Jumat, 30 Juni 2017

Jalan Lintas  Padang-Bukitinggi Padat Merayap

Jalan Lintas Padang-Bukitinggi Padat Merayap

Fhoto Kondisi Jalan Padang-Bukitinggi ( Fhoto : Internet )
Paritmalintang, (Reportase Sumbar)---Ruas jalan raya Padang-Bukiktinggi khusus yang lewat di Kabupaten Padangpariaman di hari raya idulfitri 1438 hitriah ini terlihat sangat sempit. Kenapa tidak semua jenis alat transportasi yang lewat di atas jalan tersebut di lebaran kali ini terpaksa jalan serba hati-hati dan pelan-pelan, karena padatnya ruas jalan tersebut.

Pantauan  di berberapa ruas jalan di Kabupaten Padangpariaman semuanya dipadati berbagai jenis kendaraan, baik roda dua maupun empat. Mulai dari plat mobil luar sampai dalam daerah padati ruas jalan.

Begitu juga ruas jalan alternatif Koto Mambang - Bukiktinggi via Malalak juga padat.Namun padatnya hanya sewaktu-waktu, seperti pagi hari dan sore hari. "Tapi saya melihat sampai sekarang kondisi jalan Koto Mambang- Malalak masih aman dan lancar," kata Nadril Abdullah salah seorang warga Koto Mambang, kemarin

Sementara itu warga Paritmalintang Edil salah seorang pengendara mobil menyebutkan, ruas jalan dari Batas Kota Padang dengan Kabupaten Padangpariaman mulai padat merayat dari Duku sampai Pasar Lubuk Alung. Kemudian dilanjutkan di kawasan Kiambang menuju Sicincin.

"Kita sebagai pengendara saat ini harus sangat hati-hati, kalau tidak tentu bahaya akan mudah menghadang. Apalagi saya sering melihat kendaraan di jalan raya sangat padat, semua pengemudi atau pengendara sepeda motor wajib waspada agar tidak terjadi musibah kecelakaan lalulintas," ujarnya.

Wakapolres  Padangpariaman Kompol Yuhandri kepada wartawan meminta kepada semua penguna jalan raya dalam wilayah hukumnya untuk terus hati-hati dalam mengendara. Jangan sampai terlibat kasus lakalantas, karena itulah butuh kesabaran dalam mengendara di jalan raya, karena kondisi jalan sangat padat.

"Sepanjang lebaran kali ini kondisi wilayah hukum Polres Padangpariaman masih aman dan terkendali. Baik di jalan raya maupun di lokasi-lokasi lainnya.  Semua itu penting dalam rangka mengatisipasi kasus laka lantas, karena ruas jalan kita memang sempit dan sekarang dalam pelaksanaan pelebaran jalan," tambahnya mengakhiri.(ris)
Wako Pariaman Mukhlis Rahman : Sampaikan Saja Keluhannya, Kalau Tidak Nyaman Berwisata

Wako Pariaman Mukhlis Rahman : Sampaikan Saja Keluhannya, Kalau Tidak Nyaman Berwisata

Pariaman (Reportase Sumbar) Hari kedua lebaran 2017 perayaaan Idul Fitri 1438 H di Kota Pariaman diduga ada aksi pemalakan kepada pemilik kendaraan. Akibatnya pemilik kendaraan mengeluh, karena karcis parkir yang sangat mencurigakan. Untung pihak terkait di Kota Pariaman langsung memberikan tindakan kepada tukang tukang parkir nakal tersebut.

Karcis parkir yang seharusnya tertulis Rp 3000 dirubah dengan pena menjadi Rp10.000. Biasanya parkir di Lapangan Merdeka Pariaman, ditagih uang Rp 3000 untuk untuk kendaraan roda empat, tetapi anehnya karcis parkir tulisannya berubah menjadi Rp10000.

Salah seorang pengendara mobil Adrian (40) mengatakan, semua masyarakat saat ini merayakan lebaran umumnya mereka banyak datang ke Kota Pariaman untuk melihat keindahan objek wisata. Apalagi lebih kurang satu minggu akan ada pesta Pantai di Kota Patiaman. Sayangnya, membayar karcis parkir juga naik menjadi Rp10 ribu.

Adrian menceritakan, tukang parkir berdalih karena lebaran, jadi harga karcis naik Rp10.000. Tetapi ia melihat juru parkir itu telah meminta restribusi parkir dengan tarif tidak wajar padahal tarif restribusi parkir sebetulnya Rp 3000. "Kami mempertanyakan tarif karcis parkir itu. Kok karcis parkirnya diganti jadi Rp10000," ujar Hendri juga wearga Kota Pariaman itu kepada wartawan.
.
Untuk itu  katanya, menyikapi itu, petugas pospam di Lapangan Merdeka Kota Pariaman langsung mengamankan juru parkir yang belum diketahui namanya itu dan barang bukti ke pospam terdekat dan selanjutnya akan dibawa ke Polsek Kota Pariaman untuk penyelidikan intensif.

Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman langsung menyikapi kasus tersebut. Dia sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi. Hal ini tentunya akan merusak citra pariwista di Kota Pariaman. Karena, imbasnya dari masalah ini akan membuat buruk citra kota Pariaman  tentang pariwisata. Mukhlis Rahman meminta para pengunjung yang datang ke berbagai lokasi wisata yang ada di Pariaman agar dalam hal membayar parkir kendaraanya harus membayar sesuai dengan ketentuan Perda Kota Pariaman.“Masyarakat jangan mau membayar parkir kalau tidak sesuai dengan tarif yang telah ditetapkan,” ucap Mukhlis Rahman.

Disebutkannya,  Alhamdulillah memasuki hari lebaran ini pesta pantai Kota Pariaman berjalan dengan aman, nyaman dan tertib. Pengunjung dapat menikmati berbagai permainan, aneka kuliner dan wisata pulau di sekitar pantai Kota Pariaman dari Pantai Gandoriah sampai pantai Kata.

“Pengunjung yang datang sudah disediakan tempat Parkir dengan tarif yang sudah ditentukan, tak ada pungli dan kapal wisata berjalan sesuai dengan SOP serta Kuliner dengan standar yang terjangkau oleh pengunjung,” ungkapnya.

Pemerintah selalu mengawasi oknum-oknum petugas yang memanfaatkan keramaian pengunjung untuk meraih keuntungan pribadi dengan cara ilegal. wisatawan dihimbau untuk menyampaikan keluhan dan ketidaknyamanan kepada petugas di Posko keamanan di Pantai Gandoriah.

Disebutkannya, tertangkapnya petugas parkir pada H+2 lebaran di Lapangan Merdeka imbuh Mukhlis menandakan pengawasan berjalan dengan baik. Semua itu berkat laporan dari masyarakat. Wako menghimbau para petugas jangan bermain-main dalam menjalankan tanggungjawab,  Pemko sudah punya Satber pungli yang akan menindak bila menjalankan tugas tidak sesuai aturan.

"Selain kita juga telah mendirikan posko pengaduan pengunjung agar dapat semua pengunjung melaporkan kejadian atau ketidaknyaman terhadap pelayanan wisata pada nomor SMS pengaduan masyarakat 082390595656. Kita juga telah pasang spanduk imbauan tersebut di lokasi-lokasi parkir. Semua itu kita lakukan untuk kemajuan Kota Pariaman dalam bidang pariwisata," tandasnya mengakhiri.(yurisman malalak)
Armaidi Tanjung : Kader PMII Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Armaidi Tanjung : Kader PMII Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Sintuk (Reportase Sumbar)---Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus dekat dengan  masyarakat di lingkungan dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Kehadiran kader PMII harus dirasakan oleh masyarakat di lingkungannya.

Hal itu diungkapkan Penerima Mandat Pembentukan PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung saat menerima kunjungan silaturrahmi Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin  (STIT SB) Pariaman, kemarin, di kediamannya Korong Palembayan, Nagari Sintuak, Kabupaten Padangpariaman.

Rombongan  dikomandoi Mantan Ketua Senat STIT SB Danil Kharlis, didampingi  Sekretaris Umum PK PMII STIT SB Pariaman Mulya Rizki , Ketua Kopri PK PMII  Yerida Lelita dan belasan kader PMII dari  STIT SB Kota Pariaman.

Menurut Armaidi Tanjung, kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di lingkungannya mulai dari hal-hal kecil yang selama ini mungkin belum terpikirkan oleh orang lain. Lihat potensi nagari/desa masing-masing yang mungkin bisa dikembangkan. “Sekecil apa pun kegiatan yang bermanfaat, harus dimulai untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik,” kata Armaidi Tanjung menambahkan.

Terkait dengan bersilaturrahmi, kader PMII harus terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai silaturrahmi dengan para seniornya. Terutama di hari lebaran untuk meningkatkan persaudaraan sesama umat beragama Islam, kata Armaidi Tanjung.

Sementara itu, Mantan Ketua Senat STIT SB Danil Kharlis menyebutkan, kegiatan  bersilaturahmi sekaligus pergi berlebaran (pai birayo) ke rumah  ayahanda Armaidi Tanjung dan dan rekan-rekan lainnya. “Momen lebaran ini memang kita manfaat untuk bersilaturrahmi ke rumah masing-masing. Sehingga tidak hanya kenal di kampus dan organisasi saja, tapi juga mengetahui tempat tinggal dan keluarga dari masing-masing kader,” tambah Kharlis (ris) 



Ali Mukhni : Pembangunan Tarok City Jadi Kebanggaan Masyarakat Padang Pariaman

Ali Mukhni : Pembangunan Tarok City Jadi Kebanggaan Masyarakat Padang Pariaman

Paritmalintang (Reportase Sumbar)---Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan pembangunan Tarok City di Korong Tarok, Kenagarian Kepala Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman akan menjadi kebanggaan bagi semua masyarakat daerah ini.

"Baik yang ada di perantauan maupun di kampung halaman. Dengan kawasan pendidikan tersebut ekonomi masyarakat kita meningkat," kata Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni didampingi Wakil Bupati Suhatri Bur dan Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin, kepada wartawan usai pelaksanaan halal bi halal di rumah dinasnya, kemarin.

Karena itu katanya, di hari raya idulfitri perlu semua lampisan masyarakat meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk kemajuan Kabupaten Padangpariaman yang lebih baik ke depannya bersama Tarok City ini.

Kenapa tidak katanya, pembangunan kawasan Tarok City sekarang telah dimulai dengan membuka jalan baru menuju kawasan pendidikan yang disana akan dibangun kampus ISI, Politeknik Padang dan kampus-kampus lainnya.

Disamping itu kata Ali Mukhni, rumah sakit Strok yang ada di Kota Bukittinggi selama ini juga akan pindah ke kawasan Tarok City. Pasalnya, lokasi tanah RS Strok Bukittinggi sekarang bukan miliknya, jadi rumah sakit tersebut telah melirik kawasan Tarok City sebagai lokasi untuk mengembangan rumah sakit tersebut.

"Disinilah peranan semua pihak dalam mendukung pelaksanaan pembangunan tersebut. Apalagi pada tahun 2017 ini ISI Padangpanjang akan meletakan batu pertama pembangunan kampusnya. Jadi dengan dilaksanakan pembangunan tersebut tentu Padangpariaman menjadi Kabupaten Pendidikan semakin cepat terujut," ujarnya.

Kemudian kata Ali Mukhni, persoalan tanah kawasan Tarok City statusnya adalah tanak negara dan tidak ada istilah tanah ulayat. Artinya, tanah seluas 697 hektar tersebut tidak dapat lagi diganggu gugat oleh siapapun, kartena telah jelas statusnya.

