selama ini memang sangat fital dalam menunjang akses transportasi kendaraan yang sering meleeati jalur tersebut. Termasuk diantaranya banyak dilewati kendaraan dari arah Pasaman dan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. "Makanya harapan kita pada tahun 2018 mendatang, jembatan itu bisa segera dirampungkan, sehingga para pengendara tidak merawa was-was lagi untuk melewatinya," terangnya.

Disebutkan, selain jembatan Mangguang, keberadaan jembatan Kurai Taji yang merupakan pintu masuk utama ke Kota Pariaman, ke depannya juga perlu dipugar sedemikian rupa. "Kalau perlu jembatan yang ada saat ini sebaiknya diganti dengan yang baru. Mungkin saja di kawasan itu bisa dibangun jembatan ganda, sehingga akses masuk ke Kota Pariaman bisa menjadi lebih luas lagi.

Di pihak lain, ketika ditanya tentang perlunya pengkajian tentang jembatan KuraiTaji yang ada saat ini, terutama mengingat adanya bagian jembatan yang mengalami keretakan akibat banjir bandang yang melanda kawasan itu beberapa dekade yang lalu, menanggapi hal itu Syafinal Akbar menyebutkan, pihaknya sangat mendukung jika nantinya ada pengkajian dari pihak provinsi. Termasuk apakah kondisi jembatan tersebut berbahaya bagi keselematanm pengendara atau bagaimana. "Kalau itu kita sangat mendukung bila jembatan tersebut hendaknya dikaji lebih jauh lagi. Sebab bila jembatan itu sampai terputus, itu bisa berakibat terputusnya akses jalan menuju pusat Kota Pariaman," tegasnya. (RS/001)
Jawab Kebutuhan Tenaga Perhotelan Kapal Pesiar, Kini P2KP2 Hadir di Kota Pariaman

Jawab Kebutuhan Tenaga Perhotelan Kapal Pesiar, Kini P2KP2 Hadir di Kota Pariaman


Pariaman (Reportase Sumbar)--Guna menyahuti tuntutan kebutuhan dunia kerja, khususnya tenaga bidang perhotelan kapal pesiar, kini lembaga Pelatihan Perhotelan Kapal Pesiar Pariaman atau disingkat P2KP2 hadir di Kota Pariaman.

Seperti diakui Pimpinan P2KP2 Kota Pariaman, Fajri Algustha,SE, lembaga P2KP yang berada di bawah naungan yayasan Samudera Serumpun yang dipimpinnya itu hadir di Kota Pariaman, didorong rasa keterpanggilan dirinya sebagai putera daerah untuk ikut membangun Kota Pariaman, khususnya dalam bidang pembangunan sumber daya manusia, yaitu dengan menciptakan tenaga kerja yang handal dan terampil di bidangnya.

Diakuinya, program yang ditawarkan P2KP2 sendiri terdiri dari R & B service dan R&B product. seperti halnya calon tenaga pelayan hotel dan restoran maupun bidang masak memasak atau chief. "Karena dua bidang keterampilan inilah pada dasarnya yang sangat dibutuhkan di lingkungan kapal pesiar," terangnya.

Pertimbangan lain lanjutnya, peluang untuk bisa bekerja di kapal pesiar juga terbilang sangat besar setiap tahunnya. Pasalnya tidak kurang setiap tahunnya dibutuhkan sekitar 2000-an tenaga kerja untuk dipekerjakan di kapal pesiar, di berbagai belahan negara di dunia.

"Inikan jelas merupakan peluang emas bagi para pencari kerja, termasuk bagi generasi muda yang ada di Kota Pariaman ini. Makanya, itulah salah satu alasan kita kenapa lembaga pelatihan P2KP2 ini hadir di kota ini, (Pariaman,red)," imbuhnya. 

Terlebih lagi lanjut, tenaga kerja asal Indonesia termasuk khususnya dari Sumatera Barat, selama ini juga termasuk yang difavoritkan untuk dipekerjakan di kapal pesiar. Hal itu jelasnya, terutama karena didukung  nilai budaya dan etika budaya masyarakat Indonesia yang dikenal santun dan ramah tamah, sebagaimana yang terkandung dalam ajaran adat istiadar Minangkabau.

Karena itulah, P2KP2 sendiri lanjut Fajri Agustha, hadir menawarkan paket pelatihan siap pakai. Artinya, bagi peserta pelatihan yang gagal diterima di kapal pesiar, selanjutnya akan kembali diberikan kesempatan mengikuti pelatihan selanjutnya, sampai adanya perekrutan berikutnya."Karena target kita bagaimana  semua peserta pelatihan P2KP2 ini nantinya bisa diterima bekerja di kapal pesiar. Dan itulah salah satu garansi yang kita tawarkan," terangnya.

Untuk itu, jelas Fajri, P2KP2 yang beralamat di eks Kampus Akbid Putri Bangsa, di Jalan Abdul Muis, Ujung Batung, Nomor 10, Pariaman ini hadir menawarkan tiga paket pelatihan bagi para pencari kerja. Masing-masing, paket satu bulan bagi mahasiswa yang telah memiliki pengalaman 6 bulan bekerja di hotel, minimal horel bintang 3, atau kelas akselerasi berupa pendidikan 2 bulan plus 6 bulan magang di hotel dalam dan luar negeri, bagi mereka yang menguasai bahasa Inggris aktif. "Selain itu juga ada program pelatihan 3 bulan plus 6 bulan magang di hotel dalam dan luar negeri," terangnya.

