Sabtu, 26 Agustus 2017

Mahasiswa KKN Unitas Harus Lebih Kreatif Berdayakan Potensi Masyarakat

Mahasiswa KKN Unitas Harus Lebih Kreatif Berdayakan Potensi Masyarakat

Foto bersama  Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman Armaidi Tanjung, Sekretariat FKS Gusniati,  Dosen Penanggungjawab KKN Mahasiswa Unitas Jorong Gati, Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Rudy Kusuma, Ph.D, dan mahasiswa Unitas, Kamis (23/7/2017) di lapangan takraw yang didirikan mahasiswa KKN.
Sintoga, (Reportase Sumbar)---Mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)  di tengah masyarakat harus lebih kreatif dalam memberdayakan potensi masyarakat di lokasi penempatanya. Apa yang dapat dikembangkan di daerah KKN, bisa dikembangkan menjadi peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat. Seiring dengan itu, mahasiswa KKN pun bisa mengembangkan potensi tersebut sebagai peluang usaha.

Hal itu  diungkapkan Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman Armaidi Tanjung dan Dosen Penanggungjawab KKN Mahasiswa Unitas Jorong Gati, Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Rudy Kusuma, Ph.D, Kamis (23/7/2017), ketika  berdialog dengan mahasiswa KKN Universitas Taman Siswa (Unitas) Padang,  di poskonya Jorong Gati, Korong Tanjung Pisang Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman.

Menurut Rudy Kusuma, pemberdayaan ekonomi kepada remaja Jorong Gati yang menghasilkan bros tidak hanya sekedar pelatihan selama KKN saja. Potensi ini harus dikembangkan oleh mahasiswa KKN, sekalipun tidak lagi berada di lokasi KKN. Produk bros yang dihasilkan ini bisa dipasarkan. Langkah awal bagaimana memperkenalkan produk bros ini di lingkungan sendiri dari mahasiswa.

“Dengan harga yang terjangkau dan dipasarkan di Padang misalnya, mahasiswa KKN Unitas bisa pula mencari peluang usaha. Langkah berikutnya bisa mencari peluang pasar baru. Kalau ini dilakukan mahasiswa KKN, maka kehadiran mahasiswa KKN benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Rudy yang juga Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat ini.

Sementara itu, Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Padang Pariaman Armaidi Tanjung menyebutkan, mahasiswa harus melakukan sesuatu yang kreatif dan inovatif dengan prinsip 3 M. Yakni mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari yang kecil. “Mahasiswa jangan hanya menyalahkan atau memperbincangkan orang lain untuk berbuat sesuatu, sementara dirinya sendiri hanya sebatas kata atau ide semata. Jika mahasiswa melihat sesuatu yang kurang berkenan, maka mulailah merubahnya dari diri sendiri. Jangan tunggu dulu orang lain merubahnya,” kata Armaidi Tanjung.

Selanjutnya, kata Armaidi, mahasiswa melakukan sesuatu inovasi dan kreatifitas, mulailah dari sekarang. Jangan ditunggu satu bulan, setahun atau tamat dulu kuliah. Biasanya orang yang selalu menunda, apa yang dinginkan tidak tercapai. “Memulai sesuatu, termasuk peluang usaha, tentu harus dimulai dari yang kecil. Jangan bermimpi, baru mulai berusaha, langsung jadi besar. Banyak orang sukses dan berhasil dalam bisnis, pengusaha, wiraswasta, mereka memulainya dari yang kecil,” tutur Armaidi Tanjung yang didampingi Sekretariat FKS Padangpariaman Gusniati.

Sebelumnya, Ketua  Mahasiswa KKN Unitas Jorong Gati Reyhan Fadlurahman melaporkan, selama KKN sudah melakukan antara lain pembangunan lapangan takraw, penyuluhan hukum, pemberdayaan ekonomi dengan memberikan pelatihan pembuatan bros, penanaman rumput gajah untuk makanan ternak, dan kegiatan lainnya.  Kelompoknya berjumlah 22 orang mahasiswa, dan KKN berakhir Minggu (27/8/2017), katanya.  (RS/001)


Komunitas OKB Disponsori Wiztian Yoetri, Buka Program Beasiswa Bagi Penulis Muda

Komunitas OKB Disponsori Wiztian Yoetri, Buka Program Beasiswa Bagi Penulis Muda


Padang, (Reportase Sumbar) --Komunitas Orang Kaya Buku (OKB) membuka program beasiswa bagi jurnalis, calon penulis, dan penulis muda yang berdomisili di Sumatera Barat. Program beasiswa ini dinamakan ‘Beasiswa Jurnalistik Wiztian Yoetri’ OKB.

“Program beasiswa ini merupakan salah satu kegiatan Komunitas Orang Kaya Buku (OKB). Pendanaan program ini sepenuhnya berasal dari Bapak Wiztian Yoetri. Makanya, nama kegiatan ini ‘Beasiswa Jurnalistik Wiztian Yoetri’,” kata Yusrizal KW, pimpinan Komunitas OKB kepada sumbarsatu, Jumat (25/8/2017) di Padang.

Wiztian Yoetri atau yang akrab disapa Cici, ialah wartawan senior yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Semen Padang. Sebelumnya, selama lima tahun (2002-2007), Cici menjadi Pemimpin Redaksi Harian Padang Ekspres, dan selama 2 tahun (2007-2009) Pemimpin Umum Harian Posmetro Padang, serta Wakil Presiden Komisaris Harian Padang Ekspres.

Kegiatan ‘Beasiswa Jurnalistik Wiztian Yoetri’ merupakan wujud kepeduliannya terhadap dunia kepenulisan dan jurnalistik di Sumatera Barat.

“OKB, sebuah komunitas yang bergerak di bidang literasi dan pemberdayaan masyarakat dipercaya sebagai penyelenggaranya,” terang sosok pendiri Rumah Baca Tanah Ombak ini.

Dipaparkan penulis buku cerpen “Kembali ke Pangkal Jalan” ini, program ‘Beasiswa Jurnalistik Wiztian Yoetri’ sebagai bentuk kepedulian dan obsesi Cici pada dunia jurnalistik dan kepenulisan (sastra) di Sumatera Barat.

Menurut KW, demikian ia akrab disapa, capain yang disasar dari kegiatan ini ialah diharapkan munculnya jurnalis dan penulis hebat dari Sumatera Barat di masa depan dengan karya-karya jurnalistik atau sastra yang mencerahkan.

“Dipilih prosa jurnalistik karena seorang jurnalis/penulis harus memiliki kekuatan berbahasa (sastra) dengan kemampuan memaknai fakta secara inspiratif untuk pembaca. Prosa jurnalistik, karya jurnalistik sastrawi yang saat ini nyaris tak banyak dikuasai wartawan. Setidaknya, kelas beasiswa ini, bisa membuka peluang seseorang menjadi penulis cerita (sastra) atau jurnalis (wartawan),” terang KW. “Peserta untuk program ini tak lebih dari 15 orang yang telah melewati proses kurasi yang ketat.”

Adapun syarat untuk meraih ‘Beasiswa Jurnalistik Wiztian Yoetri’ ialah, 1). Berusia 17 sampai 23 tahun berdomisili di Sumatera Barat; 2). Mengirim contoh tulisan dalam bentuk cerita minimal 2 halaman, maksimal 3 halaman kwarto (A4), Font Times New Roman 12, 1,5 spasi, dan 3). Mendaftar lewat surel: okbeasiswa@gmail.com.