"Mudah-mudahan di hari yang fitri ini semua mata lampisan masyarakat Padangpariaman akan melihat bagaimana kawasan Tarok City tersebut, sekiranya telah dibangun nantinya. Makanya, di hari raya ini saya meminta kepada masyarakaty Pariaman untuk datang melihat lokasi tersebut, karena letaknya sanngat mudah untuk dijangkapu," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman saat ini sedang berkonsentrasi dengan mengerahkan energi, pikiran dan anggaran untuk mewujudkan pembangunan Kawasan Tarok City.

Ali Mukhni menyatakan, pembangunan Tarok City adalah cita-cita besar semua masyarakat daerahnya ini untuk kemajuan Padangpariaman ke depan yang lebih baik untuk keejahterakan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sesuai peraturan perundang-undangan.

Ditambah lagi katanya, kalau melihat APBD Kabupaten Padangpariaman tahun 2017 yang berjumlah Rp. 1,4 triliun, jumlahnya tampak sangat besar. Namun, angka Rp 1,4 triliun bukanlah jumlah yang 100% diperuntukkan untuk biaya pembangunan. Di dalamnya ada gaji pegawai dengan tunjangannya yang sebesar 50% dan sisanya Rp.700 Milyar untuk pembangunan.

Dengan uang berjumlah Rp.700 Milyar, hal itu belum sepenuhnya termasuk untuk pembangunan jembatan, jalan, bangunan lainnya. Ada 30 persen upah, honor, fee manajemen yang juga disediakan untuk pelaksana pembangunan.

"Jadi, APBD Padangpariaman jauh dari cukup untuk membenahi wilayah yang luasnya 1.329 Kilometer persegi daerah, 17 Kecamatan dan 103 Nagari dengan jumlah penduduk 458.756 jiwa. Inilah peranan kita mengaet dana dari pusat, seperti membangun kawasan Tarok City untuk kemajuan ke depan," paparnya.

Kemudian Kemenang Padangpariaman H Helmi menyatakan, kawasan Tarok City akan menjadi kebanggaan semua masyarakat daerah ini. Karena itu mari semua masyarakat membuktikan, bahwa masyarakat mencintai daerahnya dengan memberikan dukungan bersama untuk kelangsungan pembangunan kawasan tersebut.

"Kita harus sepakat semoga Kabupaten Padangpariaman yang kita cintai ini menjadi  daerah maju, bahagia, sejahtera, aman dan makmur bersama semua lampisan masyarakat. Karena itu mari kita bahu membahu bersatu bergontong royong dalam menjalin kerjasama yang baik dengan seluruh unsur masyarakat," tambahnya mengakhiri.(ris)


Wabup Suhatri Bur : Lebaran Momentum Sarana Pemersatu Ranah dan Rantau

Wabup Suhatri Bur : Lebaran Momentum Sarana Pemersatu Ranah dan Rantau

VII Koto Sungai Sarik (Reportase Sumbar)---Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan momentum lebaran dapat dijadikan sebagai sarana pemersatu semua lampisan masyarakat Kabupaten Padangpariaman. Jadikanlah lebaran ini sebagai momen untuk bertemu ramah dalam mendukung berbagai jenis program Pemkab Padangpariaman.

"Dukungan ranah dan rantau sangat menentukan kesuksesan berbagai jenis pembangunan di Kabupaten Padangpariaman," kata Wakil Bupati Padangpariaman saat melakukan pertemuan dengan rombongan pulang basamo ke VI warga Limau Hantu Kecamatan  VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman dari Jakarta, kemarin.

Katanya, dengan menjalin tali silaturahmi ranah dan rantau dapat memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Padanagpariaman demi kemajuan kampung halaman masing-masing. "Apalagi kita Pemkab Padangpariaman lagi melaksanakan berbagai jenis pembangunan dan butuh dukungan ranah dan rantau," ujarnya.

Katanya, pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Padangpariaman sekarang adalah untuk mewujudkan Padangpariaman baru dan berkembang bersama semua lampisan masyarakat. Makanya, ia mengajak semua lampisan masyarakat untuk bersatu mendukung Pemkab Padangpariaman dalam mewujudkan Padangpariaman baru tersebut.

Dikatakan,  saat ini Pemkab Padangpariaman lagi melaksanakan pembangunan Tarok City. Pembangunan Tarok City berada di atas tanah negara seluar 697 hektar terletak di Korong Tarok, Kenagarian Kepala Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam.

Disana kata Suhatri Bur akan dibangun berbagai jenis kampus, mulai dari ISI, Politeknik Padang, STIT Syehkburhanuddin dan jenis kampus lainnya. Bahkan disana juga akan diibangun rumah sakit strok pindahan dari Kota Bukittinggi.

"Disinilah peranan ranah dan rantau dalam mendukung program Pemkab Padangpariaman. Apalagi Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni sangat komitmen dalam memajukan daerahnya dalam segala jenis pembangunan. Karena itulah saya mengajak semua masyarakat Korong LImau Hantu yang pulang basamo ini untuk memberikan dukungan kepada Pemkab Padangpariaman," ujarnya.

Apalagi katanya, dampak dari pembangunan tersebut jelas kepada semua masyarakat Padangpariaman, khusus di Limau Hantu ini. Kenapa tidak lanjut Suhatri Bur letak Tarok City tersebut bertetangga dengan Limau Hantu ini.

"Mudah-mudahan dengan dukungan semua lampisan masyarakat Padangpariaman semakin maju dan berkembang dalam segala bidang pembangunan. Kuncinya tentu terus menjalin persatuan dan kesatuan antara ranah dan rantau," tandas Suhatri Bur mengakhiri.(ris)

Bupati Ali Mukhni : Jembatan Cimpago Kampung Dalam Jadi Tujuan Wisata

Bupati Ali Mukhni : Jembatan Cimpago Kampung Dalam Jadi Tujuan Wisata

Kampung Dalam ( Reportase Sumbar)---Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan jembatan Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam di lebaran tahun 2017  telah bisa menjadi tujuan wisata bagi semua masyarakat, baik ranah maupun rantau. Semua itu untuk diwujudkan Kabupaten Padangpariaman baru dan maju bersama semua lapisan masyarakat.

Persoalan tersebut disampaikan Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni saat meninjau jembatan Campago, "Alhamdulillah jembatan ini sekarang telah selesai dan menjadi detinasi wisata Padangpariaman. Kita sangat butuh dukungan dan doa masyarakat, baik ranah maupun rantau untuk terwujudnya sebuah jembatan," kata Ali Mukhni.

Dengan selesai jembatan dan dapat dijadikan kawasan wisata katanya, mengajak semua semua masyarakat untuk merawatnya. "Kita pelihara K3 di sekitaran jembatan Campago ini. Sebab, jembatan ini sangat vital, karena sebagai sarana penghubung, karena itu dengan dukungan semua pihak saya akan menjadikan jembatan ini sebagai tempat tujuan wisata bagi masyarakat. Untuk itu butuh dukungan semua pihak," ungkapnya.

Dengan selesai jembatan ini jelasnya, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi DPRD Padangpariaman, masyarakat ranah dan rantau, khususnya putra daerah,  sehingga jembatan ini sekarang telah selesai dan dapat dinikmati semua masyarakat. Jembatan Campago ini sangat indah dan menarik mata semua pengunjung.

"Kita sangat berharap dukungan semua pihak, sehingga cita-cita kita bersama untuk menjadikan jembatan Campago sebagai kawasan detinasi Padangpariaman. Apalagi kita Pemkab Padangpariaman sangat berkomitmen dalam mengembangkan semua objek wisata daerahnya. Disinilah peranan semua pihak, salah satunya memberikan pelayanan terbaik kepada semua masyarakat yang datang untuk menyaksikan keindahan jembatan ini," tandasnya.(ris)


Rabu, 28 Juni 2017

Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Berkah Bagi Kota Padang

Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Berkah Bagi Kota Padang

Padang ( Reportase Sumbar) - Idul Fitri 1438 H ini merupakan berkah bagi Kota Padang. Pemudik maupun perantau membagi-bagikan uangnya di Padang. Uang diserak-serakkan  kepada anak kecil dan manula yang mendapat "salam tempel" sebagai sebuah tradisi saat lebaran.

Warung yang menjaja makanan juga penuh sesak saat lebaran. Makanan yang paling diserbu biasanya sate, soto, nasi goreng, bakso, dan lainnya. Tak ayal, penjual makanan tersebut kebanjiran rejeki.

Belum lagi tempat wisata di Padang. Pantai Padang ramai. Pantai Air Manis begitu pula. Termasuk Taman Hutan Raya Bung Hatta.

"Lebaran ini momen untuk berjualan. Karena pengunjung ramai. Kalau tidak jualan, rugi rasanya," ujar Ita, pedagang cendol di jalur Bypass, Padang.

Tidak pedagang kecil saja, rumah makan pun sudah mulai buka. Kendaraan banyak terparkir di depan rumah makan. Pedagang benar-benar memanfaatkan momen lebaran untuk berjualan.

"Kami sudah buka sejak tadi pagi," celetuk Mario, pemilik rumah makan di simpang Balai Baru, Kuranji.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, Selasa (27/6) mengatakan, Padang selalu ramai dikunjungi pada libur lebaran. Mahyeldi berharap, dengan tingginya kunjungan wisatawan dan perantau akan meningkatkan perekonomian warga.

"Kita berharap dengan banyaknya kunjungan, percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Padang terus terjadi," harapnya. www.pasbana.com
Kota Padang Tercepat Tandatangani NPHD Pilkada 2018

Kota Padang Tercepat Tandatangani NPHD Pilkada 2018

Padang ( Reportase Sumbar) - Kota Padang menjadi satu-satunya kota tercepat di Sumatera dalam penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah Pemilihan Kepala Daerah (NPHD Pilkada) 2018. Dengan ditandatanganinya NPHD tersebut, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Padang akan dapat melaksanakan Pilkada sesuai dengan agenda yang telah terencana.

Penandatanganan NPHD dilakukan di Balaikota Padang, Kamis (22/6) lalu. NPHD yang merupakan legalitas pemberian bantuan dana hibah itu ditandatangani Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo dan Ketua KPUD Padang, Muhammad Sawitri. Turut menyaksikan Wakil Walikota Padang Emzalmi dan undangan lainnya.

"Dengan ditandatanganinya NPHD ini berarti KPUD Kota Padang lebih mudah dalam bekerja karena sudah memiliki dana untuk melakukan proses maupun tahapan Pilkada," ucap Walikota Padang usai menandatangani NPHD tersebut.

Walikota mengatakan, besaran anggaran untuk Pilkada mendatang diperkirakan mencapai Rp 55 milyar.  Sebanyak Rp 37 milyar diantaranya untuk KPUD Kota Padang.

"Sisanya untuk Panwas, Kesbangpol, keamanan, dan lainnya," sebut Mahyeldi.
Khusus untuk dana hibah bagi KPUD, saat ini sudah tersedia dana sebesar Rp 4 milyar. Sedangkan sisanya sebesar Rp 33 milyar akan dianggarkan pada APBD 2018.
"Agenda Pilkada ini harus berjalan dengan baik, tidak boleh tidak," tegas Mahyeldi.

Mahyeldi berharap agar KPUD memanfaatkan betul secara maksimal dana hibah yang diberikan. KPUD diharapkan dapat mempertanggungjawabkan dengan baik anggaran yang diberikan dan menyelesaikan administrasi keuangan secara cepat dan tepat.

Walikota pun berpesan kepada KPUD Kota Padang untuk terus berkoordinasi dengan KPU Provinsi Sumatera Barat. Sehingga pelaksanaan Pilkada berjalan sebaik-baiknya.

"Jangan sampai Pilkada ini melemahkan sendi-sendi berbangsa bernegara, serta kehidupan bermasyarakat," tegasnya.

Sementara itu Ketua KPUD Padang, Muhammad Sawitri menyebut dengan NPHD ini KPUD Kota Padang akan semakin bergerak cepat dalam menyukseskan Pilkada 2018. Menurutnya, dana sebesar Rp 37 milyar akan digunakan untuk dua kegiatan tahapan Pilkada.