Diakuinya, peluang bekerja di kapal pesiar pada dasarnya bisa mendatangkan penghasilan yang sangat menjanjikan. Sebagai contoh, gaji seorang cleaning service yang bekerja di kapal pesiar bisa mencapai Rp10 juta perbulannya.  Belum lagi, gaji tambahan lainnya. "Seperti diketahui, salah satu peluang kerja terbanyak di kapal pesiar adalah sebagai cleaning service, makanya sangat disayangkan bila kesempatan ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda kita di Pariaman, ataupun di Sumbar ini," tegasnya. (RS/001)
Memasuki Masa "Injury Time",  Penetapan Paslon, Suasana Perpolitikan Kota Pariaman Makin Panas

Memasuki Masa "Injury Time", Penetapan Paslon, Suasana Perpolitikan Kota Pariaman Makin Panas


Pariaman (Reportase Sumbar)---Memasuki masa "injury time", penetapan calon walikota dan wakil walikota oleh masing-masing parpol, tak ayal membuat suasana perpoltikan di Kota Tabuik Pariaman, makin panas saja. Hal itu setidaknya terlihat dari bermunculannya nama kandidat yang mendaftarkan diri ke partai politik, untuk diusung pada pilkada Pariaman tahun 2018 mendatang.

Seperti terlihat di Partai Hanura Kota Pariaman. Dari data yang dihimpun diketahui, setidaknya ada lima nama calon walikota dan tiga calon wakil walikota yang mendaftar ke tim penjaringan DPC partai Hanura Kota Pariaman.

Lima nama calon walikota yang mendaftar masing-masing, Dr Genius Umar, Ir Azwin Amir, MM, Drs Mardison Mahyuddin, dr Bahrul Anif, dan Dewi Putri Deswita. Sementara nama calon wakil walikota, masing-masing, Edison TRD,SH,MM, H Bagindo Jamohor dan Ir Azmi.

Seperti diakui Ketua DPC Partai Hanura Kota Pariaman, Edison TRD, saat dihubungi di Sekretariat DPC Partai Hanura Pariaman Selasa kemarin, menurutnya, seluruh berkas calon yang mendaftar ke Partai Hanura saat ini tengah diverifikasi oleh Tim Penjaringan DPC Partai Hanura Kota Pariaman. "Barulah setelah itu, hasil verifikasi itu nantinya akan diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Sumatera Barat," ungkap politisi yang juga mantan anggota DPRD Kota Pariaman ini.

Ditegaskannya, secara umum garisan yang diberikan oleh DPP dalam menetapkan calon yang bakal diusung nantinya, bahwa calon yang akan ditetapkan pihak DPP nantinya juga bakal  mempertimbangan hasil verifikasi dan penilaian dari Tim Penjaringan DPC Partai Hanura Kota Pariaman, Karena bagaimanapun lanjutnya, pihak DPC  dalam hal ini dianggap lebih tahu dan memahami tentang sosok figur yang ada.

"Makanya, sebelum merekomendasikan nama-nama calon tersebut ke DPP, tim penjaringan nantinya juga  akan meminta pendapat dari para pakar yang ada di Partai Hanura dan pendapat para tokoh masyarakat lainnya yang dianggap berkompeten di bidangnya," imbuhnya.

Itu artinya, nama-nama yang akan direkomendasikan ke DPP nantinya adalah hasil dari penjaringan tersebut, jadi tidak otomatis semua nama yang mendaftar ke DPC bakal direkomendasikan ke tingkat DPP.

Ditanya target khusus Partai Hanura Kota Pariaman pada pilkada Kota Pariaman tahun 2018 mendatang, Edison TRD menyebutkan, pada dasarnya tidak ada target khusus bagi Partai Hanura pada pilkada di Kota Pariaman. "Namun yang jelas tentunya target kita yaitu bagaimana bisa memenangkan pilkada kali ini," terangnya.

Untuk itulah lanjutnya, salah satu barometer yang akan dijadikan pertimbangan adalah hasil survey yang ada. Selain itu, kriteria calon yang  akan diusung nantinya tentunya juga harus memiliki ilmu dan wawasan yang luas, di samping memiliki jaringan atau link yang luas ke pusat.

"Karena seperti diketahui, PAD yang dimiliki Kota Pariaman inikan sangat terbatas jumlahnya, karena itu kita jelas sangat menmgharapkan agar adanya dukungan pendanaan  dari pemerintah pusat, atau provinsi, seperti yang berjalan selama ini. Karena itulah kita tentu sangat membutuhkan figur yang bisa meyakinkan pihak pusat, sehingga kepentingan Kota Pariaman nantinya bisa diselaraskan dengan kepentingan pemerintah pusat," imbuhnya.

Di pihak lain ditanya tentang kemungkinan Partai Hanura mengusung calonnya sendiri, Edison TRD menyebutkan, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Namun yang utama tentunya jika pasangan calon yang bakal diusung oleh partai Hanura  nantinya, adalah tokoh yang diperhitungkan. "Kalau nantinya kita tidak menemukan sosok calon seperti itu, mungkin bisa saja kita  hanya akan mengusung diantara nama-nama calon yang telah ada," terangnya.

Di pihak lain, seperti diketahui, kursi Partai Hanura sendiri di DPRD Pariaman saat ini hanya berjumlah dua kursi, sehingga untuk bisa mengusung calon sendiri tentunya harus berkoalisi dengan partai lain.