Kelas Prosa Jurnalistik

Setiap peserta akan dibimbing/dilatih untuk mengembangkan serta mempertajam ide dan imajinasi dari fakta yang ada, memahami struktur, plot, bentuk dan isi  tulisan, kemudian memilih gaya penulisan yang pas untuk melahirkan karya sastra atau jurnalistik secara menarik dan kreatif. Karya akan dibukukan oleh Penerbit KABARITA.

Peserta dilatih secara intensif selama 3 hari oleh Gus tf (Sastrawan Indonesia, Peraih SEA Write Award, Khatulistiwa Literary Award), Fatris MF (Travel Journalist Destin Asian & Penulis Buku “Merobek Sumatera”), dan Yusrizal KW (Redaktur Sastra & Budaya Padang Ekspres, Direktur Penerbit KABARITA)

Setelah tatap muka selama 3 hari dengan instruktur, peserta selama 3 bulan mengikuti kelas konsultasi intensif sekali seminggu.

“Peserta disediakan kelas konsultasi untuk bedah karya. Diharapkan setelah mengikuti beasiswa ini, para penulis muda bisa menerbitkan naskah buku. Untuk jadwalnya akan disampaikan saat mendaftar,” tutur KW.

sumber : www.sumbarsatu.com
http://www.sumbarsatu.com/berita/16477-okb-buka-kelas-beasiswa-jurnalistik-wiztian-yoetri

Jumat, 25 Agustus 2017

Kejaksaan Negeri Pariaman Gelar Sosialisasi Dana Desa dan TP4D Kepada Walinagari dan Kepala Desa

Kejaksaan Negeri Pariaman Gelar Sosialisasi Dana Desa dan TP4D Kepada Walinagari dan Kepala Desa

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar Memberikan Arahan Pada Sosialisasi Dana Desa dan TP4D Yang Digelar Kejaksaan Negeri Pariaman Kamis 24 Agustus 2017 ( Fhoto : Junaidi )
Pariaman (Reportase Sumbar)---- Kota Pariaman, Dengan adanya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014, telah merubah paradigma pembangunan yang ada selama ini, kalau dulu Desa adalah pemerintahan terendah dengan anggaran yang tidak seberapa, saat ini Desa menjadi garda terdepan dalam pembangunan, sehingga pemerintahan pusat dan daerah telah menganggarkan dana yang cukup besar untuk Desa.

Untuk Kota Pariaman sendiri, alokasi Dana Desa yang bersumber dari APBN sebesar Rp.44.148.673.000, dan Alokasi Dana Desa yang bersumber dari  APBD sebesar Rp.45.396.897.790, Sehingga total dana yang beredar di desa tahun 2017 sebesar  RP. 89.545.570.790.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Dana Desa dan TP4D yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Pariaman, Kamis (24/8).

"Dana yang besar tersebut dibagi untuk 55 Desa yang ada di Kota Pariaman, sehingga Desa ada yang menerima 1,4 M  sampai 2 M, dan apabila Desa tidak mempunyai RAPBDes dan tidak paham apa
yang akan diperbuat, maka hal ini akan menjadi sebuah masalah  dikemudian hari," ujarnya.

Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan melalui bidang intelijennya mampu memberikan penerangan hukum dan penyuluhan hukum, berupa bimbingan kepada para kades agar dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi penggunaan dana desa tidak berpotensi terjadinya KKN.

"Kepada Kepala Desa jangan takut untuk bertanya atau minta penjelasan tentang  apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan dengan menggunakan dana  desa, sehingga kedepan jangan sampai ada Kepala Desa di Kota Pariaman  yang berurusan dengan hukum karena tidak memahami peruntukan penggunaan
dana desa," tukasnya.

Dalam arahan Asisten Intelijen Kejaksaan  Tinggi (Asintel Kajati) Provinsi Sumatera Barat Yuswandi mengatakan acara Sosialisasi Dana Desa dan TP4D ini digelar serentak oleh Kejaksaan Negeri di Kabupaten/Kota seluruh indonesia, yang merupakan arahan dari pemerintah pusat.

"Kami berharap dengan adanya Sosialisasi ini, akan dapat menambah pengetahuan dan wawasan baik dari Kepala Desa di Kota Pariaman maupun Walinagari di Kabupaten Padang Pariaman, agar dapat menggunakan dana desa sesuai dengan peruntukannya,"ungkapnya.

Saat ini dana desa yang berasal dari APBN untuk seluruh indonesia mencapai  angka 70 Trilyun, dan untuk Provinsi Sumatera Barat alokasi dana desa  tahun 2017, lebih kurang sebesar Rp. 800 M, karena itu dana sebesar ini  harus dikawal dan diawasi, agar tidak salah sasaran.

"Mari kita  ikuti petunjuk dan aturan yang berlaku dalam penggunaan dana desa,  sehingga tujuan yang ingin dicapai oleh presiden kita bapak Jokowi  melalui nawacitanya yang ketiga berbunyi Membangun Indonesia dari  pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara  kesatuan, dapat terwujud," ulasnya.

Kejaksaan Negeri Pariaman  Josia Koni dalam sambutannya mengatakan acara ini menghadirkan Kepala  Desa dan BPD di Kota Pariaman, Walinagari dan Bamus di Kabupaten Padang  Pariaman dan OPD terkait baik di Kota Pariaman maupun Kabupaten Padang  Pariaman.

"Selain mengikuti instruksi untuk melaksanakan  Sosialisasi Dana Desa ini, kami juga membuat terobosan dengan memberikan  kuisioner yang kami bagikan kepada para Kepala Desa, Walinagari dan  perangkatnya, sebagai bahan acuan dan evaluasi kepada kami, dan hasil  kuisioner tersebut bukan untuk publikasi, dan jangan takut untuk  mengisinya sesuai dengan apa yang terjadi, dan kami akan menjaga  kerahasian kuisioner tersebut," tutupnya.

Hadir juga Wakil Bupati  Padang Pariaman Suhatri Bur, Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman  Faisal Arifin, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Hamdani, Kepala Dinas PU  Kota Pariaman Asrizal, Kepala BPMD Kota Pariaman Nurdin, beserta OPD terkait, Kepala Desa dan Walinagari serta undangan yang hadir. (RS/001)




     

Rabu, 23 Agustus 2017

Tim Pansus DPRD Kabupaten Kutai Timur Studi Banding ke Kota Pariaman

Tim Pansus DPRD Kabupaten Kutai Timur Studi Banding ke Kota Pariaman

Tim Pansus DPRD Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur, Fhoto Bersama Dengan Asisten Administrasii Umum Sekdako Pariaman Lanefi yang didampingi Kadis Kesehatan Bachtiar dan Kadis DPM PTSP dan Naker Kota Pariaman, Selasa 22 Agustus 2017 ( Fhoto : Junaidi )
Pariaman (Reportase Sumbar)---Tim Pansus DPRD Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur kunjungi Kota Pariaman dalam rangka studi banding tentang mekanisme peraturan daerah (Perda) yang berkaitan dengan Perizinan Depot Air Minum (DAM), pada Selasa (22/8/2017).