"Yakni untuk persiapan dan penyelenggaraan. Untuk tahun ini kita melaksanakan persiapan. Sedang penyelenggaraan dilakukan pada 2018," katanya saat didampingi Sekretaris KPUD Padang Lucky Dharma Yuli Putra.

Penandatanganan NPHD Kota Padang termasuk yang tercepat. Karena sebenarnya batas akhirnya yakni 27 September 2017. Padang adalah yang pertama di Sumatera, dan yang ke-20 di Indonesia untuk pilkada serentak tahun 2018 dari 171 daerah. Selain Kota Padang, daerah lain di Sumbar yang melaksanakan Pilkada serentak pada 2018 adalah Kota Pariaman, Padang Panjang, dan Sawahlunto.

Berdasarkan data KPUD Padang, Pemilihan Walikota Padang 2018 digelar pada 27 Juni 2018. Sebelumnya dilakukan sejumlah tahapan. Seperti Sosialisasi dan Bimtek pada Juni 2017, penerimaan DAK 2 pada 30 Juli 2017, penandatanganan NPHD pada September 2017.

Kemudian dilakukan pembentukan PPK dan PPS (30 September - 29 Oktober 2017). Dilanjutkan dengan pendaftaran pemantau (30 September 2017 - 29 Mei 2018). Selanjutnya penerimaan DP4 pada 24-27 Desember 2017.

Pasangan calon (Paslon) akan mendaftar ke KPU pada 28-30 Desember 2017. Paslon yang mendaftar diperiksa kesehatannya pada 28 Desember hingga 3 Januari 2018. Sedangkan penetapan paslon dilaksanakan 6 Februari 2018.

Cawako dan cawawako akan berkampanye pada 9 Februari sampai 23 Juni 2018. Dan penetapan DPT dilakukan pada 13-19 April 2018. Pemilihan dilaksanakan 27 Juni 2018. Dan Walikota dan Wakil Walikota terpilih ditetapkan pada Juli 2018.www.pasbana.com
Menanti Revisi UU Pemberantasan Terorisme

Menanti Revisi UU Pemberantasan Terorisme

Ilustrasi ( Net)
"Berikan kewenangan kepada TNI untuk masuk di dalam RUU ini. Tentu saja dengan alasan-alasan yang saya kira dari Menkopolhukam sudah mempersiapkan," (Presiden Joko Widodo, dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin, 29 Mei 2017).

Tragedi 11 September 2001, atau yang kita kenal tragedi WTC (World Trade Center) di New York, membuat masyarakat dunia sangat terkejut, karena aksi kekerasan yang dilakukan pelaku teror telah menimbulkan ribuan korban jiwa yang cukup besar. Pemimpin kelompok Alqaeda, Osama bin Laden mengklaim bertanggungjawab atas serangan 9/11 tersebut, sehingga Amerika terus memburu Osama sampai pelariannya terhenti 2 Mei 2011 (waktu Pakistan) oleh pasukan elite Amerika Serikat dalam sebuah misi rahasia. Kematian Osama tidak serta merta menghilangkan aksi teror di muka bumi, namun telah memunculkan kelompok lain yang tindakannya lebih biadab dari Alqaeda sebagaimana dilakukan kelompok teroris ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah) dengan pimpinan Abu Bakr- al-Baghdadi.

ISIS menjadi kelompok radikal paling disorot dalam aksi teror yang terjadi di dunia saat ini. Upaya mempercepat penghancuran kantong kekuatan ISIS, baik di Irak maupun Suriah telah dilakukan beberapa negara koalisi anti ISIS pimpinan Amerika Serikat. Dengan operasi militer yang dilakukan pasukan koalisi anti-ISIS, membuat ISIS semakin tertekan dan terdesak, yang menyebabkan ISIS mengubah strateginya dengan mengekspor pelaku keluar negeri, kembali ke negara masing-masing untuk melakukan terorisme.

Sebagaimana aksi teror yang dilakukan milisi Maute yang berafiliasi dengan ISIS di Marawi di Pulau Mindanao, Filipina selatan, sebagai bukti ISIS sedang menjalankan strateginya beroperasi di daerah lain. Ancaman aksi teror kelompok radikal terutama yang berafiliasi ISIS adalah hal yang sangatnya tadan fakta menunjukkan terdapat pelaku teroris di Marawi yang berasal dari Indonesia. Dengan kejadian di Marawi, bukan tidak mungkin akan berpotensi membangunkan sel tidur terorisme yang ada di tanah air, dan begitu dibangunkan dikhawatirkan sel-sel tidur ini akan langsung bergabung dengan kelompok radikal (Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Panglima TNI 12/6/2017).

Dengan demikian, ancaman radikal medan teroris yang terjadi di berbagai belahan dunia merupakan ancaman nyata dan serius bagi bangsa yang ada di dunia termasuk Indonesia. Oleh karenanya, ancaman tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Kesiapsiagaan pemerintah mendeteksi dan mencegah ancaman radikal di Indonesia, terutama pasca aksi teror kelompok ISIS di Marawi, harus disiapkan dan dikuatkan secara maksimal agar kita tidak menjadi korban.

Guna pemberantasan terorisme di tanah air, Indonesia memiliki UU sebagai payung hukum dalam bertindak yakni Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-undang. Dikeluarkannya undang-undang tersebut merupakan salah satu wujud nyata langkah pemerintah dalam pemberantasan terorisme di Indonesia. Dengan mendefinisikan aksi terorisme ke dalam tindak pidana terorisme, hal ini berarti aspek penegakan hukum lebih dikedepankan, aparat penegak hukum tidak akan bisa berbuat dan bertindak selama syarat formalitas untuk mengungkap kejahatan terorisme belum terpenuhi, seperti harus ada dua alat bukti sebagai bukti permulaan yang cukup. Tentunya melihat berbagai kelemahan yang ada, pemerintah dan DPR saat ini sedang membahas untuk merevisi UU tersebut.

Keterlibatan TNI dalam mengatasi aksi terorisme diatur dalam UU No.34 Tahun 2004 pasal 7 (1) dan (2). Dalam penjelasan Pasal 7 (1) mengatur tentang adanya aksi teror bersenjata yang dilakukan teroris international, atau bekerja sama dengan teroris dalam negeri. Pasal 7 (2) huruf b Operasi Militer selain perang, salah satu Tugas TNI adalah mengatasi aksi terorisme, hanya saja makna dari ”mengatasi aksi terorisme“ itu sendiri tidak dijelaskan secara detail. Selama ini, TNI sudah membantu Polri dalam pemberantasan terorisme, namun perannya hanya sebagai pasukan BKO (contoh operasi Tinombala di Poso, Sulteng). Wacana TNI dilibatkan dalam RUU Pemberantasan Terorisme banyak didukung sejumlah pihak termasuk Presiden RI, namun berbagai pro dan kontra masih terus bergulir.

Pihak yang pro berpendapat ancaman terorisme bukan lagi hanya ancaman terhadap kamtibmas, tetapi sudah melebar menjadi sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan, sehingga sangat bijak apabila menjadikan terorisme sebagai musuh bersama, karena tindakannya mengancam kedaulatan negara. Dengan demikian, pemberantasan terorisme tidak hanya bisa diselesaikan melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi seyogyanya berbagai aspek dengan melibatkan semua pihak sesuai perannya masing-masing secara bersinergi memberantas terorisme.

Mengingat ancaman radikalisme dan terorisme merupakan ancaman yang sangat nyata bagi bangsa kita, maka revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme mendesak dilakukan dengan melibatkan semua unsur, sehingga penangannya lebih komprehensif serta memberikan payung hukum kepada aparat negara dalam bertindak. Kita terus berpacu dengan para pelaku teror yang kita sendiri tidak pernah tahu secara pasti kapan mereka melakukan aksinya, mereka tidak akan menunggu sampai revisi regulasi selesai, tetapi mereka mencari momentum tepat melakukan aksinya. Semoga dan semoga tidak ada lagi aksi teror ke depan di bumi Indonesia tercinta.

Oleh : Susanto Staf Ahli Pangdam XIV/Hasanuddin Bidang Manajemen Sistem Pertahanan Negara
Kadis Pariwisata Padang : Ada Preman Pantai Air Manis Pungut Retribusi Tanpa Karcis

Kadis Pariwisata Padang : Ada Preman Pantai Air Manis Pungut Retribusi Tanpa Karcis

Ilustrasi Preman ( Fhoto Internet )
Padang ( Reportase Sumbar )---Ramainya pengunjung yang datang ke Pantai Air Manis Kota Padang dimanfaatkan oleh sebagaian preman untuk meraup keuntungan. Bahkan ingin menguasai gerbang masuk Pantai Air Manis.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Medi Iswandi,  dijelaskannya ada preman yang ingin memungut retribusi tanpa karcis di pintu gerbang Pantai Air Manis.

"Preman ini ingin menguasai gerbang masuk memungut retribusi tanpa karcis. Mereka ada sekitar 20 orang,"katanya, Senin (26/6).

Lebih lanjut dikatakan Medi, sempat terjadi pertengkaran dengan pihaknya. Kemudian pas kebetulan tim saber pungli juga datang mereka akhirnya kabur semua.

"Sempat cek cok dengan saya karena mereka tidak mau diberi tahu bahwa tidak boleh memungut retribusi tanpa karcis,"katanya.

Disebutkan Medi untuk mengantisipasi kedepan agar tidak berkeliaran oknum seperti ini diberbagai tempat wisata di Kota Padang, Pemda sudah meminta bantuan kepada kepolisian.

"Kami akan kerjasama dengan kepolisian untuk menindak oknum yang sengaja mengambil kesempatan di saat pengunjung sedang ramai seperti saat ini, "katanya.

Medi pun menghimbau bagi para pengunjung atau wisatawan yang merasa dirugikan saat berlibur di Kota Padang dapat melaporkannya ke hotline service yang telah disediakan ke 08116607555.  "Nggak usah takut melapor kalau merasa dirugikan, "ujarnya. sumber : www.harianhaluan.com


Selasa, 27 Juni 2017

Strategi Menang Pilkada

Strategi Menang Pilkada

Spanduk-spanduk dan baliho berukuran raksasa sudah mulai memenuhi sudut-sudut jalan baik di desa maupun di kota. Wajah difoto tersebut mempunyai ekpresi yang sama yaitu tersenyum, tidak ada yang cemberut.  Saya yakin,  para ahli pembaca wajah dapat melihat mana senyum asli, senyum ikhlas dan senyum dipaksakan. Ibarat para SPG (Sales Promotion Girl) yang harus selalu tersenyum ketika menawarkan barang dagangannya kepada pembeli. Senyuman memang mampu menghipnotis…

Pada kesempatan kali ini, saya tidak akan membahas tuntas mengenai senyuman, tapi lebih ke arah strategi pemenangan para kandidat untuk dapat meraih simpati pemilihnya.

Keinginan  untuk menjadi pemimpin adalah suatu hal yang sangat baik dan bernilai pahala apabila memang diniatkan untuk beribadah kepada Allah SWT atau Tuhan YME. Niatnya untuk membuat perubahan di masyarakat menjadi lebih sejahtera, lebih berpendidikan, bebas dari korupsi dan perubahan baik lainnya.Tapi bila awal mencalonkan diri sudah terbersit niat yang buruk misalnya untuk korupsi, menguasai proyek-proyek, dan hanya mensejahterakan keluarganya, maka tentunya dia sedang mengumpulkan dosa yang siap menggiringnya ke neraka. Perlu diingat baik oleh para kandidat bahwa tanggungjawab kita bukan hanya kepada masyarakat yang memilih tapi juga kepada Tuhan YME.