"Makanya saat ini kita masih terus melakukan penjajakan untuk kemungkinan koalisi dengan Partai PPP dan Partai  Nasdem, diharapkan Oktober bulan depan, semuanya diharapkan sudah bisa diclearkan," imbuhnya mengakhiri. (RS/001)

Senin, 11 September 2017

Kamenag Kota Pariaman Akan Tertibkan Biro Travel Umrah

Kamenag Kota Pariaman Akan Tertibkan Biro Travel Umrah


Pariaman (Reportase Sumbar),---Jajaran Kantor Kementrian Agama, Kemenag Kota Pariaman, berencana bakal segera menertibkan keberadaan biro travel umrah yang ada di Kota Tabuik ini.

Hal itu seperti diakui Kepala Kemenag Kota Pariaman, HM Nur, terutama ditujukan demi terciptanya kenyamanan ibadah umat Islam yang akan menunaikan umrah ke Tanah Suci Makah.

"Karena itulah kita tentu mengimbau kepada para pengelola biro travel umrah yang beroperasi di sekitar Kota Pariaman, agar hendaknya mereka mau mendaftarkan keberadaannya melalui Kantor Kemenag Kota Pariaman, karena sampai saat ini ternyata masih banyak diantara biro travel yang melayani jasa perjalanan umrah di sekitar Kota Pariaman yang belum terdaftar di Kemenag Kota Pariaman ini," imbuh HM Nur.

Dari data yang dihimpun melalui Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman, dari sekian banyak biro travel umrah yang beroperasi di  Kota Pariaman, tercatat baru dua diantaranya yang terdaftar secara resmi di Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman.

Dua Biro Travel Umrah tersebut, masing-masing PT Sianok Indah Holiday,  beralamat di Jalan Prof DR Hamka, Balai Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, dan PT Penjuru Wisata Negeri, beralamat di Jl Bypass, KM 13, Cimparuah Kota Pariaman.

Selain itu, beberapa biro travel umrah lainnya saat ini juga diketahui tengah menyusul  mendaftar ke Kemenag Kota Pariaman.

HM Nur mengakui, sekalipun keberadaan perusahaan biro travel yang melayani jasa perjalanan umrah dimaksud telah terdaftar secara resmi di Kantor Wilayah  Kemenag Sumbar, namun tetap saja, bagi mereka yang membuka cabang di Kota Pariaman,   mesti  tetap harus melapor atau mendaftar ke  Kantor Kemenag Kota Pariaman.

"Karena bagi travel umrah yang tidak terdaftar di Kemenag Kota Pariaman ini, kita tentu tidak akan bisa mengeluarkan rekomendasi  pengurusan paspor untuk jamaah yang akan mereka berangkatkan. Dan itu  sudah menjadi komitmen kita untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," terangnya.

Terkait hal itu, HM Nur menyebutkan, dalam waktu beberapa hari ke depan, pihaknya bakal segera menggelar pertemuan atau mengundang sejumlah biro travel yang beroperasi di sekitar Kota Pariaman.

Sehingga dengan begitu diharapkan mereka bisa mendaftarkan keberadaannya ke Kantor Kemenag Kota Pariaman. "Jadi bagi mereka yang tetap tidak mau mengindahkan ketentuan ini, kita tentunya bisa saja menempuh tindakan tertentu, termasuk tidak tertutup kemungkinan menertibkannya," terangnya.

HM Nur menyebutkan, langkah itu memang sengaja dilakukan pihaknya, terutama untuk mengantisipasi berbagai aksi penipuan yang kerap merugikan para jamaah, seperti yang marak terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air, beberapa waktu belakangan ini.

Sekaligus nantinya diharapkan niat para jamaah untuk berkunjung ke tanah suci, juga bisa berjalan secara aman dan nyaman, tanpa adanya kekhawatiran akan dirugikan oleh pihak tertentu. "Karena itulah kita dari Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman, juga siap membuka diri untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, sekiranya ada yang diragukan terkait keberadaan travel umrah di Kota Pariaman," katanya.

Namun yang jelas, bagi masyarakat yang akan berangkat umrah, tentu harus memastikan bahwa perusahaannya harus jelas, demikian pula penanggungjawabnya. Demikian pula alamat biro travel yang bersangkutan. Begitu pula dengan kepastian penerbitan paspor, lokasi penginapan atau hotel, kepastian peswat keberangkatan dan lain sebagainya. (RS/001)

Jumat, 08 September 2017

Pemko Pariaman Terima Penghargaan Indeks Kondisi Keuangan Daerah Terbaik

Pemko Pariaman Terima Penghargaan Indeks Kondisi Keuangan Daerah Terbaik

Wako Mukhlis Rahman berfoto bersama dengan para kepala daerah penerima penghargaan indek kondisi keuangan daerah terbaik, di Auditorium Graha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta Kamis (7/9/2017).
Pariaman, (Reportase Sumbar)--Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menerima penghargaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai pemerintah daerah yang memilki Indeks Kondisi Keuangan Daerah Terbaik untuk Region Sumatera, di Auditorium Graha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta Kamis (7/9/2017).

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Deputi Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Bidang Pembinaan Keuangan Daerah, Drs. Gatot Darmasto, Ak,MBA, CRM, CA, CfrA, diberikan kepada Pemerintah Kota Pariaman, berdasarkan hasil penelitian dan penilaian yang dilakukan oleh Prodi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Penelitian dan penilaian dilakukan terhadap daerah yang memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan memiliki indeks kondisi keuangan daerah terbaik, termasuk juga penilaian terhadap kemampuan Pemerintah Daerah dalam mengelola anggaran dengan akuntable dan transparan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih nyata pada masyarakat

Pemerintah Kota Pariaman merupakan salah satu dari 5 (lima) daerah yang memperoleh Indeks Kondisi Keuangan Daerah Terbaik untuk regional Sumatera setelah Kota Subulussalam, Kota Batam, Kota Prabumulih dan Kota Sabang dan penghargaan ini juga diraih oleh Airin Rachmi Diani, Wali Kota Tengerang Selatan, sebagai Terbaik Pertama Region Jawa.