Tim Pansus ini terdiri dari 9 orang anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur dan 12 orang pendamping termasuk 4 orang Protokoler dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Hariati, yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD nya Sobirin Bagus sebagai Ketua Rombongan dan Wakil Ketua Rahmaddi.

Rombongan dari Kabupaten Kutai Timur yang khusus datang ke Kota Pariaman ini diterima oleh Asisten Administrasi Umum Setdako Pariaman Lanefi yang didampingi oleh Kadis Kesehatan Bachtiar dan Kadis DPM PTSP dan Naker (Dinas Pelayanan Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja) Alfian, beserta jajaran Pemko Pariaman yang hadir.

Dalam tanya jawab yang di moderatori oleh Kadis Kesehatan Bachtiar, anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur ini menanyakan bagaimana mekanisme pembuatan draft Perda tentang DAM yang ada di Kota Pariaman, pemberian izin usaha, pengetesan air baku yang akan diolah oleh DAM dan apa yang bisa ditarik distribusi dari DAM ini.

Kota Pariaman telah mempunyai Perda No 9 tahun 2015 tentang Depot Air Minum, dan saat ini Kota Pariaman telah mempunyai 60 DAM yang kesemuanya telah memiliki izin usaha dan Laik Higiene Sanitasi, yang merupakan syarat untuk membuka DAM, tukas Lanefi.

"Setelah 2 tahun Perda ini, kami selalu membina dan memantau pengusaha DAM yang ada di Kota Pariaman, agar setiap 3 bulan sekali memperbaharui stiker Laik Higiene Sanitasi dari Dinkes Kota Pariaman, dan izin usaha yang berlaku selama 3 tahun," ungkap Asisten III ini.

Untuk air baku pengolahan DAM yang ada di Kota Pariaman berasal dari air gunung yang didatangkan menggunakan mobil tangki atau air yang berasal dari sumur bor (air tanah) yang telah kita test kelayakannya di laboratorium milik BLH Kota Pariaman.

Ketua Pansus DPRD Kabupaten Kutai Timur Sobirin Bagus mengatakan Geografis Kota Pariaman menguntungkan untuk menggunakan air gunung dan air tanah sebagai air baku untuk pengolahan DAM, tetapi geografis Kabupaten Kutai Timur berbanding terbalik dengan yang ada di Kota Pariaman.

"Air tanah yang kami punya berwarna dan tidak layak untuk dikonsumsi, karena banyaknya daerah tambang, sedangkan untuk air gunung sendiri, walaupun kami dikelilingi bukit dan gunung, tetapi sangat jauh dan jalan yang tidak memadai untuk itu," ujarnya.

Untuk jumlah DAM yang ada di Kabupaten Kutai Timur sendiri, tercatat sebanyak 462 pengusaha DAM, tetapi yang baru memiliki izin, hanya 60 DAM, jelasnya.

"DAM yang ada di daerah kami, menggunakan air baku dari PDAM yang kami punya, jadi tujuan kami kesini juga sebagai sharing informasi, apa yang bisa kami ambil dari Kota Pariaman untuk dapat kami implikasikan di tempat kami," tutupnya. (RS/001)

Minggu, 20 Agustus 2017

14 Orang Wartawan,Terima Jurnalis Award 2017 Dari Pemko Pariaman

14 Orang Wartawan,Terima Jurnalis Award 2017 Dari Pemko Pariaman

Penerima Jurnalis Award Pariaman 2017, Fhoto Bersama Dengan Sekdako Pariaman Indra Sakti dan Kepala Dinas Kominfo Yalviendri dan Wakapolres Kompol Nofriadi Zein ( Fhoto : Istimewa )
Pariaman (Reportase Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman memberikan Award kepada jurnalis yang bertugas di Kota Pariaman, Sabtu (19/8/2017) di pentas seni Pantai Gandoriah Pariaman. Award tersebut diberikan kepada para wartawan yang telah berdedikasi memberikan kontribusi dan masukan terhadap perkembangan pembangunan dan pariwisata Kota Pariaman.

Inilah penerima Jurnalis Award 2017

Kategori Media Cetak:
  • Zikriniati dari Harian Padang Expres Juara I
  • Muslim Alrasyid dari Harian Koran Padang Juara II
  • Tomi Syamsuar dari Harian Singgalang Juara III

Kategori Media Online:
  • Yurisman Malalak dari Kabar Ekspres Juara I
  • Nanda dari Pariaman Today Juara II
  • Warman dari Minangkabaunews Juara III

Kategori Media Televisi:
  • Eka dari MNC Group Juara I
  • Rudi Yudistira dari Padang TV Juara II
  • Abdul Sahril dari TVRI Sumbar Juara III

Selain itu Pemerintah Kota Pariaman juga memberikan penghargaan kepada wartawan yang telah berkontribusi dalam melakukan pemberitaan secara berkesinambungan. Wartawan yang menerima penghargaan tersebut diantaranya diantaranya, Trisnaldi Wartawan Harian Haluan,Oyong Liza Piliang Pariaman Today,  Evanurza Wartawan Posmetro Padang, Armaidi Tanjung Wartawan Online Sitinjau Sumbar dan Zulfikar Wartawan Antara Sumbar (RS/001)

Sabtu, 19 Agustus 2017

Pejuang 1945 Prihatin,  Kurangnya Perhatian Masyarakat Untuk Memasang Bendera Merah Putih

Pejuang 1945 Prihatin, Kurangnya Perhatian Masyarakat Untuk Memasang Bendera Merah Putih

Salah Seorang Pejuang Kemerdekaan RI 1945 Labai Burhani kediamannya Bersama Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana (Fhoto Armaidi Tanjung)
Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---Kurangnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih di halaman rumah, perkantoran dan gedung lainnya dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 tahun 2017 membuat pejuang kemerdekaan RI sangat prihatin. Kami berjuang mengusir bangsa penjajah Belanda dengan tetesan darah berwarna merah. Ribuan pejuang bercucuran darah hingga tewas akibat serangan tentara Belanda.

Demikian diungkapkan salah seorang pejuang Kemerdekaan RI 1945 di Kabupaten Padang Pariaman Labai Burhan, Jumat (18/8/2017), di kediamannya kepada Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana yang mengunjunginya dalam suasana peringatan HUT RI ke-72. Burhan yang ditemani isterinya, Rabaani, kini tinggal di Korong Badinah, Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman.

Menurut Burhan, betapa sedihnya menyaksikan generasi sekarang yang seakan tidak menghargai apa yang sudah dilakukan para pejuang kemerdekaan terdahulu. Mereka harus berhadapan dengan bedil, senjata mortir dan tank tentara Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali. ”Nyawa mereka dipertaruhkan. Tapi hari ini dengan memasang bendera merah putih sebagai simbol  bangsa Indonesia di hari peringatan kemerdekaan tersebut, terlihat banyak yang tidak memasang. Hendaknya ini perlu menjadi perhatian para pemimpin di masyarakat,” kata Burhan.