Setelah memiliki niat yang baik,  tentunya para calon dan tim sukses juga harus menyiapkan strategi perang agar dapat memenangkan pemilihan nanti. Jangan hanya keyakinan merasa sudah tenar dan banyak pendukung, lalu akhirnya berani maju mencalonkan diri. Selalu buat pertanyaan kunci sebelum menyusun strategi yaitu, Bagaimana Pemilih Nantinya Hanya Memilih Saya Bukan Lawan Saya ? Ada beberapa hal yang akan saya bahas mengenai strategi pemenangan PILKADA, yang akan saya bagi menjadi beberapa segmen yaitu:

SUMBER DAYA UTAMA (Manusia, Dana dan Waktu)
   
KANDIDAT DAN TIM SUKSES/TIM KAMPANYE

Akan dibahas mengenai Peran, tugas dan tanggungjawab dalam kampanye, bagaimana menjadi tim sukses kunci dan  kemampuan para tim sukses memahami undang-undang dan peraturan terkait Pilkada

RISET POLITIK MEMPEROLEH INFORMASI YANG DIBUTUHKAN

Akan dibahas mengenai riset politik yang berfungsi sebagai “kapal pemandu” dalam Political Marketing.Tanpa informasi yang akurat, political marketing tidak dapat diterapkan dengan berhasil.

TARGET SUARA

Akan dibahas mengenai target perolehan suara (vote goal), mempertimbangkan situasi pemilihan, menentukan target demografi dan target geografis para pemilih.

 ISU ATAU KEBIJAKAN PROGRAM

Akan dibahas mengenai penyusunan visi, misi dan program yang mampu meyakinkan pemilih bahwa anda adalah kandidat yang layak untuk dipilih.                                                              
Untuk tulisan saya yang pertama ini, akan membahas mengenai tiga sumber daya utama yang harus disiapkan oleh para kandidat untuk memenangkan pertarungan. Apa saja ketiga sumber tersebut? Berikut penjelasannya secara rinci yang akan saya bahas satu persatu.

1.     SUMBER DAYA MANUSIA
Kandidat tidak mungkin memenangkan PILKADA hanya berdua pasangan. Dibutuhkan banyak dukungan orang lain untuk mencapai kemenangan. SDM merupakan unsur strategis.Dibutuhkan orang dengan jumlah dan kualitas tertentu.Pastikan memilih Tim Sukses yang tepat:

  • Pastikan jumlah SDM yang dibutuhkan di setiap jenjang dan lini hingga ke titik TPS.
  • Pastikan kualifikasi SDM yang dibutuhkan pada setiap jenjang.
  • Pastikan SDM tersebut benar-benar berniat membantu.
  • Pastikan SDM berasal dari asal usul yang jelas, jangan sampai orang2 dari “Lawan” yang masuk ke dalam tim.

Selain tenaga sukarela, bagi yang benar2 bekerja full time perlu diberi kompensasi. “Pekerja politik” yang full time harus dibedakan dengan tenaga sukarela. Pekerja politik harus dihargai sama dengan pekerja bidang lainnya, tentu sebatas kemampuan kandidat, yang disepakati bersama.

Dana adalah unsur vital kedua yang harus jelas asal usulnya dan jelas jumlahnya. Seluruh komponen operasional pemenangan Pilkada bergantung kepada jumlah dana yang tersedia. Semua strategi disusun berdasarkan kapasitas dana. Masalahnya bukan banyak atau sedikit, tetapi berapa jumlah yang optimal untuk pemenangan sebuah Pilkada. Point penting untuk diingat dalam soal dana ini adalah:

Dana berasal dari sumber yang jelas dan tidak akan menimbulkan masalah dikemudian hari.  Dana harus tersedia dalam jumlah dan waktu yang tepat sesuai dengan tahapan yang disusun dalam strategi. Jumlah yang berlimpah tidak ada gunanya kalau tidak tepat waktu. Setiap tahapan Pilkada membutuhkan dana dalam jumlah dan waktu yang tepat.  Jumlah dana yang cukup adalah dana yang optimal. Perlu memperhatikan prinsip Marginal Cost = Marginal Revenue. Setiap tambahan satu unit rupiah harus menghasilkan satu unit output  yang sepadan, agar tambahan biaya itu masuk akal.
   
Dana harus dialokasikan dalam bentuk Anggaran secara detil. Pagu dana harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perlu diingat kadang-kadang dana yang dikeluarkan Kandidat bisa melebihi jumlah yang secara resmi dilaporkan. Ini memang contoh yang tidak baik. Selayaknya gunakan dana sewajarnya.
Pastikan orang-orang kunci mengetahui dengan pasti jumlah dana yang sesungguhnya ada dan siap untuk digunakan dalam setiap tahap. Jangan sekali2 berbohong mengatakan uang sudah siap sekian padahal sesungguhnya uang itu belum ada. Ini akan mengacaukan emosi tim sukses. Sejak awal harus memegang prinsip jangan menghambur-hamburkan uang secara tidak perlu.

3. SUMBER DAYA WAKTU

Waktu adalah sumber daya yang paling kritis. Waktu dalam Pilkada sangat ketat dengan hitungan hari ke hari bahkan jam ke jam. Setiap menit waktu adalah berharga maka manajemen waktu ini sangat penting.Semua tahapan strategi Pilkada membutuhkan timing yang tepat.Maka Waktu menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan sebuah strategi pemenangan.

Dibutuhkan waktu khusus untuk menyusun strategi bersama orang-orang kunci yang telah anda pilih.Pertemuan yang banyak memakan tenaga dan waktu untuk menyusun strategi pemenangan.Setiap lini dalam framework tersebut harus dipertanyakan dan dijawab dengan tuntas.Tidak boleh ada satu lini pun yang tidak terjawab.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan pertemuan sesi strategi adalah:

  • Undang orang-orang kunci yang ada percayai dan yang pendapatnya anda butuhkan.
  • Gunakan framework untuk menelusuri dan menjawab setiap lini yang dibutuhkan dalam strategi pemenangan Pilkada.
  • Jadwal waktu yang tepat untuk setiap pertemuan sesi strategi. Pertemuan ini adalah sejak awal mencalonkan diri hingga menjelang waktu kampanye. Pada saat kampanye sudah dalam tahap menjalankan strategi.
  •  Setiap strategi selalu memiliki pintu masuk dan pintu keluar. Pastikan selalu ada rencana cadangan.

Rangkaian pertemuan sesi strategi ini membutuhkan waktu yang panjang. Bahkan satu tahun sebelum resmi menyatakan diri sebagi kandidat, pertemuan persiapan sesi strategi ini semestinya sudah dilakukan. Beberapa riset terapan untuk pemilu (termasuk Pilkada) sudah harus dilaksanakan minimal satu tahun sebelum Pilkada berlangsung.  Semoga bermanfaat. Selamat bertanding dan menang ….

Penulis Mulyanah Mulkin, Direktur PASAK (Pusat Studi Layanan Publik)

Pilkada Sebuah Refleksi Kehidupan Berdemokrasi

Pilkada Sebuah Refleksi Kehidupan Berdemokrasi



Dinamika perpolitikan di Indonesia seolah tiada hentinya. Belum lepas dari ingatan kita, bagaimana hingar bingarnya Pemilihan Presiden 2014 yang cukup menguras waktu, pikiran dan tenaga kita. Pasca pemilihan pun tidak berarti selesai sudah dinamika pesta demokrasi itu, hingga pada akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang Pemilu Presiden tahun 2014. Itupun tidak dilakukan dalam sekejap mata, proses panjang yang melelahkan mewarnai jalannya proses persidangan di MK.

Rakyat Indonesia seharusnya sudah tenang dan lega pasca penetapan hasil Pemilu Presiden tersebut, itu yang menjadi harapan kita semua. Akan tetapi dunia perpolitikan Indonesia kembali “terguncang” dengan permainan politik yang diperankan oleh para anggota dewan ataupun elit-elit politik di negeri ini.

Pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang saat ini sementara digodok di DPR-RI menjadi polemik yang membumbuhi perjalanan politik Indonesia pasca pilpres. Opsi Pilkada secara langsung dan Pilkada diserahkan ke DPRD menjadi perbincangan hangat, yang melibatkan hampir semua elemen masyarakat. Pro dan kontra terhadap kedua opsi tersebut memunculkan opini yang berbeda-beda pula.

Yang pro dengan Pilkada langsung menganggap bahwa bila pilkada diserahkan ke DPRD untuk menentukan kepala daerah, maka itu sama saja mencederai reformasi dan demokrasi di Indonesia yang susah payah dibangun. Sementara itu, yang pro dengan Pilkada lewat DPRD berpendapat akan menghemat anggaran dibanding dengan Pilkada langsung. Apapun alasan yang melatarbelakangi sehingga mereka berpendapat demikian, itu hak dan kebebasan berpendapat yang melekat pada setiap warga negara, yang pastinya pendapat itu berdasarkan kajian dan sudut pandang masing-masing.

Sekedar merefresh, bahwa bangsa Indonesia sudah pernah melaksanakan Pilkada melalui DPRD, yaitu pada zaman Orde Baru. Pasca rezim Orba, banga ini memasuki zaman Reformasi dengan cita-cita mulianya adalah pelaksanaan demokrasi yang selama ini menjadi “idaman”, dan salah satu penanda pelaksanaan demokrasi adalah ditandai dengan pelaksanaan Pilkada hingga pemilihan presiden secara langsung.

Pilkada yang diserahkan kepada DPRD, secara substansi akan “menghianati” hak berdemokrasi dan kedaulatan rakyat. Tidak bisa dipungkiri bahwa anggota dewan/legislatif yang terpilih adalah hasil pilihan rakyat, sehingga dapat dikatakan wakil rakyat. Namun demikian, timbul pertanyaan, apa memang benar mereka mewakili rakyat. Secara penamaan, anggota legislatif bernaung di bawah lembaga yang bernama Dewan Perwakilan Rakyat. Jadi sejatinya, mereka para anggota legislatif benar-benar berjalan dan bertindak sesuai aspirasi yang mereka wakili—namanya juga wakil; bukan nafsu politik.

Tapi ternyata dalam perjalanannya dan realita yang terjadi, untuk menjadi anggota legislatif ternyata ada transaksi, rakyat diiming-imingi berbagai janji-janji yang meninabobokkan, terjadi jual beli suara, kampanye hitam dan kampanye negatif. Jangan salahkan rakyat, kita liat secara jernih, mengapa demikian itu terjadi. Apakah kita semua, terutama elit-elit politik sudah melakukan pendidikan politik yang bermartabat dan ideal secara tuntas, apakah partai politik pengusung berani menghukum dan membatalkan mandatnya jika calon yang diusungnya melanggar etika demokrasi, apakah pernah ada partai politik menyuarakan “bila ada calon dari partai” melakukan money politic atau transaksi jual beli suara rakyat, maka akan dibatalkan pencalonannya dan dilaporkan kepada pihak yang berwenang, apakah pernah ada partai politik melakukan fit and proper test untuk menentukan calon dalam pemilihan legislatif, dan belum lagi hal yang terkait pembayaran ”mahar” ke partai politik.

Para pemangku-pemangku kepentingan politik kadang menuntut hal-hal yang ideal menurut versi mereka, tetapi lupa akan kewajiban yang harus dijalankan sebagai alat demokrasi, maka yang terjadi adalah kepentingan sesaat. Rakyat berharap banyak terhadap anggota dewan, namun kadang yang diterima berbanding terbalik dengan harapan itu. Sehingga sering kita mendengar ungkapan yang cukup menggelikan dari mereka yang diwakili, “Kalau rakyat mau kaya, sudah diwakili oleh anggota dewan. Kalau rakyat mau mobil, sudah diwakili anggota dewan. Kalau rakyat mau rumah, sudah diwakili anggota dewan. Kalau rakyat mau jalan-jalan keluar negeri, sudah diwakili anggota dewan”. Nah, apakah dalam hal Pilkada, rakyat juga rela untuk diwakili, sementara rakyat adalah pemegang kedaulatan dan pemilik sah demokrasi. Aura demokrasi akan hilang, tidak berbanding lurus dengan kehidupan ber-DEMOKRASI yang sering digembar-gemborkan oleh para elit-elit politik dan elit-elit pemerintahan negeri ini.