Wali Kota Pariaman usai menerima penghargaan tersebut mengatakan bahwa Pemko Pariaman telah membuktikan dalam bentuk kerja nyata dalam pengelolaan keuangan daerah sehingga penghargaan yang diberikan oleh pihak Universitas Gadjah Mada merupakan bukti nyata dari tanggung jawab serta komitmen dari pihak Pemerintah Daerah Kota Pariaman dalam mengelola keuangan daerah secara akuntabel dan transparan.

“Dengan Penghargaan yang diraih ini saya harapkan mampu memotivasi ASN Pemerintah Kota Pariaman untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya,

Seminar nasional tersebut merupakan rangkaian Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang ke-62 dan Dies Natalis Magister Akutansi UGM yang ke-15 dengan tema “Pengelola Keuangan Daerah: Dari WTP Menuju Pengelolaan Keuangan yang Sehat dan Transparan” yang didukung langsung oleh Kementerian Dalam Negeri.

Peringkat terbaik akan dikategorikan ke dalam 7 region yaitu Region 1: Sumatera; Region 2: Jawa; Region 3: Kalimantan; Region 4: Sulawesi; Region 5: Bali, NTB, NTT; Region 6: Maluku dan Maluku Utara; dan Region 7: Papua. (RS/001)

Rabu, 06 September 2017

Kantor Walinagari Sunur Dibangun Baru di Padang Kabau

Kantor Walinagari Sunur Dibangun Baru di Padang Kabau

Gambar Ilustrasi Nagari Sunur Kecamatan Nansabaris
 Nansabaris (Reportase Sumbar)---Pembangunan kantor walinagari Sunur yang baru, yang terletak di di daerah Padang Kabau Nagari Sunur Kecamatan Nan Sabaris, Padangpariaman diharapkan nantinya bisa menjawab tuntutan dan harapan masyarakat terhadap hadirnya kantor walinagari yang lebih refresentatif di daerah ini.

Seperti diakui Walinagari Sunur, Basra saat dihubungi di ruang kerjanya Selasa kemarin, bahwa proses pembangunan kantor walinagari Sunur tersebut  bahkan telah dimulai diawali, yang ditandai pelatakan batu pertama oleh  Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, pada pekan lalu. 

Menurutnya, kantor Walinagari Sunur yang baru tersebut dibangun di atas lahan seluas satu hektar, yang berasal tanah wakaf dari warga dari warga.

"Yang jelas, untuk membangun kantor walinagari tersebut kita dari pemerintahan nagari tentunya akan mempedomani peraturan yang ada, termasuk diantaranya Peraturan Bupati Padangpariaman. Dimana ruangan yang tersedia di kantor tersebut nantinya harus lengkap, di samping dilengkapi pula dengan pekarangan dan fasilitas taman, tempat parkir dan lain sebagainya," ujarnya.

Pihaknya sebut Basra mengaku sangat optimis jika kehadiran kantor walinagari baru di Nagari Sunur itu nantinya bakal bisa dilesesaikan sesuai terget yang ada, sehingga dengan begitu juga keberadaannya bisa lebih mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat di daerah itu.

Didukung letersediaan lahan yang demikian luas, dengan luas lebih kurang 1 hektare , hal itu menurutnya jelas akan semakin memudahkan bagi pihaknya untuk bisa menata kawasan komplek kantor walinagari tersebut, sehingga nantinya kawasan itu bisa saja berkembang menjadi pusat perkantoran, di samping bakal dilengkapi pula dengan kehadiran lembaga pendidikan lainnya. Seperti halnya lembaga PAUD dan lain sebagainya.

Juga tidak ketinggalan pula kantor walinagaribaru tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Seperti halnya aula atau ruang pertemuan dan fasilitas pendukung lainnya.

"Hal itu pada dasarnya memang cukup beralasan sekali, terlebih di sekitar komplek lokasi pembangunan kantor walinagari itu juga telah ada bangunan Puskesmas, Pustu dan sejumlah perkantoran lainnya," ungkapnya.

Di sisi lain Basra mengakui, kantor walinagari Sunur yang tengah dibangun saat ini bukanlah yang pertama kali dibangun di Nagari Sunur, melainkan sebelumnya, masih dalam periode kepemimpinannya sebagai walinagari, juga telah dibangun kantor walinagari yang baru di Korong Pinti Kayu. "Namun karena daerah itu saat ini telah dimekarkan menjadi nagari baru, dan kebetulan pula lokasi kantor walinagari yang baru juga terletak di daerah itu, maka sebagai solusinya kita pun kembali memutuskan untuk membangun kembali kantor walinagari yang baru di Korong Padang Kabau," sebutnya.

Terkait prioritas utama dari program pemerintahan nagari yang dipimpinnya itu, Basra menyebutkan, diantara prioritas utama dari pemerintahan nagari saat ini yaitu bagaimana mewujudkan empat program prioritas utama yang telah diamanahkan oleh Kemendes RI. yaitu, program pembuatan embung, berupaya memfasilitasi produk pertanian yang menjadi unggulan daerah itu, di samping juga pengadaan Badan Usaha Milik Nagari atau BUMnAg.