Burhan juga menceritakan perjuangannya pada perang kemerdekaan. ”Suatu hari Komandan Pleton Abdulllah PO di Pakandangan menyuruhkannya menjeput peluru ke Sicincin. Dengan seorang teman, berangkat ke Sicincin. Dalam perjalanan bertemu dengan 12 orang pasukan Belanda. Kami sangat kuatir jika tentara Belanda menghunuskan senapan, pasti tewas. Agar tidak menarik perhatian tentara, tetap berjalan tanpa menunjukkan akan melakukan perlawanan. Nasib baik, tentara Belanda tidak melakukan penempakan,” kata Burhan yang kini sudah berumur 100 tahun. Karena alasan naik haji tahun 2007, tahun kelahirannya terpaksa  dimajukan menjadi 15 April 1929 di KTP.

Menurut Burhan, meski turut berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan RI, dirinya tidak pernah menerima pensiun sebagai veteran. Dulu memang ada yang mau mengurusnya. Namun hingga kini tidak ada hasilnya. Sedangkan teman-teman dan anggota sesama pejuang di pleton 142 sudah lama wafat. ”Komandan Pleton Datuak Borong dan Wakilnya Buyung Gili, keduanya dari nagari Lubuk Pandan. Bahkan ada pula yang mau mengurus status veterannya, tapi dimintai sejumlah emas sebagai imbalannya. Akhirnya hingga kini tak jelas,” kata Burhan yang memiliki 4 isteri dan 18 orang anak. Meski memiliki empat isteri, tapi tidak pernah isterinya di madu.

Sementara itu,  Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana mengakui, rendahnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih menunjukan rendahnya pemahaman nilai-nilai nasionalisme dan perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia. Generasi muda semakin tidak akrab dengan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.

”Apalagi derasnya arus melalui media sosial, televisi dan media internet yang tidak sebanding dengan penyebaran nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut. Sinetron atau tayangan di televisi yang banyak digandrung masyarakat, terlihat lebih  banyak tidak menumbuhkan nilai-nilai semangat nasionalisme dan kebangsaan tersebut,” kata Zeki yang didampingi Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Padang Pariaman Muhammad Zulfadli.

Menurut Zeki, harus ditanamkan sejak dini nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan kepada anak-anak bangsa. Sekolah dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut, kata Zeki yang juga  mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini. (RS/001)

Sabtu, 12 Agustus 2017

Jelang Pilkada Pariaman 2018, Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Makin Eksis Sosialisasikan Diri

Jelang Pilkada Pariaman 2018, Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Makin Eksis Sosialisasikan Diri

Bakal Calon Walikota Pariaman Genius Umar dan Mardison Mahyuddin Melakukan Salam Komando, didampingi Bupati Tanah Datar Irdinansah Tarmizi, Wakil Bupati Padang Pariama Suhatri Bur dan Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, Dalam Suatu Acara di Padang, baru-baru ini. ( Fhoto : Istimewa )
Pariaman (Reportase Sumbar)---Pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman periode 2018-2023 hingga kini semakin memanas. Masing-masing bakal calon ( balon ) kepala daerah Kota Pariaman untuk periode lima tahun ke depan semakin menunjukan sosok siapa dirinnya. Bahkan masing-masing balon telah mulai merapat ke tengah-tengah masyarakat untuk mendapatkan dukungan.

Akan tetapi, sampai sekarang belum satupun balon Walikota Pariaman dan Wakil Walikota Pariaman yang berani membuka suara dengan siapa berpasangan. Meski begitu, masing-masing balon tetap eksis mendatangi masyarakat atau kelompok masyarakat atau organisasi secara perorangan dengan membawa rombongan. Semua itu tentu mereka lakukan untuk mendapatkan dukungan.

Pantauan di lapangan, mulai dari H Genius Umar (Wakil Walikota Pariaman sekarang ), Mardison Mahyuddin ( Ketua DPRD Kota Pariaman ), H Mahyuddin ( Mantan Walikota Pariaman periode 2004-2008 ), HM Sa,ban ( Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Kota Pariaman ), Muhammad Ridwan ( Staf Ahli DPR RI dan mantan Ketua DPD PKS Kota Pariaman ), Helmi Darlis ( mantan Wakil Walikota Pariaman ), Bgd Jamohor ( mantan anggota DPRD Kota Pariaman), Badrul Hanif ( dosen Bung Hatta ) dan calon lainnya.   

Seperti, kemarin, Muhammad Ridwan bersama anggota DPR RI H Reflizar telah turun ke tengah-tengah masyarakat. Bahkan Muhammad Ridwan telah mendatangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padangpariaman dalam rangka silaturahim. Bahkan Muhammad Ridwan juga turun ke masyarakat dalam rangka halal bi halal. Saat pertemuan Muhammad Ridwan datang ke PWI dalam rangka silaturahim dengan semua wartawan daerah ini. 

Sebelumnya, H Refrizal dan Muhammad Ridwan mengadakan kegiatan halal bihalal  dengan kepala desa, lurah, LPM, Badan Perwakilan Desa (BPD) se Kota Pariaman. Saat itu Muhammad Ridwan siap maju sebagai calon Walikota Pariaman periode 2018-2023. Pertemuan dilaksanakan di rumah aspirasi H. Refrizal yang berlokasi di kelurahan Jawi-Jawi Duo Pariaman Tengah Kota Pariaman.

Tak pelak kapasitas aula rumah aspirasi untuk 100 orang penuh sesak. Dan antusias kehadiran undangan cukup tinggi. Kegiatan diawali dengan makan bersama,kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Muhammad Ridwan,yang digadang-gadang bakal di usung oleh PKS Kota Pariaman. Dalam tausiyahnya, Ridwan menjelaskan keutamaan zikir pagi dan petang hari (zikir dan doa alma'tsurat) sebagai perisai diri dari ganguan syaitan. Baik syaitan yang dari golongan jin maupun dari golongan manusia.

"Keutamaan zikir yang kedua, menjadikan manusia terhindar dari koptasi dan kungkungan manusia lain. Karena sejatinya, manusia hanya bergantung pada Allah SWT," ujarnya saat melakukan pertemuan, kemarin.

Terpisah, mantan Ketua KNPI Kota Pariaman Riky Paletino  menyatakan, semakin banyak balon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman bermunculan tentu semakin banyak muncul putra putri terbaik Kota Pariaman. Tinggal sekarang bagaimana masyarakat memilih siapa yang terbaik menurutnya untuk melanjutkan program pembangunan di Kota Pariaman yang lebih baik lagi.

 "Kita sebagai pemuda sangat mendukung putra putri terbaik Kota Pariaman untuk kopentisi dalam pilkada Kota Pariaman periode lima tahun ke depan. Namun demikian kita juga berharap pelaksanaan pilkada Kota Pariaman berjalan aman dan lancar. Sehingga nanti terpilih Walikota dan Wakil Walikota Pariaman periode lima tahun ke depan yang berkualitas," tambahnya.(RS/001)
Bupati Ali Mukhni Rutin Lakukan Penijauan Ke Kawasan Tarok City

Bupati Ali Mukhni Rutin Lakukan Penijauan Ke Kawasan Tarok City

Meski Hujan dan Jalannya Becek, Namun Tidak Mematahkan Semangat Bupati Ali Mukhi  meninjau kawasan Tarok City di Kenagarian Kepala Hilalang Kecamatan 2 x 11 Kayutanam. Terlihat Bupati tanpa beralas kaki harus menerjan lumpur yang becek, untuk melihat pembukaan lahan kawasan Tarok City ( Fhoto : Humas )
Tarok, (Reportase Sumbar)---Jalan masuk di pintu gerbang Tarok City di Kenagarian Kepala Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutana, Kabupaten Padangpariaman telah dibuka. Atas dasar itu hingga kini Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni dan Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur rutin ke lokasi untuk melihat dari dekat pelaksanaan pembangunan kawasan terpadu tersebut.