Sementara itu, Pilkada secara langsung akan memberikan hak penuh kepada rakyat untuk menentukan siapa yang berhak untuk memimpin mereka. Selama periode pemberlakuan pemilihan langsung yang kurang lebih sudah berjalan 10 tahun terakhir, telah banyak memberikan pembelajaran buat kita semua. Kalau ada yang mengatakan bahwa pilkada langsung itu butuh anggaran banyak, itu bisa saja benar, tapi yang perlu diketahui juga bahwa untuk membangun negara demokrasi, sangat membutuhkan pengorbanan yang luar biasa dan waktu yang cukup lama. Negara-negara yang dicap sebagai negara demokrasi saat ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kehidupan berdemokrasi, hingga pada akhirnya rakyatnya bisa menikmati hingga saat ini. Sementara Indonesia, baru 10 tahun terakhir ini menjalani kehidupan berdemokrasi, itupun belum sampai pada titik yang ideal, masih butuh proses panjang untuk membangun kehidupan berdomokrasi yang mapan.

Bukan sistem pemilihannya yang harus diubah, tapi mekanisme dari awal hingga pada saat penentuan pilihan yang perlu dikaji ulang. Mekanisme rekruitmen calon kepala daerah oleh partai politik juga harus diperketat dan diubah (berlakukan fit and proper test), maksimalkan peran partai politik sebagai alat demokrasi (lakukan pendidikan politik yang benar dan beradab), tidak ada lagi istilah membayar mahar bagi calon kepala daerah kepada partai politik yang akan mengusung, partai politik harus berkomitmen untuk menolak segala bentuk money politic (termasuk mencabut mandat calon yang diusungnya bila ketahuan melakukan money politic), dan mekanisme serta masa kampanye juga menjadi hal yang perlu untuk dikaji ulang.

Dalam konteks pilkada yang sudah berjalan selama ini, sebenarnya kita bisa melihat bahwa yang membuat pilkada langsung itu membutuhkan anggaran yang banyak (dilihat dari biaya yang dikeluarkan oleh kandidat kepala daerah), itu karean partai politik yang tidak menjalankan peran sebagaimana mestinya. Idealnya bahwa partai politik harusnya menjadi ujung tombak dalam melakukan pendidikan politik, bagaimana berdemokrasi yang baik, menjadi ujung tombak dalam penolakan berbagai bentuk kecurangan dalam pilkada. Partai politik harusnya menjadi ujung tombak dalam memikirkan dan mengimplementasikan konsep-konsep dalam rangka mensejahterakan rakyat, bukan malah sebaliknya, memelihara dan mensejahterakan individu-individu yang menjadi kader parpol. Intinya bahwa partai politik menjadi tauladan dalam pesta demokrasi.

Biarkan rakyat yang menentukan, karena rakyat adalah pemegang kedaulatan dan pemilik sah demokrasi di negeri ini. Karena status tertinggi itulah, rakyat yang berhak menentukan siapa yang harus mendapat mandat untuk menjadi pemimpin diantara mereka dan siapa yang berhak mendapat mandat untuk menjadi wakil mereka di dewan. Sekedar mengingatkan kembali bahwa Negara Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan sistem pembagian kekuasaan kedalam tiga macam bentuk kekuasaan yang disebut Trias Politika, yaitu kekuasaan legislatif (pembuat undang-undang), eksekutif (pelaksana undang-undang) dan yudikatif (pengawas pelaksanaan undang-undang). Kekuasaan rakyat sangat jelas dalam sistem pembagian kekuasaan ini, rakyat memiliki kekuasaan dalam menentukan siapa saja yang pantas untuk duduk di salah dua dari tiga lembaga tersebut (legislatif dan eksekutif).

Pada akhirnya kembali kepada kita semua untuk memaknai arti sejatinya sebuah demokrasi. Apa yang telah penulis ulas dan gambarkan di atas, adalah sebuah refleksi dari kehidupan demokrasi versi Indonesia yang penulis jalani selama ini, yaitu zaman dimana diberlakukannya Pilkada lewat DPRD (zaman Orde Baru) dan Pilkada oleh rakyat (zaman reformasi) Penulis :  Irawan Hasan
Menko Perekonomian Darmin Nasution : Inflasi Diperkirakan Naik Tipis Usai Lebaran

Menko Perekonomian Darmin Nasution : Inflasi Diperkirakan Naik Tipis Usai Lebaran


Jakarta ( Reportase Sumbar)—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan laju inflasi bulan Juni mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penyebab kenaikan laju inflasi adalah peningkatan harga bahan pokok pada Ramadan dan Lebaran.

“Mungkin inflasinya akan bergerak antara 0,4%—0,5%. Ya tapi secara year on year masih sesuai dengan target pemerintah,” ujar Darmin saat menggelar perayaan open house perayaan Lebaran di rumah dinasnya, Senin (26/6/2017).

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada bulan Mei 2017 sebesar 0,39%. Inflasi year to date periode Januari—Mei 2017 secara kumulatif sebesar 1,67%. Sementara itu, inflasi yoy hingga Mei 2017 tercatat sebesar 4,33%. Badan Pusat Statistik bakal kembali mengumumkan angka inflasi pada 1 Juli mendatang.

Pemerintah menargetkan inflasi 4% di dalam asumsi makro APBN 2017. Sedikit berbeda dengan proyeksi pemerintah, Bank Indonesia memperkirakan laju inflasi pada tahun ini sebesar 4,36%. Kedua proyeksi itu lebih tinggi daripada realisasi inflasi 2016 sebesar 3,02%

Darmin menyatakan pergerakan laju inflasi domestik masih begitu dipengaruhi oleh fluktuasi harga pangan. Sebab faktor penyebab inflasi dari komponen pengeluaran administered price seperti harga energi listrik dan BBM dipastikan tak mengalami kenaikan.

”Harga pangan Lebaran ini cukup baik sebenarnya, justru yang masih perlu diwaspadai itu nanti November—Desember. Itu musim tanam kayaknya sedang paceklik,” ujar Darmin.

Menurutnya, pemerintah hingga kini masih mendesain kebijakan yang tepat untuk bisa memastikan stabilitas harga pangan yang berkelanjutan. www.bisnis.com
Telkomsel Mencatat Kenaikan Layanan Data Mencapai 136 Persen

Telkomsel Mencatat Kenaikan Layanan Data Mencapai 136 Persen

Jakarta ( Reportase Sumbar) – Tahun ini Telkomsel kembali mencatat kenaikan layanan data di momen Lebaran. Lonjakan penggunaan layanan data lebih dari 136 persen menembus angka lebih dari 6.000 TB (Terabyte) di hari Lebaran. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan trafik data di periode yang sama di 2016.

enggunaan layanan data ini paling banyak dimanfaatkan oleh pelanggan untuk mengakses media sosial (36 persen), disusul layanan video streaming (29 persen).

Peningkatan trafik layanan data terlihat paling tinggi terjadi di daerah-daerah tujuan mudik. Sumatera mengalami peningkatan penggunaan layanan data hingga lebih dari 36 persen, sementara  Jawa Bali (meliputi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur) mencapai lebih dari 32 persen jika dibandingkan dengan hari normal 2017. Namun secara nominal, trafik layanan data tertinggi berada di wilayah Jabotabek Jabar menembus angka lebih dari 1.700 TB (Terabyte), disusul dengan area Jawa Bali yang mengkonsumsi lebih dari 1.645 TB (Terabyte).

Penggunaan layanan data pada di momen Lebaran juga tercatat mengalami peningkatan yang signifikan di beberapa lokasi yang menjadi titik berkumpulnya pemudik seperti Bandara Soekarno Hatta, Bandara Kuala Namu, Pelabuhan Merak, exit tol Kaliangsa, Rest Area km 9 Cibubur, dan Pelabuhan Ferry Kolaka (Sulawesi Tenggara). Peningkatan juga terpantau naik di lokasi-lokasi wisata yang dipadati pengunjung, seperti Batu Karas (Pangandaran), Ancol, Pantai Kuta, dan Kota Bunga (Puncak).

Berbeda dengan layanan data, layanan suara dan SMS tidak mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan trafik di hari normal. Trafik layanan suara turun 6 persen menjadi 1,3 miliar menit, sementara SMS cenderung stagnan di angka 740 juta SMS.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati mengatakan, jaringan Telkomsel berfungsi dengan baik untuk melayani kebutuhan komunikasi pelanggan di momen Lebaran. Jauh-jauh hari sebelumnya Telkomsel telah melakukan peningkatan kualitas jaringan guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi pelanggan yang biasanya terjadi pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Kami berharap jaringan kami dapat membantu pelanggan untuk tetap lancar berkomunikasi, sehingga momen yang bahagia ini, dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk mendorong terjalinnya tali silaturahmi,”katanya.

Di sisi pelayanan, Telkomsel menghadirkan posko mudik dan titik layanan di lokasi-POI yang telah teridentifikasi agar kebutuhan komunikasi pelanggan tetap terjaga.

Selain itu seluruh channel pelayanan existing Telkomsel juga diharapkan dapat berfungsi maksimal selama libur Lebaran, diantaranya 84 GraPARI Telkomsel Siaga dan 346 GraPARI Mitra Siaga, 487 Mobile GraPARI, 81 unit layanan digital self-service MyGraPARI, dan 359 Branch Office Mitra Distributor (TDC).

Pada saat yang bersamaan, mitra distributor Telkomsel juga turut siaga menjaga ketersediaan produk kartu perdana dan voucher isi ulang (mkios) melalui 3.779 Outlet Siaga. (***)

Senin, 26 Juni 2017

Lebaran Kali Ini Masyarakat Tiku Bantai 103 Ekor Sapi dan Kerbau

Lebaran Kali Ini Masyarakat Tiku Bantai 103 Ekor Sapi dan Kerbau

Pemotongan Kerbau ( Fhoto : Internet )
Lubuk Basung ( Reportase Sumbar ) – Tradisi mambantai atau pemotongan hewan sapi dan kerbau, dalam rangka menyambut hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah kerap kali digelar. Sepeti halnya di Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam pada Sabtu (24/6) dini hari melakukan pemotongan hewan sebanyak 103 ekor.

Mulai dari pemotongan biasanya warga sudah mulai berdatangan untuk membeli daging segar tersebut, bahkan juga sempat berdatangan warga dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Tradisi ini sudah lama berlangsung, yang merupakan tradisi turun temurun sejak dahulu kala, yang harus digelar setiap tahunnya. Di mana biasanya digelar H-1 jelang lebaran

Kasi PNM Tanjung Mutiara Weri Ikhwan menyebutkan, tradisi mambantai dilakukan bersama para pedagang daging segar dari berbagai wilayah, seperti Lubuk Basung, Tanjung Raya, bahkan ada dar Bukittinggi dan Payakumbuh yang sengaja buka lapak di Pasar Tiku setiap tahun.

Penyembelihan hewan pada kali ini tercatat sebanyak 103 ekor sapi dan kerbau, dengan harga daging berkisaran Rp130.000 – Rp140.000 per-kilogram.

“Kegiatan ini berjalan lancar, karena seluruh petugas turun memeriksa kondisi ternak serta pemeriksaan hal-hal lainnya,” ujarnya.