"Khusus untuk komoditas unggulan pertanian, sesuai dengan potensi lahan yang ada di nagari ini, kita telah menetapkan komoditi kelapa dan padi sebagai komoditas unggulan di Nagari Sunur ini. Harapan kita tentunya kedua komoditi ini nantinya bisa terus meningkat dan berkembang dengan baik, sehingga pada akhirnya akan bermuara   pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini," terangnya. (RS/001)
Kepala Puskesmas Patamuan Ilyas Taufik : Ketersedian Jamban Sehat Baru Berkisar 50 Persen

Kepala Puskesmas Patamuan Ilyas Taufik : Ketersedian Jamban Sehat Baru Berkisar 50 Persen


Patamuan (Reportase Sumbar)--Kondisi ketersediaan jamban sehat di beberapa nagari di Padangpariaman agaknya masih membuituhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Termasuk diantaranya perlunya dukungan dan perhatian dari jajaran pemerintahan nagari. Seperti terlihat di Kecamatan Patamuan, sebagaimana diakui Kepala Puskesmas Patamuan, Ilyas Taufik, bahwa ketersediaan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas Patamuan diperkirakan baru berkisar 50 persen.

"Hal itu bukannya karena warga tidak memiliki jamban di rumahnya masing-masing, hanya saja sebagian dari jamban yang ada tersebut masih belum sesuai dengan standar jamban sehat yang ditetapkan pemerintah," tegas Ilyas Taufik.

Sebagaimana diketahui jelas Ilyas Taufik, diantara kriteria jamban sehat yaitu adanya stip tank yang didukung dengan saluran pembuangan berupa leher angsa. Artinya, kalau kedua fasilitas pendukung tersebut tidak ada, maka tidak bisa dikatakan sebagai jamban sehat.

"Makanya ke depannya kita berharap adanya regulasi atau kebijakan yang jelas dari pemerintahan nagari, misalnya dengan melahirkan peraturan nagari dan sejenisnya. Demikian pula halnya dalam hal penganggarannya," terangnya.

Ilyas Taufik mengakui, jika saja ada regulasi atau peraturan pendukung yang jelas dari pihak pemerintahan terendah seperti peraturan nagari dan sejenisnya, maka tentunya harapan untuk bisa mewujudkan hadirnya jamban sehat yang lebih memadai di nagari akan bisa terealisasi seperti diharapkan. Tentunya hal itu nantinya bisa dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

Di pihak lain, dalam rangka mewujudkan ODF atau Open Defecation Free (ODF), yaitu kondisi dimana setiap individu dalam komunitas tidak lagi buang air besar sembarangan, maka pihaknya saat ini telah menetapkan empat korong di Kecamatan Patamuan sebagai daerah dengan standar 100 persen  akses jamban sehat.

Menurut Ilyas Taufik, hal itu nantinya diharapkan sudah bisa terealisasi hingga akhir tahun 2017 ini.
"Makanya untuk bisa mewujudkan hal tersebut kita jelas sangat mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk diantaranya dukungan dari jajaran pemerintahan nagari, walikorong, tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya yang ada di nagari," terangnya. (RS/001)
Puskesmas Patamuan Tetapkan Program  "SICEREK" Sebagai Layanan Unggulan

Puskesmas Patamuan Tetapkan Program "SICEREK" Sebagai Layanan Unggulan

Puskemas Patamuan Kabupaten Padang Pariaman Tetapkan Program " SICEREK" Sebagai Layanan Unggulan
Patamuan ( Reportase Sumbar)---Puskesmas Patamuan, Kabupaten Padangpariaman telah menetapkan program Sicerek (Senyum, Sehat Ceria Generasi Emas) sebagai layanan unggulan atau branding bagi Puskesmas tersebut. Seperti diakui Kepala Puskesmas Patamuan, Ilyas Taufik saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin, dipilihnya layanan masalah kesehatan gigi sebagai branding di Puskesmas Patamuan tidak terlepas karena banyaknya ditemukan permasalahan kesehatan gigi anak di daerah itu, "Makanya dengan alasan itulah kita akhirnya menetapkan layanan masalah gigi sebagai branding di Puskesmas ini," ungkap mantan Kepala Puskesmas Ampalu itu. 

Ditegaskannya, adapun sasaran utama dari layanan masalah gigi di Puskesmas tersebut, terutamka ditujukan bagi anak-anak usia sekolah, khususnya untuk anak seusia pendidikan PAUD atau TK. Dimana dalam program ini, selain melakukan sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah, kita juga ikut menyasar atau melibatkan para orang tua murid yang ada. "Jadi kalau ada anak yang ditemukan mengalami permasalahan gigi, maka orang tuanya pun akan ikut kita panggil, dan sekiranya ada biaya lain di luar  BPJS atau Jamkesda dan yang lainnya, hal itu nantinya akan dibicarakan lebih lanjut," imbuhnya.

Disebutkan, dengan ikut dilibatkannya para orang tua murid, ke depan mereka juga diharapkan bisa memiliki pengetahuan yang memadai untuk menjaga, merawat  dan mengawasi kesehatan gigi anak-anak mereka, Khususnya setelah anaknya berada di rumah, terutama anak-anak seusia PAUD atau TK. Dengan begitu. Demikian pula setelah dewasa nantinya, para anak-anak itupun juga diharapkan  bisa menyadari dan mengetahui, bagaimana harusnya melakukan perawatan gigi secara baik dan benar.