Bahkan Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni meminta semua kepala dinas dan camat 2x11 Kayutanam rutin ke lokasi. "Kapan perlu Camat 2x11 Kayutanam ini berkantor di sini sampai selesai pengerjaanya. Lihat saja saya meski hujan lebat dan memakai payung tetap turun lapangan adalah bentuk kepeduliannya dalam menjalankan program pembangunan dalam kawasan Tarok City. Apalagi dengan terbuka lebar jalan masuk ke kawasan Tarok City tentu akses jalan tidak terganggu lagi menuju lokasi pembangunan," kata Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni di lokasi Simpang Tarok City, baru-baru ini

"Saya melakukan semua ini untuk melihat perkembangan jalan pintu masuk ke kawasan Tarok City. Apalagi selesai pengerjaan jalan masuk ke kawasan Tarok City tentu kita akan datangkan Gubernur Sumatra Barat ke lokasi. Semua itu kita lakukan agar proses pembangunan dalam kawasan Tarok City berjalan cepat. Kita Pemkab Padangpariaman sangat serius dalam menjalankan roda pembangunan di Kabupaten Padangpariaman untuk peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni saat itu turun didampingi Kepala Satuan Pol PP dan Damkar Padangpariaman Rianto serta Sekretarisnya, Nursyamsi bersama jajarannya. Saat itu Bupati juga didampingi Kepala Inspektorat Syafriwal Alek, Sekretris Dinas Perhubungan Padangpariaman Syafrimen, Camat 2x11 Kayutanam Ali Amri.

"Dengan telah terbukannya jalan masuk ke lokasi kawasan Tarok City saya meminta Camat 2x11 Kayutanam Ali Amri untuk berkantor disini saja, karena proses pembukaan jalan ini harus diawasi setiap watu agar proses berjalan lancar. Lihat saja saya kalau saya berada dalam daerah setiap hari pasti ke sini untuk melihat perkembangan terkini," ujarnya.

Katanya, dengan dibuka jalan masuk ini semua masyarakat semakin banyak mendukung program pembangunan ini. Buktinya, dua unit rumah masyarakat yang terkena imbas dari pembukaan jalan masuk ini dengan suka rela menyerahkan kepada Pemkab Padangpariaman untuk diganti rugi. Belum lagi masyarakat pemilik tanah yang terkena imbas dalam pembukaan jalan masuk ini juga menyerahkan sertifikatnya untuk dilakukan ganti rugi. Artinya, proses pembukaan jalan masuk ini tidak mengalami kendala.

"Kita berharap ke depan dukungan akan semakin banyak mengalir untuk proses pembangunan kawasan Tarok City ini. Sebab, dampak dari pembangunan kawasan Tarok City ii sangat banyak untuk masyarakat khusus masyarakat sekitar ekonominya saya yakini akan meningkat dari kondisi sebelum pembangunan kawasan Tarok City. Kenapa tidak, apa saja yang akan dibuat masyarakat disekitar lokasi pasti laris manis, mulai dari jual gorengan dan menyedikan tempat kos untuk mahasiswa-mahasiswi yang membangun kampusnya dalam kawasan tarok City," ungkapnya. 

Apalagi katanya, kawasan Tarok City hingga kini terus dilirik oleh semua pihak untuk pembangunan. Setelah beberapa perguruan tinggi, rumah sakit dan balai diklat, kembali tarok city diminati oleh Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). MInat tersebut munsul saat dirinya diundanguntuk mempresentasikan kawasan terpadu Tarok City di Kantor Lemsaneg.

Ali Mukhni memaparkan bahwa kawasan Tarok City merupakan tanah negara seluas 697 hektar yang peruntukan dan pemanfaatanya diserahkan kepada Bupati Padangpariaman sesuai dengan RTRW. Hal ini didasari oleh Surat Keputusan Kepala BPN No.25-V,B-2003, tanggal 3 September 2013.

Untuk itu, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Pemerintah Daerah menjadikan lahan ini sebagai kawasan pendidikan terpadu yang diberinama Tarok City. Dilokasi ini telah dibuka jalan masuk selebar 70 meter dan juga telah ditetapkan zonasi peruntukan sesuai MOU dengan berbagai pihak.

Selanjutnya, Ali Mukhni juga menawarkan kepada Lemsaneg untuk ikut mengembangkan Pusdiklat Lemsaneg atau Sekolah Tinggi Sandi Negara dikawasan terpadu ini. Pemerintah Daerah Padangpariaman siap menyediakan lahan seluas 50 Ha secara gratis dan sudah bersetifikat. "Karena itulah saat saya presesntasikan kawasan Tarok City mengajak Kepala Lemsaneg beserta jajarannya untuk mengunjungi Padangpariaman dan melihat lokasi Tarok City pada waktu MOU nanti," ujarnya.

Dikatakan, perguruan tinggi di provinsi yang telah menyatakan minatnya untuk membangun fasilitas di Tarok City mulai Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Politeknik Negeri Padang (PNP), Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. "Bahkan tahun ini ISI Padangpanjang dan PNP akan mulai membangun gedungnya di sini pada tahun ini," katanya.

Selain itu juga ada rumah sakit, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Administrasi Negara Nasional. Dengan dikembangkannya daerah tersebut maka perekonomian masyarakat setempat meningkat karena wilayah tersebut akan ramai dikunjungi oleh orang dari berbagai daerah. "Diprediksi apabila ini berhasil maka perputaran uang di kawasan Tarok meningkat. Dengan demikian angka kemiskinan dapat kita tekan," ujarnya.

Karena itu, pihaknya pada tahun ini memfokuskan tenaga, pemikiran dan anggaran untuk mengembangkan daerah itu menjadi sebuah kota. Ia mengatakan, untuk mendukung tersebut pihaknya pun membangun jalan selebar 75 meter untuk dua jalur serta meminta PT Kereta Api Indonesia membuat jalur ke daerah itu agar transportasi berjalan lancar. "Sekarang jalan masuk untuk pembangunan pintu gerbang juga telah terbuka. Kita segera buat plangnya tentang kawasan akan dibangun kawasan terpadu Tarok City. Apalagi gerbang masuk berada di jalan lintas Padang-Bukitinggi," tandasnya.(RS/001)
Martias Mahyuddin : Mukhlis-Genius Sukses Bangun Kota Pariaman

Martias Mahyuddin : Mukhlis-Genius Sukses Bangun Kota Pariaman

Mantan Walikota Adminstrastif Pariaman Drs.Martias Mahyuddin ( Sumber Fhoto : Antara Sumbar )
Pariaman ( Reportase Sumbar)---Perkembangan dan laju pembangunan infrastruktur fisik dalam Kota Pariaman, khususnya di bawah kepimpinan Walikota H Mukhlis Rahman berpasangan dengan Wakilnya, H Genius Umar, agaknya telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Jadi siapapun Walikota dan Wakil Walikota Pariaman harus dapat melanjutkan program walikota sebelumnya itu.