Pemotongan hewan massal untuk memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat dalam rangka menyambut Idul Fitri, menjadi tradisi warga di berbagai kecamatan di Agam, seperti halnya yang sama digelar di Bawan Kecamatan Ampek Nagari melakukan pemotongan hewan sebanyak 75 ekor sapi.
sumber : www.hariansinggalang.co.id
Warga Payakumbuh Gempar, Seorang Kakek Tewas Dihari Pertama Lebaran

Warga Payakumbuh Gempar, Seorang Kakek Tewas Dihari Pertama Lebaran

Fhoto : Ilustrasi (net)
Payakumbuh (Reportase Sumbar) -- Warga Kelurahan Kapalo Koto Ampanangan Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh gempar, seorang kakek bernama Juhanis (78 ditemukan tewas gantung diri.
Kakek yang diketahui sudah tak lagi bekerja ini, ditemukan sudah tak bernyawa dengan seutas tali terikat di lehernya,  di rumahnya yang selama ini ia tempati.

Peristiwa naas itu diketahui pertama kali oleh saksi bernama Pul (19), saat itu saksi Pul yang juga warga sekitar melihat korban tergantung di kusen jendela di dalam rumah pada Minggu (25/6) sekitar pukul 19.00 WIB.

Karena kaget, saksi melaporkan peristiwa itu kepada warga lainnya, termasuk kepada keponakan korban yang bernama Permadi dt. Penghulu. Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar, mereka berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat dari dekat peristiwa yang menimpa Kakek Juhanis.

Tak berselang lama,  pihak kepolisian dari Polsekta Payakumbuh yang menerima laporan dari Babinkamtibmas langsung datang guna melakukan olah TKP.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban ditemukan dalam posisi tergantung dengan tali plastik rafia di kusen jendela,  dengan posisi leher terikat tali.  Dan ditemukan adanya cairan yang diduga sperma di celana korban, layaknya korban bunuh diri kebanyakan.

“ Dari olah TKP yang dilakukan oleh anggota tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, jadi kita duga korban murni mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Pihak keluarga dan anak korban juga telah mengikhlaskan kematian korban, ” jelas Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kapolsekta Payakumbuh, Kompol. Russirwan, Minggu (25/6) sekitar pukul 22.00 WIB.

Sementara itu, pihak keluarga korban segera mempersiapkan segala kebutuhan untuk prosesi pemakaman korban. Sampai berita ini diturunkan, tidak diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab Kakek Juhanis nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

sumber: www.dekadepos.com 

Sabtu, 24 Juni 2017

Produk HP Keluaran China Serbu Kota Pariaman

Produk HP Keluaran China Serbu Kota Pariaman

Ilustri HP Keluaran China ( Fhoto : Internet )
Pariaman (Reportase Sumbar )---Sejumlah produk HP keluaran terbaru, khususnya produk keluaran China, belakangan ini terlihat mulai membanjiri pasaran di sekitar Kota Pariaman. Sebut misalnya produk Oppo yang saat ini sedang maraknya diburu konsumen. "Para konsumen saat ini memang lebih cenderung mencari produk yang berkualitas, jadi masalah harga mungkin tidak begitu masalah bagi mereka," sebut Andika, salah seorang pemilik counter HP di Simpang Empat Jati Kota Pariaman, saat dihubungi Kamis malam kemarin.

Andika juga mengakui, bahwa secara bertahap tren minat pelanggan terhadap suatu produk juga akan terus berubah. Buktinya untuk saat ini para konsumen lebih banyak memburu produk Android keluaran terbaru. Tentunya dengan konten dan layanan aplikasi yang terbilang lebih lengkap. Tak peduli meski harganya "selangit" sekalipun.

"Malahan diperkirakan untuk tiga atau empat tahun ke depan, sebagian besar konsumen mungkin sudah akan beralih HP jenis Android, sehingga Hp yang ada saat inipun mungkin akan semakin  ditinggalkan oleh konsumen. Sebab telah jauh ketinggalan," terangnya.

Andika juga mengakui, di samping pengaruh trend di tengah masyarakat, yang cenderung menjadikan HP keluaran terbaru sebagai pelengkap gaya hidup dalam keseharian mereka, juga adanya tuntutan pekerjaan, seperti adanya keharusan menggunakan WA atau fasilitas WhatsApp bagi para PNS, juga ikut mendorong semakin laris manisnya HP jenis Android yang banyak di ditawarkan para pedagang HP di pasaran.


"Pilihan pelanggan untuk beralih ke Android juga bukannya tanpa alasan yang jelas, karena dengan dilengkapi fasilitas Smart Phone, kamera, hingga beragam fasilitas  pendukung lainnya, itu semua jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan atau membeli HP jenis Android dimaksud," imbuhnya.

Menurut Andika, khusus untuk jenis Android yang banyak diburu pelanggan di sekitar Kota Pariaman belakangan ini, yang terbanyak itu tetap didominasi oleh Android keluaran produk keluaran negera China. "Kalay dulu memang masyarakat mungkin masih meragukan  produk keluaran China. Tapi sekarang mungkin trendnya sudah berbeda. Khususnya untuk HP Android. Karena kualitas produk keluaran China sendiri ternyata terbilang handal dan lengkap dibanding produk lainnya," imbuhnya mengakhiri. (yurisman)
Genius Umar Angkat Suara Tentang Calon Pendampingnya di Pilkada

Genius Umar Angkat Suara Tentang Calon Pendampingnya di Pilkada

Genius Umar Wakil Walikota Pariaman ( Fhoto : Dok )

Pariaman ( Reportase Sumbar)---Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, yang saat ini juga tercatat sebagai salah seorang calon walikota Pariaman, pada pemilihan kepala daerah Kota Pariaman tahun 2018, agaknya mulai buka suara terkait siapa pendampingnya pada Pilkada Kota Pariaman mendatang. Seperti terungkap saat kegiatan buka bareng dengan para jurnalis di kediaman Rumah Dinas Wakil Walikota Pariaman.

 

"Yang jelas calon yang akan menjadi pendamping saya sebagai calon wakil walikota pada Pilkada Pariaman nantinya tentunya adalah yang memiliki komitmen dan tujuan yang sama, yaitu untuk bisa sama-sama memenangkan pemilihan kepala daerah di Kota Pariaman ini. Kriteria lainnya, ya jelas yang bersangkutan juga harus memiliki kesamaan visi dan semangat yang sama untuk bisa bersama-sama melanjutkan pembangunan di Kota Pariaman saat ini. 

 

Dalam arti lain, sebagai wakil walikota dia nantinya tentu harus mau dan bisa bekerjasama secara baik dengan walikota, seperti kerjasama yang baik yang terbangun antara saya sebagai wakil walikota dengan walikota Pariaman Pak Mukhlis Rahman selama ini," demikian ditegaskan Genius Umar, saat menjawab pertanyaan awak media tentang figur pendampingnya sebagai calon wakil walikota yang akan mendampinginya saat Pilkada Kota Pariaman tahunj 2018 mendatang.

 

Lebih jauh Genius Umar menambahkan, bahwa secara umum semua calon yang maju dalam pilkada Pariaman kali ini, termasuk calon wakil walikotanya, tentunya adalah putera terbaik Kota Pariaman, yang ingin mengabdikan dirinya untuk kemajuan kota Pariaman ke depan. Untuk itulah pihaknya jelas tidak ingin gegabah dalam menentukan siapa calon pendamping yang akan mewakilinya sebagai calon wakil walikota Pariaman nantinya.

 

"Yang jelas hasil survey juga tentunya jelas menjadi pertimbangan khusus bagi kita. Prinsipnya calon wakil walikota Pariaman yang akan mendampingi saya nantinya tentunya juga adalah yang terbaik dan diinginkan oleh masyarakat Pariaman, dibuktikan dengan hasil survey nantinya," imbuh alumni SMAN 2 Kota Pariaman ini.

 

Di pihak lain, ketika didesak lebih jauh, secara spesifik siapa sosok calon yang dimaksud, menanggapi hal itu Genius Umar belum bisa membuka kepada publik. "Tunggulah dalam waktu dekat, siapa orang nya pasti akan tahu juga. Yang jelas dia haruslah sosok yang punya komitmen tinggi untuk memajukan Kota Pariaman," terangnya.

 

Genius dalam kesempatan itu juga tak menampiK besarnya yang ditunjukkan media dalam mendukung dan mendorong kemajuan pembangunan di sebuah kota, seperti halnya di sekitar Kota Pariaman. 

 

"Pengalaman saya selama empat tahun menjabat sebagai wakil walikota Pariaman, saya merasakan sekali sangat banyak saran danb masukan yang diberikan oleh rekan-rekan media kepada saya, khususnya untuk lebih memacu dan mendorong kemajuan pembangunan di Kota Pariaman yang kita cintai ini," imbuhnya.

 

Pihaknya menyadari, semua masukan dan saran yang disampaikan para jurnalis kepada pihaknya selaku jajaran Pemko Pariaman, semata-mata ditujukan agar arah dan kemajuan pembangunan di Kota Pariaman bisa lebih baik lagi ke depannya. "Karena itulah secara pribadi, maupun atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Pariaman, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media, dan mudah-mudahan saja ke depannya hubungan kerjasama dan kemitraan yang baik diantara kita hendaknya bisa terus berlanjut pada masa mendatang," harapnya.

 

Senada dengan itu, Kadis Kominfo Pemko Pariaman, Yalviendri, dalam kesempatan itu juga berharap agar hubungan kemitraan yang baik yang telah terbangun antara jajaran Pemko Pariaman selama ini, dengan para awak media hendaknya bisa terus berlanjut pada masa-masa mendatang. "Karena selama ini peran media memang dirasakan sangat besar kontribusinya dalam menginformasukan berbagai kegiatan dan program pemerintah kepada masyarakat luas, demikia pula informasi tentang kepoariwisataan Kota Pariaman lainnya," ulasnya.

 

Acara buka bersama para wartawan kamis malam kemarin akhirnya ditutup dengan sesi fhoto besarma. menariknya, saat itu spontan berkumandang teriakan dari sejumlah  awak media, sembari meneriakkan yel-yel. Lanjutkan!!!... (yurisman)

Pemerintah Putuskan Idul Fitri Jatuh Hari Minggu 25 Juni 2017

Pemerintah Putuskan Idul Fitri Jatuh Hari Minggu 25 Juni 2017

Jakarta (Reportase Sumbar) - Pemerintah melalui Kementerian Agama selesai menggelar sidang Isbat. Hasilnya diputuskan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H jatuh pada tanggal 25 Juni 2017.

"Atas dasar laporan tersebut seluruh peserta sidang isbat sepakat bahwa malam ini telah memasuki 1 Syawal 1438 H," ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin di kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakpus, Sabtu (24/6/2016).

"Dan demikian mulai besok pagi kita bersama melaksanakan salat Id, salat Idul Fitri sebagaimana ketentuan. Dan dengan demikian kita telah berhasil menyepakati sekaligus menetapkan bahwa mulai malam ini kita telah memasuki 1 Syawal 1438 H," jelasnya.

Menag menyatakan setidaknya ada 6 petugas yang menyatakan telah melihat hilal. Empat di antaranya berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sedangkan 2 lainnya berada di Gresik, Jawa Timur.