Di pihak lain Ilyas Taufik mengakui, bahwa Puskesmas Patamuan yang dipimpinnya itu saat ini juga terus berbenah diri, termasuk diantaranya dengan mencat guna mengubah performa atau tampilan dari puskesmas tersebut.

"Program pembenahan ini juga tentunya tidak terlepas  bagaimana meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena dengan kondisi puskesmas yang tampak bersih dan indah tentu juga akan berdampak terhadap suasana nyaman bagi semua orang," terangnya.


Demikian pula halnya program pembehana itu juga diharapkan akan berdampak positif terhadap suasana kerja dan peningkatan produktivitas kerja bagi petugas kesehatan yang ada di lingkungan puskesmas tersebut.

Selain itu, Ilyas Taufik mengakui, program bersih-bersih yang dilakukan pihaknya saat ini juga tidak terlepas dari persiapan Puskesmas yang dipimpinnya itu dalam menghadapi penilaian Akreditasi pada tahun 2016 mendatang. Makanya sebagai persiapan untuk itu secara bertahap telah dimulai dari saat ini.

"Mudah-mudahan saja harapan kita ke depannya, Puskesmas ini nantinya bisa terakreditasi seperti yang kita harapkan bersama," sebutnya.

Diakuinya, saat ini beberapa fasilitas yang ada di Puskesmas Patamuan tersebut memang masih belum begitu memadai, sesuai dengan standar atau ketentuan akreditasi yang ada. Di9antaranya, mengingat belum memadainya kondisi ruangan layanan kesehatan yang ada, di samping juga belum adanya fasilitas ruangan layanan KB dan ruangan layanan Kesehatan Ibu dan Anak atau KIA. "Makanya sesuai proses berjalan, kita bertekad berbagai kekurangan tersebut nantinya bisa terus dilengkapi secara bertahap. Untuk itulah sejak awal kita terus berusaha berbenah diri, sehingga puskesmas ini nantinya bisa meraih predikat akreditasi seperti yang diharapkan," terangnya.  (RS/001)


Selasa, 05 September 2017

Kerja Keras Pemko Pariaman Bidang Kesehatan, Akhirnya Pasar Kuraitaji Raih Predikat Akreditasi Utama

Kerja Keras Pemko Pariaman Bidang Kesehatan, Akhirnya Pasar Kuraitaji Raih Predikat Akreditasi Utama

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Ketika Meninjau Pasar, Untuk Memantau Kondisi Harga
Pariaman ( Reportase Sumbar)Keberhasilan Puskesmas Kurai Taji Kota pariaman dalam meraih predikat akreditasi utama, agaknya tidak terlepas dari  komitmen yang kuat dari jajaran Pemko Pariaman untuk meningkatkan pembangunan bidang kesehatan di kota ini.

Seperti diakui Kadis Kesehatan kota Pariaman, Bachtiar,SKM, saat dihubungi di ruang kerjanya Senin kemarin,

"Karena itulah, prestasi yang diraih Puskesmas Kurai Taji tersebut jelas merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Pariaman, Seperti diketahui bersama, baru-baru ini dua Puskesmas di Kota Pariaman di Pariaman berhasil  meraih akreditasi dasar yang diwakili Puskesmas Air Santok dan Aklreditasi Utama, yang diraih Puskesmas Kurai Taji," ulasnya


"Ke depan secara bertahap kita berharap semua puskesmas yang ada di Kota Pariaman ini sudah terakreditasi seperti diharapkan. target kita tahun 2019 mendatang, seluruh puskesmas di Kota Pariaman ini sudah harus terakreditasi seperti diharapkan," imbuhnya.

Hal itu lanjut Bahtiar tidak terlepas dari upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di sekitar Kota Pariaman, karena dengan telah terakreditasinya seluruh puskesmas yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Pariaman maka tentunya imbasnya tentu akan ikut berdampak positif pula terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat itu sendiri.

Bachtiar mengakui, sesuai posisi strategis Kota Pariaman, yang terletak di kawasan perlintasan sekaligus menghubungkan beberapa daerah di Sumbar, kondisi itu jelas juga bakal berimbas positif pula terhadap pengembangan dan pembangunan dunia kesehatan di kota ini.


Terlebih lagi Kota Pariaman juga telah ditetapkan sebagai salah satu kota tujuan wisata yang banyak dikunjungi warga dari berbagai daerah di Sumbar. "Karena itulah petugas kesehatan kita di Kota Pariaman ini harus didukung skill yang memadai, sehingga mereka diharapkan bisa lebih siap menghadapi tantangan era kompetisi global utamanya dalam bidang layanan kesehatan," terangnya.

Dengan alasan itulah lanjut Bachtiar, pihaknya dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman juga akan terus meningkatkan mutu dan kualitas dan kemampuan tenaga kesehatan yang ada di Kota Pariaman, termasuk diantaranya yang berhubungan dengan kualifikasi pendidikan yang ada.


"Khusus di Kota Pariaman ini kita telah menetapkan tenaga keperawatannya minimal harus setingkat D3. Hal itu tidak terlepas dari komitmen kita untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat atau pasien, termasuk diantaranya warga luar daerah yang memanfaatkan jasa layanan kesehatan di Kota Pariaman ini," terangnya.