"Indikatornya perkembangan infrastruktur kota seperti pembangunan jalan-jalan di berbagai penjuru kota hingga kawasan pinggiran kota sudah makin maju dan sangat memadai, tentunya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Kota Pariaman, dengan kategori sebagai kota kecil," kata salah seorang tokoh masyarakat Kota Pariaman, Martias Mahyuddin baru-baru ini di Pariaman.

Menurut Martias Mahyuddin, berbagai kemajuan dan perkembangan yang dialami kota Pariaman saat ini,  belakangan telah menjadikan Kota Pariaman sebagai kota yang terus berkembang.

"Seperti diketahui, salah satu indikator kota berkembang itu seperti perkembangan jaringan dari pusat pertumbuhan yang sudah terbangun dengan baik. Demikian pula pengembangan pembangunan hingga ke kawasan pedesaan juga telah menunjukkan kemajuan yang cukup berarti," ujarnya.

Intinya lanjut Martias Mahyuddin, pemerintah Kota Pariaman dibawah kepemimpinan H Mukhlis Rahman yang dibantu Wakil Walikota H Genius Umar, telah berhasil meletakkan pondasi yang tegas dan proposional dalam menentukan arah kemajuan Kota Pariaman untuk ke depannya. 

Menurutnya, diantara kemajuan Kota Pariaman, juga antara lain terlihat dari perkembangan dan kemajuan infrastruktur wisata yang ada di kawasan pesisir pantai Kota Pariaman. Hingga alhasil, Kota Pariaman semakin ramai dan menarik untuk dikunjungi wisatawan. Karena performen dan tampilan wajah dari objek wisata di sekitar Kota Pariaman terlihat jauh lebih mau dan semakin menarik kehadiran pengunjung.

Ini tentunya juga sesuai dengan cita-cita almarhum H Anas Malik, semasa beliau menjadi Bupati Padangpariaman, di mana ketika itu beliau sangat gigih melakukan program penghijauan dalam rangka untuk menjaga keasrian pantai di sekitar kawasan pantai yang ada di sekitar Kota Pariaman saat ini, sehingga, pantai Pariaman yang sebelumnya sempat dijuluki sebagai WC terpanjang, bisa berubah menjadi bersih dan tampilannya juga berubah menjadi lebih menarik," terangnya.

Menurutnya, agaknya misi dan cita-cita luhur itulah yang saat ini terus diperjuangkan dan dilanjutkan oleh H Mukhlis Rahman sebagai pemimpin Kota Pariaman, sehingga tak heran bila akhirnya tampilan objek wisata pantai di sekitar Kota Pariaman tidak hanya menjadi bersih, namun juga semakin menarik untuk dikunjungi.

Begitu pula halnya dengan identitas Kota Pariaman, yang dikenal sebagai kota Tabuik, juga sudah  makin berkembang dengan baik. Hal itu setidaknya terlihat dari lahirnya berbagai julukan baru bagi iven Tabuik, seperti Tabuik Budaya, Tabuik

Wisata dan Tabuik Pembangunan. Begitu pula nilai historis yang dimiliki Kota Pariaman, yang dulunya pernah menjadi pangkalan Angkatan Laut RI, saat ini juga telah makin dipertegas dengan hadirnya Tugu atau Monumen Angkatan Laut lengkap dengan Tank wajanya di sekitar kawasan Muaro Pariaman.

"Jadi inilah ke depannya yang perlu dipertahankan dan dikembangkan oleh para pemimpin Pariaman ke depan, dalam hal ini Wali Kota Pariaman dan Wakil Walikota Pariaman, untuk lima tahun mendatang," imbuhnya.

Termasuk diantaranya, bagaimana mengembangkan sejumlah pusat pertumbuhan baru di masing-masing kecamatan yang ada di Kota Pariaman. Untuk bisa mewujudkan itu semua lanjutnya, maka tentunya walikota dan wakil walikota Pariaman ke depan diharapkan agar bisa mengimplementasikan serta mengembangkan konsep pembangunan yang dasarnya telah berhasil diletakkan dengan baik oleh Walikota H Mukhlis Rahman sebelumnya. (001/RS) 
Wawako Genius Umar Himbau ASN dan Masyarakat Shalat Subuh Berjemaah

Wawako Genius Umar Himbau ASN dan Masyarakat Shalat Subuh Berjemaah


Pariaman ( Reportase Sumbar)--Wakil Walikota Pariaman H Genius Umar menghimbau kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari desa dan pemuka masyarakat agar mengajak masyarakat dan generasi muda sekitarnya untuk shalat subuh berjamaah di masjid.

"Karena faedah shalat subuh berjamaah disamping pahala ibadah besar, rezki dimudahkan Allah, hubungan tali silaturahmi juga terjaga," kata Wakil Walikota Pariaman H Genius Umar, baru-baru ini.

Apalagi sekarang katanya, ada program program masih puber dari ide cerdas dari Dandim 0308 ini mencerminkan TNI bukan manunggal dalam gotong royong saja tapi lebih dari itu, manunggal dalam shalat subuh berjamaah yang indah dan penuh berkah bersama rakyat
       
"Pemerintah Kota Pariaman, TNI, Polri dan Kementerian Agama Kompak lakukan kegiatan manunggal subuh indah penuh berkah (Masih Puber) di Kota Pariaman. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari kesepakatan yang telah ditandatangani bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk manunggal dalam melaksanakan shalat subuh berjamaah," ujarnya.

Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan, Manunggal Subuh Indah Penuh Berkah atau disingkat Masih Puber merupakan ajang amal dan sosial yang harus digalakan pada masyarakat, keutamaan ibadah shalat kita dapatkan dan hubungan silaturahmi tetap terjaga.(***)
Wawako Genius Umar : Desa Wisata Diwujudkan, Akan Membuat Desa Makin Ramai Dikunjungi

Wawako Genius Umar : Desa Wisata Diwujudkan, Akan Membuat Desa Makin Ramai Dikunjungi

Wakil Walikota Pariaman Dr.Genius Umar

Pariaman (Reportase Sumbar)--- Wakil Walikota Pariaman H Genius Umar  menyatakan desa wisata adalah membuat desa tersebut menjadi ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Contohnya sepeerti desa yang banyak menanam buah, sehingga para wisatawan ramai mengunjungi untuk berbelanja biah-buahan tersebut.

"Konsepnya, jika dua tahun kedepan tanaman ini berbuah, maka secara tidak langsung orang atau wisatawan. Namun, pemerintah tidak hanya diam saja. Melainkan juga membantu melalui program.Jika Desa Palak Aneh, Kecamatan Pariaman Selatan itu adalah kawasan pertanian maka di programkanlah menanam bibit tanaman tersebut ditanam di pekarangan. Setelah 2 tahun kedepan maka didesa ini menjadi sentra manggis, mangga dan klengkeng," kata Wakil Walikota Genius Umar, beberapa waktu lalu

Diharapkan, setiap desa-desa lain di Kota Pariaman mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Desa Palak Aneh. Sehingga halaman pekarangan bisa ditanami dan bermanfaat meningkatkan produktifita masyarakat. Pasalnya, tentu memberikan hasil ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kemudian, pada masyarakat yang menerima bantuan bibit agar bertanggung jawab. Maksunya, berinisiatif merawat tanaman dengan baik, sehingga tanaman tersebut pada 2 tahun kedepan akan berbuah.