Rangkaian sidang isbat diawali pemaparan Tim Badan Hisab Rukyat Kemenag, terkait posisi hilal secara astronomis pada 29 Ramadan 1438H/2017. Proses penentuan awal Syawal ini menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriyah. Hal itu sebagaimana diatur di dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Sejumlah perwakilan ormas turut hadir dalam sidang Isbat ini di antaranya perwakilan dari Muhammadiyah dan PBNU. Tokoh yang datang seperti Ketum MUI KH Maruf Amin, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, Ustaz Zaitun Rasmin, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Endang Mintarja dan lainnya. www.detik.com
Mudik Gotong Royong PDI Perjuangan,  Fasilitasi 6.280 Pemudik

Mudik Gotong Royong PDI Perjuangan, Fasilitasi 6.280 Pemudik


Jakarta,(Reportase Sumbar)---Ketua Panitia "Mudik Gotong Royong PDI Perjuangan", Alex Indra Lukman menyatakan pihaknya telah menyelenggarakan mudik gratis untuk 6.280 orang dengan tujuan sejumlah kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

Kegiatan tersebut menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Barat I ini, sengaja digelar sebagai salah satu upaya untuk ikut meringankan beban dan menyukseskan mudik lebaran tahun 2017.

"Pada Rabu 21 dan Kamis 22 Juni atau H-4 dan H-3 Lebaran PDI Perjuangan telah memberangkat 6.280 pemudik dengan moda transportasi darat yakni kereta api dan bus," kata Alex, di Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Mudik dengan kereta api lanjut Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu, dilaksanakan pada Rabu 21 Juni, berangkat dari stasiun keberangkatan yakni Stasiun Pasar Senen pukul 13.20 WIB.

Untuk pemudik yang menggunakan bus AKAP, ujar dia, dilaksanakan pada 22 Juni pada pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di Sekretariat DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung.

"PDI Perjuangan menyediakan sebanyak 116 bus dengan tujuan mudik ke Sumatera Barat, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Jumlah 116 bus dipilih, karena sesuai dengan angka 116 sebagai tahun peringatan Bung Karno dari (1901-2017)," ungkapnya.

Selain bus kata Alex, disediakan empat gerbong untuk jurusan Yogyakarta, dan dua gerbong untuk jurusan Surabaya.

"Kegiatan Mudik Gotong Royong PDI Perjuangan dengan kereta api tanggal 21 Juni dilepas langsung oleh Menko PMK Puan Maharani," imbuhnya.

Sementara mudik dengan bus diselenggarakan pada 22 Juni dilepas oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, didampingi Pimpinan Fraksi, Sekjen PDI Perjuangan, dan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Dia jelaskan, total warga yang diberangkatkan dalam Mudik Gotong Royong PDI Perjuangan kali ini adalah 480 orang dengan menggunakan kereta api, dan 5.800 orang dengan menggunakan bus. "Jadi totalnya berjumlah 6.280 orang yang kita berangkatkan untuk mudik ke tujuan masing-masing," imbuh anggota Komisi V DPR RI itu. (***/net)

Malam Takbiran di Maninjau Dimeriahkan Dengan Rakik-Rakik

Malam Takbiran di Maninjau Dimeriahkan Dengan Rakik-Rakik

Maninjau, (Reportase Sumbar)- Acara “Rakik-rakik,” merupakan  salah satu tradisi Anak Nagari Salingka Danau Maninjau, sebutan untuk warga Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dalam memeriahkan malam takbiran.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Hadi Suryadi, SH, tradisi tersebut sudah ada sejak lama. Bahkan sejak zaman penjajahan Belanda, tradisi itu sudah ada, dan berkembang sampai ke alam kemerdekaan.

Dulu, pertunjukan “Rakik-rakik” dimeriahkan hampir seluruh anak nagari-nagari di salingka Danau Maninjau. Bahkan bentuk “Rakik-rakik” pernah dilombakan antarnagari. Menjelang malam takbiran, para pemuda membuat rakik (rakit) bambu. Rakik-rakik dihias dengan lampu obor dan lampion, sehingga terlihat indah dan megah di perairan danau.

Kemudian “Rakik-rakik” berlayar di danau, sekali-sekali terdengar dentuman meriam bambu. Itu, menurut para sesepuh, merupakan lambang perlawanan terhadap penjajah. Dentuman meriam bambu itu diibaratkan tembakan meriam benaran terhadap penjajah.

Suasana makin terasa meriah,d an sakral, ketika lantunan takbir ikut berkumandang. Pertunjukan tambua tansa semakin memantapkan acara tersebut benar-benar meriah, bahkan lebih meriah dari perayaan malam pergantian tahun, sebelum dilarang di daerah itu.

“Rakik-rakik membuat malam takbiran lebih meriah di Kecamatan Tanjung Raya,” ujar Hadi Suryadi.

Dikatakan, malam takbiran lebaran kali ini, para pemuda dan pengurus Masjid Gasang, sudah memberitahukan akan mengadakan acara “Rakik-rakik”. Namun diyakini, dalam skala berbeda, pada umumnya di beberapa nagari di Salingka Danau Maninjau, pesta sejenis dilaksanakan anak nagari.

“Yang resmi melaporkan kegiatan “Rakik-rakik”, baru Panitia Rakik-Rakik Masjid Gasang. Panitianya sudah melaporkan kegiatannya kepada kami,” ujar Hadi pula.

Hadi Suryadi mengatakan pada malam takbiran objek wisata di daerah itu tidak ditutup, sebagaimana pada malam pergantian tahun. Walau demikian, petugas keamanan bersama para pemuda sekitar objek akan menjaga dan mengawasi objek dimaksud, agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk berbuat tidak senonoh.

Kepada para pemuka masyarakat, bersama Parik Paga Nagari, diharapkan ikut menjaga objek wisata di daerah itu agar tidak digunakan pihak tertentu untuk berbuat tidak senonoh.

Kepada warga, terutama para pendatang yang merayakan malam takbiran, diharapkan tidak menodai kesucian malam tersebut dengan perbuatan yang dilarang Allah Swt. sumber : www.sumbarsatu.com
Jalur Sicincin-Malalak Jelang Lebaran H-2 Masih Lancar

Jalur Sicincin-Malalak Jelang Lebaran H-2 Masih Lancar

Malalak (Reportase Sumbar) -- Arus lalulintas jalur alternatif Padang-Bukittinggi Sicincin Malalak Balingka masih lancar-lancar saja pada H-2 lebaran,


Pengendara yang akan melintas jalur ini mesti ekstra hati-hati. Apalagi melintas saat malam hari, karena jalur ini sangat minim lampu penerangan jalan. Saat pagi, siang maupun sore hari, jalur yang membelah pinggang pegunungan ini sering tertutup kabut tebal. Ini sangat perlu diwaspadai oleh pengendara.


Saat jalur disungkup kabut tebal, jarak pandang berkendaraan sangat terbatas. Jarak pandang berkisar hanya dua hingga tiga meter saja.Saat kabut gunung turun menyelimuti jalur ini, cukup sulit bagi pengendara mendeteksi kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.


Justru itu pengendara sangat disarankan agar menghidupkan lampu depan kendaraan saat melintas dalam kondisi jalur berkabut.Pengendara juga harus mewaspadai penyempitan jalan di beberapa titik di sepanjang jalur Sicincin Malalak Balingka, terutama di lokasi-lokasi bekas longsoran.


Dari pantauan penulis pada H-2 lebaran, Jum'at (23/6/2017) di lokasi penyempitan jalan sangat minim, bahkan tak ada rambu-rambu peringatan. Bahkan tak ada lampu penerangan. Rambu penanda yang ada hanya berupa gundukan tanah yang dipasangi garis polisi dan dibentangkan di sepanjang jalan yang sempit.

Saat siang hari, di beberapa lokasi penyempitan jalan, terutama yang dekat dengan pemukiman, ada anak-anak kecil yang mengais rejeki dengan sukarela mengatur lalulintas kendaraan.

Di lokasi penyempitan jalan, anak-anak kecil itu mengatur antre kendaraan yang akan melintas dengan menerapkan sistem buka tutup jalan dari dua arah.


Kendaraan dari arah berlawanan mesti bersabar mengikuti petunjuk anak-anak tersebut. Saat melintas, jangan lupa mengisi kotak kardus dengan uang seikhlasnya. Dalam kondisi cuaca cerah, jalan yang mulus dengan tikungan-tikungan manis  sangat menjebak dan berbahaya bagi pengendara.

Apalagi bagi pengendara yang baru pertama kali menempuh jalur Sicincin Malalak Balingka.  Sesekali jangan tergoda memacu kecepatan kendaraan di jalur ini. BERBAHAYA.

Sangat tak disarankan melintas di jalur Sicincin Malalak Balingka dalam kondisi cuaca hujan lebat. Jalur sangat rawan longsor. (Oleh: Tomi Tanbijo / Instagram)


Ahli Herbal Terkenal Ini Ditangkap di BIM, Ia Ditangkap Karena Diduga Terlibat Penipuan

Ahli Herbal Terkenal Ini Ditangkap di BIM, Ia Ditangkap Karena Diduga Terlibat Penipuan

Padang ( Reportase Sumbar )--Seorang tokoh yang dikenal sebagai ahli pengobatan herbal dari Kota Solok, dengan inisial AM, ditangkap Tim Jatanras Polresta Padang, Jumat (23/6) pukul 16.30 WIB. Penangkapan dilakukan saat kedatangannya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang Pariaman.

Dikutip dari www.harianhaluan.com,  AM sudah menjadi DPO Polresta Padang dalam kasus penipuan.

Saat penangkapan sempat terjadi perdebatan dengan sejumlah orang yang diduga sebagai “pengawal” AM. Namun tim berhasil membawanya ke Polresta untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz saat dihubungi Harianhaluan.com membenarkan penangkapan tersebut.“Betul,” terangnya.

AM dikenal sebagai ahli pengobatan herbal yang sering muncul di televisi. Pasien AM pun tak hanya dari kalangan masyarakat biasa, mulai dari artis, pengusaha dan pejabat pernah berobat dengan sosok yang memakai kumis itu. sumber : harianhaluan.com
Andri Satria Masri : Malam Takbiran di Pasar Grosir Kasang dan Shalat Idul Fitri di Halaman Kantor Bupati

Andri Satria Masri : Malam Takbiran di Pasar Grosir Kasang dan Shalat Idul Fitri di Halaman Kantor Bupati

Andri Satria Masri ( Fhoto Dok )
Paritmalintang,(Reportase Sumbar) – Panitia Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Padang Pariaman dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1438 H, akan mengelar malam takbiran dan shalat Idul Fitri

Hal tersebut diungkpakan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Sekretariat Daerah (Setdakab) Kabupaten Padang Pariaman Andri Satria Masri SE ME, Kamis (22/6/2017) lalu, kepada sejumlah wartawan, di ruang kerjanya..

Menurut Andri, acara Malam Takbiran dijadwalkan pada hari Sabtu 24 Juni 2017 di Pelataran Parkir Pasar Grosir Kasang, Kecamatan Batang Anai. Kegiatan ini dimulai pukul 19.30 WIB setelah shalat Isya.

Kemudian, Shalat Idul Fitri pada hari Minggu 25 Juni 2017 di Halaman Depan Kantor Bupati Padang Pariaman di Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung. Shalat dimulai pukul 07.00 WIB dengan Khatib Drs H Helmi MAg (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman).

“Jadi tanggal pelaksanaan PHBI ini masih bersifat sementara, karena masih menunggu keputusan dari Sidang Isbat Kementerian Agama RI di Jakarta,” tambah Andri. (yurisman malalak)

Jumat, 23 Juni 2017

Wagub Bengkulu Rohidin Mersyah Dikukuhkan Jadi Plt Gubernur

Wagub Bengkulu Rohidin Mersyah Dikukuhkan Jadi Plt Gubernur

Jakarta (Reportase Sumbar)--Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah akan segera dikukuhkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu. Pengukuhan ini terkait proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti.

"Sore ini saya panggil wagubnya, nanti akan saya kukuhkan sebagai Plt Gubernur Bengkulu," kata Tjahjo saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Tjahjo mengatakan, pengukuhan Wagub Bengkulu itu ditujukan agar tidak ada kekosongan jabatan pemerintahan.

Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Lily Martiani Maddari, istri Ridwan Mukti, di rumah pribadinya, Tjahjo menambahkan bahwa kasus itu sudah menyangkut mental dari pejabat yang bersangkutan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan empat orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait fee proyek jalan di dua Kabupaten di Provinsi Bengkulu.

"Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh Gubernur Bengkulu terkait dengan fee proyek dan meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan empat orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Diduga sebagai penerima, kata Alexander, yaitu Gubernur Bengkulu 2016-2021 Ridwan Mukti (RM), Lily Martiani Maddari (LMM) berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga atau istri Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, dan Rico Dian Sari (RDS) berprofesi sebagai pengusaha.

"Sedangkan diduga sebagai pemberi adalah Direktur PT Statika Mitra Sarana (SMS) Jhoni Wijaya (JHW)," kata Alexander.

Menurut Alexander, diduga pemberian uang terkait fee proyek yang dimenangkan PT SMS di Provinsi Bengkulu dari komitmen 10 persen per proyek yang harus diberikan kepada Gubernur Bengkulu melalui istrinya.

Ia mengatakan dari dua proyek yang dimenangkan PT SMS, dijanjikan Rp4,7 miliar (setelah dipotong pajak) dari dua proyek di Kabupaten Rejang Lebong.

"Yaitu proyek pembangunan atau peningkatan jalan TES-Muara Aman Kabupaten Rejang Lebong dengan nilai proyek Rp37 miliar dan proyek pembangunan atau peningkatan jalan Curuk Air Dingin Kabupaten Rejang Lebong dengan nilai proyek Rp16 miliar," katanya, seperti diberitakan
Antara.

Kapolda Sumbar: Ditengah Gencarnya Berita Hoak, Media Hendaknya  Jadi Penyejuk

Kapolda Sumbar: Ditengah Gencarnya Berita Hoak, Media Hendaknya Jadi Penyejuk

Padang ( Reportase Sumbar) - Demi harmonisasi hubungan dan kelancaran komunikasi, keluarga besar Mapolda Sumbar menggelar kegiatan berbuka bersama yang dihadiri langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal, Wakapolda Sumbar, Brigjend Pol Nur Afiah, Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, dan seluruh pejabat utama (pju) di Polda Sumbar, Selasa (20/6) di lantai 1 Polda Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 55, Kecamatan Padang Barat.

Dalam smabutannya, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal kembali menekankan pentingnya insan pers dalam perjalanan Polri, terutama Polda Sumbar, tempat dimana ia memimpin korps yang memiliki semboyan Rastra Sewakottama tersebut.

"Media memiliki peranan penting. Kita saling membutuhkan. Polisi butuh wartawan, wartawan juga butuh Polisi, saling berkesinambungan," ucap Kapolda.

Fakhrizal juga memuji para awak media di Sumatera Barat yang dinilainya memiliki semangat yang tinggi dan pantang menyerah disetiap peliputan berita, terutama yang posko di kepolisian. Ia juga meminta media juga menjadi penyejuk dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pemberitaan yang beredar.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para awak media yang senantiasa membantu Polri dalam menciptakan situasi Kamtibmas melalui pemberitaan yang menyejukkan. Hal tersebut dinilai sudah tepat, karena setiap kegiatan ataupun kasus yang ditangani oleh Polisi, para Wartawan selalu melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum berita ditayangkan atau diedarkan ke masyarakat," imbuhnya.

Ia juga meminta kepada para pewarta berada di garda terdepan untuk melawan pemberitaan yang tidak benar atau hoax beredar di tengah masyarakat yang berpotensi membuat keributan dan kerusuhan.

"Kita harus pandai menyikapi situasi yang berkembang saat ini, disanalah peran media untuk melawan pemberitaan yang tidak benar untuk kemudian diluruskan. Saya juga memuji warga Sumbar yang tidak gampang terprovokasi dengan pemberitaan palsu beredar melalui sosial media," tukasnya.  
(sumber : harianhaluan.com)
Kesal karena Gambar Jelek Saat Nonton Liga 1? Ini Solusi dari PT LIB

Kesal karena Gambar Jelek Saat Nonton Liga 1? Ini Solusi dari PT LIB

Jakarta ( Reportase Sumbar )---Dalam beberapa waktu terakhir, TV One, stasiun televisi resmi yang ditunjuk untuk menayangkan Gojek Traveloka Liga 1 banyak dikeluhkan. Pertandingan banyak tak ditayangkan hingga gambar dengan kualitas buruk menjadi masalah yang paling banyak dikeluhkan.

Terkait gambar pertandingan yang jelek saat ditayangkan TV One, Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Berlinton Siahaan, selaku operator resmi Liga 1, memberikan solusinya. Untuk mengatasi gambar yang tak jernih, Berlinton menyarankan agar para penonton lebih aktif untuk menggerakan antena TV.
Liga 1 dan Liga 2 Copyright: Grafis:Yanto/Indosport/InternetLiga 1 dan Liga 2

“Mungkin antenanya kurang tepat karena beberapa kan menang begitu. Kalau semua berarti memang tidak bagus. Tapi karena ini beberapa, antenenya coba saja dulu kita geser kiri geser kanan,” ujar Berlinton.

Meski banyak orang yang sering mengeluhkan TV One, terutama melalu media sosial, namun Berlinton menganggap pihaknya belum perlu menggelar pertemuan langsung dengan pihak terkait TV One.

“Sampai saat ini masalah itu belum ada, terus terang belum ada. Saya baru dengar saja itu. Cuma memang ada beberapa wilayah yang katanya gak dapet siaran,” tambah Berlinton.

“TV One dia harus pake antena biasa, kalau tv prabayar kan pakai Orange TV. Kalau pakai Indovison  ya tidak bisa, walau komplen ke kami. Ya kalau mau prabayar itu gunakan Orange TV, langganan dengan Orange TV dan memang Orange TV tidak seperti Indovision yang jangkauannya luas,” jelas Berlinton.(www.indosport.com)
Spirit Jepang: Lompatan Ketiga dan Warisan Olahraga

Spirit Jepang: Lompatan Ketiga dan Warisan Olahraga

(Reportase Sumbar ) — Terlepas dari berbagai hal faktor ekonomi, penyelenggaraan Piala Dunia 2002 secara tidak langsung kembali menghidupkan industri olahraga Jepang. Mizuno, misalnya, yang mulai memfokuskan diri memproduksi sepatu sepak bola demi bersaing dengan perusahaan dari luar negeri yang bergerak di bidang sama.

Kualitas produk-produk Jepang yang didesain dengan perkembangan teknologi terbaru pun kembali menjadi modal utama bagi Mizuno untuk bersaing dalam pasar. Sejatinya, Mizuno telah memproduksi sepatu sepak bola sejak 1985. Salah satu produk unggulan mereka adalah Morelia, yang diklaim sebagai sepatu paling ringan di dunia.

Bahkan, Morelia sempat hadir di kaki sejumlah bintang sepak bola, seperti legenda tim nasional Brasil, Ronaldo, Rivaldo, Roberto Carlos, eks pemain timnas Argentina, Pablo Aimar, Gianfranco Zola, hingga Patrick Kluivert. Hal ini membuktikan, produk-produk Jepang mampu mengambil tempat di hati para atlet-atlet dunia.

Pagelaran Piala Dunia 2002 telah lama usai. Kini, terpampang kembali tantangan besar bagi Jepang untuk membuka mata dunia lewat dunia olahraga melalui penyelenggaraan Olimpiade 2020, yang akan membuka memori indah 53 silam. Bahkan, bisa pula Olimpiade 2020 bakal menjadi lompatan ketiga bagi Jepang.

Presiden Komite Olimpiade Internasional, Jacques Rogge, saat mengumumkan tuan rumah Olimpiade 2020, di Buenos Aires, 7 September 2013. (AFP).
Ads by

Perkiraan ini bukan isapan jempol semata. Kesuksesan Jepang menggelar Olimpiade 1964 membuat Jepang akan mengerahan segala cara untuk membuktikan spirit negaranya nomor satu di dunia pada gelaran Olimpiade, tiga tahun mendatang. Berbagai proyeksi kebijakan dan target pun telah dikumandangkan.

Pada 2015, kepada The Bussiness Times, Direktur Japan Tourism Agency (JTA), Ichiro Takasashi, mengungkapkan, negaranya bakal menargetkan 20 juta wisatawan asing datang pada 2020. Target ini mengacu terhadap tren positif peningkatan jumlah turis yang datang di Jepang setiap tahunnya sejak 2012, atau tepatnya satu tahun setelah tragedi gempa dashyat dan tsunami di Jepang pada 2011.

Untuk lebih menarik minat turis luar negeri, Jepang pun menjanjikan berbagai teknologi terbaru demi mendukung penyelenggaraan Olimpiade 2020. Pada 2016, misalnya, perusahaan-perusahaan televisi Jepang sudah mulai meningkatkan penerapan teknologi "Super Hi-Vision" atau "8K", yang 16 kali jauh lebih detail daripada "4K" atau "Ultra HD".

Bidang telekomunikasi juga tak ketinggalan. NTT DoCoMo, salah satu perusahaan telekomunikasi besar di Jepang, menargetkan akan menerapkan teknologi jaringan 5G bagi seluruh telepon pintar pada 2020. Demikian halnya dengan Nissan yang sedang mengembangkan teknologi self-driving dalam sektor otomotif.

Pada 2012, CEO Komite Olimpiade Jepang, Masato Mizuno, mengatakan, negaranya akan mengusung misi "Athletes-First Olympic Games" pada 2020. Selain untuk mengakomodasi para atlet yang bertanding, misi tersebut juga bertujuan membangkitkan semangat masyarakat Jepang terhadap dunia olahraga, setidaknya sama seperti gelaran Olimpiade 1964.

"Waktu telah berubah. Namun, kami ingin kembali memberi antusiasme, harapan, dan mimpi bagi seluruh masyarakat Jepang, khususnya setelah tragedi gempa yang telah membuat banyak masyarakat mengalami kesulitan," ujar Masato Mizuno, dalam Tribune Business News, edisi 11 Juli 2012.

Pernyataan Masato Mizuno itu pun sejatinya kembali menegaskan, spirit Jepang bangkit dari keterpurukan tidak akan pernah lekang ditelan zaman. Spirit yang sejak ratusan tahun lalu telah membuat seluruh sendi kehidupan masyarakat di sana diselimuti kerja keras, etos, dan kedisplinan besar.

Keajaiban ekonomi setelah kekalahan di Perang Dunia II, keberhasilan menghapus pameo "Produk Jepang enak dipandang, namun cepat dibuang" merupakan beberapa contoh nyata bukti kesuksesan Jepang mampu berlari kencang untuk bertransformasi sebagai salah satu negara raksasa di dunia.

Dari puing-puing perang, Jepang membuat hasil kerja keras mereka masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat di dunia, tak terkecuali Indonesia. Bahkan, khusus bicara soal sepak bola, sementara Indonesia yang dulu diklaim sebagai "Macan Asia" hingga saat ini masih saja sibuk dengan persoalan naturalisasi, Jepang sudah mengirimkan pemain-pemain mereka ke berbagai kompetisi elite dunia untuk berprestasi.

Belum lagi mengenai pembuatan produk perlengkapan olahraga. Dalam bidang sepak bola, produksi Jepang kini mulai dirancang sedemikian rupa dengan inovasi teknologi terbaru untuk menyaingi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang sama asal Amerika Serikat atau Eropa. Bagi Jepang, sepak bola juga adalah produk budaya yang harus tetap dijaga sebagai warisan untuk mimpi-mimpi besar anak cucu mereka.

"Ayo maju dan terus buatlah produk-produk terbaik untuk para konsumen. Namun, kuncinya tetap buatlah produk tersebut dengan kejujuran, kualitas yang bagus, serta harga yang wajar." — Rihachi Mizuno/www.bola.com