Diakuinya, sesuai dengan tuntutan zaman, maka mau tak mau ,petugas kesehatan di Kota Pariaman tentu harus siap pula bersaing dengan tenaga kesehatan lainnya, termasuk nantinya jika di Pariaman hadir pula berbagai rumah sakit swasta, yang menawarkan beragam fasilitas dan layanan yang berkualitas. "Prinsipnya, mau tidak mau kita harus siap. Termasuk nantinya kita harus membuka diri jika nantinya ada pihak-pihak yang ingin berinvetasi dalam bidang kesehatan di Kota Pariaman ini. Terutama tentunya dari kalangan pihak swasta," tegasnya.

Disebutkan, pihak Pemko Pariaman sendiri sejauh ini juga sangat memberikan perhatian yang besar terhadap pembangunan dunia kesehatan yang ada di daerah ini. Bahkan untuk mewujudkan hal tersebut, Wali Kota Pariaman H Mukhlis Rahman, tak hentinya mendorong dan mensupport jajaran Dinas Kesehatan Kota Pariaman akan terus bekerja secara maksimal. Bahkan tidak jarang pula, selaku kepala daerah, H Mukhlis Rahman juga kerap turun ke tengah masyarakat untuk memotivasi dan melihat dari dekat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di daerahnya.

Bentuk komitmen lain dari Pemko Pariaman dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di daerah ini, yaitu terlihat dengan dianggarkannya program Jaminan Kesehatan  Sabiduak Sadayuang atau disingkat JKSS, yang  anggarannya selalu meningkat dari tahun ke tahunnya.

"Khusus untuk JKSS sendiri, bisa dikatakan hanya kita di Pariaman yang berani mengangarkannya melalui dana APBD. Jadi berbeda dengan daerah lain, di Kota Pariaman ini, selain ada program BPJS jamkesda dan jamkesmas, juga ada program Jaminan Kesehatan Sabiduak Sadayuang. Semua itu tidak terlepas dari wujud komitmen dan perhatian Pemko Pariaman dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di daerah ini," imbuhnya. (RS/001)
RSUD dr.Sadikin Pariaman Terus Berbenah

RSUD dr.Sadikin Pariaman Terus Berbenah

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Ketika Meresmikan RSUD dr.SADIKIN Pariaman ( Fhoto : .Diskominfo Pariaman )
Pariaman ( Reportase Sumbar)---Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sadikin  Kota Pariaman yang terletak di Padusunan saat ini terus berbenah diri. Untuk itu, pihak managemen RSUD Dr Sadikin Kota Pariaman saat ini terus berupaya melengkapi berbagai sarana dan parasarana yang dibutuhkan, sehingga diharapkan ke depannya keberadaannya sesuai dengan standar yang diharapkan.

Seperti diakui Direktur RSUD Dr Sadikin Kota Pariaman, Dr Hendri, guna  mendukung pengembangan RSUD Dr Sadikin itu ke depannya, nantinya akan memanfaatkan dana APBD Kota Pariaman, dana DAK di samping sumber pendanaan lainnya.

"Karena rumah sakit ini diharapkan tidak hanya bisa melayani warga dari Kota Pariaman, namun juga bisa melayani pasien dari luar Kota Pariaman, seperti warga dari daerah tetangga Kabupaten Padangpariaman," sebut Hendri.

Diakuinya, kehadiran RSUD Dr Sadikin Kota Pariaman sejauh ini cukup mendapat sambutan antusias oleh berbagai komponen warga. Hal itu jelas Direktur RSUD Dr Sadikin ini, tentunya mampu menjadi penyemangat sekaligus support tersendiri bagi pihaknya untuk terus mengembangkan dan memajukan rumah sakit yang dipimpinnya itu ke depannya.

Disebutkan, banyak hal positif dengan kehadiran RSUD Dr Sadikin di Kota Pariaman, salah satunya bisa memperdekat alur rujukan  dari sejumlah puskesmas yang ada di Kota Pariaman. "Sebagaimana diketahui, kehadiran rumah sakit ini memang dimaksudkan untuk menyikapi kebutuhan yang ada, karena sesuai dengan peraturan pemerintah, pasien tidak lagi dibenarkan langsung dirujuk ke rumah sakit type B yang ada di Kota Pariaman, melainkan terlebih dahulu harus dirujuk ke rumah sakit Type D, seperti halnya RSUD Dr Sadikin Kota Pariaman ini," sebutnya.

Ditanya target pihaknya dalam mengembangkan rumah sakit yang dipimpinnya itu, dr Hendri menyebutkan, sesuai motto yang ada yaitu melayani dengan ikhlas dan profesional, pihaknya berharap ke depannya rumah sakit yang dipimpinnya itu bisa terus maju dan berkembang menjadi rumah sakit yang handal dan profesional dalam memberikan pelayanan terhadap pasien.

Untuk itulah berbagai pembenahan terus dilakukan, termasuk diantaranya bagaimana meningkatkan kualitas SDM maupun pelayanan kepada masyarakat. Demikian pula  kelengkapan fasilitas dan sarana pendukung lainnya.

Terkait hal itu pihaknya sebut Hendri telah menyiapkan revisi master plan induk, untuk tahun 2018 mendatang. "Sesuai dengan target yang ada, pada tahun 2018 mendatang rumah sakit ini diharapkan sudah bisa dilengkapi dengan fasilitas OKa dan radiologi. Untuk keperluan itu nantinya dananya diharapkan dari DAK tahun 2018," sebutnya.