Kepala Desa Palak Aneh Azir mengatakan, ada sebanyak 400 yang terdiri dari manggis, lengkeng, mangga berserta pot dan pupuk yang diserahkan pada 2 bibit /rumah disebarkan pada 200 KK Desa Palak Aneh.

Program ini dimulai pada tahun 2017 ini. Sebelumnya kami menfokuskan dalam pembangunan seperti drainase, setelah itu bari program ini juga dilaksanakan.
 
Anggaran yang digunakan dalam program tersebut adalah sebesar Rp 60 juta. Semuanya termasuk bibit tanaman, pot dan tranportasi," tambahnya mengakhiri.(***)
Wako Mukhlis Rahman : Tidak Mudah Melestarikan Budaya Gotong-Royong

Wako Mukhlis Rahman : Tidak Mudah Melestarikan Budaya Gotong-Royong

Walikota Pariaman H.Mukhlis Rahman
Pariaman, ( Reportase Sumbar )---Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman menyatakan tidak mudah melestarikan semangat gotong royong ditengah-tengah kehidupan masyarakat sekarang ini. Karena, kehidupan masyarakat yang cenderung individual, cenderung menonjolkan persaingan daripada kebersamaan.

"Namun saya yakin dan percaya di Kota Pariaman semangat gotong royong  masih cukup  tinggi. Dapat kita contohkan, bahwa urang Piaman ndak namuah katinggalan, apapun yang akan dikerjakan untuk kepentingan masyarakat selalu sato sakaki, merasa malu seorang masyarakat Piaman kalau ndak dibaok sato, ini merupakan hal yang telah membudaya bagi kita masyarakat Pariaman, baik yang berada di kampung maupun yang berada di perantauan, seperti pembangunan mesjid dan surau selalu ada partisipasi masyarakat," kata Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman, beberapa waktu lalu

Katanya, dalam pelaksanaannya, apalagi pesta perkawinan anak kemenakan di kenal  dengan istilah badoncek, pembangunan poskamling pembangunan jalan desa dan sebagainya.

Tentu hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Melalui pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ini, Pemko Pariaman mengharapkan kepada saudara Camat, kepala desa, lurah, kepala dusun, RT, Karang Taruna bersama LPM kiranya dapat melanjutkan kegiatan ini di wilayah masing-masing sebagai fasilitator dalam mengajak masyarakat melaksanakan semangat kegotongroyongan baik kegiatan fisik maupun non fisik," ujarnya.

Katanya, ujung tombak pembangunan desa dan kelurahan berada di desa dan kelurahan itu sendiri. "Tentunya untuk pelaksanan hal tersebut Kita harus siap dengan didukung oleh sumber daya manusia yang cerdas dan tangguh, potensi sumber daya alam, infrastruktur serta sarana dan prasarana lainnya untuk pembangunan selanjutnya," ujarnya. 

Sebagaimana yang diketahui bersama, penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) merupakan implementasi terhadap upaya pemeliharaan dan pengembangan semangat kegotongroyongan masyarakat dalam pembangunan Desa/Kelurahan, sebagaimana diamanatkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat.

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat merupakan Program dan Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak lebih dari 12 tahun yang lalu. Kegiatan ini merupakan cerminan masyarakat kita dan sebagai upaya menanamkan kembali warisan luhur nenek moyang kita yang hampir punah, maka melalui Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat inilah dapat menumbuhkan dan memelihara semangat kegotongroyongan masyarakat ini. (***)
120 Orang TKM Dapat Pendampingan dari Disdagnakerkop Padang Pariaman

120 Orang TKM Dapat Pendampingan dari Disdagnakerkop Padang Pariaman

Foto bersama dari kiri ke kanan, Kasi Penempatan Tenaga Kerja M. Nasir, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Syamsuardi, S.Pd, MM, Armaidi, Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Padang Pariaman  Hj. Nurhelmi, SH, M.Si, Roby Hadi Putra dan  Mike Fitri, Kamis (10/8/2017).
Pariaman, (Reportase Sumbar)---Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop) Padang Pariaman  Hj. Nurhelmi, SH, M.Si, minta pendamping kelompok wirausaha Tenaga Kerja Mandiri (TKM) bekerja maksimal dan professional. Selain itu, juga turut melakukan pemberdayaan masyarakat di nagari dalam berbagai aspek kehidupan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Padang Pariaman  Hj. Nurhelmi, SH, M.Si, Kamis (10/8/2017), ketika menerima tiga orang pendamping TKM, di ruang kerjanya, Pariaman. Tiga pendamping TKM, masing-masing Roby Hadi Putra, Mike Fitri dan Armaidi yang sudah mengikuti pembekalan pendamping TKM  angkatan ke-3, di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Kesempatan Kerja  (BBPPK dan PKK) Lembang, Bandung, Jawa Barat, 31 Juli – 5 Agustus 2017.

Menurut Nurhelmi, pendamping TKM harus mampu menjalankan program wirausaha tenaga kerja mandiri dalam rangka mengatasi penggangguran di tingkat nagari. “Kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat di Padang Pariaman,” kata Nurhelmi. 

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Syamsuardi, S.Pd, MM menambahkan, dari ketiga pendamping tersebut, masing-masing mendampingi dua kelompok tenaga kerja mandiri. Setiap kelompoknya berjumlah 20 orang. Berarti total tenaga kerja mandiri berjumlah 120 orang.

“Target dari kegiatan ini adanya peningkatan pendapatan dari TKM. Melalui pendampingan berkelompok, diharapkan warga yang menerima program ini mendapatkan peluang kerja atau usaha. Kelompok yang dibina mendapatkan bantuan dan pembinaan agar usahanya bisa berjalan dengan baik,” kata Syamsuardi didampingi Kasi Penempatan Tenaga Kerja M. Nasir.

Dikatakan Syamsuardi, masing-masing kelompok nantinya mendapatkan  peralatan usaha sesuai dengan yang dibutuhkan. Dari bantuan alat dan modal tersebut, diharapkan usahanya dapat berkembang.(***)

Kamis, 10 Agustus 2017

Setelah Dilakukan Evalusi, Ternyata Gerakan Magrib Mengaji Menurun

Setelah Dilakukan Evalusi, Ternyata Gerakan Magrib Mengaji Menurun

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Ketika Melantunkan Ayat Suci Alqur'an di Mesjid Babussalam Desa Palak Aneh Kecamatan Pariaman Selatan, Rabu 9 Agustus 2017 ( ***)
Pariaman, (Reportase Sumbar)---Berdasarkan evaluasi gerakan maghrib mengaji Pemerintah Kota Pariaman, ditemukan bahwa antusias ASN dan Masyarakat semangkin menurun. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi ASN dan Masyarakat dalam maghrib mengaji semakin hari semakin berkurang.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan bahwa mengajak orang pada kebaikan, butuh proses dan kesabaran, awalnya memang berat namun bila sudah terbiasa menjadi ringan.Walaupun pengaruh gerakan maghrib mengaji belum tampak pada perubahan perilaku masyarakat dan Pejabat namun program tetap dilanjutkan.

Selaku Walikota Mukhlis Rahman tidak akan akan menyerah, maghrib mengaji akan jalan terus dan tak akan berhenti." Kalau tidak mau nggak apa-apa yang dapat pahala masing-masing kita." tukas Mukhlis saat Maghrib mengaji di Masjid Babussalam Desa Palak Aneh, Rabu (9/8).

Menurut Mukhlis, gerakan maghrib mengaji merupakan ajakan dan himbauan pada ASN dan masyarakat dan langsung memberikan contoh teladan, bila masyarakat kurang mendukung, tak perlu kecewa."Karena Nabi Muhammad SAW mengajak orang pada kebaikan juga ada yang gak mau, karena tergantung imannya masing-masing."tambahnya.

bagi pejabat dan ASN, inilah waktu yang tepat shalat berjamaah dan mengaji, siang hari banyak tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan, keseimbangan dunia dan akhirat perlu dijaga.(rel)

Selasa, 08 Agustus 2017

Walikota Mukhlis Rahman, Tandatangani NPHD Pilkada Pariaman 2018

Walikota Mukhlis Rahman, Tandatangani NPHD Pilkada Pariaman 2018



Pariaman (Reportase Sumbar)--Wali Kota Pariaman H Mukhlis Rahman menandatanganani Naskah Perjanjian Hibah Daerah Pemilihan Kepala Daerah (NPHD Pilkada) 2018 kepada KPUD Kota Pariaman dan Polres Pariaman, Senin (07/8) di Aula Balai Kota Pariaman.

Acara ini juga disaksikan oleh KPU Provinsi Sumbar Amnasmen beserta jajarannya, Ketua KPUD Kota Pariaman Budi Satria dan jajarannya, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin, Kapolres Pariaman AKBP Bagus Oktobrianto, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Hermawansyah, Kepala Pengadilan Negeri Pariaman Admiral, Sekda Kota Pariaman Indra Sakti, SOPD Kota Pariaman dan undangan yang hadir.

Dengan ditandatanganinya NPHD tersebut, berarti KPU Kota Pariaman telah memulai salah satu tahapan krusial dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang digelar serentak pada 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten di Indonesia.

Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan, penandatanganan NPHD merupakan legalitas pemberian bantuan dana hibah, untuk pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman periode 2018-2023 yang sesuai dengan Permendagri Nomor 51 Tahun 2015 tentang peraturan mekanisme pengelolaan dana hibah, maka pendanaan pilkada serentak tahun 2018 telah dialokasikan dalam APBD tahun 2017. (SSC)

“Pada tahun 2017 ini akan disalurkan sebagian dan sisanya akan disalurkan pada tahun 2018 mendatang. Jumlah dana hibah untuk KPU Kota Pariaman sebesar Rp 11.449.818.650, yang disalurkan dua tahap, tahap pertama tahun 2017 sebesar Rp 6.500.000.000 dan tahap kedua pada tahun 2018 sebesar Rp 4.949.818.650,” tukasnya.

Mukhlis Rahman juga menjelaskan jumlah dana hibah untuk Polres Pariaman sebesar Rp 1.978.493.000 dengan penyaluran dua tahap. Tahap pertama tahun 2017 sebesar Rp 1.500.000.000 dan tahap dua pada tahun 2018 sebesar Rp 478.493.000. Kita juga telah menganggarkan untuk Panwaslu sebesar Rp4,2 miliar.

“Dengan ditandatanganinya NPHD ini, berarti KPU Kota Pariaman lebih mudah dalam bekerja karena sudah memiliki dana untuk melakukan proses maupun tahapan Pilkada, sehingga agenda Pilkada 2018 ini, nantinya akan berjalan dengan baik, tidak boleh tidak," tegasnya.

Ia berharap KPU memanfaatkan secara maksimal dana hibah yang diberikan, serta dapat mempertanggung jawabkan dengan baik, dan menyelesaikan administrasi keuangan secara cepat dan tepat.

Kemudian, berpesan ke KPU Pariaman, untuk terus berkoordinasi dengan KPU Sumatera Barat. Sehingga, pelaksanaan Pilkada berjalan dengan sebaik-baiknya.

"Jangan sampai Pilkada ini melemahkan sendi-sendi berbangsa bernegara serta kehidupan bermasyarakat," tukasnya.

Ketua KPU Provinsi Sumbar Amnasmen menyampaikan, penandatanganan NPHD Pariaman adalah daerah ketiga yang telah melaksanakan NPHD. Diantara empat daerah yang ikut pilkada serentak yaitu Kota Padang, Sawahlunto, Kota Pariaman dan Padang Panjang. Namun saat ini Padang Panjang masih belum melakukan penandatanganan NPHD. Karena sebenarnya batas akhirnya yakni 27 September 2017, tutupnya. (***)
Wawako Pariaman Genius Umar Ajak Generasi Muda Pariaman Jauhi Narkoba

Wawako Pariaman Genius Umar Ajak Generasi Muda Pariaman Jauhi Narkoba

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar Fhoto Bersama Dengan Kepala Sekolah dan Majelis Guru dan Perwakilan Siswa SMAN4 Pariaman, Usai Menjadi Inspektur Upacara di Sekolah Tersebut (**)
Kota Pariaman,(Reportase Sumbar)--Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar sebagai inspektur upacara di SMAN 4 Pariaman, Senin (7/8/2017).

Genius Umar yang juga Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pariaman, mengajak generasi muda untuk menjauhi narkoba dan jangan pernah sekali-kali untuk mencobanya, karena narkoba, dampaknya selain merusak kesehatan, juga nantinya akan merusak bangsa dan negara kita Indonesia.

"Bangsa asing tidak akan berani berperang dengan bangsa kita, karena sejarah telah membuktikan, apabila Indonesia diserang, maka bukan hanya tentara saja yang akan ikut berperang, tetapi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, mereka merusak generasi muda kita dengan narkoba, ganja, sabu serta heroin serta bahan perusak lainya," ujarnya.

Genius juga memberi motivasi kepada para pelajar SMAN 4 Pariaman untuk menuntut ilmu sampai ke jenjang yang paling tinggi, sehingga kita akan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain, baik di Asean maupun internasional, tutur peraih gelar Doktor (S3) IPB Program Manajemen dan Kebijakan Pengelolaan SDA dan Lingkungan tahun 2007 ini.

"Adik-adik harus rajin belajar, tekun dan disiplin, gunakan masa muda kalian untuk menyiapkan kemana masa depan kalian nantinya, terus berusaha dan jangan lupa berdoa," tukasnya.

Ia juga mengapresiasi SMAN 4 Pariaman, di bawah binaan kepala sekolahnya Alizarman, telah banyak mengubah wajah SMAN 4 Pariaman, yang dahulunya gersang, sekarang tampak rindang dan sejuk.

"Kepada para guru pendidik yang bertugas di SMAN 4 Pariaman ini, teruslah mendidik dengan baik, jadikan sekolah tempat yang menyenangkan bagi anak, sehingga para murid akan betah dan senang belajar," tutupnya. (***)