RSUD Dr Sadikin sendiri sejauh ini didukung 5 tenaga spesiasilis, termasuk didalamnya direktur RSUD Dr Sadikin. Jumlah spesialis itu seperti diakui Dirut RSUD Dr Sadikin pada dasarnya sudah cukup memadai.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Bahtiar Skm mengaku pihaknya dari dinas kesehatan Kota Pariaman pada dasarnya sangat mendukung penuh program pengembangan RSUD Dr Sadikin sehingga nantinya bisa berkembang menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kota Pariaman. "Kita  sangat optimis bila RSUD Dr Sadikin ini nantinya akan makin dan berkembang ke depannya, terlebih dengan adanya dukungan dan support oleh  pihak Pemko Pariaman di bawah kepemimpinan Pak Wali Kota H Mukhlis Rahman. Makanya ke depannya kita telah bertekad agar status RSUD Dr Sadikin ini nantinya bisa terus ditingkatkan, mungkin menjadi type C atau yang lainnya," sebutnya. (RS/001)
Ansor Padang Pariaman Datangi Korban Gempa

Ansor Padang Pariaman Datangi Korban Gempa

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana bersama orang tua korban (M.Nur) dan Walinagari Lurah Ampalu Syofyan, Sabtu (2/9/2017), di depan rumah duka. ( Fhoto : Armaidi Tanjung )
VII Koto ( Reportase Sumbar)---Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman datangi keluarga korban gempa yang terjadi Jumat (1/9/2017) dini hari di Korong Kampung Surau, Nagari Lurah Ampalu Kecamatan VII Koto Kabupaten Padang Pariaman. Korban mahasiswa STIE Sumbar semester 3 bernama Nerfi Dewi Yanti (21).

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana yang datang, Sabtu (2/9/2017), ke rumah duka, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Ansor Padang Pariaman turut berduka dengan peristiwa yang menimpa Nerfi,” kata Zeki yang didampingi Sekretarisnya Alva Anwar dan pengurus lainnya.

Laporan dari Kasatkorcab Banser Ansor Padang Pariaman Muhammad Zulfadly yang disampaikan pihak keluarga, korban Nerfi (21) meninggal dunia usai gempa terjadi. Sebagaimana dirasakan masyarakat di Padang Pariaman, Jumat (1/9) pukul 00:06:54 WIB terjadi gempa yang berpusat di Lintang Selatan 99.66 bujur timur di kedalaman 10 km. Ketika gempa terjadi, Nerfi berusaha membuka pintu rumahnya untuk menyelamatkan diri. Sial baginya,  Saat lari melewati pintu, lehernya terkena gagang pemuka pintu yang cukup fatal. Beberapa menit kemudian Nerfi langsung meninggal dunia.

Korban tidak sempat mendapatkan perawatan medis. Nerfi keburu menghembuskan nafas terakhir.

Korban Nerfi merupakan keponakan Walinagari Lurah Ampalu Syofyan, anak dari M.Nur dan Surniyati. Dari empat orang anak M.Nur dan Surniyati, tiga diantaranya meninggal dalam kondisi yang mengenaskan, kecelakaan. Termasuk Nerfi.

Menurut Zeki Aliwardana, peristiwa ini terjadi salah satu disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara menghadapi tanggap bencana, khususnya gempa yang sering melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Daerah ini rawan akan bencana gempa bumi.

“Kejadian ini dipicu karena tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa sedang berlangsung,” kata Walinagari Lurah Ampalu Syofyan menambahkan.(***)


Jumat, 01 September 2017

Shalat Idul Adha 1438 Hijriah di Padang Pariaman, Ribuan Masyarakat Padati Halaman Kantor Bupati

Shalat Idul Adha 1438 Hijriah di Padang Pariaman, Ribuan Masyarakat Padati Halaman Kantor Bupati


Bupati Ali Mukhni Memberikan Sambutan, Sebelum Dimulainya Shalat Idul Adha 1438 H, di Halaman Kantor Bupati Padang Pariaman, Jumat 1 September 2017 
Paritmalintang ( Reportase Sumbar)--Ribuan masyarakat, Jumat pagi(01/9/2017) memadati lapangan Ibu Kota Kabupaten Padang Pariaman di nagari Paritmalintang, untuk melaksanakan shalat Idul Adha 1438 Hijriyah, dengan  Khatib Dr.Syafruddin,MA Dosen UIN Imam Bonjol Padang dan sebagai Imam Yahya,S.Ag

Nampak hadir pada shalat Idul Adha tersebut Bupati Ali Mukhni, Wakil Bupati Suhatri Bur,  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kapolres Padangpariaman, Dandim 0308 Pariaman, Kepala Kantor Kementrian Agama, Kepala OPD, serta Camat se Kabupaten Padangpariaman.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni pada kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya menerapkan nilai-nilai berkurban dalam kehidupan kita sehari-hari terutama dalam membangun daerah.

"Saat ini Pemerintah Kabupaten Padangpariaman terus berusaha untuk menarik investor agar berinvestasi di daerah kita. Pembangunan sarana transportasi seperti jalan dan jembatan terus kita tingkatkan. Sebut saja jembatan Campago, jembatan VII Koto dan jembatan di Kampuang Galapuang Ulakan Tapakis. Peningkatan jalan terus kita lakukan untuk meningkatkan akses perekonomian," katanya.

Selain itu, Ali Mukhni juga menjelaskan pembangunan-pembangunan lainnya seperti mesjid raya di Ibu Kota Kabupaten dan pengembangan Mesjid Agung Syekh Burhanuddin. "Pembangunan Tarok City saat ini telah banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah provinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat. Banyak institusi pendidikan yang akan dibangun. Hal ini akan meningkatkan pembangunan di daerah kita," tuturnya (***)